
Hari jum'at siang sepulang dari kampus untuk mengurus berkas-berkas kepindahannya gita langsung pulang kerumahnya.Sampai dirumah dilihatnya sang ibu sudah membereskan semua barang-barang begitu juga abim yang sibuk dikamarnya mengepak semua yang dibawanya kerumah baru. Rumah ini akan mereka sewakan nanti,karna rumah ini adalah peninggalan dari kakek neneknya. Gita langsung menuju kamarnya meletakkan tasnya dimeja dan merebahkan tubuhnya dikasur empuk kebanggaannya,tempatnya setiap hari menghabiskan waktu luangnya. Dia tak begitu sering keluar rumah temannya pun lebih sering main kerumah ini daripada mengajaknya keluar. Karna memang gita tak begitu suka keramaian meskipun dia orang yang cukup ceria dan ramai bila bersama teman dekatnya.Dia memandangi seluruh kamarnya tempat yang selama ini dia tinggali tempatnya bercengkrama bersama Tia sahabat karibnya didesa ini,juga teman sekampusnya sebelum pulang dia juga sudah berpamitan dengan sahabat karibnya itu.Memeluk erat sahabatnya yang menangis tersedu karna kepergiannya.Matanya mulai meneteskan airmata sambil memandangi kamarnya yang sudah bersih, semua barang sudah rapi terbungkus kardus tinggal pakaiannya yang belum dia masukkan kedalam koper besarnya mungkin besuk dia baru akan berkemas.
"Ah... benarkah aku akan meninggalkan tempat lahirku ini? Meninggalkan semua kenanganku disini?" gumamnya
"Bagaimana nanti aku dikota,apa akan senyaman rumah ini nanti?apakah akan ada teman sebaik Tia juga disana? ataukah akan menjadi sulit bagiku karna aku orang desa yang tak seperti anak anak kota itu.?" berbagai pikiran menghampiri gita sampai dia tertidur.
Dikota S,disebuah rumah yang begitu mewah dengan banyak pelayan berjajar dan pengawalan yang ketat mengelilingi rumah itu. Seorang pemuda berparas tampan dengan tubuh tinggi atletis berkulit putih berhidung mancung dengan rambut hitam lurus sedang berbaring ditepi kolam renang.memejamkan matanya sambil mendengarkan musik dari headphone yang menempel ditelinganya sampai sebuah tangan menyentuh pundaknya.
"Tuan muda Ega, teman teman anda sudah datang di depan apakah tuan akan menemuinya atau menyuruh mereka langsung datang kemari tuan??" ucap Pak Dede,seorang kepala pelayan dirumah itu,sambil berdiri disamping tuannya.
"suruh mereka langsung kemari saja pak," jawab sang tuan muda sambil kembali menutup matanya.
__ADS_1
"Baik tuan muda." jawab pak Dede sambil membungkukkan tubuhnya dan berlalu pergi.Tak berapa lama 6 pemuda yang tentunya tak kalah tampan dari ega muncul bersamaan mendekati ega yang masih asyik berbaring dengan musiknya. Ada Juna,okky,yogi,kenzi,yudis dan rio mereka berenam adalah sahabat ega,sama sama dari keluarga konglomerat yang jarang bertemu orangtuanya. Mereka berteman sejak mereka kecil satu asrama disekolah mereka dulu dan sudah menjadi seperti keluarga sendiri.Sekarangpun mereka satu kampus.meskipun mereka anak anak kelas atas namun tidak ada satupun dari mereka yang sombong bahkan mereka senang membantu sesama dan juga orang orang yang membutuhkan.Bahkan tak banyak orang yang tau kalau mereka adalah penerus dari para pebisnis terkenal dikota ini bahkan diluar negeri, karna mereka tak menunjukkan semua kemewahan yang mereka punya. Hanya sekedar mobil dan pakaian bermerk yang mereka kenakan yang membuat orang orang berpikir mereka merupakan orang yang beda level dengan mereka.
"Woi bro...nyantai amat g ada kerjaan ya." sapa yudis
"Iya nih biasanya kan udah mantengin lepi aja loe," sambung juna
Yang disapa hanya terdiam tanpa bersuara dan masih memejamkan matanya. Akhirnya si okky dengan jahilnya menarik headphone dari telinga ega dan berteriak.
"Woi... santai brooooo???" teriaknya
"Ah...apaan sih..liat nih basah sudah..." ucap okky sambil manyun.
__ADS_1
"Hahaha...sorry...nggak sengaja salah sendiri ngagetin orang lagi santai menikmati hidup."jawab ega sambil tertawa. Mereka semua tertawa berbarengan menyaksikan okky yang malah meneruskan untuk berenang disana dengan gaya anjing berenang.
Hari minggu pagi gita dan keluarga sudah siap berangkat.Semua barang sudah dikirim lebih dahulu sabtu kemarin dengan mobil bok menuju kota S jadi mereka tinggal menata semua barang dirumah barunya setibanya nanti. Dengan mengendarai mobil,gita sekeluarga pun berangkat setelah berpamitan dengan para tetangga dekat mereka. Untuk sampai dikota S kira-kira memakan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan.Gita memandang keluar jendela mobil sambil mendengarkan musik dari handphonenya,sedangkan abim asik bermain game tanpa menoleh sekalipun.Ayah dan ibunya fokus dengan jalanan yang ada didepan mereka,sesekali terdengar mereka mengobrolkan sesuatu. Siang hari mereka sudah sampai dirumah barunya.Rumah di kawasan perumahan yang sepertinya belum terlalu ramai karna mungkin perumahan baru.Rumah minimalis dengan cat berwarna pastel dan pagar besi berwarna hitam berdiri kokoh dihadapan mereka. Rumahnya tidak terlalu besar tapi lebih luas dari rumah lamanya.Masih ada halaman didepan dan belakang rumahnya walau tak begitu luas. Gita dan keluarga mulai turun dari mobil dan memasuki rumah baru mereka.
"Nah..ini dia anak anak rumah baru kalian,semoga betah disini dan menjadikan rumah ini nyaman seperti rumah kita yang dulu."ucap ayah
"Ya ayah.." jawab gita dan abim bersamaan.
"Dimana kamarku??" tanya gita kemudian
"Masuklah ada 2 kamar disisi kanan pilihlah salah satu dan yang satu biar menjadi kamar adikmu."jawab ayah
__ADS_1
"Kamar ibu sama ayah dimana?"tanya abim kemudian
"Kamar kami ini."tunjuk ibu pada sebuah kamar dibelakang mereka disamping ruang keluarga. Akhirnya mereka mulai membongkar barang-barang mereka dan menata kembali dikamar masing-masing.