
*Keesokan hari nya...
Huan Ran sudah bangun dari pagi tadi, dia memasakkan sarapan untuk Jianheeng dan Jiazhe.
Jianheeng akan bekerja di perusahaan ayah nya yang berada di Cina sebagai CEO.
Jianheeng sudah bersiap-siap turun ke bawah untuk makan makanan Huan Ran.
" Selamat pagi sayang...". Ucap Jianheeng sambil memeluk Huan Ran.
" Ah! Selamat pagi Jian... ". Jawab Huan Ran dengan senyuman.
" Hm, kenapa kamu tidak memanggil ku sayang juga Huan Ran? ". Tanya Jianheeng.
" Aku lebih suka memanggil mu Jian... Memang nya aku salah ya memanggil mu Jian? ". Tanya Huan Ran.
" Tapi kan itu tidak ada romantis-romantis nya... ". Jawab Jianheeng cemberut lalu dia melepaskan pelukan nya dari Huan Ran.
" Jangan marah... Kita tidak perlu memakai panggilan sayang cuma perlu kamu memanggil ku Ran Ran dan aku memanggil mu Jian... Panggilan itu tidak penting asalkan kita saling mencintai itu sudah cukup. " Ucap Huan Ran dengan nada lembut sambil menjelaskan perkataan nya.
" Baiklah! ". Ucap Jianheeng dengan semangat.
" Sekarang cepat makan sana! ". Ucap Huan Ran menyuruh Jianheeng makan.
" Tapi aku masih ingin memeluk mu". Jawab Jianheeng lalu memeluk Huan Ran lagi.
Jiazhen tak sengaja melihat Huan Ran dan Jianheeng bermesraan langsung menghentikan mereka berdua.
" Ehem!! ".
" A ada Jia! Cepat lepaskan pelukan mu! ". Ucap Huan Ran.
__ADS_1
" Hm, baiklah. Tapi kamu harus datang ke kamar nanti! ". Jawab Jianheeng lalu dia terpaksa melepaskan pelukan nya dari Huan Ran.
" Ini semua karna mu Jia! Papa jadi tidak bisa bermesraan lagi dengan mama mu! ". Bisik Jianheeng ke Jiazhen.
" Memang nya kenapa? Kan terserah ku saja ingin menghentikan papa melakukan sesuatu yang tidak wajar dengan mama." ketus jiazhen ke Jianheeng.
" Bagaimana bisa Huan Ran melahirkan anak seperti mu! ". Ucap Jianheeng.
" Sudah takdir mama melahirkan ku! Blee...". Ucap Jiazhen sambil mengejek Jianheeng.
" Sudah sudah! Kalian berdua tak usah bertengkar kalau tidak mama akan membuat kalian berdua tidak usah sarapan! ". Bentak Huan Ran.
" Baik ma...". Jawab Jiazhen.
" Baik Ran Ran...". Jawab Jianheeng juga.
Lalu mereka bertiga makan-makanan yang dibuat Huan Ran.
*Skip setelah makan.
" Baik Ma aku pergi ke kamar dulu." Jawab Jiazhen lalu dia pergi ke kamar nya.
Huan Ran dan Jianheeng pun naik ke atas dan menuju ke kamar mereka.
" Sekarang apa yang ingin kamu katakan?". Tanya Huan Ran kebingungan.
" Apakah malam ini kamu ada waktu? ". Tanya Jianheeng.
" Ya ada, memang nya kenapa? ". Tanya Huan Ran lagi.
" Aku ingin mengajak mu makan malam." Jawab Jianheeng.
__ADS_1
" Lalu Jia? Bagaimana dengan dia? Apakah kita akan meninggalkan nya? ". Tanya Huan Ran khawatir.
" Dia akan ku titipkan kepada ayah ku, kamu tak usah khawatir...". Jawab Jianheeng.
" Ba baiklah....". Ucap Huan Ran.
" Hari ini kamu akan pergi kemana? ". Tanya Jianheeng.
" Aku akan pergi ke rumah orang tua ku...". Ucap Huan Ran lalu menundukkan kepala nya.
" Apakah kamu tidak apa-apa datang kesana seorang diri? Perlukah aku menemani mu? ". Tanya Jianheeng khawatir.
" Tidak usah, pekerjaan mu di kantor sangat banyak kamu pasti akan sibuk. Aku pergi sendiri saja...". Jawab Huan Ran.
" Baiklah...". Ucap Jianheeng.
" Cepat sana pergi... Antar Jiazhen juga, jangan sampai dia telat di hari pertama nya sekolah disini! ". Ucap Huan Ran membentak Jianheeng.
" Iya-iya kamu tidak usah khawatir, aku akan mengantar nya sampi tujuan...". Jawab Jianheeng sambil tertawa kecil.
" Baiklah, tapi jangan sampai telat yaa! ". Ucap Huan Ran lagi.
" Iya Ran Ran...". Ucap Jianheeng sambil tersenyum lalu Huan Ran bersandar di bahu Jianheeng.
" Bisakah kita seperti ini dulu saja...". Ucap Huan Ran
" Baiklah, apa pun untuk mu...". Jawab Jianheeng.
*Setelah selesai berbicara nya Jianheeng pergi mengantar Jiazhen ke sekolah.
" Hm, aku akan pergi ke rumah orang tua ku... Bagaimana kah reaksi mereka berdua kalau tau aku masih hidup...". Gumam Huan Ran.
__ADS_1
" Hah, aku akan tetap pergi meski pun orang tua ku tidak mau menerima ku lagi! Fighting Huan Ran!!! ". Ucap Huan Ran sambil menyemangati diri nya sendiri.
Huan Ran langsung pergi menuju rumah orang tua nya.