
"Loly keluar nak ada Dave,"
"Iya Ma bentar Loly lagi ganti baju," ucapku memakai kemeja putih jeans biru muda lalu mengikat rambut tinggi-tinggi dan sedikit polesan make up dirasa cukup aku keluar.
"Eh udah siap ayo pergi nanti kalau kesiangan macet,"
"Iya Ma Dave sama Loly pamit,"
"Iya Dave hati-hati,"
"Loly pamit ya ma mbak,"
"Iya hati-hati dek,". Diperjalanan aku hanya diam tak ada yang ingin ku bicarakan rasanya masih sangat malu karena kejadian kemarin,ah mengingatnya saja sudah membuatku malu bagaimana jika melakukannya.
"Sayang kenapa?"
"Eh gapapa mas,"
"Bener gapapa?"
"Iya mas emang aku kenapa?" tanyaku jengkel aku sungguh malas untuk berdebat dengan nya hari ini.
"Muka kamu merah gitu sayang,Kamu bener gapapa kan?" ucapnya meletakkan punggung tangannya dikeningku
"Aku gapapa mas," ucapku tersenyum melepas tangannya yang tak kunjung di jauhkan nya
"Ya udah tapi kalau emang ngerasa sakit kita ke Rumah sakit aja ya,"
"Udah mas aku gapapa," ucapku malas.Saat tiba dibutik aku merasa tak pantas melihat orang-orang disekitar butik sebagian besar adalah orang kaya walau ada juga yang dari orang biasa hanya untuk melihat harga dan terkejut.
"Sayang ayo,"
"Iya mas,"
"Kenapa hm," ucapnya mengelus kepalaku pelan
"Ga mas itu lihat orang-orang aja,"
"Dave dasar anak nakal kenapa mau nikah ga kasih tahu tante," ucapnya menjewer telinga Dave aku yang melihat hanya meringis pelan apalagi Dave yang merasakan.
"Oh sayang sini nak," ajaknya
"Eh iya tante,"
"Kamu cantik mana manis lagi," pujinya aku hanya tersenyum malu rasanya dipuji berlebihan seperti itu mana di depan Dave pula.
"Sayang sakit ni merah," rengek Dave manja ternyata ada sisi lain dengan dirinya yang belum pernah aku tahu.
"Iya mas merah," ucapku mengelus telinganya pelan
"Sayang sakit,"
"Udah sayang ga usah denger orang dia yang nakal,"
"Apa sih tante ganggu aja,"
__ADS_1
"Udah sayang ayo dicoba bajunya,"
"Terus baju aku mana tante?"
"Udah kalau baju kamu tante udah tahu ukurannya tapi kan kalau dia eh siapa nama kamu cantik?"
"Lodiya Delborad tante panggil aja Loly,"
"Nama yang cantik sama kayak yang punya,"
"Kenalin tante Elena tantenya Dave yang paling cantik," ucapnya terkekeh
"Udah ayo sayang kita coba,".Saat masuk ruangan banyak model gaun dari mulai yang biasa sampai luar biasa.
"Ayo sayang pilih mau yang mana?"
"Hm bentar tante Loly lihat sebentar ya,"
"Yang ini aja tante,"
"Bagus pilihan yang tepat pinter kamu," ucapnya menoel pelan hidungku
"Udah sini tante bantu coba," ajaknya menarik tanganku pelan.Gaun putih tanpa lengan lebar dan panjang dibagian belakangnya dihiasi butir berlian sejenis rubi pasti mahal.
"Cocok pas banget di badan kamu cantik sini tante bantu sanggul rambutnya bentar," ucapnya dirasa sudah selesai aku keluar dibantu dua pelayan toko memegangi bagian belakang gaunnya yang lumayan berat.Hingga tiba aku melihat Dave nampak melongo melihatku memakai gaun yang ternyata juga pilihannya gegas ku hampiri namun dia masih tak sadar saat aku sudah berada di depannya.
"Mas gimana cocok ga?" ia tak bergeming masih tetap sama
"Mas gimana?," tanya ku lagi
"Dave ini Loly udah ada kamu masih aja diam," ucap Elena menegur Dave mencubit lengannya agak keras hingga Dave meringis.
"Mas kenapa?" tanyaku saat merasa bahu ku basah dan ternyata Dave menangis
"Mas kenapa?mas gapapa?"
"Sayang kamu cantik aku jadi terharu," ucapnya melepas pelukannya menatapku lekat dan mencium bibirku lembut.Sontak aku terkejut di tempat yang lumayan ramai dia berani melakukannya bagaimana nanti jika kami hanya berdua.
"Emphh mas udah malu,"
"Maaf sayang tapi aku ga tahan bibir kamu ini," ucapnya mengelap bibirku pelan
"Ekhem udah dong nanti setelah nikah aja lanjut,"
"Tante ayo Loly mau ganti baju,"
"Ah iya sayang,".Setelah ganti baju aku dan Dave pergi ke restoran makan siang saat selesai makan aku ingin ke WC udah kebelet.
"Mas aku ke WC bentar ya,"
"Ayo sayang aku antar," ucapnya berdiri
"Ga usah mas aku bisa sendiri mas tunggu aja dimobil,"
"Ya udah hati-hati,".Saat selesai dan kembari dari WC tiba-tiba ada perempuan yang mendorongku hingga jatuh dan ternyata itu adalah perempuan yang sama saat di club.
__ADS_1
"Dasar cewek murahan ga tahu diri miskin belagu!"
"Lo kasih apa Dave ha!" lanjutnya
"Apa sih mbak jangan main dorong aja,"
"Berani ngelawan ya kamu dasar ga tahu diri,"
"Kenapa musti takut sama mbak orang sama-sama makan nasi,"
"Asal kamu tahu kamu itu ga pantas bersanding sama Dave orang kaya kayak Dave ga mungkin suka sama cewek miskin kayak kamu orang sama aku yang sederajat aja dia ga mau,"
"Cuih pasti kamu itu cuma jadi tempat pelampiasan nafsu aja," ucapnya melotot kearahku aku yang sudah belajar dari pertemuan pertama hanya bisa tersenyum toh jika Dave cinta sama dia kenapa ga dia yang dinikahi Dave kenapa dia milih aku.
"Maaf mbak saya buru-buru,"
"Dasar jalang ga tahu diri," ucapnya ingin menamparku namun langsung ku cekal pergelangan tangannya
"Mbak saya ga tahu mbak siapa tapi yang jelas saya mau nikah sama Dave jadi ga usah berharap lebih,"
"Awas aja kalau kamu berani nikah sama Dave aku bunuh kamu!"
"Mbak mbak kamu ini cantik masih muda orang kaya lagi kenapa masih mau ngemis cinta masih banyak laki-laki diluar sana bukan hanya Dave,"
"Permisi ya mbak saya udah di tunggu," ucapku berlalu meninggalkannya dengan sejuta kekesalan
"Awas aja kamu dasar jalang aku bunuh kamu,".Sudah sekitar setengah jam aku baru sampai di parkiran
"Maaf ya mas lama,"
"Iya gapapa emang ada apa?"
"Apa aku kasih tahu aja ya Dave kalau tadi ketemu sama perempuan waktu itu,tapi kalau nanti dia bener nyakitin aku gimana ah udahlah yang penting aku udah jujur," batinku
"Kenapa sayang?"
"Em itu mas tadi di wc aku ketemu perempuan,"
"Iya terus," jawabnya sembari menjalankan mobilnya pelan
"Perempuan yang waktu di club malam mas,"
"Iya kan yang diclub malam banyak sayang,"
"Yang waktu kita ketemu untuk kedua kalinya mas ingat ga malam itu aku mohon-mohon minta di turunin,"
"Maksud kamu Celine?"
"Ga tahu aku ga tahu siapa namanya iya mungkin dia,"
"Terus dia ngapain kamu sayang kamu gapapa kan?"
"Ga mas aku gapapa tadi itu dia cuma ngomong kalau aku sampai nikah sama kamu dia bakal bunuh aku,"
"Ga sayang ga bakal aku biarin dia nyakitin kamu," ucapnya memeluk ku
__ADS_1
"Iya mas aku percaya,".Setelah Dave berpamitan aku langsung tidur masih sempat terpikir kejadian di wc tadi ah sudahlah mudah-mudahan dia ga berani.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys 🥰