
Pagi hari gita sudah siap untuk memulai kegiatannya dikota barunya ini.Selesai membantu ibunya menyiapkan sarapan,dia kembali kekamarnya mengganti kaos pendek dan celana pendek yang melekat dibadannya itu dengan celana jeans hitam,kaos putih juga kemeja yang oversize sebagai luarnya.Rambut panjangnya diikat tinggi dan dengan sedikit polesan make up tipis diwajahnya,dia terlihat cantik.Wajahnya cukup mirip dengan sang ayah yang memiliki keturunan tionghoa namum memiliki mata yang bundar seperti ibunya yang berdarah jawa.Selesai mengikat tali sneakernya dia menyambar tas punggung diatas meja belajarnya lalu menuju ruang makan.Semua sudah berkumpul.Hari ini dia akan diantar ayahnya ke kampus baru tempatnya melanjutkan studynya bersama dengan adiknya juga.
"Untuk sementara ayah akan mengantar kalian,selanjutnya jika kalian sudah hafal dengan jalanan kota ini kalian bisa naik angkutan umum untuk pulang pergi ke sekolah kalian."ungkap sang ayah
"Baik ayah."jawab mereka berbarengan
Setelah mengantar sang adik,akhirnya gita sampai disebuah kampus besar.Ternyata ayahnya memindahkannya kekampus favorit dikota tersebut karna memang nilainya cukup bagus. Gita turun dari mobil ayahnya setelah berpamitan,dia melangkahkan kaki memasuki gerbang kampus yang besar dan megah itu.
"Gede banget nih kampus,kampus lamaku aja g ada setengahnya ini."gumamnya sambil memandang berkeliling tiba tiba "Bruk.." dia menabrak seseorang
"Eh...maaf..maaf.."ucap gita sambil mengambil buku buku yang terjatuh karna dia tabrak.
"Maafkan saya,saya tidak sengaja menabrak anda."ucap gita sambil membungkuk dan menyerahkan buku ditangannya kepada orang didepannya.Seorang pemuda dengan tatapan dingin didepannya itu hanya mengambil bukunya dan pergi begitu saja.
"Ganteng ganteng kok bisu sih ada orang minta maaf main ngeloyor aja." gerutu gita
Dia lalu berjalan mencari ruang dosen untuk menanyakan dimana kelasnya.
Sedangkan pemuda yang tadi ditabrak gita,langsung berjalan menuju kelasnya sambil mengingat gadis yang menabraknya tadi,sepertinya belum pernah dia melihat gadis itu dikampus ini.Dan tiba tiba saja ada orang yang menepuk pundaknya.
"Hei broo... ngelamun aja loe sampe sampe g liat ada gue." sapa rio pada ega pemuda yang gita tabrak tadi.
" Hei emang ada anak baru disini??" tanya ega tanpa memalingkan wajahnya.
"Mana gue tau,lagian ini kan bukan waktu penerimaan mahasiswa baru." jawab rio santai
__ADS_1
"Ehm...apa mungkin emang gue yg g pernah liat kali ya." gumam ega.
"Emang kenapa?"tanya rio
"Bukan apa apa, eh dimana yang lain??"balas ega sambil merangkul pundak sahabatnya itu.
"Juna,yudis,ama yogi mungkin dah dikelas kalo okky ama kenzi tadi sih masih diparkiran ngutek ngutek tu mobil kaya biasa.Paling bentar lagi nyusul."jawab rio.
Gita masih belum menemukan ruang dosen yang ia cari,dari tadi hanya berputar putar aja mau tanya tapi g ada orang mungkin masih terlalu pagi dia datang dikampus ini.Akhirnya dari arah berlawanan dia melihat ada seorang pemuda yang berjalan ke arahnya tepat berhenti didepannya.
"Sorry,, aku lihat dari tadi kamu muter muter emang nyari siapa disini?" tanya pemuda itu.
Gita termangu melihat pemuda yang begitu tampan dengan kulit yang begitu putih dan mata yang hitam pekat itu,memakai hodie hitam dan jeans hitam yang kontras dengan kulitnya.Dia tinggi dan senyumnya manis sekali.
"Hei gadis aku bertanya padamu."ucap pemuda itu sambil melambaikan tangannya didepan wajah gita.
"Oh,ayo aku antar daripada kamu ilang nanti."ajak pemuda itu.
"Iya trima kasih. oh ya aku gita baru masuk hari ini."ucap gita memperkenalkan diri.
"Yogi"jawabnya singkat sambil tersenyum. Yogi barusaja dari toilet dan melihat gadis ini berputar putar dari tadi,akhirnya dia menghampirinya.
Akhirnya mereka sampai disebuah ruangan dilantai 2 dipintu sudah tertulis ruang dosen.
"Nah,gadis kecil ini ruangan yang kamu cari aku pergi dulu ya,jangan sampai kau tersesat lagi dikampus ini."ucapnya sebelum berlalu pergi.
__ADS_1
"iya terima kasih kak yogi." ucap gita sambil membungkukkan badannya. Yogi hanya mengangguk dan tersenyum manis sambi berjalan pergi.
"Wah..manisnya gadis itu andai aku memiliki adik sepertinya."gumam yogi.
Gita sudah memasuki ruangannya diantar oleh dosen yang kebetulan mengajar dikelasnya juga.Setelah memperkenalkan diri dia duduk dikursi kosong dibarisan paling belakang.
"Hai..gita.. aku kiran,selamat bergabung dikelas ini." sapa gadis yang duduk dibangku sebelah kanannya.
"Aku icha,salam kenal" ucap gadis dari sebelah kirinya.
"Hai..salam kenal." jawab gita sambil tersenyum
"Mulai sekarang kita teman ya..."ucap icha sambil nyengir
"iya kalo butuh apa apa tanya kita aja." timpal kiran
"Hei kalian bisa diem g sih berisik." ucap pemuda didepan gita yang tiba tiba aja menghadap kebelakang.
"Siap bos ega." jawab kiran dan icha berbarengan.
Gita hanya menatap lelaki didepannya ini dengan diam.
"oh..jadi namanya ega,ternyata bisa ngomong juga."batin gita
Sedangkan ega menatap gita dengan matanya yang tajam.
__ADS_1
"Gadis ini,rupanya kita bertemu lagi." ucapnya dalam hati sambil tersenyum.