Gerhana Terakhir

Gerhana Terakhir
10. Ibu . . .


__ADS_3

Aku mendekati nya, dan berucap "ibu, kenapa kau di kasih kapas dihidung mu, ibu kenapa kau tidak bangun, ibu kenapa kau ditutupi kain".


Aku menangis, karna ada yang bilang padaku saat aku sedang berucap pada ibu, bahwa ibuku sudah tidak ada di dunia ini.


Aku tidak percaya, aku menguncang-guncang tubuh ibu ku selalu bicara pada ibu supaya dia bangun sampai ada beberapa orang membawa nya aku tidak rela.


Ayah mengangkat ku.


"Ayah, mereka membawa ibu, ayah"-Lila


Aku hanya bisa menangis sampai di pemakaman ibu ku. dari hari itu aku selalu merasa hidup ku hampa tidak ada lagi yang bisa kulakukan.


Aku selalu memeluk poto ibu ku sambil menangis. ayah ku yang melihat keadaan ku seperti itu, dia selalu menghiburku dengan seribu cara tapi aku tetap menangis dan merasa hampa.


1 tahun berlalu setelah kematian ibu, aku berusia 12 tahun. Saat itu Alan selalu menjahili ku dan menghiburku entah apa yang dia tau waktu kejadian itu.


Dia selalu melindungi ku, menjaga ku, dan juga menghidari diri ku dari keramaian, dia berkonban demi diriku untuk tidak akan pernah lagi bermain di tempat pasar malam.


Aku selalu saja jutek padanya, meski ku tau dia berusaha membantu ku keluar dari rasa sedih ku.


1 tahun kemudian berlalu usia ku mulai menginjak usia pubertas 13 tahun. Aku sudah melupakan kejadian itu dan gak pernah menangis di depan ayahku.


Aku selalu menjaga dan membantu ayah karna tugas ku sebagai anak perempuannya. aku tetap melakukan rutinitas kami dan juga kenangan yang tidak pernah aku lupakan adalah melihat gerhana bulan paling tidak 1 tahun sekali itu yang biasa ibu ku lakukan waktu dia masih hidup.


Wajah ibu ku selalu bersinar saat melihat gerhana bulan menurutku, dia paling cantik.

__ADS_1


Flashback off


Esok hari nya


Lila bangun agak cepat dan juga sarapan dengan ayah. juga gak lupa memeluk ayah di pagi hari.


Lila berangkat kesekolah, bersama alan seperti biasanya hanya saja dia masih ngambek dengan alan.


Karena hari ini aku pergi sekolah cepat aku gak dimarahin bapa seto deh. Aku pergi kekelas duluan, duduk dikursi ku seperti biasanya aku menikmati sinar matahari yang masuk lewat jendela kelas.


Tuk...tuk...tuk...(bunyi meja di hentakan)


Aku tidak peduli dan tetap menutup mata sambil menikmati sinar matahari.


"Lil(megang bahu)"


"Ada apa, ya dit?"-Lila


Dito melepaskan gengaman nya dan duduk di depan nya.


"Nggak ada, cuman pengen liat kamu"-Dito


Apaan sih, kok dia gitu-(gumam lila)


"Ehh yang bener deh"-Lila

__ADS_1


Dari kejauhan sahabat lila melihat kejadian itu


"Asataga ada apa dengan pangeran ku, apa dia suka lila?"-Andin


"Kayanya iya deh"-Tami


"Ahh tau, pokonya jangan ganggu mereka biarin aja mereka, kita keluar aja yuk"-Nia


"Yuk(narik tangan andin)"- Tami


Mungkin karna Lila terlihat sangat cantik saat dia menikmati sinar matahari, rambutnya di kepang dan pipi nya merah merona alami gitu-(gumam dito saat melihatnya)


"La, la la, kita makan aja yuk"-Tami


"Yah, pikiranmu tu makan mulu, tapi. . . ayok"-Nia


"Sama aja dong"-Andin


Mereka asin menuju kantin gak sengaja ketemu alan, biasanya sih pasti dia nanyain lila.


"Ehh lila mana kok gak bareng kalian"-Alan


"Tau tuh"-Nia


"Kan dia, sama dito"-ucap Tami keceplosan

__ADS_1


"Tami....."-teriak Nia&Andin


"Maaf keceplosan"-Tami


__ADS_2