
Bella terus memejamkan matanya, tapi air matanya terus mengalir.
Bukan hanya fisik bella yang terluka tapi batin nya juga.
"GUE BENCI KALIAN!! teriak Bella kencang".
Pelan - pelan Bella membuka matanya, dia sedikit lebih tenang karena telah meluapkan rasa sakitnya.
"Udah lebih tenang?, Ucap seorang laki - laki."
Bella terlonjak kaget lalu menoleh ke samping.
"Astaga... Sejak kapan Lo duduk disini? Ucap Bella sambil mengusap sisa air matanya.
"Sejak tadi Lo nangis, kayanya masalah Lo berat banget, sampai sepagi ini Lo udah disini dan teriak - teriak gejales, ucap laki - laki tersebut."
"Ck.. bukan urusan lo, lagian gue gada hak buat cerita ke Lo!, Ucap Bella sinis."
"Oh yah kenalin dulu gue zio, ucap zio."
"Gue Bella, ucap Bella."
"Kalo Lo butuh teman buat cerita, gue siap dengerin Lo, anggap aja gue temen curhat Lo, ucap zio."
"Gak perlu, gue gabutuh!, Ucap Bella."
"Ck.. jangan galak - galak gituu, tapi Lo cantik kalo galak gitu ucap zio tersenyum tipis."
"Dasar kadal, gak mempan kalo mau nge gombal ke gue, ucap Bella."
"Apa Lo bilang? Kadal? Ck.. gak bagus banget, kalo buaya kan agak mending tuh, ini malah kadal, tapi gue beneran Lo cantik kalo galak gitu, ucap zio."
"Iya cocok nya kan buat Lo kadal buntung, kalo buaya udah banyak kan, ucap Bella sedikit terkekeh."
Zio terpesona saat melihat Bella tertawa.
"Cantik, gumam zio pelan."
"Hah apa? Ucap Bella karena suara zio sangat pelan."
"Tidak .. tidak.. oh ya Lo gak sekolah bel?" Tanya zio."
"Gue sekolah, tapi gue lagi di skors dari sekolah, ucap Bella santai."
"Di skors? Hah berarti Lo nakal yah! Ucap zio usil."
" Gue gak nakal, gue di skors gara gara geng rusuh, si pembuat onar, si biang masalah, sebel banget gue sama dia. geng dia berantem sama temen - temen gue, eh malah semuanya di skors sama guru BK termasuk gue, ucap Bella sedikit kesal."
"Oh kirain gue, Lo yang nakal hehe, ucap zio."
"Mau jogging bareng gak? Tanya zio."
"Boleh, tapi jangan jauh - jauh biar pulang nya gak kejauhan, ucap Bella."
__ADS_1
"Tenang aja gue bawa motor, nanti pulang nya gue anterin, ucap zio."
Mereka pergi jogging berdua.
"Oh ya emang Lo gak sekolah? Tanya Bella."
"Gue sekolah tapi gue masuk siang karena pagi ini gue mau nemenin dulu Lo jogging, ucap zio mengedipkan matanya."
"Ck.. dasar cowok genit, ucap Bella."
"Kan genit nya juga ke Lo doang bel, ucap zio."
"Ya..ya.. terserah Lo, ucap Bella."
15 menit berlalu.
" Udah yuk balik, gue udah cape banget, ucap Bella."
"Yaudah ayok, gue anterin yah, ucap zio."
Zio menghampiri motornya.
"Ayok naik.., ucap zio"
Zio mengantar Bella sampai depan gerbang rumah nya.
"Oke udah sampai, ucap zio"
"Thanks.. ya zio, mau mampir dulu ke rumah? Tanya Bella."
"Yaudah sini hp Lo mana, ucap Bella."
Bella mengetikan nomer hp nya di hp zio.
"Udahh nih, ucap Bella."
"Okedeh, gue balik dulu yah bel, ucap zio"
"Iyaah hati - hati Lo, ucap bella.
Bella masuk ke dalam rumah nya, lalu menuju kamarnya untuk bersih - bersih.
Bella keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan di temani oleh maid.
" Oh ya bi nanti siang Bella mau belanja keperluan Bella, takutnya nanti ayah sama ibu pulang pas Bella gak di rumah, ucap Bella."
"Iyaa non nanti saya sampaikan, ucap maid tersebut."
"Non mau diantar sopir? Tanya maid itu."
"Gausah bi, nanti Bella pergi naek motor aja, ucaap bella."
Bella telah selesai sarapan menuju ke kamarnya, jam menunjukkan pukul sepuluh pagi.
__ADS_1
Rencananya Bella akan menghubungi sahabat nya untuk diajak pergi ke mall.
Bella melakukan video call dengan Lily, zira dan Zara.
"Hai bel.. ada apa telpon kita pagi - pagi gini? Tanya Lily."
"Iya nih tumben banget Lo, ucap zira."
"Iyaa gue mau ngajak kalian nge mall mau gak? Gue suntuk dirumah, sekalian mau belanja keperluan gue, ucap Bella."
"Mau..mau.. ayok mau jam berapa nih? Tanya Zara antusias."
"Sekarang lah! Ucap Bella."
"What..? Ucap Lily, zira dan Zara bersamaan."
"Astaga.. gausah teriak gitu juga kali, ucap Bella."
"Abisnya Lo apa - apa suka tiba - tiba gitu, yaudah gue mau siap - siap dulu, mana belom mandi lagi, ucap lily."
"Kita juga mau siap - siap dulu bel, ucap zira."
"Yaudah sana, nanti kalian langsung ke mall aja yah kita ketemu disana, ucap Bella."
"Oke bel, ucap Lily, zira dan Zara."
Sambungan terputus.
Bella siap - siap karena dia akan memakai motornya Bella memakai jeans hitam sobek, kaos crop top hitam, dan jaket kulit warna hitam, sneakers warna putih serta rambut yang di gerai, tidak lupa makeup tipis - tipis.
Bella keluar dari kamarnya menuju motornya. Bella selalu memakai helm dan sarung tangan nya.
Motor melesat dengan kencang tanpa menghiraukan pengendara yang lain nya, sampai tiba di lampu merah Bella berhenti.
Bella sedang melihat - lihat sekitarnya, tak sengaja matanya menangkap hal yang mencurigakan dari arah samping nya, Bella melihat seorang pemuda tengah mengikuti seorang wanita yang sedang berjalan sambil menelpon. Tiba - tiba pemuda itu mengambil tas milik wanita itu dan berlari menuju ke arah teman nya yang sudah siap menjalan kan motornya, tidak lama lampu hijau menyala, kedua laki - laki melarikan diri.
"Tolong.... Jambret..." Teriak wanita itu.
Bella yang melihat kejadian itu buru - buru mengejar dua laki - laki tadi yang membawa pergi tas wanita itu.
Wanita itu adalah ibu dari Zack maxmillion yaitu mami Indri.
Mami Indri syok dia langsung terduduk di tepi jalan.
Pak sopir yang mengantar mami Indri menghampiri begitu juga dengan orang - orang.
"Nyonya apa yang terjadi? Ucap pak asep."
"Asep, tas saya diambil orang, tadi ada satu orang laki - laki mengambil paksa tas saya, lalu dia pergi bersama temannya menggunakan motor ke arah sana, ucap mami Indri terbata."
"Yaudah nyonya berdiri dulu jangan disini, kita duduk di sebelah sana, ucap mang Asep."
Mang Asep dan yang lainnya membantu mami Indri berdiri, karena mami Indri masih syok.
__ADS_1
"Nyonya ini minum dulu, ucap mang Asep."
Orang - orang yang membantu mami Indri sudah bubar.