
"Lo kenapa sih, kan biasa aku gitu"-Reza
"Iya tau, makanya aku suruh berhenti, titik ya"-Dito (menutup kamarnya)
Kenapa sih tu anak-(gumam Reza)
Suasana di mobil aneh banget, dan agak awkward.
"Lan, alan!"-Lila
Hening~
"Kenapa lan?, (megang tangan alan)"-Lila
"(melepas tangan nya)"-Alan
"Kenapa sih, nyebelin banget! turunin gue disini aja dah"-Lila
Mobil nya berhenti di tengah jalan yang agak sepi.
Alan menarik tangan lila sangat kenceng sampai-sampai hanya 1cm kayanya batas wajah mereka sampai hidung nya menyatu.
"Lo kenapa sih gue telponin berkali-kali gak diangkat, sekali diangkat gitu aja, terus gue telpon lagi gak diangkat. mau lo apa sih"?(nadanya kesel)"-Alan
"Lan, lo bentak gue?"-Lila
Lila melepas tangan alan, keluar dari mobil terus lari.
__ADS_1
"Ahahh ASTAGFIRULLOH gue lupa (menepok jidat) "-Alan
Alan muter balik mobil nya.
Hahhiiiiuuuhiiiiu (tangis lila) menyeka-nyeka wajahnya karena derai air mata yang deras.
Tit..tit..(bunyi klakson mobil)
"Lila, maafin gue, ayo naik(teriak nya)"-Alan
Byuuuur~
Hujan turun dengan sangat deras, sampai air hujan yang turun sangat berbunyi di mobil alan.(tik..tik..tik..bunyi hujan di atas genteng-maaf humor author)
"Lila, ayo masuk nanti sakit ini hujan loooh(teriak alan dengan kenceng)"-Alan
Gue nggak mau pokoknya!!!
"Lila, Maafin aku"-Alan
Lila hanya terdiam dan menangis.
"Lila maafin aku (tarik alan dan memeluknya, sambil berucap beberapa kali yaitu maafin aku)"-Alan
Setelah tarik ulur yang gak singkat lila masuk mobil alan lagi.
"Hmmm, kamu nanti masuk angin tau, pake minyak angin ini"-Alan
__ADS_1
"(menatap)"-Lila
Alan fokus membawa mobil supaya cepet sampe kerumah, karena dia takut lila kenapa-napa.
Sesampainnya di depan rumah lila, alan langsung mengendong nya masuk kedalam rumah. Ayah lila terkejut tapi dia diam untuk beberapa menit sampai lila enakan.
Ayah dan Alan berada di balkon.
"Lila kenapa lan?"-Ayah
"Dia, kehujanan yah"-Alan
"Ayah, mengijinkan kamu dalam segala hal, sampai-sampai kau menyebutku ayah juga, tetapi ini ada yang gak beres lan"-Ayah
Alan menceritakan nya kepada ayah tentang yang terjadi.
"Kamu seharusnya lebih berhati-hati lagi lan, dia perempuan yang paling ayah sayangi, ayah tidak ingin mendengar berita kaya gini lagi"-Ayah
Ayah masuk kekamar lila, dia melihat keadaan lila. Ayah menangis saat melihat lila entah apa yang dipikirkan ayah, dia mengenggam tangan lila, mengelus kepalanya.
Alan menatap ayah sambil menepuk perlahan pundak ayah.
"Kamu tau lan, dia wanita paling lemah hatinya dan perasaan nya. Ayah selalu teringat ibunya kalo dia sedang sakit. kamu tau kan kejadian beberapa tahun lalu, tepatnya diumur ke11 lila. tentang tragedi yang dia alami sama ibunya, itu sangat berdampak padanya. Dia masih kecil tapi karena ayah banyak orang iri dan dibenci orang lain mereka jadi kena imbasnya(bicara ayah agak pelan, sambil mengeluarkan air matanya)"-Ayah
"Tidak yah, alan janji, alan akan menjaga lila semampu alan sampai alan menghembuskan napas terakhir"-Alan
"(Memegang tangan alan dan lila)"-Ayah
__ADS_1
Esok hari nya
Lila bangun agak cepat dan juga sarapan dengan ayah. juga gak lupa memeluk ayah di pagi hari.