Garis Takdir Hidupku

Garis Takdir Hidupku
Pernikahan


__ADS_3

Sudah lima hari sejak kejadian di wc hari itu kini aku sudah bersiap dengan gaun yang kemarin aku pilih dengan make up rambut di gulung aku sudah siap berjalan ke arah altar pernikahan ditemani Mami dan juga Mama.Dave yang menggunakan jas senada dengan gaunku semakin dibuat tampan sembari terus tersenyum kearahku sesekali mengusap air matanya aku juga bingung kenapa ia sampai menangis.Setelah mengucapkan janji pernikahan Dave diminta mencium ku di depan para tamu undangan aku malu bukan main saat bibir kami bertemu bagaimana tidak malu aku melakukannya didepan banyak orang karena pernikahannya diadakan sangat meriah mengundang seluruh kolega bisnis papi Dave dan juga teman Dave yang entah dari mana saja aku kurang tahu setelah Dave melepas ta*tan bibir kami suara gemeriuh tepuk tangan bergelegar memenuhi ruanggan pesta.


"Sayang kenapa?"


"Malu mas," ucapku menyembunyikan wajahku di dada bidang Dave


"Ga usah malu sayang itu udah biasa," ucapnya.Biasa apanya orang aku ga pernah.Setelah selesai menerima ucapan selamat dari para undangan kini aku sudah berada di dalam kamar perasaan yang menjalar seolah menakuti ku untuk memberikan hak pada Dave yang beberapa jam yang lalu sudah resmi jadi suamiku.Dikamar mandi aku masih ragu keluar atau tidak karena masih malu ini kali pertama aku memperlihatkan tubuhku hampir seluruhnya karena menggunakan lingerie seksi warna maron yang kontras dengan kulitku yang putih.


"Sayang kamu masih di dalam?"


"Ah iya mas aku masih didalam sebentar lagi aku keluar,"


"Ini udah satu jam Lo sayang kamu didalem beneran kamu gapapa?"


"Iya mas aku gapapa," ucapku keluar dari kamar mandi Dave yang melihat penampilan ku hanya menelan ludah


"Sayang,"


"Iya mas,"


"Sayang," panggil nya lagi sembari mendekat kearahku memelukku dan menghembuskan nafasnya di ceruk leherku yang membuat aku meremang seketika.


"Iya mas mandi dulu sana,"


"Ah sayang ga mau mandi," rengeknya manja tetap saja memeluk tubuhku erat


"Kalau ga mau mandi ga usah tidur bareng aku ya," ancamku


"Iya sayang aku mandi dulu," ucapnya berlalu setelah menc*um bibirku sekilas.Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuannya yang seperti anak kecil saat bersamaku.Lima belas menit aku menunggu Dave namun tak kunjung datang aku yang sudah bosan langsung masuk kedalam selimut dan langsung memejamkan mataku.


"Sayang udah tidur,"


"Eh mas udah selesai," ucapku melihat kearahnya yang hanya memakai handuk sembari mengelap rambutnya yang basah menampilkan deretan roti sobek dengan susah payah aku menelan ludah entah kenapa suamiku malam ini terlihat sangat seksi.Tanpa ku sadari Dave sudah berada di samping ku


"Sayang boleh ya?"


"Boleh apa mas," ucap ku menggodanya


"Masa ga tahu,"


"Iya mas boleh apa sih ga jelas," ucapku membalik badan ku dan menenggelamkan tubuhku dibawah selimut tebal


"Sayang boleh ya aku minta itu malam ini?" ucapnya memeluk tubuhku menenggelamkan wajahnya di ceruk leherku


"Boleh kan sayang?"


"Iya mas aku kan sekarang istrinya mas Dave jadi keinginan suami adalah perintah bagiku,"


"Bener sayang," ucapnya langsung mencium bibirku dan melu*atnya mula-mula sangat pelan namun lama-kelamaan semakin ganas dan menuntut lebih


"Emphh mas pelan-pelan ini pertama kalinya bagi aku,"


"Iya sayang," ucapnya merobek lingerie ku dan membuangnya asal kini tampaklah seluruh tubuhku yang polos tanpa sehelai benangpun.

__ADS_1


"Ah mas geli ahh," desahku saat Dave memainkan pay*daraku secara bergantian dan menghisapnya lembut sesekali menggigitnya gemas


"Aah mas pelan-pelan ga ada yang akan ambil," ucapku saat Dave dengan rakusnya meny*su layaknya seorang bayi pada ibunya yang entah sudah berapa banyak tanda yang ditinggalkannya disana.


"Siap-siap sayang ini mungkin akan terasa sedikit sakit tapi tidak akan lama," ucapnya melepas handuk yang sejak tadi menutupi bagian bawahnya dan mulai memasukan miliknya ke milikku sontak saja aku menjerit tertahan karena bibirku langsung dilum*tnya kembali sulit dijelaskan milikku terasa sesak karena milik Dave yang besar dan panjang ataukah milik ku yang terlalu kecil.Sampai-sampai aku meneteskan air mata dan detik berikutnya sakit itu tergantikan dengan rasa nikmat yang tiada tara.


"Aaah mas pelan-pelan mas ahh," desahku sembari mengigit bahu dan mencakar-cakar punggungnya


Sudah dua jam berlalu aku sudah berapa kali mencapai puncak kenikmatan namun Dave masih tetap saja memaju mundurkan miliknya hingga akhirnya


"Ahh sayang," ucapnya sembari memeluk erat tubuhku dan mengecup lembut keningku


"Makasih sayang,"


"Ah mas aku capek pengen tidur," ucapku mulai memejamkan mata


"Tapi ada ronde dua kan sayang?" tanya nya menenggelamkan wajahnya diceruk leherku yang entah sudah berapa banyak tanda yang ditinggalkannya disana hingga akhirnya wajahnya berpindah kearah pay*dara ku dan mulai meny*su layaknya bayi tak bosan-bosannya ia terus melakukannya.Hingga saat tengah malam ronde kedua dan ketiga terjadi pukul 04.21 aku baru dibiarkan nya tidur rasanya remuk semua badanku.


"Udah mas ga bosen apa nyusu aja dari semalem," ucapku mengelus kepalanya yang menempel di pay*dara ku


"Ga sayang aku ga bosen malah seneng," ucapnya melanjutkan kegiatan meny*su nya


"Udah mas aku mau tidur capek,"


"Iya sayang tidur aja aku juga mau tidur,".Hingga pagi menjelang ah ralat bukan pagi ini udah jam setengah 12 siang dan kami masih belum bangun dari tempat tidur.


"Mas bangun mas udah siang,"


"Bentar sayang aku ngantuk pengen bobo," ucapnya yang masih saja meny*su seolah tak bosan dengan dua bagian tubuhku ini


"Bentar lagi sayang lima menit aja," ucapnya di sela-sela kegiatannya


"Lima menit lima menit apa nya mas udah siang hiks hiks aku malu sama Mami mas mentang-mentang baru nikah udah males aku ga enak mas," ucapku mulai menangis


"Maaf sayang maaf," ucapnya langsung duduk sembari memegang kedua telinganya sambil menunduk


"Udah mas aku mau mandi," ucapku mencoba berdiri namun rasa sakit di area miliku ini masih sangat perih Dave yang melihat itu langsung mengangkat tubuhku menuju kamar mandi aku malu dibuatnya entah kenapa aku sangat malu melihat miliknya itu.


"Mas malu ih di pake dulu handuk atau celananya,"


"Sekarang aja malu semalem mah gini aaah aah mas pelan-pelan mas ah," ucapnya tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata


"Udah mas ayo cepetan mandi," ucapku jengkel


"Sayang boleh ya?"


"Astaga mas udah ga usah aneh-aneh cepetan mandi,"


"Sayang boleh ya," ucapnya memohon aku yang tak bisa melihatnya seperti itu hanya bisa pasrah saat ia mulai kembali memasuki milik ku.Setelah satu jam di kamar mandi akhirnya selesai juga.


"Sayang," ucapnya memeluk tubuhku dari belakang saat aku mengambil baju untuk kami berdua


"Apa mas?"

__ADS_1


"Ga sayang pengen peluk aja,"


"Udah ganti baju dulu ya mas,"


"Gantiin," ucapnya manja memanyunkan bibirnya


"Iya-iya manja banget," ucapku memakai kan pakaiannya sampai selesai tapi untuk celananya tidak ya readers masa iya wkwk.


"Udah tunggu dulu sana," ucapku sambil memakai pakaian ku hari ini aku memakai mini dres rajut berwarna biru muda senada dengan sweater rajutnya bedanya Dave memakai celana pendek berwarna putih masa iya Dave juga harus pakai mini dres kan ga mungkin wkkwkw.Setelah selesai kami berdua langsung turun menuju dapur karena kegiatan semalam membuatku lapar.


"Eh Ly udah bangun nak?"


"Iya Mi oh ya mbak sama mama kemana mi?"


"Udah pulang sayang pagi tadi,"


"Ayo makan nak sini,"


"Mas mau makan apa?"


"Makan apa aja sayang," ucapnya langsung ku ambilkan nasi dan ayam goreng juga tempe bacem lalu memberikannya.


"Makasih sayang,"


"Iya mas," ucapku mengambil makanan dan menyendokan kemulutku.


"Sayang semalem Dave ganas banget ya sampe banyak gitu," tanya Mami sembari melihat leherku yang masih banyak tanda merah.


"Uhuk uhuk,"


"Pelan-pelan dong sayang," ucap Dave menyodorkan air putih dan menepuk-nepuk punggung ku pelan.


"Iya mas," jawabku meminum air putih


"Maaf ya sayang mami ga maksud," ucap mami terkekeh


"Mi udah dong jangan ganggu istri Dave terus,"


"Iya-iya ampun deh,"


"Kalian ga bulan madu?"


"Gimana sayang kamu mau bulan madu?"


"Ga mas ga usah,"


"Kenapa harusnya kan pergi sayang loh kalau udah tua kayak mami jadi ga bisa lagi,"


"Ga mi ga usah buang-buang uang nanti aja kalau udah punya anak baru jalan-jalan,"


"Uang aku ga bakal habis sayang bahkan buat keliling dunia sekalipun," ucapnya menyombongkan diri


"Iya mas aku percaya tapi ga usah ya lebih baik uangnya kita kasih sama anak yatim piatu aja,"

__ADS_1


"Iya deh,"


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys 🥰


__ADS_2