GENG RUSUH VS CEWEK BAR - BAR

GENG RUSUH VS CEWEK BAR - BAR
EPISODE 10


__ADS_3

"Oh ya saya harus mengabari dulu suami saya, ucap mami Indri."


Mami Indri menghubungi suaminya


"Halo sayang, ucap mami Indri."


"Halo haney, ada apa? Tanya papah aryo."


"Sayang... tadi mami di jambret, tas mami diambil, ucap mami Indri sedih."


"Apa? Ko bisa? Mami dimana sekarang biar papah nyusul kesana?, Ucap papa Aryo


"Mami lagi di depan butik langganan mami, ucap mami Indri."


"Oke .. oke yang tenang mi, tunggu papah ya mi, sebentar, ucap papah Aryo."


Mami Indri tidak tahu kalo ada seseorang yang sedang mengejar penjahat itu.


Bella mengejar penjahat itu dengan kecepatan yang diatas rata - rata, dua laki - laki itu sadar kalo mereka di kejar oleh motor bella.


" Bro.. ada yang ngejar kita, kita bawa ke tempat yang sepi, kita hajar dia disana, ucap penjahat tersebut."


Penjahat tersebut berhenti di tempat yang cukup sepi karena tidak ada rumah penduduk disana.


Bella berhenti tidak jauh dari motor penjahat itu dan membuka helm nya.


"Wow... Menarik nih ada cewe cantik yang ngejar kita, ucap penjahat itu."


"Dari pada Lo nyari masalah sama kita, mending Lo temenin kita seneng - seneng dan puasin kita" ucap penjahat satu lagi yang menatap Bella dengan nakal.


"Haha bagus juga ide Lo, ayok manis mau terima tawaran kita?ucap penjahat itu."


"Gausah banyak ngomong Lo, gue kesini mau minta balik tas yang Lo berdua ambil, ucap Bella santai."


"Lo mau tas ini? Ck.. jangan so jago Lo jadi cewek, kalo mau tas ini langkahi dulu mayat gue, ucap penjahat itu."


Penjahat itu maju untuk memukul Bella.


Bella yang jago bela diri pun menangkis pukulan nya.


"Bughhh... Bughhh.. Bella memukul perut penjahat itu"


Penjahat itu jatuh memegangi perut nya sambil terbatuk - batuk.


"Ck.. cuma segitu kemampuan Lo? Gak cocok banget jadi penjahat , ucap Bella sombong."


"Beraninya Lo!!! Rasain nih!" Ucap penjahat satu lagi.


Penjahat itu berlari ke arah Bella sambil melayang kan pukulan nya, tetapi kalah cepat dengan Bella yang lebih dulu menendang perut nya.


"Awhhh"


Kedua penjahat itu bersama - sama melayang kan pukulan tapi Bella berhasil menghindar, sampai akhirnya kedua penjahat itu terkapar tak berdaya, keduanya telah pingsan dengan wajah yang babak belur.

__ADS_1


Bella menepuk - nepuk tangan nya.


"Cihhh.. dasar cecunguk gak berguna, ucap Bella."


Bella mengambil tas yang diambil oleh kedua penjahat tersebut, lalu dia pergi untuk menemui wanita tadi.


"Mudah - mudahan pemilik tas nya masih ada di tempat tadi, gumam Bella."


Papah Aryo telah sampai di tempat butik langganan istrinya itu. Papah Aryo keluar dari mobil dan mencari keberadaan istrinya itu, setelah terlihat dia buru - buru berlari menghampiri istrinya dan memeluk nya sambil melabuhkan banyak kecupan di keningnya.


"Honey, are you okay? Apa ada yang luka?, Tanya papa aryo khawatir."


"Aku baik - baik aja pah, tapi tas mami diambil penjahat itu, ucap mami Indri sedih."


"Stttt... Gapapa, yang terpenting mami baik - baik aja, ucap papah Aryo menenangkan istrinya."


Tiba - tiba Bella melihat keberadaan pemilik tas tersebut lalu menghampiri nya.


" Permisi om, Tante, saya mau balikin tas Tante yang di jambret tadi, ini tan coba di cek dulu takutnya sudah ada yang hilang, ucap Bella dengan sopan."


Mami Indri menerima tas tersebut dan mengecek barang - barang yang ada di dalam tas nya.


"Ini benar tas mami pah.. isinya juga masih lengkap, kamu yang ngejar dua penjahat tadi? Tanya mami Indri."


"Iya Tante, tadi Bella gak sengaja liat penjahat tadi ngambil tas Tante, lalu Bella ngejar penjahat itu, dan Alhamdulillah Bella bisa mengambilnya, ucap Bella."


"Alhamdulillah.. terimakasih yah nak, kamu baik banget mau nolongin Tante, ucap mami Bella terharu."


"Sama - Sam om, Tante, sudah sewajar nya saya menolong yang sedang terkena musibah, ucap Bella tersenyum tulus."


Papah Aryo dan mami Indri sangat tersentuh dengan Bella karena begitu baik menurut mereka.


"Oh yah perkenal kan nama saya indri dan ini suami saya Aryo, ucap mami Indri menyalami tangan Bella."


"Nama saya Bella, ucap bella."


"Kalo begitu Bella permisi dulu om, Tante, Bella ada keperluan yang lainnya, ucap Bella."


"Sebentar nak, ini ada sedikit rezeki buat jajan kamu, itung - itung saya berterimakasih karena kamu telah membantu saya, ucap mami Indri."


Mami Indri menyodorkan beberapa lembar uang berwana merah kepada bella.


"Tidak perlu repot - repot Tante, Bella menolong Tante ikhlas karena memang seharusnya sesama manusia harus saling tolong menolong atau Tante kasih uang ini untuk orang yang lebih membutuh kan, ucap Bella tersenyum."


Bella menolak pemberian dari mami Indri, yang membuat mami Indri dan papah Aryo semakin suka terhadap Bella karena kepribadian yang begitu baik dan memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri.


"Kalo begitu Bella permisi dulu tante, om, ucap Bella."


"Iyah hati - hati nak, ucap mami Indri sambil tersenyum."


"Pah.. ko ada yah di Zaman sekarang wanita seumuran anak kita, memiliki empati yang begitu besar, hatinya yang baik, cantik lagi, mami ingin punya calon mantu seperti Bella pah, ucap mami Indri tersenyum."


"Papi setuju banget kalo orang nya Bella, tapi udah lah mih mending kita serahin aja semuanya sama zack, kan nanti dia yang akan berumah tangga, dan Zack juga yang akan mimpin perusahaan papah, dia harus belajar menjadi orang yang mandiri, tegas dan bertanggung jawab dulu, ucap papah Aryo."

__ADS_1


" Iya.. iyaa pah mami hanya berharap aja, ucap mami Indri."


"Yaudah yuk kita pulang, mami harus istirahat, ucap papah Aryo."


Mereka meninggal kan butik itu dan pergi menuju rumah kediamannya.


Bella telah sampai di mall, dia sudah terlambat karena tadi harus menolong dulu mami Indri.


Bella menghubungi sahabat nya untuk menanyakan posisi mereka ada dimana.


Dari kejauhan Bella melihat sahabatnya sedang duduk.


"Hai lily, zira, zara, sorry gue telat tadi ada urusan mendadak, ucap bella."


"Ck.. tumben banget Lo telat gini, untung aja sahabat lo ini penyabar dan baik hati, ucap zara dengan percaya diri."


"Huft.. Bella menahan tawanya mendengar ucapan Zara yang sangat percaya diri."


"Yaudah yuk kita hari ini mau seneng - seneng, gimana kalau ke Playground dulu, ucap Bella."


"okee.. gass.. ucap Lily, zira dan Zara bersamaan."


Mereka mencoba semua permainan yang ada di Playground itu dan menjadi pusat perhatian pengunjung karena paras cantik mereka, apalagi saat tertawa lepas yang membuat orang melihat nya menjadi ikut tersenyum.


Mereka menghabiskan waktu dua jam di Playground itu.


"Haduhhh... Lelah nyaa, ucap lily".


Zira dan Zara sedang membeli minuman karena mereka kelelahan.


"Udah lama kita gak seneng - seneng kaya gini, ucap Bella tersenyum."


"Iya Lo bener bel, makanya kita sampe kelelahan seperti ini, padahal biasanya kita Berjam - jam berada di Playground, ucap Lily."


"Apa mungkin lo yang bertambah tua, jadi cepat lelah, ucap Bella usil."


"Enak aja Lo bilang! umur sama jiwa gue masih muda, tolong yah baru umur 17 tahun lagi imut - imut nya, ucap Lily sambil tertawa."


"Huekkk... Pede banget Lo hahah.., ucap Bella tertawa juga."


"Ini pesanan kalian, ucap zira dan Zara bersama."


"Ahhh.. segarnya.." ucap Lily


"Oh yah habis ini kita mau kemana? Tanya Zara "


"Kalian temenin gue beli baju aja yuk, gue lagi pengen beli baju, tenang aja Lo semua gue bayarin, ucap Bella."


"Bener ya bel? Ucap Lily antusias."


"Iyaa bener, ucap Bella."


"Yeyyyy.... Terimakasih bel, Lo memang terbaik Ucap Lily, zira dan Zara bersamaan."

__ADS_1


__ADS_2