
Sudah seminggu semenjak menikah kini aku dan juga Dave sudah pindah ke mansion awalnya mami tak memberi izin hanya saja Dave bisa menyakinkan mami.Sudah larut malam Dave belum juga kembali dari kantor hingga membuat ku khawatir jadi aku memutuskan untuk menunggunya di ruang tamu.
"Nyonya anda belum tidur?" tanya pelayan yang bertugas malam
"Iya bi lagi tunggu mas Dave kok belum juga pulang mana di telpon ga diangkat bikin aku khawatir,"
"Nyonya kembalilah tidur kadang tuan Dave juga sudah malam begini tidak pulang,"
"Iya bi ga papa biar aku tunggu di sini aja,"
"Ya sudah saya mau kebelakang dulu ya nya permisi,"
Sementara itu Dave kini tengah berada di ruang bawah tanah markasnya untuk melihat keaadan perempuan yang mengancam nyawa dan keselamatan istrinya.
"Daaaaaaave lepas kan aku jahat kamu brengsek!"
"Lepas?"
"Iya lepaskan aku atau aku lapor polisi!"
"Lapor silahkan saja lapor nanti aku juga akan kasih tau polisi bahwa kamu mengancam nyawa istriku,"
"Da_Davee aku tidak pernah mengancam istri mu yang tidak tahu diri itu,"
"Diam kau jangan pernah mengatakan bahwa istri ku tak tahu diri dirimu lah yang tak tahu diri cuihh!" maki Dave memegang keras pipi Celine hingga memerah
"Reiy perintahkan anak buah mu untuk membuat dirinya ini diam,"
"Baik bos," ucap Reiyhan memanggil anak buahnya
"Sudah bos,".Setelah Dave dan Reiyhan keluar terdengar teriakan dan juga desahan dari Celine entah berapa banyak anak buah yang di suruh Reiyhan untuk memberi pelajaran Celine.Hampir satu jam kini Dave sudah berada di mansion miliknya saat masuk Dave melihat Lodiya yang tidur meringkuk di sofa karena menunggunya sembari tersenyum Dave mendekat kearah istrinya.
"Sayang kau pasti lelah sampai tertidur seperti ini suami macam apa aku yang membiarkan mu tidur di sofa tanpa selimut karena menungguku," ucap Dave pelan sembari mengecup kening Lodiya lama.
"Eugh mas udah pulang?"
"Iya sayang kenapa kamu tidur di sini hm?"
"Nunggu mas Dave pulang aku khawatir mas udah malam gini mas ga pulang-pulang," ucapku duduk dan mengelus pipinya pelan
"Maaf ya sayang aku gak kasih tau kalau pulang nya malam," ucapnya memegang tanganku yang berada di pipinya
"Ya udah mas mandi dulu habis itu makan," ucapku manariknya pelan menuju lantas empat menggunakan lift.Saat sampai kamar aku langsung melepas kancing baju Dave satu persatu setelah selesai aku masukan ke keranjang namun Dave masih saja berdiri di tempatnya berada aku langsung masuk dan menyiapkan air hangat untuknya mandi.
"Mas mandi dulu sana udah aku siapin air hangatnya,"
"Makasih ya sayang,"
"Iya mas udah mandi sana habis itu turun ya makan," ucapku di angguki nya lalu turun menyiapkan makan malam ah ralat bukan malam lebih tepatnya makan menjelang pagi karena udah pukul setengah tiga pagi.Cukup lama hingga akhirnya Dave turun menggunakan piyama yang senada dengan punyaku.
"Ini mas,"
"Makasih sayang," ucapnya melahap makanan yang ku ambil dengan cepat
"Pelan-pelan mas,"
"Ini minum susu nya mas mumpung masih hangat," ucapku saat melihat Dave sudah selesai minum air putih nya
"Ga sayang aku ga suka enek,"
"Di coba dulu mas," ucapku menyodorkan susu kearahnya saat Dave meminum sedikit susu mukanya langsung memerah entah karena apa.
"Mas kenapa kok mukanya merah gitu?"
"Gapapa sayang,"
"Ya udah ayo tidur," ajak ku.Saat di kamar ku lihat muka Dave tambah merah membuatku khawatir
"Mas kamu gapapa kan?"
"Iya sayang gapapa," jawabnya memeluk dan menegelamkam wajahnya di dadaku
"Merah banget mas ini," ucapku mengelus wajahnya yang terasa panas tiba-tiba di wajahnya muncul bintik-bintik merah aku yakin Dave pasti alergi susu.
__ADS_1
"Mas kamu alergi susu ya?" tanpa menjawab Dave hanya menganggukkan kepalanya
"Astaga mas kok ga bilang sih,"
"Aku takut kamu marah sayang kalau aku ga mau minum susu," rengeknya
"Maaf ya mas aku ga tau kalau kamu alergi susu,"
"Terus obatnya dimana biar aku yang cari,"
"Di kotak p3k,"
"Bentar ya mas aku ambil dulu," setelah dapat aku mengahampiri Dave dan menyuruhnya meminum obat sembari memberinya air putih.
"Udah sekarang mas tidur ya,"
"Iya," ucapnya memeluk dan menegelamkam wajahnya di dadaku lalu ku tepuk punggungnya pelan.Hingga akhirnya kami tertidur.
"Sayaaaaang kamu dimana sih?"
"Atau jangan-jangan dia ninggalin aku," batin Dave berlari ke luar ke bawah menuju tangga.Aku yang melihatnya berlari melewati tangga dengan cepat khawatir takut Dave kenapa-kenapa saat dia sudah sampai aku langsung menegurnya.
"Mas kenapa lari-lari sih kan bisa turun pake lift aja," ucapku
"Sayaaaang," ucapnya ngos-ngosan sembari memeluk tubuhku erat
"Loh mas kenapa mimpi buruk?"
"Ga sayang aku ga mimpi aku cuman takut kamu pergi,"
"Siapa yang bakal pergi ga ada mas,"
"Udah mas aku bau bawang ini belum mandi,"
"Ga kamu harum sayang," ucapnya semakin menegelamkam wajahnya di ceruk leherku
"Harum apa nya mas yang harum?"
"Kamu sayang istri aku yang harum,"
"Ayo mas udah,"
"Ga mau,"
"Udah jangan manja dulu ya sekarang aku lagi masak,"
"Ga mau sayang pengennya gini aja seharian,"
"Iya nanti kalau sekarang aku sibuk lagi masak,"
"Mas mandi aja dulu nanti aku nyusul,"
"Ga sayang aku tunggu aja di sini lagi pula aku ga tahu dimana baju aku,"
"Duduk disini jangan ganggu kalau mau nungguin aku masak," ucapku di ikuti ya
"Bosen udah aku duluan mandi ya sayang,"
"Iya mandi aja terus kalau mau ambil baju di angkat jangan ditarik,"
"Iya,"ucapnya.Setelah selesai masak aku langsung ke atas saat tiba di kamar aku tak menemukan keberadaan Dave.
"Mas kamu dimana?"
"Mas,".Masih saja tak ada jawaban
"Sebenarnya mas Dave kemana katanya tadi mau mandi,".Gegas aku mandi setelah selesai aku langsung mengganti baju menggunakan mini dres rajut berwarna cream rambut ku biarkan saja terurai.Lalu aku turun ke bawah sampai di bawah masih saja aku tak melihat keberadaan Dave sebenarnya kemana dia.
"Bi ga lihat mas Dave?"
"Tuan muda?"
"Iya Dave,"
__ADS_1
"Bukan nya tadi tuan muda ke atas ya nya mau mandi,"
"Ya iya bi tapi pas saya ke atas ga ada tuh,".Sedangkan di sisi lain Dave kini berada di ruang kerjanya karena sehabis mandi Dave mendapat panggilan dari Reiyhan tentang pekerjaan.Setelah selesai Dave kembali ke kamar saat di kamar Dave tak mendapati ke beradaan istrinya gegas Dave turun ke bawah.
"Sayaaaaang,"
"Sayaaaaang kamu dimana?"
"Apa sih mas ga usah teriak-teriak," ucapku sambil menonton televisi
"Sayang laper pengen makan,"
"Ya makan mas kalo laper,"
"Sayang laper,"
"Iya-iya tunggu sebentar aku ambilin tunggu aja di sini," ucapku beranjak mengambil makanan dan membawanya ke depan televisi dimana Dave menunggu.
"Ini mas," ucap ku memberikan makanan nya namun di tolak nya.
"Katanya laper ini mas di makan,"
"Suapin,"
"Mas udah deh jangan mulai,"
"Ya udah ga mau makan,"
"Iya sini buka mulutnya," ucapku memilih pasrah untuk mengikuti kemauannya setelah selesai Dave tidur di pangkuan ku sambil memainkan ujung rambut ku.
"Sayang,"
"Iya mas kenapa?" jawabku melihat ke bawah menatapnya yang juga menatap ku
"Aku mau pergi ke Jepang besok boleh?"
"Emang kenapa ke sana?"
"Urusan pekerjaan yang ga bisa di tunda,"
"Pergi aja mas itu kan pasti penting,"
"Iya terus kamu gimana?"
"Antar aja aku kerumah mama aku juga udah lama kan ga kesana,"
"Iya tapi janji jangan nakal,"
"Siapa juga yang nakal yang ada nya tu kamu mas,"
"Ga sayang aku ga bakal nakal janji," ucapnya menenggelamkan wajahnya di perutku.
"Iya-iya aku percaya mas,".Esoknya ternyata benar Dave dan juga Reiyhan pergi ke Jepang namun sebelum itu Dave terlebih dahulu mengantarkan ku ke rumah mama.
"Dave kamu lama di sana?"
"Cuma dua Minggu ma ga lebih,"
"Hati-hati di sana mas makan jangan sampe telat terus istirahat yang cukup jangan capek-capek,"
"Iya sayang aku ga capek-capek," ucapnya memeluk dan mencium pucuk kepalaku lembut
"Bos ayo berangkat,"
"Iya Reiy sebentar,"
"Sayang kamu di sini jaga diri baik-baik ingat jangan ke mana-mana kalau mau pergi harus minta di temeni mama atau mbak ya,"
"Iya mas,"
"Dave tenang aja di sini Loly aman kok,"
"Iya Dave pergi dulu ya ma mbak,"
__ADS_1
"Sayang aku pergi ya jaga diri baik-baik," ucapnya mengecup singkat bibir ku hingga aku malu di buatnya.Setelah Dave pergi aku langsung masuk ke dalam.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys