Gita, Gadisku

Gita, Gadisku
penasaran


__ADS_3

Gita sibuk mengerjakan tugasnya di perpustakaan kampus, fokus pada buku buku tebal yang ada didepannya. Membuka stiap halaman dan mulai menulis dibukunya. Tanpa dia sadari ada berpasang pasang mata memperhatikannya dari tadi, tak jauh dari tempatnya duduk.


"Gadis itu yang deket ama kak yogi?" salah satu cowok mulai bertanya.


"Bukannya tu anak,anak baru ye temen sekelas ama loe ga?"imbuh cowok yang satu lagi.


"Iya,,bahkan kak yogi bilang adik kecilnya, adek dari hongkong dari mulai kenal mpe sekarang juga gue baru denger tu orang punya adek." jawab ega,yang dari tadi memperhatikan gita bersama kenzi dan okky. Mereka masih terus memperhatikan gita karena penasaran dengan ucapan ega.


Ditaman,yogi,rio,yudis dan juna berkumpul seperti biasa menghabiskan waktu istirahat mereka sambil bercanda disana,selain deket kantin mereka juga punya tempat nongki ditaman kampus itu.


"Eh...tyus gimana si ega loe godain kaya gitu?" tanya juna setelah mendengar cerita yogi.


Yogi hanya tersenyum dan mengangkat alisnya menjawab pertanyaan juna. Meskipun terlihat cuek tapi yogi sangat perhatian dan memahami semua sifat dan kebiasaan sahabat sahabatnya ini. Rio mulai tertawa melihat tingkah yogi.


"Tu cewek pasti ngegemesin sampe sampe si ega yang takut ama cewek aja tertarik dan kepo gitu."timpal rio

__ADS_1


"Lagian kenapa loe bilang adek loe pasti penasaran setengah mati tu anak,bisa bisa kemana mana dikuntitin ama si kelinci tu."yudis mulai bicara.


"Eh ngomong ngomong mereka g kesini biasanya udah ngeloyor kesini aja apalagi banyak cemilan gini." juna memandang berkeliling sambil memakan snack ditangannya.


"Paling juga..."rio tak melanjutkan ucapannya saling memandang temannya dan tertawa bersamaan.


"Ah...biarkan adik kecil kita itu bermain,biar g ngurusin bisnis mulu, skali skali bebaslah blom juga bisnis keluarganya menanti.kelinci kecilku yang malang..."sambung yudis sambil tertawa renyah.


"Gita memang gadis yang lucu,lugu pula tapi kalo sampe tu anak tersakiti gue bakalan maju duluan."ujar yogi sambil menyeruput americano dinginnya tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet dipangkuannya.


"G lah,,gue yang bawa bawa dia jadi harus tanggung jawab juga lah,,lagian itung itung jaga adek perempuan."sambil menghabiskan minumannya yogi menjawab lagi.


"Kapan kapan kita kenalan rame rame ok??"


" Siap..."juna yudis dan rio serentak menjawab.

__ADS_1


Di perpustakaan,ega masih menatap gita tak berkedip akhirnya dia berdiri berjalan menghampiri gita meninggalkan kenzi dan oky. Belum juga sampai dimeja tempat gita mengerjakan tugasnya,tangannya sudah ditarik seseorang dan mulai digelayuti oleh orang itu.


"Lili.." ega tersentak dengan kelakuan lili, dia mencoba melepaskan tangannya dari rangkulan lili.


"Kenapa sih ga,,aku kangen sama kamu dari tadi g ketemu.."rengek lili seolah ega memang sebegitu dekat sama dia padahal ega g pernah peduli dengan tingkah lili selama ini dia memang hanya diam daripada ricuh nantinya,meskipun sebenernya dia risih dengan kelakuan lili yang sok itu.


"Apaan sih loe.." ega mengibaskan tangannya hingga tangan lili terlepas dari lengannya. Ega mendekati gita duduk dihadapan gita sambil tersenyum manis dia menyapa gita.


"Hei..udah selesai tugasnya?? aku nungguin kamu dari tadi." sapanya lembut seolah mereka sudah kenal dekat. Ega memang sengaja melakukan itu untuk melarikan diri dari lili .Selama ini g ada gadis yang bisa menolongnya untuk lepas dari lili secara semua tau siapa lili sedangkan gita berbeda dia anak baru disini dan tak tau apa apa soal lili. Gadis terpopuler dikampus, orang tuanya juga salah satu pemilik saham dikampus ini,meskipun pada dasarnya kampus ini milik keluarga ega namun tak ada mahasiswa disini yang tau kecuali 7 kurcaci.Gita mengangkat kepalanya menatap siapa yang bertanya padanya dengan lembut dan manis begitu suara laki laki pula,tapi bukan yogi satu satunya laki laki yang dia kenal dikampus ini. Gita melongo saat tau siapa yang bertanya,bahkan tak menjawab sepatah katapun saking terkejutnya."Nih orang gpapa menyapaku begitu." batin gita.


"Kenapa diem aja sih,ayo ke kantin kalo udah selesai kamu blom makan apa apa dari tadi."ucap ega sambil menutup buku gita dan merapikan semua lalu membawanya ditangan kirinya tangan kanannya menarik tangan gita menariknya untuk mengikutinya.Gita menurut gitu aja seolah terhipnotis tas ranselnyapun udah ada dipundak ega.


Melihat itu lili mengeram dengan wajah merah padam menahan amarahnya. Ega terlihat mengangkat alisnya pada kenzi dan oky memberi tanda untuk membawa tasnya yang terheletak dimeja. Kenzi dan oky menganggukkan kepalanya tanda setuju. Lili semakin sebal,bahkan teman ega pun seolah sudah mengenal gadis itu.


"Siapa gadis itu,berani beraninya dia."geram lili penasaran

__ADS_1


__ADS_2