
Kini aku dan Dave berada dikamar sembari membaca novel aku terus saja mengusap kepala Dave yang berada di pangkuan ku yang merengek ingin tidur.
"Sayang pengen bobo," rengek nya manja sembari memainkan dua bagian tubuhku ah entahlah tak usah di jelaskan.
"Udah tidur aja merem kalo mau tidur," ucapku masih saja mengelus kepalanya pelan
"Sayang bobo,"
"Iya mas tidur aja kenapa sih tinggal merem doang apa coba susahnya," ucapku lembut
"Sayang susu,"
"Bentar aku buatin dulu ya," ucapku ingin beranjak namun ditahannya
"Katanya pengen susu ya udah tunggu disini sebentar aku buatin dulu ya mas,"
"Bukan susu itu sayang kalau yang itu mah aku ga mau,"
"Iya terus mau susu apa mas?" tanya ku yang masih belum mengerti
"Susu kamu sayang yang ini," jawabnya sembari meremas payudara ku pelan.Aku yang sudah mengerti pun dibuat malu oleh kelakuannya yang seperti bayi meminta susu pada ibunya.
"Aaah mas udah ga capek apa dari semalem minta ini terus," ucapku memengang tangannya yang masih saja dengan kegiatannya itu.
"Boleh ya sayang aku pengen susu," ucapnya memanyunkan bibirnya maju layaknya anak kecil yang meminta permen.
"Sebentar aja sayang lima menit ya," ucapnya membuka pelan baju dan juga bra ku.
"Iya mas," ucapku pasrah sembari mengelus kepalanya lembut
"Aaah mas jangan digigit mas ntar lecet," ringisku menjauhkan kepalanya di payudara ku
"Sayang susu," rengeknya dan mulai menyusu seperti sebelumnya namun kali ini dia menghisapnya pelan dan tak lama hal itu di ulangi nya lagi hingga aku bosan dibuatnya.
"Udah dong mas udah setengah jam loh," ucapku melihatnya yang masih saja sibuk walau matanya tertutup.
"Sayang diem mas lagi fokus,"
"Fokus apanya udah ya mas aku mau keluar mau bantu mami masak ga enak,"
"Lima menit lagi sayang,"
"Aah mas pelan-pelan kenapa sih suka banget gigit gitu perih mas,"
"Emphh maaf sayang habisnya enak,".Hingga akhirnya kegiatan nya itu berlangsung satu jam aku sampai ngantuk dibuatnya.Dan tak terasa akupun ikut tertidur hingga mami memanggil untuk turun dan makan malam.
"Loly Dave turun nak ayo makan,"
"Iya mi sebentar,"
"Mas bangun," ucapku menggoyang lengannya pelan
"Eughh nanti sayang aku capek pengen tidur,"
"Ya udah aku mau mandi dulu tapi habis aku mandi kamu udah bangun ya mas," ucapku sebelum berlalu.Lima belas menit dikamar mandi kini aku sudah selesai dan melihat Dave yang masih saja tertidur pulas langsung saja aku menganti baju mengunakan trening berwarna abu-abu dan juga kaos oblong berwarna putih rambut ku gulung asal.
"Dave belum juga bangun ya sayang?"
"Belum mi katanya capek,"
"Kamu sendiri ga capek sayang?"
"Heheh ga mi aku ga capek," ucap ku merona
"Ya udah makan nak,"
"Iya mi," ucapku dan mulai makan selesai makan aku bereskan semua sisanya walau sudah dilarang mami karena ini tugasnya pelayan.
"Ly bangunin dulu gih Dave,"
"Iya mi," ucapku beranjak ke atas.Saat sampai dikamar aku melihat Dave yang masih saja tertidur pulas aku jadi tak tega untuk membangunkannya tapi Dave belum makan mau tak mau aku harus membangunkannya.
"Mas bangun," ucapku menarik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya dan mengelus lembut rahangnya yang tegas.Jika ku perhatikan suamiku ini sangatlah tampan alis tebal bibir tipis dan juga hidung yang sangat mancung.
"Mas bangun ayo,"
"Eughh sayang nanti ya aku masih ngantuk," ucapnya dan berpindah di pahaku memeluk erat pinggang ku dan menenggelamkan wajahnya diperut sampai terasa hembusan nafas nya yang hangat.
__ADS_1
"Mas ayo bangun nanti lanjut lagi tidurnya,"
"Cium dulu,"
"Cium apanya udah ah ayo bangun,"
"Aku ga mau bangun kalo ga dicium," ucapnya memeluk pinggang ku semakin erat
"Mas ayo bangun terus mandi habis itu makan," ucapku pelan
"Iya cium dulu habis itu aku bangun," ucapnya membuka mata dan mendongakkan wajahnya menghadap ku.
Cup
"Udah mas bangun,"
"Bukan pipi sayang tapi ini," ucapnya menunjuk bibirnya
"Mas bangun ih kalo ga mau gapapa,"
"Iya sayang aku bangun tapi jangan marah," ucapnya beranjak ke kamar mandi.Setelah selesai kami langsung turun ke bawah
"Mas mau makan pake apa?"
"Itu sayang," tunjuknya pada rendang sapi
"Ini mas," ucapku memberikan nasi rendang pilihannya dan juga sayur wortel sama brokoli kedalamnya.
"Sayang aku ga suka sayur," ucapnya tak jadi makan
"Di coba dulu mas enak kok," ucapku menyuapkan nasi dan juga sayur padanya awalnya ia menolak namun ku paksa hingga akhirnya ia mulai mengunyahnya perlahan-lahan.
"Gimana enak ga?"
"Enak kok bisa ya sayur jadi enak gini?"
"Sayur emang enak mas makannya dicoba dulu," ucapku memberikan sendok padanya
"Sayang ini pasti karena kamu yang nyiapin,"
"Suapin lagi ya sayang tapi jangan pake sendok harus pake tangan,"
"Ayo buka mulutnya," ucapku bagai seorang ibu dengan anaknya
"Udah gede ga malu apa minta di suapin istrinya?" ledek mami
"Biarain," ucapnya memeluk pinggang ku dan menenggelamkan wajahnya di perutku karena sedari tadi aku terus berdiri.
"Sayang mami tu," rengeknya padaku jujur aku risih karena ibu dan juga ayah mertua ku melihatnya tapi aku sedikit senang entah karena apa ataukah sekarang aku sudah mencintainya.
"Loly lihat tu kelakuan suami kamu manja kayak anak kecil," ucap Papi
"Udah pi gapapa untung sekarang anak kita ga kayak dulu dan syukur juga Dave sekarang mau makan sayur kalo dulu ya dipaksa makan sayur banting-banting barang," ucap mami terkekeh geli.
"Sayang mami tuh lihat,"
"Udah mas gapapa ayo sekarang makan lagi,"
"Ga," ucapnya menggelengkan kepalanya yang masih saja di perutku hal ini justru membuatku semakin nyaman dan bahagia karena yang ku tahu Dave ini sosok yang dingin dan juga tak berperasaan.
"Udah Ly tinggal aja Dave biarin dia makan sendiri,"
"Iya tinggal aja hahha,"
"Tinggal aja aku pergi sana," ucapnya beranjak ke atas aku yang bingung hanya diam.
"Udah Ly susul sana ngambek dianya hahah,"
"Mami sih kelewatan," ucap Papi
"Iya mi Loly keatas dulu ya," ucapku berlalu sambil membawa makanan Dave yang belum habis dan mengambil air putih.Saat sampai di kamar aku melihat Dave yang tengah berdiri di balkon menatap rintik hujan.
"Mas makan dulu sini,"
"Ga usah sayang aku ga laper,"
"Ga laper apanya sih mas tadi siang mas cuma makan sedikit,"
__ADS_1
"Lagi pula di luar hujan ntar mas sakit," ucapku menghampirinya
"Ayo mas makan ya aaaa buka mulutnya,"
"Ga aku ga mau,"
"Ayo sayang makan dulu ya habis itu bobo," bujuk ku yang membuahkan hasil Dave langsung makan dengan lahapnya hingga tandas dan langsung aku berikan dia minum sebelum kembali kebawah meletakkan piring dan gelas kotor untuk di cuci.
"Eh nyonya muda biar saya saja nanti dilihat nyonya besar,"
"Gapapa bi ga bakal di marahin,"
"Tapi nyonya,"
"Udah gapapa bi oh ya bibi udah makan?"
"Belum nyonya,"
"Ayo sekarang bibi makan aja biar urusan piring saya yang urus,"
"Wah bener nyonya,"
"Iya bi makan aja,"
"Makasih nyonya,nyonya bukan cuman cantik tapi juga baik,"
"Udah bi saya udah biasa gini,"
"Saya permisi nyonya mau makan,"
"Iya bi," jawabku membilas cucian piring
"Sayang masih lama?" tanya Dave yang memeluk ku dari belakang aku terkejut untung saja tidak nada yang pecah.
"Astaga mas ngagetin aja,"
"Kenapa sih harus cuci piring kan ada bibi?"
"Gapapa mas sesekali kasihan juga bibi,"
"Sayang," ucapnya menenggelamkan wajahnya di ceruk leherku sesekali mencium nya lembut.
"Apa mas udah sana keatas tidur aja,"
"Ga mau pengen nya gini aja,"
"Maaf nyo_"
"Eh maaf nyonya tuan saya ga tahu kalau tuan disini," ucap pelayan sambil menunduk
"Ayo mas lepas ada bibi malu," ucapku berusaha menjauhkan tubuhku
"Udah sayang jangan gerak aku ngantuk,"
"Tidur di kamar sana jangan disini mas malu,"
"Udah mas keatas terus tidur," suruhku dengan nada yang cukup tinggi
"Iya deh iya," ucapnya jengkel sebelum berlalu
"Cuci kaki sama gosok gigi dulu mas sebelum tidur,"
"Iya sayang,"
"Tuan muda sangat mencintai anda nyonya,"
"Ha kenapa bi?"
"Iya nyonya tuan sangat mencintai anda terlihat dari caranya tidak pernah kami pelayan di sini melihat tuan begitu biasanya pulang hanya marah-marah terus membanting barang dan juga menghukum jika kami melakukan kesalahan,"
"Iya benar nyonya malah saya dulu pernah disuruh berendam di kolam renang sampe jam 12 malam,"
"Ha masa bi?,"
"Iya nyonya tapi sekarang ga lagi soalnya tuan muda sudah tinggal di mansion nya sendiri,"
"Tuan sangat beruntung mendapatkan istri cantik dan sebaik anda nyonya,"
__ADS_1
"Ah bi bisa aja," ucapku bersemu merah hingga mengundang tawa para pelayan.Tidak pernah aku banyangkan aku bisa jadi istri Dave yang entah apa tujuannya memberikan hidup yang lebih layak padaku dan juga keluargaku.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys