
"Ck... kelakuan kamu kenapa persis sekali ketika papah muda sangat suka sekali balapan, ucap mami Indri memijit pelipisnya."
"gapapa dong mi namanya juga anak laki - laki. Oke boy, asal jaga diri baik - baik, jangan sampai terluka, ucap papah Aryo."
"Tidak ada yang berani menyentuh ku pah, ucap Zack sombong."
"Ck.. dasar anak ini mentang - mentang jago beladiri, ucap papah Aryo."
Bella telah sampai dirumahnya dan memarkirkan motornya di depan rumah.
Bella langsung menuju kamarnya, dia menyimpan barang belanjaan nya di meja dan menuju kamar mandi untuk bersih - bersih. Setelah selesai Bella merebahkan badan nya di tempat tidurnya.
Tiba - tiba dia teringat dengan balapan nya yang akan di adakan malam ini, masalahnya dia belom menghubungi montir nya untuk menanyakan kesiapan motornya.
"Hallo kak Raka, gimana persiapan nya apa udah perfect? Tanya Bella."
"Tenang aja bel semuanya udah oke, tinggal Lo yang cek sendiri, ucap Raka."
"Okedeh, kak Raka memang yang terbaik! Ucap Bella."
"Bella sekarang kesitu kak mau cek motor sama test Drive dulu, ucap bella."
Bella bergegas keluar dan mengendarai motornya pergi menuju bengkel. Bengkel itu milik Bella sendiri karena dia suka motor jadi dia membangun bengkel impiannya sendiri. Dengan susah payah Bella mendirikan bengkel ini. Ayah dan ibunya tidak tahu kalo Bella membangun sebuah bengkel, karena uang untuk membangun bengkel adalah tabungan nya dari kecil dan uang hasil dari bisnis kecil - kecilannya itu. Beruntung Bella mempunyai sahabat yang mahir dalam otomotif yaitu Raka. Raka adalah orang yang membantu bella ketika motornya tiba - tiba mogok di jalan, dan waktu itu ada Raka yang mau menolong nya, sejak saat itu Bella akrab dengan raka dan sering menemani Bella ketika balapan sampai sekarang. Urusan bengkel dan yang menghandle adalah Raka, karena Bella percaya kalo Raka bisa.
Bella sampai di bengkel nya.
"Hai kak Raka! Apa kabar? Ucap Bella sambil memeluk Raka."
Bella sudah menganggap Raka sebagai kakaknya sendiri, begitu juga dengan Raka yang mengganggap Bella adalah adiknya. Umur mereka terpaut lima tahun, Raka lebih tua dari Bella, makanya Bella memanggil Raka dengan sebutan kakak.
"Kabar kakak baik bel, gimana kabar kamu? Adik kesayangan kakak ini makin tambah cantik aja, goda raka."
"Kabar Bella juga baik, kak Raka bisa aja ucap Bella malu."
"Udah lama kamu gak pernah main kesini, kirain kakak kamu lupa sama kakak, ucap Raka sedih."
"Ishh.. mana mungkin Bella lupa sama kak Raka, akhir - akhir ini Bella sibuk kak banyak tugas sekolah makanya bella jarang mengunjungi kakak disini, ucap Bella."
__ADS_1
"Oh yah kakak dengar kamu di skors kenapa bel? Tanya Raka."
" Panjang kak ceritanya, pokonya semua ini gara gara Zack geng rusuh di sekolah Bella, Bella males bahas dia sekarang, ucap Bella datar."
"Ck.. kamu ini, ayah sama ibu udah tau tentang masalah ini? Tanya Raka."
"Ayah sama ibu belum tahu kalo Bella di skors, mungkin kalo mereka tau Bella pasti dihukum lagi gabisa keluar rumah. Ayah sama ibu pergi gitu aja gak ngasih tau Bella mau pergi kemana, maid dirumah juga tidak tahu ayah sama ibu pergi kemana, biasanya kalo mereka pergi suka titip pesan ke maid dirumah atau chat Bella tapi ini enggak ada, Bella udah coba telpon mereka berdua tapi nomor nya gak aktif sampe sekarang, ucap Bella sedih."
" Sabar yah bel, mungkin mereka ada urusan yang sangat penting jadi mereka lupa menitipkan pesan, ucap Raka menenangkan Bella."
"Iya kak, kan Bella masih punya kakak yang paling baik ini, ucaap Bella tersenyum."
"Ck.. udah ah jangan godain kakak terus, katanya mau tes Drive dulu, ayok motor nya di sebelah sana, ucap Raka."
"Iyaa iya ayok, ucap Bella."
Bella mengecek dulu motornya, lalu menyalakan mesin nya.
"Brummm.... Brumm....."
"Wahhhh.. kak suaranya keren banget ini, bentar aku mau coba dulu ke depan sebentar, ucap Bella antusias."
Bella mencoba motornya mengitari sekitaran bengkelnya.
"Gila... Ini sih keren banget kak, aku jamin aku pasti menang balapan nanti malem, ucap Bella tersenyum."
"Kakak heran ko ada yah cewek yang doyan balapan kaya gini, gada anggun - anggunnya banget, ucap Raka."
"Ck.. namanya juga hobi kak, bodo amat gak anggun juga toh aku gak punya pacar ini, kalo dia suka sama aku harus terima aku apa adanya, ucap Bella."
"Iyaa kakak juga ngerti bel, yaudah sekarang kamu istirahat dulu sebelum nanti malem kamu mau balapan, istirahat aja di kamar kamu, ucap Raka."
"Okee kak, kalo gitu Bella keatas dulu mau istirahat, ucap bella."
Bengkel itu sangat lengkap, di lantai atas ada dua kamar yaitu kamar Bella dan Raka, ada juga dapur dan ruangan santai, Bella sengaja membangun seperti ini supaya dia bisa menginap di bengkel nya.
Bella merebahkan tubuhnya di kasur, dia terdiam sejenak menatap langit kamarnya.
__ADS_1
"Azka kemana yah gak ada kabar sama sekali di telpon gak bisa, apa dia marah sama gue gara - gara kejadian di sekolah, gumam Bella."
Lama kelamaan matanya terasa berat, lalu Bella tertidur.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam, Bella masih berada di tempat tidurnya, Bella tidur cukup lama, hingga melewatkan makan malam nya.
"Ck.. udah jam 11 gini masih belom keluar kamar, tidur kaya orang mati, gumam Raka sambil melihat jam di tangan nya."
Raka pergi ke lantai dua menuju kamar Bella.
"Ceklekk..."
"Astaga.. cewek ko gini banget yah kalo tidur mana tidurnya berantakan banget gini, bel bangun udah jam 11 nih kita harus siap - siap dulu, ucap Raka."
Raka berusaha membangun kan Bella, tapi tidak ada pergerakan apapun dari Bella.
"Bella bangun.... Teriak Raka."
"Astaga... Jangan teriak - teriak kak, ini masih malem, bella masih ngantuk, gumam Bella."
"Oke kalo kamu gamau bangun kakak tinggal balapan, teriak Raka,"
Bella langsung terlonjak bangun dari tidurnya dengan kesadaran yang belum sepenuhnya.
"Kakak tunggu, ini Bella udah bangun, ucap Bella."
"Yaudah cepet kamu siap - siap dulu, kakak udah siapin makanan di meja, ucap Raka."
"Oke kak, ucap Bella."
Bella telah selesai bersiap - siap, seperti biasa Bella hanya memakai baju croptop hitam, jaket hitam, jeans hitam, sneakers putih dan kali ini rambut nya di gelung. Bella keluar dari kamarnya menuju meja makan.
"Wahh.. kakak pengertian banget udah disiapin aja makanan kesukaan aku, ucap Bella antusias."
"Abisnya kamu tidur kaya orang mati, dari sore baru bangun jam segini, ucap raka."
"Hehe.. kan ngantuk kak mana bisa ditahan, ucap Bella."
__ADS_1
"Iya.. iyaa.. cepet itu abisin makanan nya, kita langsung berangkat kesana, temen - temen kakak udahh pada disana, ucap Raka."
Bella mempercepat makanan nya, karena waktu semakin sempit.