Gita, Gadisku

Gita, Gadisku
rencana


__ADS_3

Ega memarkirkan mobilnya didepan sebuah restoran dipusat kota. Kemudian dia turun dan membukakan pintu mobilnya untuk gita.Tanpa banyak berbicara gita mengikuti langkah ega,membawanya memasuki restoran dan memesan menu makan siang untuk mereka berdua. Ega menenggak air putih digelasnya sambil menunggu pesanannya datang.


"Kamu benar adiknya kak yogi?" ega memecah keheningan diantara mereka,dia masih penasaran dengan hubungan gita dan yogi. Yang ditanya hanya menatap ega dengan malas seolah tak perlu menjawab pertanyaannya.


"Hei...dengar tidak?" ega melambaikan tangannya didepan wajah gita.


"Iya... dengar.." dengan malas gita menjawab


"Lalu...??"ega meneruskan kata katanya


"Kau ini **** ato gimana sih,kau kan mengenal kak yogi lama masak iya g tau dia punya adik ato g,lagian aq mirip apa sama kak yogi?? secara beda jauh gitu,aq juga baru ketemu kemaren waktu baru masuk kampus ini,ada ada aja."gita nerocos menjawab ega.


Mendengar jawaban gita,ega tersenyum lebar seperti orang yang baru tersadar dari pingsannya,pikirannya baru bisa berjalan dengan benar.


"Hahaha...iya juga."jawabnya sambil tertawa.


"Ok,karna kamu jujur aku akan mentraktir dan mengantarmu pulang."sambungnya lagi


"G usah selesai makan aku bisa pulang sendiri,tapi untuk makannya kau yang traktir sebagai imbalan karna kau udah memanfaatkanku untuk lari dari kekasihmu itu."tolak gita


"Dia bukan kekasihku.."ega menjawabnya dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Apa...??" gita mencoba bertanya agar ega mengulangi perkataannya.Disaat bersamaan makanan yang mereka pesan datang.

__ADS_1


"Sudah ayo makan aku lapar." ega mulai memasukkan makanannya kedalam mulut tanpa banyak bicara lagi. selesai makan gita benar benar tidak mau diantar pulang oleh ega dia memilih untuk naik taksi online meskipun ega memaksanya berulang kali untuk mengantarnya pulang. Akhirnya ega menyerah dan membiarkan gita pulang sendiri dia kembali ke kampus untuk menemui teman kurcacinya. Sampai dirumah gita langsung masuk menuju kamarnya,hari ini terasa melelahkan untuknya ega mengganggunya seharian ini.


"Ah..."dia menghela nafas panjang seolah melepaskan rasa lelahnya.


"Sepertinya aku bakal berurusan sama tu cowok terus nih,kenapa juga tadi diem aja dijadiin kambing hitam sama tu orang."dia mengomel sendiri dikamarnya tanpa dia tau ibunya yang sudah berdiri dipintu menyapanya.


"Cowok?? hayo siapa??"tanya ibu sambil mendekati putrinya yang duduk ditempat tidur sambil mengacak rambutnya itu. Gita tersentak mendengar suara ibunya yang berjalan mendekat.


"Hehehe...bukan siapa siapa."jawabnya sambil tersenyum kaku. "Tak perlu bohong sama ibu,tak apa kalo emang ada cowok yang menarik perhatian putri ibu yang cantik ini."ucap ibunya sambil membelai rambut panjang gita.


Gita tersenyum menatap ibunya,dia memang tak bisa menyembunyikan apapun dari ibunya,dia terbiasa menceritakan semua hal yang dia alami pada ibunya jadi ibunya tau dengan baik suasana hati gita hanya dengan menatap wajah putrinya itu.


"Dapat teman baru yang menyenangkan?"sambung ibu kemudian tak mau terlalu mencampuri urusan putrinya.


"Baguslah..."ibu menanggapinya dengan senyum lembut


"Apa kau sudah makan? ibu memasak sup iga kesukaanmu" sambung ibu lagi


"Sudah bu,tadi makan bareng temen." jawab gita


"Baiklah kalo gitu,istirahatlah."sambil mengecup kening putrinya sabelum pergi meninggalkan kamar gita.Setelah ibunya keluar dari kamarnya gita beranjak ke kamar mandi membersihkan diri mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya dikasur empuk kesayangannya tanpa dia sadari gita pun terlelap dalam tidurnya. Kesadarannya mulai kembali saat didengarnya ketukan dipintu kamarnya.


"Tok...tok...tok..." Gita masih mengerjapkan matanya dan tak menjawab suara ketukan itu.

__ADS_1


"Kakak..."teriak orang yang mengetuk pintu yang tak lain abim adik laki lakinya.


"Hem..."jawabnya lirih sambil meregangkan otot otot ditubuhnya. Pintu kamarnya terbuka perlahan dan muncul kepala adiknya yang melongok kedalam kamar.


"Kakak tidur.??"tanya abim yang hanya kepala saja yang memasuki kamar itu.


"Masuklah...ada apa?" jawab gita sambil duduk di ranjangnya


Abim melangkah memasuki kamar kakaknya lalu duduk disamping kakaknya ditepi ranjang.


"Ada apa ehm..??" tanya gita kemudian


" G papa. hehehe..." abim tersenyum lebar pada kakaknya kalo sudah begini biasanya ada maunya. Gita sudah begitu hapal dengan sikap adiknya yang akan menjadi sangat manis kalo lagi ada maunya.


"Mau apa kamu,senyum senyum g jelas gitu.?"gita mengacak rambut adiknya,mereka memang begitu dekat.


"Tolong kerjain tugasku ya kak,aku pusing g ngerti sama skali dengan pelajaran disini udah jauh amat g ngerti aku." rengek abim menggoyang goyang lengan kakaknya,wajahnya dibuat seimut mungkin untuk merayu kakaknya ini. Dulu biasanya sepulang dari kampus gita menjadi salah seorang pengajar di tempat bimbel didesanya,lumayan hasil kerja paruh waktunya itu bisa dia gunakan untuk kebutuhan dirinya tanpa harus meminta dari ortunya.Karna memang gita termasuk anak yang cerdas.Namun sekarang karna baru pindah dia blum mencari kerja paruh waktu lagi.


"Aah... kau ini,ya nanti bawa saja kesini kakak bantu mengerjakan.kakak mandi dulu ya."jawab gita sambil tersenyum menatap adiknya.


"OK kak..aku menyayangimu.." ucap abim sambil beranjak keluar dari kamar kakaknya.


"ehm...iya juga sepertinya aku harus cari kerja paruh waktu lagi daripada tidur begini."gumam gita sebelum pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2