
Setibanya Zack dan sahabat nya di kerumunan tersebut. Mereka membulatkan mata karena terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Bella.
"Sisil, gumam zack" yang di dengar oleh Bella dan juga Sisil.
" Baby please help me, teriak Sisil kepada zack"
Zack hanya acuh tak acuh.
Zira dan Zara buru - buru memisahkan mereka, karena mereka sekarang sudah menjadi tontonan pengunjung cafe.
"Bel ayo udahh lepasin malu di liatin banyak orang, ucap zira."
Bella melepaskan tangannya lalu mendorong nya sampai tersungkur dan pergi begitu saja bersama zira dan Zara di ikuti oleh Lily Zack dan sahabat nya menuju parkiran.
Nora, disti, dan rea membantu sisil berdiri.
"Cewek sialan.. liat aja gue bakal balas ini, teriak Sisil marah."
"Sil kayanya cewe tadi satu sekolah sama kita, gue gak asing sama muka nya kaya pernah liat di sekolah, ucap Nora."
"Bagus lah kalo mereka satu sekolah sama kita, gue bakal bales mereka di sekolah, ucap Sisil."
"Tapi Zack kenapa ngikutin cewek itu yah, apa hubungan nya sama Zack, ucap disti."
"Kita cari tau nanti, ayo masuk dulu tangan gue sakit banget, ucap Sisil."
Sesampainya di parkiran.
" Bel Lo gapapa? Kenapa Lo bisa ribut sama geng nenek sihir itu? Tanya Zara."
"Lo kenal sama mereka zar? Tanya Bella."
"Mereka satu sekolah sama kita bel, emang Lo gak tau siapa mereka?, Tanya Zara"
"Enggak dan gamau tau, kirain mereka bukan anak sekolah abisnya dandanannya kaya Tante - Tante gitu trus tadi gue manggil dia mbak, makanya dia marah sama gue. Gue gak sengaja tadi nabrak dia pas mau keluar cafe eh tuh nenek sihir malah marah - marah, lagian dia aneh marah - marah masa bilang 'jalan tuh pake mata, buta lo!', aneh kan? Semua orang juga tau kalo jalan tuh pake kaki., trus dia tadi mau nyakar wajah gue, yaudah gue plintir tuh tangan nya kebelakang, ucap Bella tanpa henti."
"Hufttt.. hahaha"
Alex tertawa karena merasa gemas melihat Bella yang bercerita tanpa henti. Zack dan David hanya tersenyum tipis.
Bella, lily, zira dan Zara menoleh kesamping dan menatap tajam alex begitu juga dengan Zack dan sahabat nya.
Alex yang di tatap seperti itu gelagapan.
"Sorry.. gue gak tahan liat Lo cerita panjang lebar tanpa jeda gitu, gemesin banget, ucap Alex pelan."
__ADS_1
Zack dan David membulat kan mata mereka.
"Ck.. Lo semua dari tadi nguping pembicaraan gue? Ucap Bella sinis."
"Hehe gak sengaja bel tadi kita reflek ngikutin lo pada. Ucap Alex"
"Dasar penguntit.., ucap Bella."
"Gue balik duluan yah, nanti kalo udah sampe gue telpon, ucap Bella."
Bella menaiki motor nya dan memakai helm.
"Brumm... Brummm"
"Dahhh.. duluan yah, ucap Bella."
"hati - hati bel jangan ngebut - ngebut, ucapa Lily."
Zack, David, Alex, kai dan Rio merasa tidak percaya dengan Bella yang menaiki motor sport seperti seorang pembalap, mereka masih menatap Bella yang belum menghilang dari pantauan mereka.
"Woy kasambet Lo pada bengong gitu, teriak Lily kearah Zack dah sahabatnya."
Mereka terlonjak kaget.
"Astaga.. gausah teriak gitu, gue masih bisa denger kali, ucap alex kesal."
"Gilaa.. itu yang tadi bener Bella? Cewek bar - bar itu? Tanya alex."
"Gausah ngatain sahabat gue bar - bar kali, iya dia bener Bella, emang kenapa? Kan Lo pada tadi liat sendiri, ucap Zara."
"Memang beda dari cewek lain, celetuk David."
"Bener dia tuh spesial, udah cantik, jago bela diri, bisa naek motor, aduhh mau dong jadi cowok nya, ucap Alex tersenyum tipis."
"Jangan mimpi!! Teriak semuanya"
Alex terlonjak kaget sambil menutup telinganya.
"Kenapa Lo semua jadi sewot gitu, gue cuma bercanda juga, ucap Alex kesal."
" Bercanda Lo ga lucu Lex, ucap David."
"Bilang aja Lo cemburu vid, ucap Alex"
"Bentar - bentar Lo suka sama Bella? Tanya Lily"
__ADS_1
"Bukan urusan lo! Jawab Alex cepat"
"Nyebelin lo! Gue nanya ke David bukan Lo, ketus Lily."
"Yuk balik, males disini ada orang rese, ucap Lily menatap sinis Alex."
"Lo yang rese!!" teriak Alex, karena Lily, zira dan Zara telah pergi menjauh.
Zack pergi begitu saja menuju motornya di ikuti oleh sahabatnya. Mereka mengendarai motor dengan kecepatan sedang menuju rumah Zack.
Ke esokan paginya.
Bella bangun pukul 6 pagi, pergi ke kamar mandi untuk mandi lalu bersiap - siap akan jogging.
"Pagi bi, ucap Bella kepada maid tersebut."
"Pagi non, mau sarapan apa biar bibi siapkan non? Tanya maid itu."
"Gausah bi, nanti bella ambil sendiri aja, Bella mau pergi jogging dulu yah bi di taman depan, ucap Bella."
"Loh non memang nya tidak pergi sekolah hari ini? Tanya maid tersebut."
"Enggak bi, Bella di skors dari sekolah, makanya Bella mau pergi jogging aja, ucap Bella."
" Bi apa ayah sama ibu udah ada kabar pergi kemana? Soalnya kemaren Bella coba telpon, semuanya pada gak aktif, ucap bella sedikit sedih"
"Tidak non, sampai hari ini tuan sama nyonya belum memberi kabar ke bibi, ucap maid tersebut."
"Yaudah bi Bella pergi dulu yah, ucap Bella."
"Kasian non bella, dari kecil tidak pernah dapat kasih sayang orang tuanya, giliran ada dirumah malah cuma ngehukum non Bella sama marah - marah aja, ucap batin maid tersebut."
Bella berlari dari rumah nya menuju taman, jarak dari rumah menuju taman hanya memakan waktu sekitaran 10 menit.
Suasana di taman sangat sepi, karena hari ini merupakan hari normal untuk beraktivitas, kalo hari weekend mungkin taman ini dipenuhi oleh anak - anak, remaja hingga para orang tua.
"Ahh... segar nyaa, kalo banyak orang mungkin tidak se segar ini udaranya, ucap Bella."
Di taman tersebut ada sebuah danau kecil dan tempat duduk yang menghadap ke danau tersebut.
Bella duduk disana untuk beristirahat sebentar.
Bella memejamkan matanya, sambil merasakan hembusan angin yang menerpa wajah nya.
Tiba - tiba air matanya mengalir keluar begitu saja.
__ADS_1
Dadanya mulai sesak. Pikiran nya melayang jauh, dia teringat akan siksaan yang ayah nya selalu berikan bukan kasih sayang yang melimpah.
"Kenapa ayah selalu menyiksa ku! Ketika aku mengecewakan ayah, ayah selalu menghukum ku, menyiksa ku, sampai aku berpikir Apakah aku bukan putrinya! Kata orang cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya, tapi tidak dengan aku karena dia aku mengenal luka, karena dia yang menggores luka hati ku untuk pertama kalinya. Ibu juga tidak pernah memperhatikan ku, tidak pernah bertanya apakah aku sudah makan! Apakah aku tumbuh dengan baik! Mereka semua sangat gila bekerja, tanpa tau anaknya terluka atau tidak, gumam Bella pelan."