
Semuanya menikmati makan siang dengan lancar tanpa ada drama pertengkaran.
Biasanya kalo mereka pulang pagi pasti mami Indri akan habis - habisan memarahi anak - anak nya.
Di bengkel Bella.
Bella baru bangun dari tidur nya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang.
"Astaga... Kenapa lapar sekali, jam berapa sekarang, gumam Bella dengan mata terpejam."
Bella meraba - raba tempat tidurnya untuk mencari handphone nya.
"Ck... Pantas saja perutku demo terus, ini udah waktunya makan siang, ucap bella."
Bella menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Bella keluar kamar dan menuju meja makan.
Di meja makan sudah tersedia makanan kesukaan Bella yaitu nasi Padang.
"Wahh.. kak Raka memang the best, tau aja kalo Bella lagi pengen nasi padang."
Bella makan dengan sangat lahap.
"Tumben udah bangun aja, biasanya sore baru keluar kamar, ucap Raka menghampiri Bella."
"Hehe.. Bella kebangun juga gara - gara cacing di perut Bella pada demo minta makan. Tapi kak makasih yah, udah siapin nasi padang buat Bella, Kaka emang the best banget, ucap Bella tersenyum."
"Yaudah habisin makanan nya, ucap Raka."
"Pasti kak, ucap Bella."
Bella telah selesai makan. Tiba - tiba suara handphone nya berdering.
"Zio, ada apa anak ini nelpon! gumam bella."
"Hallo Bella, ucap zio."
"Ya hallo zio, tumben banget telpon, ada apa? Tanya Bella."
"Gue mau ngajak Lo nongkrong nanti sore, mau yah? Ucap zio dengan nada melas."
"Yaudah boleh, tapi nanti Lo jemput gue di halte aja yah, ucap bella."
"Loh kenapa harus di halte? Gue jemput ke rumah Lo aja bel, ucap zio."
"Gausah zio, gue lagi gak di rumah, gue nginep di rumah temen, ucap bella."
"Ohh.. yaudah nanti Lo share lock aja yah, ucap zio."
"Oke, yaudah kalo gitu, ucap bella.
Bella mematikan sambungan telepon nya.
__ADS_1
"Ck.. maen matiin aja, belom tahu apa kalo gue masih kangen sama dia, bella.. Bella... Susah banget sih Lo di deketin nya, ucap zio."
" Masih ada waktu dua jam lagi, mending gue pulang dulu sekalian gue latihan aja kali ya dari pada diem disini gajelas, ucap bella."
Bella mengambil jaket dan kunci motornya lalu menemui Raka yang sedang bekerja di lantai bawah.
"Kak Raka, Bella pulang dulu mau latihan dulu sekalian ada urusan nanti sore, gapapa kan Bella tinggal, ucap Bella tersenyum."
"Ya gapapa lah, hati - hati di jalan nya, jangan lupa nanti malem ada balapan lagi bel, ingat jangan sampe ketiduran yah, ucap Raka."
"Oke kak tenang aja, yaudah kalo gitu dah.., ucap Bella."
Bella pergi meninggalkan bengkel menuju rumahnya.
Sesampainya disana Bella langsung di bukakan pintu gerbang oleh mang diman.
"Siang mang, apa ayah sama ibu udah pulang? Tanya bella."
"Siang nona, belum non dari kemaren tidak ada yang datang, ucap mang diman."
Bella nampak lesu.
"Yaudah kalo gitu Bella masuk dulu mang diman, ucap Bella."
"Iya non silahkan, ucap mang diman."
Bella masuk begitu saja karena pintu utama tidak pernah terkunci. Bella mengedarkan pandangannya rumah ini begitu besar tapi nampak sepi karena hanya di isi oleh para maid dan dirinya sendiri.
Bella menuju kamarnya, lalu berganti pakaian menuju halaman belakang. Bella akan berlatih menembak. Sebenarnya Bella sudah mahir menembak tetapi bakat nya itu jarang di gunakan mungkin sekarang akan di asah lagi supaya tidak lupa.
Bella telah berdiri sejajar dengan tawanannya dan membidik sasarannya.
"Dorrr.. dorrr.. dorrr.."
Tiga tembakan melesat tepat mengenai jantung, perut dan matanya.
Bella meniup ujung pistolnya.
Kali ini targetnya adalah buah apel yang berada di atas meja. Ada dua buah apel disana.
Bella sedang fokus melihat sasaran nya.
"Dorr.. dorrr.."
Apel itu langsung hancur berantakan.
Kemampuan Bella memang tidak pernah di ragukan lagi.
Tak terasa Bella telah menghabiskan waktu dua jam berada di halaman belakang tersebut.
Bella masuk ke dalam rumah nya dan menuju dapur. Bella membuat minuman sendiri lalu membawa nya ke dalam kamar. Bella beristirahat di kursi yang menghadap langsung ke arah luar. Bella sedang termenung sambil menikmati minuman yang di buatnya.
Tak lama ponsel nya berdering. Tanpa melihat namanya Bella langsung mengangkat ponsel nya.
__ADS_1
"Ya hallo, ada apa? Ucap Bella."
"Bel udah siap, gue jemput Lo sekarang! Ucap zio."
Bella mengernyitkan alisnya dan melihat siapa yang menelpon nya.
Matanya melotot tajam. Bella lupa kalo ada janji sore ini dengan zio.
"Astaga.. zio tunggu sebentar, gue siap - siap dulu, ucap bella panik."
Bella mematikan sambungan telpon nya dan bergegas menuju kamar mandi. Setelah 10 menit Bella telah selesai dan langsung bersiap - siap memakai pakaian nya. Seperti biasa Bella hanya memakai jeans blue longgar sobek dan hoddie croptop abu serta memakai topi tak lupa dengan rambut yang di gerai dan make up tipis. Bella sedikit berlari menuju lantai bawah, Bella pergi menemui pak Budi supir pribadi di keluarga Bella.
"Pak tolong anterin Bella ke halte depan, ucap Bella."
" Baik non, ucap pak Budi."
Pak Budi membukan pintu mobil untuk nona nya itu.
Setelah 10 menit Bella telah sampai di halte tersebut. Bella keluar dari mobilnya.
"Makasih yah pak, ucap Bella."
"Iya non, ucap pak Budi."
Pak Budi meninggalkan Bella di halte karena keinginan nonanya tersebut.
Bella duduk di kursi halte menunggu zio menjemputnya.
Tak berselang lama zio datang. Zio sudah terlebih dahulu melihat Bella yang sedang menunduk memainkan ponselnya.
"Apa masih lama disininya? Tanya zio."
Bella terlonjak kaget.
"Astaga ... Kenapa ngagetin aja, bukannya bilang dari tadi udah sampai disini biar gue yang nemuin lo, ucap Bella kesal."
" Iya sorry.. abisnya gue liat dari jauh Lo fokus banget liatin ponsel Lo itu sampe gak sadar gue ada di hadapan lo, ucap zio."
"Yaudah yuk kita pergi, ucap Bella sambil berdiri."
Zio selalu terpesona dengan penampilan Bella, mau seperti apapun Bella Dimata zio akan selalu terlihat cantik.
Bella sedang memakai helmnya.
Tiba - tiba zio memberi nya jaket.
"Pakailah gaenak nanti di liat orang kan kita naek motor, ucap zio."
Bella sadar kalo baju yang di pakainya memang cukup pendek karena memperlihatkan pusar nya. Belom lagi kalo duduk mungkin akan terlihat lebih pendek.
Bella menerima jaket dari zio dan memakai nya, lalu menaiki motor zio.
Zio dan Bella pergi menuju cafe yang dituju.
__ADS_1
"Bel pegangan nanti jatoh, teriak zio."
"Gak akan, gue udah biasa naek motor ko, teriak Bella."