GHOST FACE

GHOST FACE
Jangan Ngomongin Setan!!!,


__ADS_3

Pernah? Pastinya sering kita ngomongin setan, hantu, jin dan sebangsanya...


Hati-hati !, Mereka akan mengikutimu......berada disampingmu....


Malam masih belum juga larut, obrolan seputar sekolah sudah mulai berubah arah menjadi obrolan tentang keseraman yang ada di sekolah akhir-akhir ini. Duduk mengitari meja, aku dan penjaga sekolah mengamati dari jauh kegiatan siswa yang dilakukan untuk kedua kalinya di sekolah. Segelas kopi dan cemilan hangat menjadi teman obrolan kami.


"Kemarin malam sewaktu kegiata keakraban, saya melihat kepala terbang disitu mang, di lorong antara toilet dan perpustakaan. Kepala seorang laki-laki," sambil menunjuk lorong dimana kepala itu terbang sampai sejajar atap toilet. "Pas saya melihatnya, dia langsung menghilang masuk ke tembok perpustakaan," jelasku lagi.


"Puguh bu...kalau sendirian di sekolah teh, sereemmm...,"jawab salah seorang penjaga dengan logat sundanya.


"Sekolah teh, isinya banyak banget penghuninya....belum kelas depan kita...suka ada perempuan berdiri depan kelas,"tambahnya lagi.


"oo...itu...yang suka berdiri depan kelas, memang saya yang suruh tinggal di skeolah aja, kasian katanya dia tidak punya rumah.., "timpalku.

__ADS_1


"Dalam kelas itu, bukannya ada kuntilanaknya ya mang,...?", tanyaku dan jari telunjukku menunjuk salah satu ruang kelas nomor dua samping kelas dekat toilet.


"Tahu darimana bu?," tanya penjaga sekolah satunya.


"Anak ada yang cerita, kalau sedang pelajaran, suka lihat perempuan bergaun putih didepan white board, makanya kelas itu sering banget kesurupan. Itu cerita anak yang suka kesurupan mang,"jelasku.


"Tapi waktu kemarin dia kesurupan, saya tanya dia bebacaan tidak, kata dia hanya bisa Al-Fatihah... saya tanya dia sholat tidak,, dia jawabnya kadang-kadang, orang belum bisa baca surat yang lain kecuali Al-Fatihah...," aku bercerita sambil menahan geli. Mengingat anak perempuan yang kemarin kesurupan dan dengan polosnya bercerita kalau dia tidak bisa baca surat lain, selain Al-fatihah. "Bapaknya juga tidak pernah sholat," tambahku lagi.


"Memang orang-orang begitu bu yang dicari sama makhluk begituan, yang tidak dekat dengan Tuhannya, yang imannya tipis, yang suka bengong, suka melamun, apalagi tuhm orang yang suka banyak masalah kan suka bengong, sasaran empuk itu," mang Udin penjaga sekolah menimpali.


Memang susah anak sekolah ini disuruh menjaga kebersihan. Ingat pertama pindah ke sekolah ini, kelas penuh dengan sampah, anak-anak dan guru cuek aja buang sampah di bawah meja. Apalgi jika musim ulangan semester, satu minggu kelas tidak dibersihkan. Akhirnya sampah menumpuk di dalam kelas. Anehnya, guru-guru disini terbiasa dan acuh saja. Sekarang sudah mendingan, sejak aku mulai cerewet asal mau belajar kelas harus bersih, anak-anak sudah mulai membersihkan kelasnya. Tapi tetap saja,di bawah jendela, selokan laci meja sampah tetap ada.


Mataku nanar menatap tiga ruang berjejer, dimana penghuni ruang itu mengatakan kalau itu adalah rumah mereka. Huft....tanpa sadar aku menghela nafas. Berat.

__ADS_1


"Penghuni kelas yang diujung masih suka jahil tidak mang, dulu waktu ujian, daftar hadir sampai hilang, kita mencarinya sampai ke laci-laci meja tidak ada, tiba-tiba ada di meja paling depan dekat pintu."tanyaku. Ingat paniknya pengawas ruang mencari map daftar hadir peserta ujian. Tidak masuk akal memang, map sebesar itu bisa tidak terlihat. Saat ditemukan juga, kata siswa peserta ujian, tadinya tidak ada apa-apa, hanya kertas ujian dia, tiba-tiba ada map berwarna kuning diatas meja dia.


Kami memberi nama penghuni kelas ujung itu dengan nama si Kimin.


"Enggak kayaknya bu, udah insyaf dia," kata mang Asep, tersenyum geli. Dia yang memberi nama penghuni kelas ujung itu. Sejak dia bekerja di sekolah ini, sering banyak gangguan, barang hilang tiba-tiba, pintu dbuka tutup kasar, meja bergeser, bayangan yang berkelebat seakan menyapanya setiap dia membersihkan koridor kelas. Jika ada yang mengadu atau bercerita tentang gangguan di sekolah, dia hanya menjawab, "Paling si Kimin..."


Angin malam mulai terasa dingin menusuk. Pukul 23.00.


Anak-anak masih asik dengan kegiatan malam. Kami tenggelam dalam pikiran masing-masing sambil memperhatikan anak-anak yang masih juga belum mengantuk dan memasuki tendanya. Tiba-tiba mang Udin berkata, "Bu..ada yang nimbrung dari tadi.."


"Siapa mang?", tanyaku


"Itu...yang dari tadi kita obrolin...dia seneng ada ngomongin dia, makanya dari tadi ngikut disini...."tambahnya

__ADS_1


Bulu kudukku tiba-tiba berdiri. Sebenarnya sudah merasa ada yang berdiri dibelakangku , hanya aku tidak berpikir kalau itu mereka.


"Udah bu ah, tidak usah dilanjutin...nanti tambah banyak lagi yang ikut, mereka paling demen, kalo dijadiin bahan obrolan.."ujar mang asep. "Kita ganti obrolan aja," tambahnya. Matanya masih menatap ke belakangku. Aku tahu ada wanita bergaun putih berambut panjang...diam dibelakangku.


__ADS_2