
Flash back beberapa tahun lalu. . .
tahun itu aku berusia 11 tahun, aku sangat senang bermain dengan ibu dan ayah.
Ayah dan ibu terlihat sangat harmonis, mereka tidak pernah berantem dan selalu menyayangiku.
Tetapi meski hidup kami tentram dan gak ada masalah internal, banyak diluar sana membenci ayahku dikarenakan dia orang yang sangat sukses, kaya dan dermawan.
Kami selalu dapat teror-an, tetapi ayah selalu menutupinya, dia selalu bilang bahwa dia dapat mengatasinya sampai akhirnya di sore menuju malam itu, aku, ibu dan ayah pergi ke tempat bermain.
Aku mengajak teman kecil ku yaitu Alan, tapi hari itu eyang nya datang jadi dia tidak ikut.
Ayah membelikan makanan buat kami, sebelum ayah sampai dengan makanan, aku dan ibu ku ingin menaiki wahana tetapi 3 orang jahat menyuliku dengan ibu di tempat ramai itu.
Saat membuka mata aku dan ibu sudah diikat dengan kencang di kursi. sesekali ibu ku menggeretak bahwa mereka harus melepaskan kami, tetapi yang mereka ingin kan hanya uang tebusan 1m.
Ayah yang sangat panik, karena kami tidak ditemukan, dia mendapat telpon ancaman dari penculik, bahwa ayah harus membawa uang 1m.
Tapi tidak sampai ayah membawa uang. orang jahat itu memukuli ibuku terus-terusan mereka bilang karena ibu ku banyak ngomong dan menggerutu.
__ADS_1
Aku hanya bisa menangis, ingin sekali rasanya menolong ibu tapi tangan ku diikat sangat kencang.
Ibu ku bilang padaku saat dipukul "nak jangan liat, ibu tidak pa pa, balikan wajah mu dan berhenti menangis". Aku makin menangis deras dan minta tolong, suara ku kencangkan supaya orang mendengar.
Mereka tidak berhenti hanya memukuli ibuku, salah satu anak buahnya. awalnya menarik rambutku dan menghempaskan nya ke lantai tepat di dekat ibuku.
Aku menahan sakit, dan hanya memeluk tubuh ibu ku yang terluka dan berdarah.
"Lihat, mereka!!"
Telulet....(bunyi dering telpon)
Mereka keluar dari tempat itu dan pergi.
"Ibu, apakah sakit?"-Lila
"Tidak nak(pelan)"-Ibu
Aku tetap menangis dengan deras. setelah beberapa menit ayah datang dengan alan dan polisi.
__ADS_1
Tubuh ibuku yang lemah dan juga berdarah, tidak bisa berdiri. Ayah yang melihat kami langsung memeluk ku dan ibu.
Aku dan ibu di bawa kerumah sakit untuk di rawat, selama 3 hari aku tidak pernah melihat ibuku, ayah juga tidak pernah membicarakan ibu.
Selama tiga hari aku berusaha untuk tidak bertanya, karna aku tau ibu pasti sangat kesakitan jadi mungkin dia sulit berjalan kesini, tapi hari demi hari aku tidak tahan lagi untuk bertanya.
Senyuman ayahku terlihat palsu pada hari itu, aku bertanya "Yah, apa ibu baik-baik saja". dia menjawab dengan senyuman dan berucap "ibu baik-baik saja". aku tau itu senyuman palsu, apa yang sedang ayah tutupi.
Hari selanjutnya pun berlalu, ayah membawa ku pergi dari rumah sakit. Aku berkali-kali menanyakan "Ayah, ibu mana?", "Ayah kenapa kau meninggal kan ibu, dia kan di rumah sakit".
Ayah menjawab "ibu ada, nak kita akan menemuinnya". karena hal itu aku percaya dan mengikutinya, beberapa menit pun aku sampai di rumah ku.
Rumah ku tampak aneh, ada bendera kuning di depan nya, banyak orang bebaju hitam mereka menangis menatap ku, aku bingung. Terdiam sejenak memikirkan semua.
Ayah menyuruhku masuk, dia pun mulai mengalirkan air mata aku makin binggung ada apa semua ini.
Ku lihat ada 1 orang memakai baju kain putih, ku tak tau kenapa dia terbaring tanpa bergerak, wajahnya ditutupi kain.
Salah satu orang membuka kain yang menutup wajah nya, terkejutnya aku saat melihat itu ibu. . .
__ADS_1