
Lodiya Delborad gadis berumur 23 tahun harus bekerja di club malam demi membiayai ibunya yang sakit-sakitan sebenarnya Lodiya tidak mau bekerja di club malam mengingat bahaya yang kapan saja dapat terjadi namun demi ibunya yang membutuhkan uang dia harus bekerja menjadi pelayan mengumpulkan uang.
"Lodiya kapan datang?"
"eh yoil baru saja kamu sendiri kapan datang?"
"Sudah dari tadi aku juga menunggumu disini cukup lama,"
"Maaf ya tapi untuk lain kali kamu jangan menungguku aku tidak enak jika Shila melihatmu bersamaku,"
"Tapi Loly kita kan hanya bersahabat,"
"Iya kita memang bersahabat tapi ah sudahlah ayo masuk," ajak ku.Saat masuk didalam rekan kerjaku sudah tampak sibuk kesana kemari mengantarkan minuman.
"Loly kemari,"
"Eh iya nona," jawabku sambil berlari pelan menuju manager Lulu
"Kenapa terlambat? ayo cepat antarkan minuman ini ke ruangan VIP,"
"Maaf nona saya harus mengurus ibu saya yang sedang sakit sebelum bekerja jadi terlambat," jawabku mengambil beberapa botol minuman
"Ibumu masih sakit?"
"Kenapa kamu sudah bekerja harusnya kamu bisa izin,"
"Ah terimakasih nona tapi kalau saya tidak bekerja bagaimana aku bisa beli obat,"
"Ya sudah kamu harus semangat oh ya antarkan minuman itu cepat karena ini tamu khusus,"
"Iya nona saya permisi," ucapku berlalu menuju ruangan VIP yang dikatakan nona Lulu.Karena terburu-buru aku sedikit berlari takutnya tamu tadi marah.Sampai tak memperhatikan jalan hingga menabrak pria yang sepertinya tengah mabuk berat.
"Dimana mata mu ha!"
"Maaf kan saya tuan saya buru-buru jadi tidak melihat anda," ucapku takut
"Enak saja main minta maaf memang maaf mu itu berguna ha!"
__ADS_1
"Jika dilihat kau sedikit manis ya mari ikuti aku untuk menganti permintaan maaf mu," ucapnya menarik tangan ku kasar
"Tolong t_tuaan jangan saya minta maaf tapi tolong lepaskan saya," ucapku bergetar karena ketakutan
"Ha lepaskan jangan mimpi!"
"Hiks hiks tolong tolong,"
"Diam kau dasar pelayan tak berguna," ucapnya ingin menampar diriku tapi diurungkannya setelah mendengar teriakan dibelakang tubuhku.
"Lepaskan gadis itu!"
"Siapa kau berani sekali memerintah ku!"
"Cuihhh bedebah," ucapnya mendekat
Brak bugh bugh pria itu terpental jauh ke belakang saat pria yang menolongku menghajarnya tanpa ampun aku yang merasa ketakutan langsung meringkuk menenggelamkan wajahku di kedua lutut sembari menangis.Masih terdengar jelas suara rintihan kesakitan akibat pertarungan beberapa saat kemudian suara itu menghilang yang ku dengar hanya suara derap langkah kaki mendekat.
"Nona anda tidak apa-apa?" sontak akupun mendongakan wajahku menatapnya yang ku lihat adalah sosok pria berparas tampan memiliki kesempurnaan layaknya bangsawan Yunani.
"Hei nona,"
"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas bantuan anda tuan saya permisi," ucapku berlalu menuju ke arah ruang VIP.Namun tak sadar ternyata botol minuman masih tertinggal di tempat tadi hingga aku harus berbalik.
"Loh bukannya tadi disini aduh bagaimana ini?"
"Ah aku harus kembali dan memintanya kembali semoga saja nona bisa mengerti," ucap ku berjalan mengambil ulang minuman untuk tamu VIP itu setelah aku menjelaskan semuanya untung saja nona Lulu pengertian dan memberikan minuman yang baru langsung saja aku menuju ruangan VIP.
"Permisi tuan ini minuman anda," ucapku sembari berjalan menghampiri tamu itu
"Iya letakan saja disini," ucapnya
"Suara ini rasanya aku pernah mendengar tapi dimana ah sudahlah sejak kapan aku mengenal orang kaya," batinku masih terus menunduk
"Hei nona jika sudah selesai pergilah tuan kami tak ingin ada wanita yang menganggu kesenangannya,"
"Eh iya tuan saya permisi," ucapku berjalan kearah pintu namun langkah ku terhenti saat suara bariton itu menggema di ruangan
__ADS_1
"Tunggu nona kemari," ucapnya aku yang mendengar perintah itupun hanya diam dan terus menunduk sembari menghampirinya.
"Anda wanita yang tadi bukan yang saya bantu dari pria brengsek itu?" tanya nya menunjuk ke arahku
"Eh iya tuan," jawab ku mengangkat kepalaku pelan dan menatapnya
"Sini kemarilah layani aku tuangkan minuman ini," ucapnya menunjuk botol minuman yang berjejer rapi
"Iya tuan," ucapku mengambil botol itu dan menuangkan ke gelas kaca lalu memasukkan sedikit batu es kedalamnya
"Ini tuan," ucapku menyodorkan gelas yang berisi minuman itu padanya
"Kemari duduk sini," ajak nya membuatku terkejut
"Eh iya tuan," ucapku duduk sembari terus menunduk karena perasaan takut ini begitu kentara menjalar.
"Angkat wajahmu," ucapnya memegang daguku dan mengangkatnya pelan menghadapnya.Ah mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan pangeran tampan.
"Kau sangat cantik," ucapnya menghembuskan nafasnya pelan ke ceruk leherku aku terkejut oleh perlakuannya sontak menjauhkan tubuhku.
"Maaf tuan saya bukan perempuan seperti itu," ucapku berdiri menahan air mata yang hampir keluar.Iya memang aku bekerja di club malam tapi bukan berarti aku tak punya harga diri.
"Maaf kan saya sekali lagi tuan saya permisi," ucapku menundukkan kepalaku pelan sebelum berlalu.
"Ah sangat menarik gadis itu aku ingin memilikinya bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan dirinya," batin Dave.iya pria itu adalah Dave Albinson seorang mafia yang mempunyai aura dingin tak pernah menampilkan senyuman dan anti perempuan.Bukan tidak ada yang mau bahkan banyak wanita yang berlomba untuk mendapatkannya bahkan hanya untuk tidur semalam saja.
"Dave tidak biasanya dia melihat perempuan sebegitu telitinya apakah Dave jatuh cinta tapi bagaimana mana bisa nona Celine saja yang sudah bertahun-tahun lamanya ingin menjadi pacarnya saja Dave tidak perna ingin meliriknya lalu gadis itu hanya seorang pelayan yang mampu memikat hati Dave,ah sudahlah mungkin aku yang salah," batin Reiyhan
Hari sudah menunjukkan pukul 01.45 waktunya pulang kerumah untuk melepas penat.
"Akhirnya sampai juga dirumah ah ralat rumah maksud ku di kontrakan," setelah membersihkan diri aku langsung berbaring sambil menatap wajah ibu yang sudah rentan.
"Tuhan semoga suatu saat nanti aku mendapatkan suami yang kaya dan juga mencintaiku dengan tulus,aku ingin membahagiakan ibuku aku ingin memberikan kehidupan yang layak pada ibuku," batinku sebelum masuk ke alam mimpi.
"Akan aku lakukan apa saja agar gadis itu menjadi milik ku jika gadis itu sudah ada bersamaku tak akan aku biarkan dia bekerja dengan sebegitu kerasnya,Bagaimana mungkin tubuh semungil itu berjalan kesana kemari menawarkan minuman di club malam itu," batin Dave setelah menerima laporan dari Reiyhan tentang hidup Lodiya.
"Ah tidak salah lagi pasti Dave sudah jatuh cinta dengan gadis itu tapi bagaimana bisa hanya dengan satu kali melihatnya sudah menimbulkan rasa yang sebegitu kuatnya," batin Reiyhan terus melihat kearah Dave yang sedari tadi melamun setelah melihat kehidupan nona Lodiya.
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan sarannya ya guys baru pertama kali nulis🥰