Garis Takdir Hidupku

Garis Takdir Hidupku
Bertemu keluarga Dave


__ADS_3

Pagi-pagi sekali sudah ada yang mengantar baju yang ku taksir jutaan bahkan puluhan rupiah.Lekas aku bersiap dengan menggunakan mini dres hitam tanpa lengan rambut ku biarkan tergerai bergelombang dan sedikit sentuhan make up.


"Dek sudah ada pacar kamu didepan,"


"Ah iya Kak sebentar," jawabku keluar dari kamar menuju ruang tamu hal yang pertama kali kulihat adalah si tuan itu yang entah siapa namanya aku selalu lupa dia sangat tampan hari ini menggunakan kemeja hitam di lipat sampai ke siku rambut yang agak berantakan namun menambahkan kesempurnaan pada dirinya ah aku sampai melamun apa kah benar dia yang akan menjadi suamiku.


"Hei ayo pergi," ajak nya membuyarkan lamunanku


"Eh iya tuan sebentar saya pamit dulu,"


"Tidak usah saya sudah beritahu tadi,"


"Oh baiklah," ucapku mengikutinya langkahnya menuju mobil


"Naiklah," ucapnya sembari membukakan pintu aku yang tidak pernah diperlakukan seperti itu langsung merona menahan malu


"Hei ayo," ucapnya menarik ku masuk ke mobil karena aku tak kunjung beranjak


"Eh iya tuan terimakasih," dengan langkah pelan dia mengitari mobil dan melajukannya diperjalanan kami hanya diam sampai dia membuka bicara.


"Kucing kecil berhentilah dirimu itu memanggil ku dengan sebutan tuan aku ini bukan tuan mu mengerti,"


"Lalu saya harus panggil apa tuan?"


"Terserah kamu,"


"Iya m_maas," jawabku terbata lantaran tak terbiasa


"Apa coba ulang?"


"Mas Dave," ucapku menahan malu


"Oh dirimu ini begitu manis sayang," ucapnya mencium pipiku sontak akupun menundukkan kepalaku karena perbuatannya itu entah bagaimana dengan wajahku ini.


"Sayang kenapa?"


"Eh aku gapapa mas,"

__ADS_1


"Mas nanti kalau papinya mas ga suka sama aku gimana?"


"Ya gapapa namanya juga pertama kali kan ketemu,"


"Bagaimana bisa dia bersikap tenang seperti itu sedangkan aku sudah mati ketakutan sekarang Tuhan bantu aku," batinku sesekali melirik kearahnya yang fokus mengemudi.Setengah jam diperjalanan kini aku sudah berdiri di depan bangunan megah yang lebih megah dari mansion Dave walau hanya dua lantai namun lebih luas dan ku lihat ada banyak sekali pelayan dan penjaga seberapa kaya seorang Dave ini.


"Ayo sayang masuk," ujaknya memeluk pinggang ku


"E_eh iya mas,".Jujur aku sangat gugup di buatnya karena ini pertama kali aku dipeluk pria


"Kenapa kau sangat kurus hm?" tanya nya sembari mencium pipiku.Aku sangat malu bagaimana tidak malu aku disini jadi pusat perhatian semua orang.


"Mas jangan gini ga malu apa itu banyak orang," ucapku pelan


"Kenapa malu kamu kan calon istri aku," jawabnya mencium pipiku sekali lagi perlakuannya ini mampu membuat malu ku naik dua oktaf.


"Son kau sudah kembali rupanya?mana calon menantu ku apakah sama cantiknya dengan mommy mu ini?" tanya Intan


"Masih jauh cantik calon istri ku ini mom," jawabnya sambil terkekeh dan mencium pucuk kepalaku lembut


"Pi lihat anakmu itu," rengek Intan manja pada sang suami


"Eh sini sayang jangan berdiri di samping bocah nakal ini," ucap maminya Dave


"Iya tante," ucapku sembari berjalan kearahnya


"Jangan panggil tante dong sayang panggil mami aja oke,"


"Panggil Om juga sama papi,"


"Iya mi," ucapku pelan


"Makasih ya sayang," ucapnya memeluk ku


"Makasih? Makasih untuk apa mi?"


"Makasih udah buat Dave jatuh cinta kamu tau ga Dave ini sampai sekarang ga pernah dekat sama perempuan cuma sama kamu yang nempel,". Terkejut ya aku sangat terkejut bagaimana bisa seorang Dave Albinson ini tidak pernah dekat dengan perempuan.

__ADS_1


"Iya mi ga usah makasih," ucapku malu


"Ga usah malu ya sayang,"


"Son Kapan kalian akan menikah?"


"Minggu depan Pi,".Aku langsung melotot mendengarnya minggu depan apa ga terlalu cepat tapi ah sudahlah cepat lambat pasti akan terjadi.


"Ya udah sayang besok ikut mami ya kalian fithing baju pengantin,"


"Iya mi,"


"Ya sudah ayo makan,".Sehabis makan Dave langsung mengantar aku pulang.Minggu depan aku sudah jadi istri oh Tuhan apakah ini bukan mimpi.


"Sayang,"


"Iya apa sayang?,"


"Coba ulang apa tadi,"


"Sayang," ucapku belum sadar


"Aku juga sayang kamu," ucapnya mencium pipiku


"Eh Maas udah nyetir yang bener," ucapku mengalihkan pembicaraan,yang ditegur hanya tertawa


"Udah mas nyetir yang bener ntar nabrak kenapa sih suka banget bikin kesel,"


"Ah jangan marah maaf sayang,"


"Ya udah turun sana,"


"Mas ngusir aku ga tega apa turunin aku tegah jalan gini?"


"Itu tu," tunjuk nya ternyata kami udah sampai di depan kontrakan sontak hal itu membuat ku malu sentengah mati.


"Ya udah aku duluan ya mas makasih," ucapku berlari cepat masuk ke kontrakan tak sengaja membanting pintu keras-keras.

__ADS_1


"Astaga Loly bikin mbak jantungan aja


__ADS_2