
[Seminggu Kemudian]
Asosiasi Pahlawan Tokyo tidak pernah menerima anggota baru lebih dari 21 orang setiap tahunnya.Mereka yang sudah lulus ujian masuk akan dilatih untuk bisa menjadi pahlawan profesional selama 3 tahun dibawah kepemimpinan salah satu pahlawan profesional disana sebagai kapten mereka.
Tentunya selama masa pelatihan,para anggota baru juga sudah berstatus sebagai anggota resmi Asosiasi Pahlawan Tokyo yang juga akan menerima misi dari Asosiasi untuk bertugas diarea yang ditentukan oleh Asosiasi ketika terdeteksi kemunculan UIO.
"Ruang A-1... Ruang A-1... Ruang A-1... Sial,aku kesiangan karena tidak bisa tidur dengan tenang sejak menerima pesan itu."
Aku segera berlari memasuki gedung utama Asosiasi Pahlawan Tokyo untuk pertama kalinya.
Permisi,aku anggota baru Asosiasi Pahlawan Tokyo.Aku harus segera ke ruang A-1.Tanyaku kepada seorang wanita yang bertugas di bagian informasi di lantai pertama gedung utama Asosiasi Pahlawan Tokyo sambil terengah-engah.
"Ruang A-1 ada di lantai dua.Silahkan ikuti saja jalan ini dan masuk melalui pintu itu kemudian naik tangga untuk ke lantai dua."
"Terima kasih banyak."
Aku segera bergegas berlari meninggalkan tempat itu dan menuju ke arah yang diberikan petugas tadi.
"Ruang A-1.... Ruang A-1.... Ruang A-1.... Aaaahh,sial tempat ini luas sekali."
Dan setelah berlarian kesana kemari untuk beberapa saat,akhirnya aku menemukan ruangan yang kucari.Aku berhenti tepat didepan sebuah ruangan bertuliskan ruang A-1 dengan sebuah pintu panjang dan besar didepannya.
"Ah,itu dia.... Uwwah,Pintunya besar sekali?!"
Aku berhenti didepan sebuah ruangan dengan pintu raksasa yang sudah menyambutku.
"Ini dia... Perjalananku untuk mewujudkan impianku akan dimulai setelah aku membuka pintu ini."
"Satu-satunya harapanku sekarang hanyalah semoga aku tidak berada satu ruangan dengan-"
Belum sempat kuutarakan harapanku dalam hati saat hendak memubka pintu itu,aku langsung disambut dengan suara teriakan bernada tegas dari seseorang yang sudah ada di dalam ruangan itu.
"Hei kau yang disana...! Turun dari meja itu sekarang juga...!!"
Terlihat seorang laki-laki berbadan tegap dan suara yang tegas sedang memarahi seseorang yang sedang duduk bersila diatas mejanya.
"Hah...?! Siapa kau...?! Beraninya kau memerintahku?! Karakter pembantu..."
Sahutnya membentak orang yang menegurnya dengan nada angkuh.
"Aku? Perkenalkan,namaku Shoto akazuki.Dan aku tidak suka melihatmu duduk diatas meja itu apalagi sambil menaruh salah satu kakimu dimeja itu.Selain itu siapa yang kau sebut sebagai karakter pembantu?"
Jawab orang itu sambil memperkenalkan dirinya setelah dibentak oleh orang yang ditegurnya yang tak lain adalah Ozora.
Hah.Lalu apa urusanmu dengan hal itu.Tentu saja ada.Sikapmu itu sangat tidak sopan dan sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang calon pahlawan profesional.Selain itu sikapmu itu juga sudah menghina si pembuat meja secara tidak langsung.
"Berisik...!! Memangnya siapa kau? Murid teladan? Lulusan darimana kau,hah...?!"
"Uh...? Aku dari SMA Shosha.Dan kau sendiri?"
Namun orang itu sama sekali tidak merasa tersinggung dengan tanggapan Ozora yang terus menjawabnya dengan nada angkuh dan terus meladeninya dengan normal sambil memperkenalkan sekolahnya sebelum kesini.
"Cih,siswa sekolah elit ya? Aku dari SMA 1 Boyolali,Indonesia.Jadi perhatikan dan ingat baik-baik wajahku ini karena ini adalah wajah orang yang akan menjadi pahlawan terkuat didunia."
Sahut Ozora dengan penuh kebanggaan sambil mengarahkan ibu jarinya ke wajahnya dengan nada keras.
Maaf atas kelancanganku,tapi tidak ada pahlawan yang bisa jadi pahlawan nomor satu didunia dengan keperibadian yang seperti itu.Ujarnya dengan nada yang mulai agak sedikit sinis dan membuat Ozora sedikit terbakar.
"Apa kau bilang?! Kemarilah,akan kuhancurkan kau..!!"
"Menghancurkan? Kau ini kejam sekali.Tidak kusangka murid-murid di Indonesia seperti ini.Aku baru tahu."
Tidak,hanya dia yang seperti itu percayalah.Ozora,kau baru saja mencoreng nama baik seluruh siswa di indonesia dengan sikapmu barusan kau tahu.Keluhku dalam hati sambil menutupi wajahku dengan tanganku setelah mendengar perdebatan ozora dengan salah satu peserta yang juga lulus ujian masuk kemarin.
"Ah,Kau juga ada disini? Jadi kau juga berhasil lulus ujian itu ya?"
Tiba-tiba semua peserta di ruangan itu memandangku yang masih berada didepan pintu setelah gadis yang kuselamatkan saat ujian lalu muncul dari balik dinding didekat pintu masuk.
"Eh...? A-Anu... Iyaah,terima kasih ya... Jika bukan karena bantuanmu yang berhasil meyakinkan ketua Asosiasi Pahlawan,mungkin aku tidak akan berada disini sekarang."
Jawabku gugup yang agak terkejut melihat gadis itu muncul tiba-tiba dari balik dinding.
Eh,darimana kau tahu.A-Aaahh,tidak maksudku yah,aku mendapatkan sedikit keajaiban jadi aku berhasil lulus ujian juga.Aku agak sedikit panik begitu melihat reaksi gadis itu.Sepertinya rekaman yang kudapatkan dari ketua Asosiasi Pahlawan itu adalah rekaman rahasia yang dikirimkan padaku tanpa sepengetahuan gadis ini.
"Ah,Syukurlah.Ngomong-ngomong apa kau baik-baik saja? Bagaimana dengan lukamu? Kau benar-benar babak belur saat akhir ujian dan malah menyuruhku untuk pergi ke garis finish."
Tanya gadis itu melanjutkan pembicaraan tanpa menghiraukan keganjilan yang terjadi sebelumnya.Aku sudah sembuh berkat pertolongan dari petugas kesehatan di Asosiasi Pahlawan Tokyo yang sudah menyembuhkan lukaku.Jawabku yang sudah agak sedikit lebih tenang.
"Syukurlah... Ah perkenalkan,aku Hirasawa Megumi... Salam kenal."
Kemudian gadis itu memperkenalkan dirinya karena kami memang belum saling mengenal satu sama lain saat ujian.
"Aku Axelle Arziki Otadan,salam kenal... Panggil saja aku Axelle."
Tiba-tiba orang yang diwajahnya terdapat motif seperti sarang laba-laba melihatku yang berdiri di depan pintu dan menghampiriku.Kau,kau yang babak belur dan jatuh dari ketinggian setelah mengalahkan robot raksasa di zona C itu kan.Perkanalkan namaku adalah Terra Tomatsu.Panggil saja aku Terra.Oanng itu memperkenalkan dirinya begitu melihat wajahku yang sepertinya sudah sangat familiar baginya.
"Aku Axelle,Axelle Arziki Otadan.Kau yang menyelamatkanku saat aku jatuh waktu itu kan? Terima kasih karena sudah menylamatkanku."
"Sama-sama.Tapi yang jadi pertanyaan buatku adalah,kenapa kau bisa sampai babak belur seperti itu? Padahal kekuatanmu begitu luar biasa sampai bisa menghancurkan robot raksasa itu hanya dengan satu serangan."
Lagi-lagi muncul pertanyaan yang mendesakku dan sulit untuk bisa kujawab.Aku hanya bisa menalntur sambil menggaruk kepalau sambil memikirkan jawaban apa yang harus kuberikan padanya.
"Aaaahh... Soal itu..."
Tiba-tiba si gadis yang bicara padaku diawal tadi memotong pembicaraan.Hei,apa kau sudah bertemu dengan pahlawan pro yang akan jadi instruktur pelatih kita.Belum.Apa mereka belum datang kesini.Tanyaku pada gadis itu.Belum.Kami sudah berkumpul disini selama 20 menit dan belum ada satu pun pahlawan pro yang datang kesini ataupun orang yang memberitahu kami siapa instruktur pelatih kita.Sahut Terra yang ikut bergabung dalam percakapan kami sambil menunjuk kearah ruangan dengan ibu jarinya yang hanya dipenuhi oleh para peserta ujian.
"Benar.Hei,kira-kira akan seperti apa instruktur kita nantinya ya?"
Tanya gadis itu agak sedikit malu-malu saat menatapku.
"Entahlah,yang jelas semua pahlawan profesional disini adalah orang-orang yang hebat dan pahlawan-pahlawan terhebat yang kita punya sekarang."
Sementara itu Ozora yang menyadari kehadiranku di pintu depan memandangku dengan tatapan tajam diwajahnya.Tapi apakah kau tidak penasaran dengan hal itu.
Dari sekian banyak pahlawan pro yang ada di Asosiasi Pahlawan Tokyo,siapa yang akan melatih kita nantinya.Sahut gadis itu sambil mengadukan kedua telunjuknya.
Ya,kurasa aku juga agak penasaran dengan hal itu.Jawab Terra seadanya.Iya kan.Kira-kira siapa yang akan jadi instruktur kita nantinya ya.Kau juga penasaran bukan.Tanya gadis itu berpaling dan bicara padaku.
"Y-Yaahh... Aku juga penasaran dengan hal itu..."
Wajahnya dekat sekali.Aku sedikit menarik tubuhku kebelakang setelah gadis itu mendekatkan wajahnya kearahku.Tiba-tiba seseorang sudah berada di belakangku dan bicara pada kami.Kepalanya muncul dari belakang kepalakuku dengan wajah yang menyeramkan,gigi runcing yang tersenyum lebar,dan sebelah matanya yang tertutup poninya serta penampilan yang terlihat sangat berantakan.
"Kalau begitu kenapa tidak kau tanyakan langsung saja...?"
"..............."
"A... Ada orang disana..."
Tiba-tiba wajah mereka berdua berubah menjadi pucat seperti habis melihat hantu. Kutolehkan kepalaku kebelakang perlahan untuk melihat siapa yang tiba-tiba muncul dibelakangku.Kami yang berada di depan pintu sejak tadi begitu terkejut karena tiba-tiba muncul seseorang yang menyerankan.
"Hoaaaaaahh... Seram sekali...!!"
"Pagi-pagi begini kalian sudah ribut saja.Ini Asosiasi Pahlawan tahu... Kalau kalian mau ngobrol cari tempat lain saja sana."
Peserta lainnya didalam ruangan pun ikut terkejut dan bergumam satu sama lain setelah melihat orang misterius yang tiba-tiba muncul didepan pintu.Hei lihat,siapa itu.Entahlah,aku belum pernah melihatnya.Apa dia juga pahlawan pro.Penampilannya lusuh sekali.Wajahnya menakutkan.
"Ini adalah Asosiasi Pahlawan.Jangan disamakan dengan sekolah kalian karena ini bukan sekolah.Dan peraturan disini sangat jauh berbeda dengan sekolah kalian.Aku Akasuki Atsuo,dan aku akan menjadi instruktur pelatih atau bisa disebut kapten kalian selama kalian menjalani masa pelatihan disini.Salam kenal."
Kemudian orang itu memperkelanlak dirinya yang membuat seisi ruangan terkejut bukan main setelah dia mengaku sebagai instruktur kami.
"K... Kapten...?!"
Seisi ruangan terkejut setelah mengetahui bahwa orang ini akan jadi kapten kami selama 3 tahun kedepan.
"Ini mungkin agak mendadak bagi kalian,tapi kita akan memulai kegiatan pelatihan kalian sekarang,jadi segera keluar dan temui aku dilapangan bawah."
Kami dikumpulkan di sebuah lapangan luas yang berada didalam area Asosiasi Pahlawan Tokyo setelah mendapat instruksi dari kapten kami untuk memulai kegiatan pelatihan pada hari ini.
"Kita akan melakukan tes pengujian kekuatan.Tentunya kalian juga sudah pernah melakukannya di bangku sekolah bukan?"
Tes fisik yang dilakukan untuk mengukur kekuatan kalian dimana kalian bebas menggunakan kekuatan kalian untuk mendapatkan hasil terbaik dalam tes tersebut.Semua asosiasi pahlawan di dunia ini menggunakan nilai rata-rata dari siswa yang tidak memiliki kekuatan untuk menyetarakan mereka yang tidak memiliki kekuatan dengan mereka yang memilikinya.Kapten Akasuki memperlihatkan sebuah alat yang berbentuk seperti sebuah handphone.
Yah,apapun kebijakan yang mereka ambil,para menteri pendidikan didunia ini sama sekali tidak becus dalam menerepkan kebijakan.Karena mereka yang tidak memiliki kekuatan dengan mereka yang memilikinya seharusnya ditempatkan dalam sekolah yang berbeda dan dengan sistem pengajaran yang berbeda pula.Sehingga mereka yang tidak memiliki kekuatan bisa benar-benar menemukan skill mereka dan mengasahnya untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang tepat seperti menjadi anggota militer atau seorang dokter.
Itulah alasan mengapa anggota militer disemua negara tidak bisa menciptakan teknologi senjata yang dapat menghancurkan para UIO dan masih mengandalkan senjata kuno yang membutuhkan banyak amunisi untuk bisa menghancurkan satu UIO saja.Yah,menteri pendidikan kita memang kurang cermat.
"Peringkat pertama saat ujian masuk,Satoru Kazuma dan Ozora Britt.Benar?"
Satoru Kazuma yang tak lain adalah si pengguna es yang kutemui beberapa waktu yang lalu sama sekali tidak bereaksi dan hanya menganggukkan kepalanya sekali.Namun Ozora yang sepertinya masih tidak terima dengan hasil ujian itu langsung tersentak dan melakukan protes.
"Aku tidak terima...!! Harusnya hanya aku yang dapat peringkat pertama...!! Mana ada peringkat pertama yang ditempati dua orang sekaligus?!"
"Jadi kau tidak terima dengan hasil ujian itu?"
Jawab kapten Akasuki dengan nada datar.
"Tentu saja! Akulah yang seharusnya mendapat peringkat pertama!"
"Kalau begitu buktikan padaku.Saat tes tolak peluru waktu SMA,berapa jarak terbaikmu?"
Lanjut kapten Akasuki menantang Ozora untuk membuktikan kemampuannya.
"U-Ugh... 12 meter."
Jawab Ozora yang agak sedikit tersendat setelah mendapat tantangan itu secara tiba-tiba.
"Kalau begitu sekarang lakukan dengan kekuatanmu."
Ozora diminta untuk melakukan tes tolak peluru dengan menggunakan kekuatannya.Selama kau berada didalam lingkaran itu kau bebas melakukan apapun.Cepatlah,lakukan sebisamu.Kau bebas memakai teknik lemparan apapun.Ujar kapten akasuki dengan nada datar namun agak sedikit keras.
Ozora terlihat melakukan sedikit pemanasan.Lemparan kali ini akan kutambahkan dengan gaya ledakan dari kekuatan anginku.Ozora mengambil ancang-ancang dan melempar bola besi itu dengan kekuatan penuhnya.
"Matilah...!!"
*DUARRRRR*
Peluru itu melesat sangat tinggi dan jauh diudara setelah mendapat dorongan tambahan dari ledakan angin dari tangan Ozora.
"Mati...."
Pertama-tama,cari tahu dulu kekuatan maksimalmu.Sahut kapten Akasuki sambil terus memperhaikan peluru besi itu.Peluru itu mulai terlihat turun dan akhirnya jatuh ketanah.Itulah cara yang paling tepat dan masuk akal untuk mengetahui dasar dari kemampuan seorang pahlawan.Kapten Akasuki memperlihatkan alat yang dia pengang sejak tadi dan menunjukkan hasil pengukuran dari lemparan Ozora barusan.
"730 meter...?!"
"730 meter? Serius nih?"
"Wah sepertinya ini akan jadi menarik."
"Kita bebas menggunakan kekuatan kita disini?"
Peserta lain yang terkejut saat melihat rekor jarak yang dibuat Ozora setelah melempar peluru itu jadi tersentak dan mulai bersemangat.
"Jadi menurut kalian ini menarik...?"
Sahut kapten Akasuki yang langsung mengheningkan suasana yang sebelumnya bergemuruh oleh semangat para peserta.Kalau begitu akan kita buat ini jadi lebih menarik lagi.Akan ada 5 tes,dan kalian akan mendapatkan poin dari setiap tes yang kalian jalani.Kumpulkan poin sebanyak mungkin,karena merka yang memiliki poin paling rendah saat akhir tes nanti akan di cap sebagai orang paling tidak berguna di Asosiasi Pahlawan dan akan dikeluarkan dari tim ini.
"Dikeluarkan...?!"
Seluruh peserta langsung tersentak begitu mendengar ucapan kapten Akasuki yang akan mengeluarkan peserta dengan nilai tes ter rendah.
"Tunggu dulu,apa kau serius dengan hal itu?!"
"Benar.Ini baru hari pertama dan sudah ada yang akan dikeluarkan?!"
Beberapa peserta mulai panik dan mengajukan pertanyaan beruntun.
"Jika kalian tidak ingin dikeluarkan dari timku,maka tunjukkan kemampuan terbaik kalian dan dapatkan hasil terbaik disetiap tes yang ada."
Asosiasi Pahlawan Tokyo adalah Asosiasi pahlawan terbaik di dunia.Sistem yang berlaku disini sangat berbeda dengan asosiasi pahlawan lainnya.Asosiasi Pahlawan Tokyo terkanal dengan kebebasan para anggotanya.Termasuk kebebasan bagi para kapten untuk melatih anggota barunya.
Ingat.Jika kalian ingin jadi pahlawan,maka kalian harus membuang semua kesenangan yang seharusnya kalian dapatkan seperti orang-orang normal dan terjun ke dunia yang penuh dengan pertarungan dan jeritan dari orang-orang yang membutuhkan pertolongan kalian.
Tidak akan ada orientasi atau upacara penerimaan anggota baru karena ini bukan lembaga pendidikan formal atau semacamnya.Selama tiga tahun masa pelatihan kalian,kaian akan terus mendapatkan penderitaan dari asosiasi pahlawan tokyo.
"Selamat datang di Asosiasi Pahlawan Tokyo... Dengan ini akan kumulai hari pertama dari tiga tahun masa pelatihan kalian yang penuh dengan penderitaan."
Kapten Akasuki mengakhiri instruksinya dengan menunjukkan senyuman yang mengerikan.
Tes besar di hari pertama pelatihan.Bagaimana ini.Seven Swell hanya bisa kugunakan dengan kekuatan penuh 100%,dan jika aku menggunakannya aku akan menghancurkan diriku sendiri.Meski sudah berkali-kali kucoba,tapi tetap saja saat aku hendak menggunakannya.Ini bukan main-main,akan kukerahkan semuanya demi mendapatkan hasil terbaik.
Gumamku dalam hati yang sudah kebingungan memikirkan cara supaya aku bisa lolos tes ini agar tidak dikeluarkan.Sementara itu Ozora justru terlihat sangat senang dengan adanya tes semacam ini disaat peserta lainnya milau tegang sambil menelan ludah mereka.
"Cih... Ayo hancurkan..."
[Tes #1 "Sprint 200 meter"]
Terlihat sebuah bebrapa robot sudah disiapkan di pinggir lintasan.
Michio Kazuki VS Toru Ichiro
*Siap....* *Bersedia.....* *Mulai.....!!*
*Toru Ichiro : 11.7 detik*
*Michio Kazuki : 17.9 detik*
"................."
"Lumayan... Berikutnya."
".................."
Axelle Arziki Otadan VS Satoru Kazuma
*Siap....* *Bersedia.....* *Mulai.....!!*
*Brrrrrrrrzzzzzz*
Si pengguna es langsung melesat cepat bagaikan sebuah kereta listrik dengan mengandalkan dorongan dari bongkahan es besar yang dia naiki sebagai pijakannya.
*Satoru Kazuma : 10.7 detik*
*Axelle Arziki Otadan : 22.3 detik*
"Hhuhh... Hhuhh... Ini buruk.Semuanya mengandalkan kekuatan mereka untuk mendapatkan hasil terbaik,sedangkan aku...."
Shoto Akazuki VS Albrecht Alchard
*Siap....* *Bersedia.....*
"Ayo lakukan...!!"
Orang itu memasang ancang-ancag yang terlihat sangat meyakinkan.Sementara itu peserta yang berpasangan dengannya terlihat menyentuh sepatunya sambil tersenyum bahagia.
*Mulai....!!*
*Whooooozz*
Mereka berdua melesat bersamaan dengan kecepatan yang sama.
*Shoto Akazuki : 9.15 detik*
"Masih butuh sembilan detik untuk jarak 200 meter? Sepertinya aku harus berlatih lagi."
*Albrecht Alchard : 9.15 detik*
"Apa...?! Bagaimana bisa?!"
Orang itu sangat terkejut mengetahui lawannya berhasil mencatatkan torehan waktu yang sma persis dengannya.Semenara itu peserta yang menyentuh lawannya saat start sebelumnya terlihat sangat senang dengan hasil yang didapatnya.
"Hmm-hmm...."
"Yah,seperti melihat ikan di air.Kurasa akan lebih menarik jika melihat peserta yang lainnya.Tapi yang satu itu.... Huh,dasar Cheater."
Ujar kapten Akasuki pelan dengan tetepan sinis melihat peserta itu terus tersenyum bangga dengan pencapaiannya.
__ADS_1
[*Tes #2 "Tolak Peluru"]
Saat tes kedua,seorang peserta perempuan yang membawa tongkat besi dipunggungnya terlihat sedang melakukan persiapan sebelum memulai tes.Dia melempar peluru itu keatas dan menggunakan tongkatnya untuk memukul peluru itu.
"Baiklah,ini dia...!!"
"Gooaaaahh....!!!"
*Whoooozzz*
Dan peluru itu pun melesat sangat jauh bagaikan peluru tank yang baru saja ditembakkan.Saat peluru itu mulai jatuh ketanah,kapten Akasuki memperlihatkan hasil yang diperoleh peserta itu.
"519 meter?! Ini akan jadi tes yang sulit...."
Ujar salah satu peserta laki-laki yang tekjub melihat hasil tes peserta itu.
"Baiklah,ini dia..."
Dan satu lagi peserta perempuan sudah melakukan lemparan,namun peluru itu lebih terlihat seperti melayang ke udara daripada melesat di udara.
*∞*
Tidak terhingga?!"
"Uwwahaah....??"
"Yang benar saja?"
Sekali lagi para peserta yang melihat aksinya hanya bisa terbelalak dengan mulut menganga.Ini gawat.Jika begini terus sudah jelas aku akan jadi yang terakhir dan akan dikeluarkan dari tim ini.Sementara itu aku masih terus tertunduk sambil memikirkan cara untuk bisa mendapat hasil terbaik pada tes ini tanpa melukai diriku.
[Tes #3 "Melindungi Penduduk"]
Tes ketiga adalah tes untuk melindungi penduduk.Tes ini bertujuan untuk menguji tipe kekuatan kalian.Apakah kekuatan kalian tipe yang bisa digunakan dalam lingkup yang luas,atau lingkup yang kecil.Tugas kalian hanya melindungi 5 orang replika penduduk yang ada disana itu dari berbagai serangan.
"Serangan? Serangan yang seperti apa?"
Tanya salah satu peserta menyerobot instruksi kapten Akasuki.
"Nanti kau akan tahu sendiri."
Seorang peserta laki-laki dengan tubuh yang lumayan kekar terlihat berjalan ketengah lapangan dengan penuh percaya diri.
"Baiklah,ayo mulai...!! Akan kulindungi kalian dengan nyawaku...!!"
Dia menyatukan kedua tinjunya dan seketika seluruh tubuhnya berubah menjadi berlian.
"Whoaaaahh..."
"Berkilauan...."
Para peserta perempuan yang berdiri dipinggir lapangan langsung bereaksi begitu melihat kekuatan peserta itu.Dasar perempuan.Sahut salah satu peserta laki-laki dengan tatapan sinis.
"Kesempatanmu hanya sekali,jadi lakukan dengan baik."
"Baik!"
Terlihat lima tembakan dari meriam raksasa ditembakan kearahnya dari kejauhan.
"Whoaa...?! Besar sekali...?!"
Peserta itu agak sedikit terkejut melihat lima buah peluru meriam berukuran jumbo melayang kearahnya.Tapi ini bukan waktunya untuk mengeluh.Serunya dengan penuh semangat.Dia menghentakkan kedua tangannya ketanah dan muncul dinding berlian raksasa dari dalam tanah yang menahan kelima peluru meriam raksasa itu.
"Hoooaaaahh...!! Diamond Wall...!!"
"Hhuhh... Hhuhh.... Bagaimana?"
Peserta itu agak kehabisan tenaga setelah mengeluarkan dinding berlian yang cukup besar dan tebal untuk menghadang peluru meriam jumbo itu.Yah,kau lulus,tapi tolong kembalikan lapangannya seperti semula karena besok kita akan menggunakannya lagi.Ujar kapten Akasuki yang sepertinya tidak terlalu terpukau dengan kekuatannya.
"Jadi kau lebih khawatir dengan hal itu?!"
Dengan melihat secara langsung kekuatan kalian yang tidak bisa kulihat secara lebih detail saat ujian masuk,aku jadi tahu tipe seperti apa kekuatan kalian masing-masing.Dan dengan adanya tes ini,aku jadi tahu sejauh mana batas penggunaan kekuatan kalian serta hal-hal yang bisa dan yang tidak bisa kalian lakukan.
Kapten Akasuki memandangi alat ukur tes nya sebelum melihat kearahku yang sudah terlihat begitu panik sepanjang tes dimulai.
"Anak itu... Mau sampai kapan dia seperti itu terus? Hanya tinggal menunggu waktu saja untuk diinjak-injak teman-temanmu yang lainnya jika kau terus seperti itu."
[Tes #4 "Kekuatan Pukulan"]
"Ini tes kekuatan pukulan.Secara teknis,alat yang ada didepan kalian ini akan menyerap semua serangan kalian dan menghitung hasilnya dalam satuan kilogram.Serang saja benda ini dengan kekuatan penuh kalian."
Kapten Akasuki memberikan sedikit gambaran mengenai tes kali ini.Seorang peserta laki-laki terlihat berjalan ketengah dan mengambil ancang-ancang untuk memukul.Saat dia menggunakan kekuatannya,seketika pergelangan tangannya berubah menjadi seperti sebuah pegas yang siap melontarkan peluru.
"Hooaaaaahhh....!!!"
Dia memukul alat itu sekuat tenaga dengan memanfaatkan dorongan pegas dari lengannya untuk menambah kecepatan sekaligus kekuatan dari pukulannya.Tak lama kenudian,terlihat hasil dari serangan yang sudah dilakukannya di layar yang ada diatas alat ukur kekuatan itu.
*512 kg*
"512 kilogram ya? Sejujurnya aku masih belum puas karena aku tidak bisa mengerahkan kekuatan penuhku hanya dengan satu serangan.Tapi setidaknya itu tidak buruk juga."
Ujar peserta itu begitu selesai melakukan tes.
"Baiklah,selanjutnya...."
Kemudian seorang peseta laki-laki juga terlihat begitu percaya diri saat berjalan menuju ke arena tes.
"Sekarang giliranku..!!"
"Titan Arm...!!"
Tiba-tiba tangan kanannya berubah menjadi seukuran raksasa.Peserta lainnya yang melihat kekuatannya dari pinggir lapangan terlihat takjub melihat kekuatannya yang terlihat begitu mencolok.
"Hooaa...?!"
"Kekuatan Titan ya?"
"Rasakan ini...!! TITAN SMASH...!!"
Dia memukul alat itu dengan kekuatan penuh dari tangan kanannya.Setelah mengambil ancang-ancang cukup jauh saat menarik kepalan tinjunya.Dan tak lama kemudian,terlihat hasil tes dari serangan yang sudah dilancarkannya.
*987 kg*
"Kh-!! Bagaimana?!"
Ujarnya dengan penuh percaya diri.Namun sepertinya kapten Akasuki sama sekali tidak mementingkan sebesar apa kekuatan para peserta dan hanya fokus pada hasil tes mereka.Yah,sementara ini kau yang tertinggi.Berikutnya.
[Ozora Britt "(Ledakan Angin & Distorsi)"]
Ozora maju dengan ekspresi yang terlihat begitu percaya diri.Akan kutunjukkan pada kalian kekuatan penghancur yang sesungguhnya dasar orang-orang lemah..Ujar Ozora dengan kesombongan yang tinggi yang terlihat dari senyuman diwajahnya.
Ozora terlihat melakukan pemanasan pada bagian lengannya,kemudian mengeluarkan kekuatan angin pada tangan kanannya yang jika kulihat pusaran angin itu memiliki tekanan yang jauh lebih kuat dibandingkan yang pernah kulihat selama ini.
"Makan ini...!!! HAAAAAAAHHH...!!"
*DUARRRRR*
Setelah kuperhatikan lagi,ledakannya kali ini jauh lebih kuat dari yang pernah kulihat selama ini.Memang sudah tidak heran melihat orang yang sudah memiliki bakat murni seperti Ozora selalu membuat kejutan disetiap aksinya.Dan tak lama kemudian munculah hasil dari serangan yang dibuat Ozora dilayar.
*1050 kg*
"Ugh...?!"
Si pengguna es terlihat agak terkejut setelah melihat hasil yang didapat Ozora.
"1 Ton?!"
"Ap-?!"
"Apa-apaan itu...?!"
"Apa kau bilang...?!"
"Sudahlah mundur sana dan biarkan yang lain mencobanya... Berikutnya."
Dia bahkan sudah berkembang di beberapa tes di hari pertamanya.Benar-benar bakat murni seorang petarung.Aku maju dengan perasaan yang masih bercampur aduk dan panik karena masih belum bisa mengendalikan kekkuatanku.
Bagaimana ini,aku masih belum bisa mengendalikan kekuatanku dan hanya bisa menggunakannya 100% penuh.Masih ada tes terakhir yaitu panjat tebing,dan jika kugunakan kekuatan penuhku pada tes ini,sudah dipastikan aku akan mendapatkan hasil terburuk di tes terakhir dengan tangan kananku yang cidera.
Sementara itu yang lainnya menggunakan kemampuan terbaik mereka untuk memperoleh hasil terbaik disetiap tes.Sedangkan aku mendapatkan hasil terbawah disemua tes sebelumnya.Bagaimana ini.Kalau begini terus sudah jelas aku akan dikeluarkan dari tim ini dan aku tidak menginginkan hal itu.Karena pada akhirnya aku berhasil mewujudkan impianku masuk ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.Sementara itu Kapten Akasuki memperhatikanku dengan tatapan yang curiga.
"Aku harus melakukannya... Yah,setidaknya aku bisa dapat hasil yang sedikit lebih baik pada tes ini... Tapi setelah ini adalah tes panjat tebing dan itu membutuhkan kekuatan tangan yang kuat.Jika kugunakan kekuatanku pada tes ini aku akan kesulitan saat tes panjat tebing.Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa memikirkan cara apapun yang aman bagiku karena kenyataannya aku belum bisa menguasai kekuatan Barnard Alison."
Kita lihat apa yang akan dia lakukan kali ini.Poinnya adalah yang terendah di semua tes sampai saat ini.Kapten Akasuki masih terus memandangiku dari kejauhan sambil memegang alat ukur tes nya.
"Axelle akan terancam jika terus seperti ini."
Ujar Terra yang terlihat khawatir dengan posisiku saat ini.Yang kemudian langsung mendapat tanggapan cepat dari Ozora yang berdiri tak jauh darinya.
"Tentu saja... Dia itu adalah pecundang yang tidak punya kekuatan dan tidak berguna..!!"
"Tidak berguna katamu? Apa kau tidak lihat apa yang dia lakukan saat ujian masuk?"
"Hah...?!"
"Hhuhh... Hanya tinggal masalah waktu ya?"
Semuanya setidaknya mendapatkan satu hasil luar biasa.Selagi aku melamun dan bicara tidak karuan dalam hati,aku mengingat kembali beberapa perkataan Barnard Alison dan kak Alisha.
Dengan ini aku menarik kembali kata-kataku.Kau bisa menjadi pahlawan nak.Bahkan yang terhebat yang pernah ada.Berjuanglah Axelle.Kejarlah impianmu.
"Kh-!! Sekarang atau tidak sama sekali..."
Tanpa pikir panjang,ku kerahkan kekuatanku pada tangan kananku dan mulai mengayunkan pukulanku menuju ke alat itu.Setidaknya aku bisa dapat satu hasil yang luar biasa juga.Namun saat aku hendak melepaskan kekuatanku,tiba-tiba tubuhku terasa kaku seperti batu dan tidak bisa bergerak ataupun melepaskan kekuatanku.
"Ugh..?! Tubuhku.. Tidak bisa bergerak...!! Kekuatanku juga tidak bisa kugunakan... Apa yang terjadi...?!"
Saat aku masih kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi,kapten Akasuki sudah berada didekatku dan bicara padaku.
"Akulah yang menghentikan pergerakanmu... Sekaligus juga mengentikan penggunaan kekuatanmu."
Tiba-tiba kapten Akasuki sudah berada didekatku dengan mata yang terlihat merah menyala sambil menghunuskan sebuah pedang hitam yang sebelumnya dibungkus kain seperti perban.
"Ugh..?! Itu.... Aku ingat.Pahlawan dengan rambut poni yang menutupi sabelah matanya dan membawa sepasang pedang hitam yang mampu menebas UIO... Mampu membuat lawannya tidak bisa bergerak dan menghentikan penggunaan kekuatan dari lawanya Stun Eye."
Ujarku spontan begitu menyadari kekuatan kapten Akasuki setelah melihat matanya yang merah menyala dan pedang gitamnya yang dibungkus perban.
"Stun Eye?"
"Entahlah aku belum pernah mendengarnya."
"Kau tidak tahu? Dia itu salah satu pahlawan yang menghuni peringkat 10 besar pahlawan terkuat dunia... Pahlawan peringkat ke tujuh The dark hero Stun Eye.Aku juga baru menyadarinya karena wajahnya tertutup oleh rambutnya."
"Heeehh.. Jadi dia sekuat itu..?"
"Aku baru tahu."
Teman-teman yang lainnya bergemuruh setelah mengatahui identitas yang sebenarnya dari kapten kami.Sementara itu Barnard Alison mengintip hari pertama pelatihan kami dari atas gedung yang berada di dekat lapangan tempat latihan kami.
"Akasuki Atsuo... Dia adalah pahlawan yang kuat namun memiliki sikap yang dingin dan tertutup.Dia selalu bergerak dan bertindak dengan cepat ketika bertugas sehingga hampir tidak pernah tertangkap oleh media publik.Maafkan aku nak,aku tidak bisa melakukan apapun karena ini adalah kebijakan dari Asosiasi.Tapi yang harus kau pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar kau bisa mengendalikan kekuatan itu secepat mungkin."
"Dari yang kulihat,sepertiya kau masih belum bisa mengendalikan kekuatanmu... Benar kan?"
Ujar kapten Akasuki suara datar yang agak sedikit menakutkan bagiku.
"U-Ugh...?"
"Sudah kuduga hasil ujian masuk itu memang tidak masuk akal... Bahkan bocah sepertimu diterima.Apa kau berniat untuk melumpuhkan dirimu lagi dan menunggu seseorang untuk menyelamatkanmu lagi?"
"A-Aku tidak berniat untuk-"
Namun sebelum aku sempat berdalih,kapten Akasuki sudah melesat cepat mendekatiku dan menodongkan satu pedang lagi ke leherku.
*Whuuuzzzz*
Apapun niatmu,yang ingin kukatakan adalah bahwa orang lain akan merasa terpaksa untuk menolongmu nantinya jika kau terus seperti itu.Dulu,ada pahlawan misterius yang muncul setelah harapan hidup umat manusisa sudah berada diujung tanduk.Dia menghancurkan ratusan juta UIO di muka bumi ini dan menyelamatkan lebih dari 5 miliyar penduduk bumi,dan kemudian menjadi legenda yang bahkan tidak bisa disamakan oleh pahlawan sekelas Barnard Alison.Dan jika kau memiliki ambisi yang sama untuk menjadi seperti pahlawan itu,maka kau hanya akan jadi pahlawan cadangan setelah menyelamatkan satu orang dan akan jadi pahlawan yang tidak berguna setelahnya.
"Axelle Arziki Otadan.... Dengan kekuatanmu itu,kau tidak akan bisa menjadi pahlawan."
Kapten Akasuki mengakhiri dengan satu kalimat yang sangat menusuk hatiku.Aku sangat kesal setelah mendengar kata-kata itu dari kapten Akasuki.Namun disisi lain aku juga tidak bisa mengelak karena aku memang belum bisa mengendalikan kekuatan ini.
"K-Kh-"
"Jika kau memang ingin menjadi pahlawan,maka kau harus bisa mengendalikan kekuatanmu dan menjadi pahlawan sejati yang bisa menyelamatkan banyak orang,bukan diselamatkan orang lain."
"Sekarang kau bisa bergerak... Dan kau juga sudah bisa menggunakan kekuatanmu lagi... Cepat lakukan agar tes ini cepat selesai."
Sementara itu,Megumi yang melihatku dari pinggir lapangan terlihat begitu khawatir.Dan lagi-lagi langsung diserobot oleh Ozora yang berdiri tepat disebelahnya.
"Sepertinya dia baru saja dinasehati."
"Paling hanya mengatakan kalau dia akan dikeluarkan."
Aku masih tertunduk ditengah lapangan setelah mendengar perkataan kapten Akasuki barusan.
Dengan kekuatanmu,kau tidak akan bisa jadi pahlawan.Dan jika kau memiliki ambisi yang sama untuk menjadi seperti pahlawan itu,maka kau hanya akan jadi pahlawan cadangan setelah menyelamatkan satu orang dan akan jadi pahlawan yang tidak berguna setelahnya.
"Aku.... Aku bukan orang yang tidak berguna.... Dan aku tidak ingin jadi tidak berguna lagi.... Aku akhirnya bisa mendapatkan kekuatan dari Barnard Alison setelah melalui perjuangan yang berat,dan sudah berjuang keras untuk bisa melewati ujian masuk untuk bisa sampai ke titik ini... Karena itu..."
Ku pusatkan kekuatanku pada tanga kananku sekali lagi dan ku ayunkan kepalan tinjuku sekuat tenaga menuju kearah alat ukur kekuatan itu.Karena itu,aku tidak mau kembali lagi menjadi orang yang tidak berguna.Teriakku saat mengarahkan kepalan tanganku menuju ke alat ukur tes itu.
"Potensi nol besar."
"Seven Swell Gate One...."
"Oi... Oi... Apa kau serius nak..?!"
Kapten Akasuki benar.Aku yang sekarang memang masih belum bisa menjadi pahlawan.Karena itu,aku harus berjuang lebih keras dari yang lain agar aku bisa jadi pahlawan yang hebat dan bisa melindungi kakakku.Kuarahkan kepalan tinjuku sekuat tenaga kearah alat itu sambil terus meneguhkan hatiku akan alasanku berjuang ditempat ini.
*Whooooozzz."
"Hmm..?"
Kapten Akasuki agak terkejut setelah aku menghentikan ayunan tangaku tepat didepan alat ukur tes itu.Ada apa.Kenapa dia tidak jadi memukul.Tanya Terra yang agak bingung dan dibalas langsung oleh Ozora.Paling dia terlalu takut karena sudah dipastikan kalau dia akan gagal di tes ini.
Kuhentikan ayunan tinjuku tepat sebelum menyentuh alat ukur tes itu dan menarik jari tengahku kemudian mengambil ancang-ancang untuk menyentil dengan kekuatan penuh dari jari tengahku.
"Seven Swell Gate One.... "
"FINGER SMASH...!!!"
*DUARRRRRR*
Kulepaskan kekuatan yang sudah kukumpulkan sejak tadi pada jari tengahku dan menyentilkannya kearah alat itu sekuat tenaga.Teman-teman yang lainnya yang menyaksikanku dari pinggir lapangan tersentak setelah melihat seranganku barusan.
"A-A-A..."
"K-Kh-?!"
"Ap-?!"
Ozora langsung terbelalak dengan mulut menganga begitu melihat kekuatanku secara langsung untuk pertama kalinya.
"Akhirnya muncul juga pemeran utamanya..."
Sahut Terra yang memasang wajah penuh syukur setelah aku melancarkan seranganku.
"Hoaaaa..?! Gila...!! Apa-apaan kekuatan itu..?!"
__ADS_1
Teriak peserta yang sebelumnya menggunakan kekuatan titan.Dan setelah beberapa saat,muncul hasil dari seranganku barusan dilayar yang berada diatas alat itu.
*1055,5 kg*
"1 ton lebih?!"
"Bahkan melampaui serangan dahsyatmu yang tadi."
Salah satu peserta yang berdiri tepat disebelah Ozora bicara padanya.Ozora yang terlihat tidak suka dengan apa yang baru saja dilihatnya terlihat begitu kesal.
"Kh!! Axelle... Sejak kapan kau..."
"Sakit sekali... Tapi ini tidak separah yang sebelumnya..."
Sementara itu aku yang masih merasakan efek samping dari penggunaan kekuatanku menghadap kearah kapten Akasuki.
"Kapten... Aku... Masih sanggup bergerak..."
Aku berteriak pada kapten Akasuki sambil mengepalkan tangan kananku kearahnya selagi menahan rasa sakit yang begitu luar biasa pada jari tenagahku.
"Bocah ini...?! Jangan main-main kau nak..."
Ujar kapten Akasuki memandangku dengan senyuman yang lebar diwajahnya.
Aku mampir kesini dan melihat karena aku merasa khawatir denganmu nak.Tapi apa-apaan yang barusan kulihat itu.Kau memang belum bisa mengendalikan kekuatanmu tapi kau juga tidak cidera lagi saat kau menggunakannya.Barnard Alison bermonolog dari atas salah satu gedung yang berada didekat lapangan tempat kami melakukan tes.
"Jadi begitu ya? Kau menghentikan ayunan tanganmu dan berpindah pada sentilanmu untuk mengurangi efek kerusakan yang kau alami saat kau menggunakan kekuatanmu pada saat-saat terakhir,tapi tetap mengeluarkan kekuatan penuhmu 100% pada sentilan itu... Apa-apan itu nak? Kau keren sekali...!!"
Dan setelah itu,sesuai dugaanku aku kesulitan untuk mendapat hasil yang baik saat tes panjat tebing dan mendapatkan hasil terendah lagi.
"Baiklah,dengan ini semua rangkaian tes sudah selesai.Akan kuperlihatan hasilnya langsung pada kalian untuk menghindari opini bahwa niai ujian ini tidak sesuai dengan apa yang sudah kalian lakukan pada tes itu.Jumlah poinnya sengaja tidak kuperlihatkan tapi akan langsung diakumulasikan kedalam peringkat 1 sampai 21."
Kemudian muncul sebuah proyeksi dari robot yang selama ini mengawasi dan merekam hasil tes kami dari data yang ada pada alat yang dibawa kapten Akasuki.
[Peringkat Tes Pertama Anggota Baru Asosiasi Pahlawan Tokyo]
1.Ozora Britt
2.Satoru Kazuma
3.Takao Sayuri
4.Kobato Asuka
5. Michio Kazuki
6. Toru Ichiro
7. Terra Tomatsu
8. Takahashi Rikka
9. Ryoto Ryuuichi
10. Shoto Akasuki
11. Aashirya
12. Albrecht Alchard
13. Koyuki Kotone
14. Yanmei
15. Naoto Saburo
16. Tetsu Tetsuo
17. Mizushima Kurokage
18. Ayumi Chinami
19. Chiho Kiyoshi
20. Hirasawa Megumi
21. Axelle Arziki Otadan
"Peringkat terakhir... Akan dikeluarkan...."
Aku hanya bisa terdiam dan memasang ekspresi wajah yang pasrah namun tetap tidak bisa terima setelah melihat hasil akhir dari tes itu.
"Aku di peringkat terakhir.Aku memang sudah menduganya,tapi... Peringkat terakhir akan dikeluarkan dari tim ini.Apa itu artinya aku akan dikeluarkan dari Asosiasi Pahlawan Tokyo? Tapi aku tidak mau... Aku tidak menginginkannya... Aku... Aku sangat kesal."
Aku hanya bisa tertunduk sambil menyesali apa yang sudah kulihat pada layar proyeksi itu.Dan beberapa saat kemudian Megumi datang menghampiriku.
"Anu... Bagaimana hasilnya."
"............."
"A-Anu.... Ax-elle..?"
Dan tak lama kemudian Terra juga datang menghampiriku.
"Hiyaaaaah... Yang barusan itu hampir saja ya? Memang bukan hasil yang bisa dibanggakan,tapi setidaknya aku masih bisa merasa tenang karena bisa berada di peringkat ketujuh... Hei Axelle,bagaimana denganmu?"
"Aku gagal."
Terra agak sedikit terdiam begitu mendengar jawaban singkatku.
"Apa...?"
"Eh?! Tidak mungkin... Peringkat terakhirnya..."
Megumi yang tidak percaya dengan apa yang kukatakan mencoba memastikannya.Kemudian mereka berdua menatap layar proyeksi itu sekali lagi dan akhirnya sadar mengapa aku memasang ekspresi seperti ini.
"Tidak mungkin..."
Aku peringkat terakhir.Aku juga sudah menduganya karena memang sejak tes pertama aku mendapat hasil terandah dan hanya bisa dapat hasil yang luar biasa saat tes kekuatan pukulan.Aku sudah tahu.Tapi,aku sangat kesal.Karena aku tidak mau dikeluarkan dari tim ini.Aku tidak mau menjadi orang yang tidak berguna lagi.Karena aku sudah berjanji pada kakakku,dan juga orang yang sudah mengembalikan semangatku untuk terus meraih impianku hingga akhirnya aku bisa sampai kesini.
Disaat aku sudah hampir putus asa dengan apa yang baru saja terjadi padaku hari ini,tiba-tiba terdengar suara kapten Akasuki yang mengatakan hal yang tidak terduga.
"Oh iya,ngomong-ngomong soal pengeluarannya... Itu Cuma bohongan."
"Eh...?"
"Eh...?"
"HEEEEEEEEHHH...?!"
Seketika semua peserta yang ada disana terkejut bukan main stelah mendengar kata-kata kapten Akasuki.
"Jadi itu cuma kebohongam?!"
"Padahal kami sudah bersusah payah mengerahkan semua kemampuan kami agar tidak sampai berada di peringkat terakhir,tapi setelah semua yang kami lakukan ternyata semua itu cuma kebohongan?!"
"Apa-apaan itu?! Padahal kami sudah menganggapnya serius,tapi ternyata Cuma bohongan...!!"
"Dasar tukang kibul...!! Beraninya kau membohongi kami semua...!! Rasanya ingin kusumbat mulutmu itu dengan jaringku...!!"
Terra yang juga terlihat begitu kesal dengan kapten Akasuki terlihat begitu emosi sambil mengangkat kepalan tangannya keatas.
Memang seperti itulah yang diharapkan.Aku sengaja melakukannya supaya kalian sungguh-sungguh dalam menjalani tesnya dan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik.Jawab kapten Akasuki yang tidak terbawa suasana yang sudah memanas dan kembali menengangkan suasana.
"Hhuuuhhhh... Syukurlah,kukira aku akan benar-benar dikeluarkan."
Aku menghela nafas panjang sambil mengelus dadaku sebagai tanda syukurku karena semua informasi tentang pengeluaran itu ternyata hanya main-main.
"Kita beruntung ya Axelle?"
Ujar Megumi yang juga terlihat sangat bersyukur karena aku tidak jadi dikeluarkan.
Baiklah,dengan ini semua rangkaian tes untuk anggota baru Asosiasi Pahlawan sudah selesai.Saat kapten Akasuki hendak pergi meninggalkan lapangan,kapten Akasuki berhenti didepanku dan memintaku untuk mengobati luka dijariku di ruang rehabilitasi.
"Axelle..."
"Iya..."
"Pergilah ke pusat rehabilitasi dan obati lukamu pada wanita itu."
"A-Aahh... Baik."
"Dan satu lagi... Untuk semua anggota baru Asosiasi Pahlawan Tokyo,bagi kalian yang sebelumnya berangkat kesini dari rumah atau dari tempat penginapan kalian bagi yang berasal dari luar negeri,sekarang kalian bisa kembali kerumah kalian masing-masing dan bawa semua barang yang kalian perlukan kesini... Karena mulai besok kalian akan tinggal disini,di asrama yang sudah disiapkan oleh Asosiasi Pahlawan Tokyo."
"Hooaaaaahhh...!!"
"Hoaaaahh... Kita akan tinggal di Asosiasi Pahlawan Tokyo...?! Apa aku sedang bermimpi?! Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau hal seperti ini akan terjadi padaku... Aku merasa senang sekali...!!"
Para peserta terlihat begitu gembira mendengar perkataan kapten Akasuki.Akhirnya kini kami resmi berstatus sebagai anggota Asosiasi Pahlawan Tokyo dan mendapatkan kehormatan untuk bisa tinggal disini.
"Kita akan tinggal bersama-sama di Asosiasi Pahlawan Tokyo..."
"Hoooaa...?! Yang benar nih?! Kita akan tinggal disini?"
Beberapa peserta yang masih belum bisa mempercayai apa yang mereka dengar terus mencoba memastikannya kepada kapten Akasuki.Tentu.Karena mulai hari ini kalian sudah resmi menjadi anggota Asosiasi Pahlawan Tokyo.Dan kalian juga akan mulai bertugas jika suatu saat kalian dibutuhkan.Karena itu kalian diminta untuk tinggal disini agar kami bisa menghubungi kalian dengan mudah jika Asosiasi membutuhkan bantuan kalian.
"Itu saja dariku... Cepatlah kembali ke rumah kalian masing-masing dan kemasi barang-barang kalian lalu kembali kesini malam nanti."
"SIAP KAPTEN...!!"
"Peringkat terakhir adalah titik awalku di Asosiasi Pahlawan Tokyo.Baiklah,mulai sekarang aku akan berlatih lebih keras lagi dan berjuang lebih keras lagi dari yang lainnya agar aku bisa menyusul mereka dan menjadi pahlawan yang hebat seperti Barnard Alison."
Kak Alisha,ku pasti akan menepati janjiku padamu.Aku pasti akan menjadi pahlawan yang hebat seperti Barnard Alison yang dapat melindungi orang banyak.Tidak akan ku biarkan para UIO itu mengambil kakakku satu-satunya dariku.Lihat saja kak,aku pasti akan menjadi pahlwan yang hebat.Bahkan melampaui Barnard Alison.
Setelah menerima perintah terakhir dari kapten Akasuki,kami semua kembali ke tempat tinggal kami masing-masing dan mengemas barang-barang yang dibutuhkan untuk pindah ke asrama Asosiasi Pahlawan Tokyo.
Sesampainya di penginapan,aku langsung mengemasi semua barang-barang yang kubawa dari Indonesia dan berpamitan kepada pemilik penginapan.
"Selamat ya Arziki-san... Mulai sekarang kau sudah resmi menjadi anggota Asosiasi Pahlawan Tokyo... Tolong lindungi kami semua dengan kekuatan kalian ya?"
"Tentu... Terima kasih banyak karena sudah mau menerima saya untuk singgah disini... Dan terima kasih juga atas segala kebaikan anda kepada saya selama saya tinggal disini,saya sangat terbantu berkat anda..."
"Sama-sama... Tidak perlu sampai seperti itu.Sudah menjadi tugasku untuk memberikan pelayanan terbaik kepada kalian yang sudah mau tinggal disini.Jaga dirimu disana ya?"
"Baik.Sampai jumpa..."
"Samai jumpa lagi Arziki-san."
Setalah berpamitan kepada pemilik penginapan tempatku tinggal sebelumnya,aku kembali lagi ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.Setelah melewati berbagai rintangan yang begitu berat selama ujian masuk,malam itu,untuk pertama kalinya kami melangkahkan kaki kami menuju ke Asosiasi Pahlawan Tokyo sebagai anggota resmi.
Sesampainya kami di Asosiasi Pahlawan Tokyo,kami dikumpulkan di sebuah aula dimana sudah ada ketua Asosiasi Pahlawan Tokyo Tuan Hiro Fujikawa,kapten Akasuki Atsuo sebagai kapten kami,serta beberapa orang lainnya yang memegang peran penting di Asosiasi Pahlawan Tokyo.
Baiklah.Dengan ini,kalian harus tahu bahwa mulai sekarang kalian semua yang ada disini bukanlah lagi peserta ujian ataupun orang asing lagi bagi Asosiasi Pahlawan Tokyo.
Karena sekarang kalian semua yang ada disini adalah orang-orang terpilih yang sudah membuktikan kualitas serta kemampuan kalian kepada Asosiasi dan berhasil lulus ujian masuk dan menjadi anggota resmi Asosiasi Pahlawan Tokyo.
Tentunya kalian tidak akan langsung ditugaskan ke luar sana untuk melindungi masyarakat dari para UIO.Kalian akan mendapatkan pelatihan dari kapten kalian Akasuki Atsuo terlebih dahulu selagi mengasah kemampuan kalian baik individu maupun tim.Karena mulai sekarang kalian akan mulai diajarkan untuk bekerja sama sebagai tim untuk melindungi orang-orang dari serangan UIO.Tentunya kalian juga akan segera mendapatkan pengalaman pertama kalian untuk bertugas,tapi itu tidak sekarang.
Semua pahlawan yang bertugas dan yang tetap berada disini akan ditentukan oleh kapten utama kalian atau kapten dari semua pahlawan yang ada disini baik kalian yang masih baru maupun pahlawan profesional yaitu Kazuki Hana.
Dia sekarang berada di ruang kendali di gedung utama yang berada di tengah-tengah area Asosiasi Pahlawan.Dialah yang akan memutuskan siapa saja pahlawan yang akan bertugas berdasarkan jenis UIO dan tingkat kesulitan yang akan dihadapi para pahlawan nantinya.Itu karena UIO tidak hanya satu jenis.
Ada beberapa tipe dari mereka dan meraka memiliki tingkat kekebalan serta cara menyerang yang berbeda-beda.Dan yang disebelahku ini,dia adalah kepala dari pusat rehabilitasi Kawakami Hinata.Dia dan para staff lainnya di pusat rehabilitasi yang akan mengurus para pahlawan yang terluka.
"Untuk sekarang hanya itu yang ingin aku sampaian.Asrama kalian berada di sebelah timur gedung utama.Bawalah barang-barang kalian kesana dan istirahatlah,karena mulai besok kalian akan memulai kegiatan pelatihan kalian bersama kapten Akasuki."
"Baik!"
Setelah menerima sambutan dari ketua Fujikawa,kami langsung menuju ke asrama untuk menaruh barang-barang kami dan beristirahat untuk mempersiapkan kegiatan esok hari.
"Hooaaaa?! Besar sekali gedungnya...!!"
"Jadi mulai sekarang kita akan tinggal disini?"
Kamipun memasuki gedung besar yang akan menjadi tempat tinggal kami mulai sekarang.
"Yah,inilah asrama kalian.Gedung ini terdiri dari 3 lantai.Ruang istirahat,TV,Kulkas,Kamar mandi,Dan peralatan memasak ada di lantai 1.Sedangkan kamar kalian ada di lantai 2 dan 3.Di lantai 2 dan 3,gedung ini dibagi menjadi dua bagian.Lantai 2 adalah kamar untuk anggota laki-laki,dan lantai 3 adalah kamar untuk anggota perempuan.Jika kalian ingin membeli sesuatu,ada pusat perbelanjaan yang berada sekitar 500 meter dari sini.Ada 20 supermarket,10 restoran,dan beberapa toko lainnya,disana kalian bisa dapatkan apapun yang kalian inginkan."
Kapten Akasuki menjelaskan struktur ruangan yang ada di gedung yang akan menjadi tempat tinggal kami mulai sekarang.Aku tak henti-hentinya merasa takjub pada Asosiasi oahlawan terbesar di dunia ini.Tempat ini sudah memiliki segalanya yang kami butuhkan mulai dari sandang pangan hingga hiburan dan tempat latihan.
"Hoaaaaahaaah... Keren,tempat ini memiliki segalanya jadi kita tidak perlu keluar Asosiasi jika ingin membeli sesuatu."
"Tempat ini benar-benar luar biasa.Asosiasi Pahlawan Tokyo memang hebat."
Teman-teman yang lain juga terus berdecak kagum salmbil mengelilingi ruangan utama dilantai satu yang cukup luas.
"Itu saja yang ingin kujelaskan.Untuk pembagian kamarnya sudah tertulis di pintu kamar masing-masing.Cepat pergi ke kamar kalian dan tidurlah.Besok kalian akan memulai kegiatan pelatihan."
"Baik..!!"
Kamipun segera menuju kekamar masing-masing mengikuti instruksi kapten Akasuki.Namun saat kami hendak menuju kekamar kami,tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras dari kejauhan.
*DUARRRRRRR*
Suara apa itu.Salah satu peserta perempuan terkejut mendengar suara ledakan yang tiba-tiba itu.Apapun itu,yang jelas itu bukanlah hal yang baik.Sahut Kazuma yang terlihat tetap enang namun tetap waspada seperti biasanya.Tiba-tiba terdengar suara dari speaker yang terpasang di beberapa sudut diseluruh area Asosiasi Pahlawan Tokyo.
Pengumuman bagi semua penduduk Asosiasi Pahlawan Tokyo,Tembok lapis baja di area 3 baru saja dijebol oleh UIO.Diulangi,tembok lapis baja di area 3 baru saja dijebol oleh UIO.Tipe UIO yang menjebol tembok lapis baja adalah UIO kelas S 15 unit dan UIO kelas B 50 unit dan kelas C 25 unit... Ah tidak,35 unit.
"Area 3?! Tapi itu tidak begitu jauh dari sini."
Ujar kapten Akasuki begitu mendengar pengumuman itu.
Dimohon kepada para staff yang sedang tidak bertugas untuk tetap berada di asrama masing-masing.Untuk para staff yang berada di area 3,dimohon untuk segera mengungsi ke area 2 atau area 4 untuk menghindari jatuhnya korban.Dan kepada semua para pahlawan pro dan pasukan keamanan yang ada di area Asosiasi Pahlawan harap segera menuju ke area 3.
"UIO...?!"
"Cih... Menyerbu disaat Barnard Alison dan Kaminari sedang bertugas... Mereka benar-benar tahu kalau disini sedang kekurangan anggota... Kalian semua tetap disini.Kalian belum mendapat kewenangan untuk bertugas jadi tetaplah disini dan jangan ada yang keluar.Aku akan melihat keadaan disasna."
Kapten Akasuki terlihat sedikit serius begitu pengumuman itu berakhir dan meminta kami untuk tetap di asrama.
"Baik."
Kapten Akasuki segera bergegas pergi menuju ke area 3 untuk menghalau para UIO yang sudah mulai memasuki area pemukiman.
"Rasanya ada yang aneh dengan serangan ini."
Kazuma tiba-tiba merasa curiga akan sesuatu.
"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang aneh?"
Ini hanya dugaanku saja,tapi sejauh ini UIO belum pernah menyerang suatu kota atau pemukiman dalam kelompok besar.Kalaupun mereka menyerang secara berkelompok,paling banyak hanya ada 4 sampai 10 UIO dalam satu kelompok,dan itupun mereka akan berpencar setelah mereka melihat manusia.Tapi rasanya,serangan kali ini seperti terlihat seperti begitu terencana.
"Apa maksudmu?"
Salah satu peserta perempuan yang menggunakan tongkat besi saat tes terlihat bingung dengan maksud kazuma.Yang kemudian disahut oleh peserta perempuan berkacamata dan rambut sepunggung yang dikepang.
"Benar juga... Yang aku tahu,selama ini para UIO hanya menyerang manusia secara individu.Mereka jarang sekali menyerang suatu area pemukiman bersama-sama.Baik itu UIO berukuran kecil hingga yang berukuran raksasa.Tapi ini pertama kalinya aku melihat para UIO menyerang satu area secara berkelompok,bahkan bersama dengan UIO tipe yang lainnya."
Setelah mendengar penjelasannya,peserta yang membawa tongkat besi itu mulai mengerti garis besarnya.
"Benar juga."
Jadi kau mengira bahwa ada seseorang yang bisa mengendalikan mereka dan menyerang Asosiasi Pahlawan secara bergerombol.Tanya si peserta perempuan berkacamata itu.Itu baru dugaanku saja.Dan kita juga belum punya bukti apapun yang bisa membenarkan teori itu.
"Seseorang yang bisa mengendalikan para UIO?"
"Tapi siapa orang yang bisa mengendalikan para monster itu? Dan orang macam apa yang punya kekuatan seperti itu?"
Peserta yang memiliki kekuatan berlian ikut menyumbang pertanyaan pada kazuma.Aku juga tidak tahu.Sudah kubilang ini baru dugaanku saja.Tapi jika itu memanng benar,Asosiasi Pahlawan akan berada dalam bahaya besar.
"Benar... Terlebih lagi tidak ada Barnard Alison juga sedang bertugas sekarang."
Disaat dua pahlawan terkuat di Asosiasi Pahlawan Tokyo sedang bertugas,sekelompok UIO dalam jumlah besar tiba-tiba muncul dan menyerbu Asosiasi Pahlawan.Aku yang hanya masih anggota baru hanya bisa mengikuti perintah kapten Akasuki dan percaya pada kekuatan dari para pahlawan pro.
"Masa bodoh dengan teori abal-abalmu itu.Ini adalah Asosiasi Pahlawn Tokyo.Pahlawan yang ada disini adalah orang-orang terkuat yang ada didunia ini.Kalau hanya mengurus kecoa seperti itu saja mereka tidak bisa,lebih baik mereka mati saja."
Kata-kata Ozora memang terdengar sedikit kasar,tapi disisi lain aku juga setuju dengannya.Para pahlawan yang ada disini adalah para pahlawan terkuat yang ada saat ini.Ditambah lagi ada pasukan keamanan Asosiasi Pahlawan Tokyo yang memiliki senjata canggih yang mampu menembus tubuh para UIO,dan bahkan belum dimiliki tentara militer di negara manapun.Sementara itu di area 3 Aosisasi Pahlawan Tokyo,para UIO sudah mulai memasuki wilayah pemukiman dan menghancurkan apapun yang ada didepan mereka.Suara tembakan terdengar dimana-mana satu demi satu UIO berhasil ditumbangkan.
"Tembak mereka semua..!! Jangan biarkan satupun dari mereka menyentuh para penduduk..!!"
"Baik..!!"
Disaat para pahlawan pro dan para pasukan keamanan Asosisasi Pahlawan Tokyo sedang bersusah payah mengalahkan satu per satu UIO,dua orang misterius dengan seluruh tubuh yang berwarna hitam sedang berdiri diatas tembok baja yang menjadi jalan masuk bagi para UIO.
"Hahahahaha... Pemandangan yang begitu indah... Hanya tinggal menunggu waktu bagi planet yang menyedihkan ini untuk dihancurkan."
Sementara itu satu orang misterius lainnya yang nampak seperti bawahannya yang memiliki badan yang lebih besar mendekatinya dan bicara padanya.
Seperinya mereka mulai berhasil mengalahkan beberapa tentara kita.Apa aku juga harus ikut turun kesana,Death Eye 01.Tidak perlu terburu-buru.Lagipula tujuan kita kesini hanya untuk memastikan apakah target kita benar-benar ada ditempat ini.Jangan lupakan apa alasan kita datang kesini.
"Tujuan kita hanya satu... Mengambil kembali harta suci yang hilang dan membunuh orang yang sudah berani mencurinya.Dan orang itu adalah... Barnard Alison."
Dimalam yang diterangi sinar bulan dan bintang itu,suara ledakan dan tetesan darah menghiasi area 3 Asosiasi Pahlawan Tokyo.Para pahlawan pro yang ada beserta pasukan keamanan Asosiasi Pahlawan berjuang dengan segala kemampuan mereka untuk menghentikan para UIO yang semakin menggila dan menghancurkan apapun yang ada didepannya.Dan disaat harapan untuk menang mulai menipis,disanalah sang pahlawan muncul dengan setitik kekuatan tuhan yang dijatuhkan ke bumi dan mengembalikan keadaan.Cahaya baru yang lebih terang telah terlahir untuk melindungi umat manusia dari kepunahan akibat serangan monster misterius yang masih belum jelas asal-usulnya.
__ADS_1