
Keesokan harinya,aku pergi ke tempat yang sudah ditentukan oleh Barnard Alison untuk menjalani latihan yang dijanjikan sebelum mendaftar ke Asosiasi Pahlawan.Tempat itu berada di daerah pegunungan ditengah hutan.Tapi aku terkejut setelah melihat tempat yang dimaksud Barnard Alison ternyata adalah tempat bekas penambangan batu bara yang sudah lama tidak terpakai.Terlihat beberapa bongkahan batu besar yang sepertinya adalah pecahan-pecahan batu yang jatuh dari tebing diatas tembang ini.
“T-Tempat apa ini?”
“Yo! Akhirnya kau datang juga Axelle?”
“Barnard Alison? Anu... Apa kau yakin ini tempat yang benar?”
“Tentu saja.Disini kau akan memulai hari pertamamu yang penuh dengan rasa sakit dan penderitaan sebelum hari pendaftaran Asosiasi Pahlawan Tokyo.”
Dan tanpa menunggu lama Barnard Alison menjelaskan menu latihan yang akan kujalani selama 5 bulan sebelum hari pendaftaran Asosiasi Pahlawan Tokyo dibuka.100 kali push up,100 kali shit up,100 kali squat jump,dan lari 10 kilometer adalah menu pembuka di awal latihanku yang baru saja dimulai beberapa detik yang lalu.
“Apa!? Kurasa aku akan mati sebelum melakukan latihan mengerikan ini.”
“Hmmm? Ada apa?
“Eh? Ah-hahahah... Tidak,tidak ada apa-apa.”
Dan disinilah aku memulai perjuanganku demi bisa mewujudkan impianku masuk ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.Demi bisa meneima kekuatan luar biasa dari seorang Barnard Alison,aku harus bisa melewati ujian pertama ini.
Setiap hari,aku selalu berjuang mati-matian menjalani menu latihan yang ditetapkan Barnard Alison.Seluruh sendi ditubuhku bergetar hebat,dan seluruh tubuhku mati rasa,namun aku tetap bertekad untuk terus melakukannya demi menggapai impianku menjadi top hero.Hari demi hari kulewati dengan latihan keras dan tak lupa juga dengan makan makanan yang bergizi yang kubeli di kota terdekat saat istirahat atau setelah latihan hari ini berakhir agar aku tetap memiliki tenaga yang cukup untuk menjalani latihanku.
Setiap kali menu latihan sudah berhasil dikuasai dan sudah mulai terbiasa,maka menu latihan akan ditingkatkan dua kali lipat setelah istirahat siang atau keesokan harinya.Tentunya ini bukanlah hal yang mudah bagi seseorang yang belum pernah melakukan kegiatan fisik seberat ini.Terlebih lagi bagiku yang terlahir tanpa kekuatan jadi aku jarang sekali melatih fisikku selain saat jam olahraga di sekolah.
- [Hari Ketiga Pelatihan] -
“31,32,33,34,35 ........... 40,41,42 ............”
*Brug!!*
“Aaaarghh...”
Seluruh tubuhku sakit dan mati rasa.Aku bahkan tidak bisa merasakan tanah yang kusentuh dibawahku.Aku merintih sambil merapatkan gigiku yang sedang menahan rasa sakit yang begitu hebat dari setiap sendi di tubuhku.
Ada apa nak.Apa kau sudah menyerah.Apa hanya segitu saja kemampuanmu.Bangkitlah nak,Tunjukkan semangatmu saat meneriakkan cita-citamu tempo hari lalu.47,48,49,50 ... Ayo tunjukkan kemampuanmu.Barnard Alison terus berteriak menyemangatiku setiap saat.
Meski tubuhku serasa sudah mati rasa dan sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang begitu hebat,namun aku tetap bertekad untuk menerjang setiap menu latihan yang ada dengan mengingat kembali janjiku pada kakakku untuk menjadi top hero ketika aku kembali nanti.
“Hooaaaaaaaaaaaaaaahh!”
Ayo tarik terus.Kerahkan semua kekuatanmu.Aku sama sekali tidak melihat batu itu bergeser 1 cm pun dari sana.Ayo tunjukkan kemampuanmu nak.Teriak Barnard Alison saat mengawasi ku di sesi laihan menarik batu raksasa dibelakangku dengan tambang yang melingkar di tubuhku.
“U-Ukh... Kh... Hooaaaaaaaahh!!”
Urat di kepala,leher dan tangan ku mulai terlihat ketika aku mulai menarik batu raksasa itu dengan paksa menggunakan seluruh tenagaku.
“Bagus nak,pertahankan dan teruslah seperti itu.Ingat,yang kau tuju adalah Asosiasi Pahlawan Dunia.Kerahkan semua kekuatanmu disini dan berlatihlah dengan penuh semangat.”
“Yes Sir!”
- [Hari Ke 61 Pelatihan] –
97,98,99,100... Baiklah,sepertinya kau sudah bisa terbiasa dengan porsi latihanmu yang sekarang.Jadi,mulai setelah makan siang nanti,porsi latihan akan ditingkatkan 2 kali lipat.Push Up 200 kali,Sit Up 200 kali,Squat Jump 200 kali,Lari 20 kilometer,dan akan ada hadiah tambahan saat sesi latihan memindahkan batu.Seru Barnard Alison yang merasa bahwa aku sudah mulai bisa terbiasa dengan menu latihan saat ini dan melanjutkannya ke tahap selanjutnya.
“Yes Sir!”
Namun saat aku mulai menarik batu raksasa yang sepertinya ukurannya tidak berubah dengan yang biasa ku tarik,aku mulai merasakan perbedaan yang begitu besar dengan beratnya begitu Barnard Alison duduk diatas batu itu.
“Huaaaaaaaaahaaaaaaaakkkk...!! .Be-Berat sekali.Tidak mungkin,ini tidak mungkin.”
Batu ini jadi berkali-kali lipat lebih berat dari yang biasa ku pindahkan setiap hari.Barnard Alison,berapa berat badanmu sebenarnya.Keluhku saat Barnard Alison duduk diatas batu besar yang sedang kutarik dengan tali tambang yang melingkar ditubuhku.
“Oohohoh... Perkataanmu yang barusan itu kejam sekali nak,untungnya aku ini laki-laki dan bukan perempuan.Karena kau pasti sudah ditendang dengan hak tinggi jika kata-katamu bausan kau tujukan pada seorang gadis.”
“I-Iyaaah,tentu saja.Aku juga tahu itu.Tapi bukan itu yang aku tanyakan.”
Jawabu agak tersentak setelah memasang ekspresi datar begitu mendengar jawaban Barnard Alison yang sama sekali tidak nyambung dengan pertanyaanku.
HA-HA-HA-HA.Berat badanku ini harusnya tidak lebih dari 70 kilogram.Hanya saja kostum yang kukenakan ini bukanlah kostum biasa.Untuk sepatu ini saja beratnya sekitar 10 kilogram,dan sarung tangan ku masing-masing 15 kilogram.Jadi,kalau ditotal dengan berat badanku jadi sekitar 110 kilogram dan ditambah dengan batu yang kau tarik ini kira-kira sekitar 80 kilogram jadi total keseluruhan berat yang harus kau tarik adalah 190 kilogram.Jawab Barnard Alison begitu percaya diri sambil menyuarakan tawa khasnya.
“Apa...?! Aaaaaaaah... Rasanya ada sesuatu yang akan keluar dari tubuhku.”
Jawabku yang begitu shock setelah mengetahui perbedaan berat batu ini yang begitu signifikan setelah Barnard Alison mendudukinya.Ini sih namanya bukan dua kali lipat lagi.Benar-benar hadiah istimewa.keluhku dalam hati.Tapi disisi lain aku juga kepikiran bagaimana bisa dia bergerak senormal itu jika kostum yang dia kenakan seberat itu.
“Berhentilah merengek Axelle.Kekuatan yang akan kau dapatkan nanti adalah kekuatan besar yang sudah menjadi simbol perdamaian dunia selama bertahun-tahun dari generasi ke generasi.Dan sudah dipercayakan untuk menjaga kelangsungan hidup umat manusia hingga sekarang.Dan kini kau sedang dalam proses untuk menjadi generasi selanjutnya yang akan mengemban tanggung jawab besar ini.”
Perkataan Barnard Alison tadi kembali membakar semangatku untuk berlatih lebih keras lagi.
“Ayo nak.Kerahkanlah semua yang kau punya dan tarik batu besar ini!”
“Yes Sir!”
“Hooaaaaaaaaaaahh..!!”
Aku kembali melanjutkan latihan keras yang diberikan Barnard Alison padaku.Pagi hari,Sore hingga malam hari kulewati dengan penuh rasa sakit dari setiap sendi yang mengeluarkan suara yang mengerikan setiap kali aku mencoba menggerakkan tubuhku.
- [Hari ke 92 pelatihan] -
Tanpa sepengetahuan Barnard Alison,aku berlatih sendiri secara diam-diam saat malam hari disaat Barnard Alison sedang tidur.Meski rasa sakit sudah kurasakan di setiap sendi di srluruh tubuhku,namun aku tetap melanjutkan latihanku agar aku bisa mewujudkan cita-citaku.
Tidak,begini saja tidak akan cukup.Aku harus lebih melatih tubuhku lagi demi bisa menerima kekuatan besar dari seorang Barnard Alison.Seru ku dalam hati yang masih merasa bahwa hal seperti ini saja masih belum cukup untuk bisa membuatku siap menerima kekuatan dari seorang pahlawan terhebat.
“510,511,512,513,514,515... Aaaaargghh,Sendiku... Sakit sekali.Tapi aku tidak boleh menyerah... 551,552,553....”
- [Pagi Harinya.] –
Pagi itu,aku kembali memulai kegiatan latihanku seperti biasanya.Kurasakan setiap jengkal di seluruh tubuhku seperti tersayat benda tajam yang disertai suara yang mengerikan dari setiap sendi di tubuhku setiap kali aku mencoba menggerakkan tubuhku.
“Baiklah,kali ini Push Up 400 kali,Sit up 400 kali,Squat Jump 400 kali,lari 40 km,dan memindahkan batu dengan beban seperti biasanya.”
“Y-Yes...S-Sir ...”
Saat sedang latihan menarik batu,aku mulai merasa bahwa ini sudah hampir mencapai batasku dalam menjalani latihan neraka ini.Seluruh sendi dan tubuhku bergetar hebat,sekujur tubuhku mati rasa,tubuhku mulai melemah dan pandanganku mulai memudar.Dan ditengah latihan,aku terjatuh dan tergolek lemah ditanah.
*Brug*
Hmmm Ada apa nak.Apa kau sudah tidak kuat lagi? Apa kau pikir sebaiknya kita istirahat sejenak? Bukankah istirahat 1 hari saja tidak akan jadi masalah? Dengar nak,jika kau hanya bermalas-malasan seperti ini,kau hanya akan jadi keset yang diinjak-injak oleh peserta lain saat kau sudah tiba di Asosiasi Pahlawan Tokyo nanti.Disanalah kau akan mulai menghadapi ujian yang sesugguhnya.Barnard Alison menegurku yang sudah tergolek lemah dengan sedikit ejekan saat latihan baru mulai beberapa saat yang lalu.Jawabanku sedikit tertahan karena kurasa tenagaku memang sudah benar-benar tidak tersisa sedikitpun bahkan sekedar untuk menggerakkan jariku ataupun mengangkat kepalaku.
“Aku tahu... Aku tahu itu... Barnard Alison.”
Jawabku seingkat dengan mengerahkan sisa tenaga yang masih kupunya.Barnard Alison melihat sekujur tubuhku yang sudah bergetar dan sudah mencapai batasnya dengan wajah yang sudah pucat dan tak berdaya.Dan seketika itu juga Barnard Alison menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
“Latihan diluar porsi yang sudah kuberikan ya? Nak,kenapa kau tidak mematuhi peraturan dan porsi latihan yang sudah kusiapkan untukmu?!”
“Maafkan aku... Barnard Alison.Aku melakukannya karena kupikir aku tidak akan bisa menerima kekuatan seorang Barnard Alison yang begitu besar dengan tubuhku yang lemah ini.Selain itu,aku ingin siap secara keseluruhan,baik fisik dan mental saat aku sudah berada di Asosiasi Pahlawan Tokyo nanti.Aku juga ingin menjawab kepercayaan yang sudah diberikan kakakku dengan menjadi pahlawan yang hebat saat aku kembali nanti.Karena aku tahu,saat aku sudah sampai disana nanti,yang akan kuhadapi adalah mereka yang memiliki kekuatan dan bakat yang luar biasa,yang sudah mereka miliki dan sudah mereka latih sejak kecil.Bukan orang lemah sepertiku.Karena itu... karena itu... aku harus,menjadi lebih kuat lagi.Bar-nard Ali-son.”
Dan pada akhirnya aku tergeletak pingsan karena kehabisan tenaga.Barnard Alison menghampiriku dan menggendongku kembali ke tempat pelatihan.
“Kau sudah melakukan sesuatu yang tidak pernah kuduga nak.Tekad dan semangatmu demi mengejar impianmu benar-benar luar biasa.Aku benar-benar merasa terhormat bisa bertemu dengan anak sepertimu dan sudah memilihmu untuk mewarisi Compaq Power.Istirahatlah Axelle,hari ini akan kuberikan kau libur hingga 1 minggu kedepan”
- [ Hari ke 135 Pelatihan] –
“Baiklah kali ini kita akan melatih pukulanmu.”
Barnard Alison Mengepalkan kedua tangannya dengan penuh semangat dan mengarahkannya padaku.Kepalkan tanganmu nak.Kita akan mengadu pukulan tinju kita.Kerahkan seluruh kekuatanmu dan arahkan pukulanmu kemari sekuat tenaga.
“Baik.”
Kukerahkan semua tenagaku dan mengarahkan pukulanku sekuat tenaga kearah kepalan tangan Barnard Alison.
“Lebih kuat lagi nak! Tunjukkan hasil latihanmu sejak awal hingga sekarang.”
“Yes Sir!”
Hari demi hari telah berlalu,dan kini hari yang akan menentukan masa depanku telah tiba di depan mataku.Hari dimana aku akan menerima kekuatan yang dijanjikan Barnard Alison kepadaku dan pergi ke Tokyo untuk mendaftarkan diri ke Asosiasi Pahlawan Dunia.Malam itu,Barnard Alison berbicara padaku bahwa ini sudah wakunya untuk menepati janjinya 5 bulan yang lalu.
Baiklah nak.Kau sudah menjalani latihanmu dengan cukup baik selama 5 bulan ini,dan sekarang adalah hari dimana aku akan menepati janjiku.Kita akan menuju ke proses akhir dari latihanmu selama ini.Ujar Barnard Alison dengan nada bicara yang agak sedikit dibuat berat agar terlihat keren didepanku.
Proses akhir.Jadi masih ada lagi.Tapi bukankah hari pendaftaran anggota baru Asosiasi pahlawan akan dibuka dalam 2 minggu lagi ? Dan aku bahkan belum sempat memesan tiket pesawat dan mencari tempat tinggal saat aku sudah tiba disana nanti.Tanyaku yang masih belum sepenuhnya memahami maksud dari perkataan Barnard Alison.
Tapi kali ini Barnard Alison tidak menjawab pertanyaanku dan langsung mengarahkan kedua tangannya membuka kostum berbahan elastis yang ia kenakan.Dia membuka kostumnya perlahan-lahan dan terlihat sebuah benda kecil seukuran kepalan tangan bercahaya didadanya seperti menyatu dengan daging dan kulitnya.
“Nak,inilah sumber dari kekuatanku yang sebenarnya.Setitik kekuatan tuhan yang dititipkan pada penghuni bumi yang terpilih demi melundungi umat manusia dari segala bentuk kejahatan.Compaq Power.”
Compaq Power.Aku bermonolog dengan ekspresi kagum yang belum pernah kutunjukkan sebelumnya selagi mengajukan satu kalimat tanya retoris.Bagaikan melihat keajaiban dunia yang terindah,kapsul itu begitu bercahaya dan mengeluarkan sedikit suara bergemericik yang jika kudengar agak mirip suara matrix.
Benar,inilah sumber dari kekuatanku yang sebenarnya,Seven Swell.Kekuatan dari 7 kepingan inti bintang di alam semesta yang tersegel dalam sebuah kapsul khusus bernama Compaq Power.Alasan mengapa aku memintamu untuk melatih fisikmu adalah agar kau bisa menahan efek dari kekuatan Seven Swell ini.Karena sesungguhnya kekuatan ini terdiri dari 7 tingkatan yang terbagi dalam 7 gerbang.
“ 7 gerbang? “
“Ya.Dan kekuatan pukulan dahsyat yang kau lihat saat aku mengalahkan UIO waktu itu adalah gerbang pertama.”
“Seven Swell... Tu—... Jadi kekuatan dahsyat itu baru gerbang pertama?!”
Itu baru gerbang pertama.Dan jika kapasitas tubuhmu sudah mencukupi,maka gerbang selanjutnya bisa terbuka dan akan ada kekuatan yang lebih besar lagi setiap kau membuka gerbang selanjutnya.Tapi itu juga bukan hal yang mudah,jadi kau harus tetap melatih tubuhmu agar bisa menjadi lebih kuat lagi.Barnard Alison menarik benda itu dari dadanya dan membeikannya padaku.Benda itu mengapung diatas telapak tangannya setelah mengakhiri penjelasannya.
“Terimalah nak.Sekarang,kupercayakan kekuatan ini pada generasi selanjutnya.Jagalah Compaq Power ini dan gunakanlah kekuatannya dengan bijak.
Benda itu begitu terang dan bersinar.Aku hanya bisa terdiam dan terpesona akan kilauan cahaya hijau keemasan yang begitu indah dari benda itu.Dengan perasaan yang masih bercampur aduk,aku mengadahkan kedua tanganku dan menerima sebuah benda berharga yang sudah menjadi sumber kekuatan pelindung bagi umat manusia selama bertahun-tahun.Benda itu mengapung diatas tanganku dan kemudian melayang dengan sendirinya mendekati tubuhku.
“Be-Benda ini bergerak sendiri!?”
Karena pada dasarnya Compaq Power adalah sumber kekuatan yang sangat besar dan harus tetap ada serta harus selalu berada ditangan orang yang tepat demi menjaga kelangsungan hidup umat manusia.Meskipun sekarang sudah banyak pahlawan dengan berbagai kekuatan yang hebat,namun kekuatan compaq power tetap menjadi kekuatan yang mempu menghancurkan para UIO.Oleh karena itu,ketika setiap pengguna Compaq Power di generasi sebelumnya merasa waktu giliran mereka sudah hampir berakhir,maka mereka akan mencari calon penerus yang benar-benar tepat untuk mewarisi harta peninggalan paling berharga dari generari ke generasi ini.Bahkan sebenarnya,tanpa harus mencari pewaris pun,Compaq Power akan memilih sendiri orang yang pantas untuk mewarisi kekuatannya.
Dan saat aku melihatmu bertarung mati-matian demi menyelamatkan kakakmu waktu itu,aku merasakan sensasi yang berbeda dari Compaq Power terhadap dirimu.Dan dia telah memilihmu nak.Karena itu kau pantas untuk menerimanya.
Mataku berkaca-kaca mendengar kata-kata Barnard Alison barusan.Compaq Power itu mulai bergerak mendekati tubuhku dan menempel masuk ke dalam tubuhku.Terasa sensasi seperti ada sesuatu yang hendak meledak dari dalam tubuhku.Pandangan sekitarku seketika berubah hitam dan terlihat kilapan-kilapan cahaya dengan 7 warna berbeda disekelilingku.Dan setelah beberapa saat pandanganku kembali dan semuanya kembali normal.
“Yang barusan itu,apa?”
“Selamat nak,sekarang kau adalah pewaris baru dari kekuatan Compaq Power.Jaga dan gunakanlah kekuatannya dengan bijak atas dasar keadilan dan keinginan yang kuat untuk melindungi sesuatu yang kau sayangi.”
“Yes Sir!”
Gerbang pertama akan terbuka dengan sendirinya setelah Compaq Power masuk kedalam tubuhmu.Namun ada hal yang perlu kau lakukan untuk memicu agar kekuatan itu muncul dan bisa kau gunakan.Barnard Alison memberiku sedikit nasihat agar aku bisa segera beradaptasi ketika menggunakan kekuatannya.
“Apa itu?”
“Nanti akan kujelaskan setelah kau sampai di Tokyo.”
Tak lama kemudian,terdengar suara semacam deringan dari benda mirip kalung yang melingkar ketat di leher Barnard Alison.
“Aaaah... Iya ini aku.”
“Barnard Alison kemana saja kau?!”
“A-Aaaaahahahah... I-Iyaaaah.Jadi begini,ada beberapa urusan yang harus kuselesaikan.Jadi sementara waktu aku tidak bisa menemuimu.”
Terdengar suara teriakan keras yang membentak Barnard Alison dari kalung itu.Barnard Alison terlihat agak sedikit memakasakan tawanya dan agak terbata-bata mejawab panggilan itu.Kembalilah sekarang juga! Ada banyak hal yang harus kau jelaskan padaku! Atau akan ku adukan kau pada ketua.
__ADS_1
“A-Aaaahh,iya iya aku kesana.”
“Pergilah ke koordinat yang ku kirimkan dan akan ku kirim pesawat untuk menjemputmu.”
Dan panggilan itu pun langsung berakhir sebelum Barnard Alison sempat menjawabnya.Barnard Alison tertawa dihadapanku dengan ekspresi yang pucat dan wajah yang masih penuh keringat dingin setelah menerima panggilan itu.
“Eheheheh...”
“Aaah... Kau,tidak apa-apa?”
Tanyaku yang agak sedikit khawatir dengan keadaanya.
“Aahahahah... Tidak ada apa-apa.Tenang saja,tidak ada yang perlu di khawatirkan.Semuanya baik-baik saja."
“Tidak,bukan itu yang aku tanyakan.”
Aku baru tahu kalau seorang Barnard Alison ternyata juga bisa takluk oleh teriakan seorang wanita.Wanita itu memang luar biasa.Aku jadi teringat ketika sedang dimarahi kakakku karena pulang terlambat.Intinya hanya ada dua hal yang perlu kau ingat ketika berhadapan dengan seorang wanita.Yaitu pasal satu wanita selalu benar.Dan pasal kedua,jika wanita melakukan kesalahan kembali ke pasal satu.Aku bergumam dalam hati setelah melihat reaksi Barnard Alison yang seperti itu setelah menjawab panggilan dari seseeorang.
Setelah menerima panggilan itu,Barnard Alison berpamitan padaku dan begregas kembali ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.
“Maaf Axelle,sepertinya aku harus segera kembali ke Asosiasi Pahlawan Tokyo sekarang juga.Maaf karena aku tidak bisa mengantarmu kembali kerumah.Karena jika aku tidak segera kembali ke Asosiasi Pahlawan aku akan dapat masalah besar.”
Tidak,tidak apa-apa.Aku juga tahu bagaimana rasanya jadi tidak usah sungkan,Barnard Alison.Jawabku agak sedikit pelan sebagai sesama pihak yang benar-benar mengerti seberapa mengerikannya seorang wanita.
“Aku pergi dulu ya.Hati-hati saat kau ingin mencoba kekuatan itu.Kau masih belum mengetahui seberapa besar kekuatan yang kau keluarkan,jadi aku agak khawatir.”
Tenang saja,aku ini bukan anak kecil.Aku tidak akan menggunakannya sembarangan.Terima kasih untuk semuanya selama 5 bulan ini Barnard Alison.Tidak akan ku sia-siakan semua yang sudah kau ajarkan padaku.Akan kukerahkan semuanya saat aku sampai di Tokyo nanti.jawabku percaya diri.
“Bagus nak.Berjuanglah,aku akan menunggumu di garis finish saat ujian nanti.”
Garis finish.Apa maksudmu.Aku agak terdiam setelah dia membahas soal garis finish yang sama sekali tidak ku mengerti.Tapi belum sempat aku mendapat jawabannya Barnard Alison sudah memasang ancang-ancang dan melompat sangat tinggi dan pergi meninggalkanku.
“Sampai nanti nak.Berjuanglah dengan segenap kemampuanmu saat tiba disana nanti.”
“Ah... Baik.”
Apa yang dia maksud dengan garis finish ya.Ah sudahlah,sekarang aku tinggal pulang kerumah dan mempersiapkan semua yang kubutuhkan untuk berangkat ke Tokyo.Aku pun berjalan kembali pulang ke rumah ditengah sunyinya malam yang diterangi cahaya bulan dan bintang setelah menjalani latihan yang berat selama 5 bulan bersama Barnard Alison sambil terus memikirkan maksud dari kata garis finish itu.
[*Suara pintu terbuka]
“Kakak,Aku pulang.”
“Axelle,kau sudah kembali? Bagaimana latihanmu bersama Barnard Alison?”
Kakakku yang sedang mencuci piring dan perralatan memasak langsung menyambutku dengan senyuman hangat yang sudah 5 bulan tidak kulihat selama menjalani latihan bersama Barnard Alison.Aku sudah pulang kak Alisha.Yah,aku sudah selesai dengan latihanku dan sekarang aku mau menyiapkan semua keperluanku untuk berangkat ke Tokyo karena pendaftaran anggota baru Asosiasi Pahlawan akan dibuka dalam 2 minggu lagi.Jawabku santai.
Karena tak ingin membuang waktu,aku langsung bergegas berjalan menuju ke kamar setibanya dirumah untuk mempersiapkan pakaian serta keperluan lainnya.Namun kak Alisha memanggilku saat aku hendak menuju ke kamarku.
“Axelle.”
“Iya kak?”
“Makan malam dulu.Aku sudah membuat iga bakar sapi,Selat Solo,Sate Buntel,Lele bakar dan susu sapi segar.”
“Huwaaaahaaahh... Kelihatannya enak.”
Tanpa sadar air liur dimulutku sudah sedikit mengalir keluar.Sebenarnya aku sudah makan sebelum kembali kesini tadi,tapi setelah mendengar menu makan malam yang kakak buat aku jadi lapar lagi.Seru ku sambil menghapus air liur dimulutku.Aku langsung terpikat oleh suara kak Alisha ketika ia menyebutkan menu makan malam yang dia buat untukku dengan menunjukkan ekspresi aneh seolah aku tidak pernah makan selama 1 minggu.
“Kalau begitu makanlah.Kau sudah menjalani hari-hari yang berat selama kau berlatih bersama Barnard Alison bukan? Aku yakin kau pasti lelah.”
“Baiklah... Kalau begitu,mari makan.”
*Tap... Tap... Tap...
Aku langsung berlari menuruni tangga dan menuju ke meja makan dengan penuh semangat.Namun aku langsung tersentak ketika kak Alisha tiba-tiba berteriak paaku dengan suara tegas.
“Axelle..!! Cuci tanganmu dulu..!! Sudah berapa kali aku mengingatkanmu agar mencuci tangan sebelum makan!?”
“A-Aaaahahahahah.... Baik kak.”
Aku hanya bisa menjawabnya dengan tawa kecil sambil menggaruk kepala ku.Terasa keringat dingin langsung mengalir deras di seluruh tubuhku mengetahui sudah cukup lama aku tidak melihat kakakku marah seperti ini.Sepertinya aku mulai mengerti mengapa Barnard Alison sampai terburu-buru kembali ke Asosiasi Pahlawan Tokyo setelah mendapat panggilan itu.Gumamku dalam hati selagi mencuci tanganku.
Sementara itu di Asosiasi Pahlawan Tokyo.Terdengar suara pintu otimatis yang terbukapana.Barnard Alison yang baru saja tiba di Asosiasi Pahlawan Tokyo langsung membuka percakapan dengan sebuah tawa yang tidak serius.
“Aaaaahahaahh... Maaf,jadi begini,sebenarnya aku—“
Apa yang sebenarnya kau pikirkan hah.Kemana saja kau selama 5 bulan ini.Apa kau tidak ingat kalau disini sedang kekurangan orang karena para anggota yang ada sedang terluka akibat serangan UIO 5 bulan yang lalu di Indonesia.Seorang wanita cantik langsung membentak Barnard Alison sesaat ia masuk ke ruangan itu.
“I-Iyaaaa... Anu... Tapi,bukankah aku sudah mengalahkan 7 diantaranya?”
Barnard Alison agak sedikit menahan diri saat hendak berdalih.
“Kau memang mengalahkan 7 diantaranya seorang diri,tapi setelah itu kau menghilang dan tidak membantu rekan-rekanmu yang lain yang sedang menahan 13 UIO tersisa di daerah lain.Selain itu kau juga tidak menjawab panggilanku.Ada apa denganmu?!”
Uhk.Tapi,bukankah disana sudah ada kaminari.Jawab Barnard Alison yang masih mencoba untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.Aku memang ada disana Barnard.Tapi bukan berarti kau bisa menyerahkan semua anggota tim kepadaku dan berkeliaran sendirian.Seorang pria dengan bentuk tubuh yang tidak kalah besar dari Barnard Alison dan diselimuti petir disekujur tubuhnya masuk ditengah perdebatan.
“Tidak,bukan begitu.Disana keadaannya sangat darurat.Waktu itu masih tersisa 2 UIO,aku sudah mengalahkan salah satunya dan saat aku sedang mencari yang terakhir aku menemukannya hendak memakan seorang gadis.Disana juga ada seorang anak laki-laki yang rela mengorbankan nyawanya dan bertarung mati-matian demi menyelamatkan gadis itu.”
“Tapi bukankah seharusnya kau bisa mengalahkan UIO itu dengan mudah dengan kekuatanmu yang sudah diakui sebagai yang terkuat diseluruh dunia itu?”
“A-Aaaahh... Soal itu,anu...”
Barnard Alison semakin terpojok dan mulai kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan mereka.
“Barnard Alison,aku tahu kau bukanlah tipe orang yang akan membiarkan seseorang yang membutuhkan pertolongan.Terlebih lagi didalam ceritamu kau menyebutkan bahwa ada seorang anak laki-laki yang berjuang mati-matian bertarung dengan UIO itu demi menyelamatkan gadis yang kau maksud tadi.Barnard Alison,Apakah kau menemukan sesuatu yang menarik disana hingga kau sampai rela berlama-lama disana?”
Disaat keadaan sudah semakin memanas,tiba-tiba muncul seorang laki-laki bertubuh kecil dan imut bicara pada Barnard Alison.Ketua Fujikawa.Terima kasih atas pengertian anda.Jadi,apa yang kau temukan disana Barnard Alison.Laki-laki bertubuh kecil dan imut itu bicara pada Barnard Alison dengan suara yang lembut.
Hmmm Sudah kuduga kau bukanlah tipe orang yang akan mengambil tindakan ceroboh tanpa alasan yang jelas.Kalau begitu tolong ceritakan padaku.Hal menarik seperti apakah yang ditemukan seorang Barnard Alison selama di Indonesia hingga kau betah menetap dissana hingga 5 bulan tanpa memberi kabar pada Asosiasi.laki-laki berbadan kecil dan imut itu kembali mengajukan pertanyaan kepada Barnard Alison dengan nada lembut.
Jangan bilang kalau kau berlibur di Bali atau di Lombok atau di Raja Ampat atau di Pulau Komodo selama 5 bulan kau menetap disana.Kaminari menyerobot dengan ekspresi curiga yang dibuat agak sedikit berlebihan.
“Tentu saja bukan!... Yah,meskipun aku juga mau berkunjung kesana juga tadinya sebelum dihubungi Hana-chan.”
“Apa!?”
Wanita yang sebelumnya memarahi Barnard Alison tadi sontak berteriak.
Tu-Tunggu dulu,aku kan sudah bilang kalau tadinya aku ingin kesana sebelum kau menghubungiku.Karena kau sudah menghubungiku duluan jadi aku memang tidak jadi kesana.Barnard Alison yang tersentak karena teriakan yang tiba-tiba itu mulai memberikan penjelasan dengan keringat dingin yang mengalir deras di wajahnya.
“Jadi hal seperti apakah yang bisa menghambatmu hingga bisa bertahan selama 5 bulan disana tanpa memberi kabar kepada kami disini?”
Laki-laki bertubuh kecil tadi kembali bertanya kepada Barnard Alison dam kembali menenangkan suasana.
“Ah,Anu... Sebenarnya ketua Fujikawa,jadi sebenarnya saat aku hendak menyelamatkan gadis yang hendak dimakan UIO itu—“
“Jadi kau sudah menemukannya ya?”
Laki-laki imut yang diyakini sebagai ketua dari Asosiasi Pahlawan Tokyo itu langsung memotong penjelasan Barnard Alison tepat pada kalimat terakhir.
“Ah... Benar.Aku sudah menemukannya.”
Apa itu.Apa yang kau temukan disana Barnard.Memangnya ada apa disana.Kaminari yang sudah terlihat begitu penasaran kembali memeotong pembicaraan.Namun segera disambut dengan panggilan dari ketua Fujikawa.
“Kaminari....”
“Iya ketua.”
“Tolong pergilah ke pusat rehabilitasi dan lihat ada berapa anggota yang sudah pulih dan bisa kembali bertugas.Kita akan memperketat keamanan mengingat hari pendaftaran anggota baru Asosiasi Pahlawan Tokyo akan segera tiba.”
“Baik ketua.Kalau begitu saya permisi.”
Kaminari meninggalkan Barnard Alison dan yang lainnya setelah menerima perintah dari pria kecil itu.
[*Suara pintu otomatis terbuka]
Sambil berjalan ke pusat rehabilitasi,Kaminari terus mengoceh karena merasa diperlakukan tidak adil oleh ketua Fujikawa karena merasa tidak diizinkan untuk mendengarkan penjelasan Barnard Alison.
Ketua Fujikawa tidak adil.Aku kan juga mau mendengarnya.Lagipula kenapa harus aku yang kesana selagi ada para staff lain yang sedang menganggur yang bisa dimintai tolong untuk ke pusat rehabilitasi.Kaminari berjalan menuju pintu keluar sambil bergumam sendiri dengan nada kesal.
“Jadi,kau sudah menemukan orangnya Barnard Alison?”
Ketua Fujikawa melanjutkan perbincangan dengan Barnard Alison setelah Kaminari meninggalkan ruangan itu.Benar ketua,saya sudah menemukannya.Saya sudah menemukan pewaris dari kekuatan Compaq Power dan generasi pewaris gelar Simbol Perdamaian Dunia yang selanjutnya.
Hmmmm Syukurlah kalau begitu.Kukira tadinya terjadi sesuatu padamu saat di indonesia.Tapi tidak kusangka kau akan menemukannya di Indonesia.Benar.Saya juga tidak menyangka akan menemukannya disana.Tapi sepertinya kami memang sudah ditakdirkan untuk bertemu.Selain itu dia juga memiliki syarat utama yang dimiliki setiap pewaris kekuatan Compaq Power di generasi-generasi sebelumnya,yaitu keinginan yang kuat untuk melindungi sesuatu yang disayangi.Dia tetap maju dan bertarung dengan UIO itu meskipun dia tahu bahwa dia sendiri dalam bahaya.Terlebih lagi dia juga tidak memiliki kekuatan apapun.Barnard Alison mengakhiri penjelasannya dengan senyuman kecil yang terpancar di bibirnya.
“Oh? Sepertinya hal utama yang membuatmu betah menetap disana selama 5 bulan adalah karena anak itu memiliki beberapa kemiripan denganmu ya?”
Tanya ketua Fujikawa lagi dengan sedikit menyisipkan nada humor didalamnya.
“Aahahahah.Yah,bisa dibilang begitu.”
Jawab Barnard Alison agak tersipu malu.Humm.Setidaknya kau bilang padaku juga jika ada keperluan seperti itu.Kau membuatku khawatir saja.Wanita yang sebelumnya terlihat begitu kesal pada Barnard Alison tadi mulai terlihat lebih tenang.
“Itu benar.Sejak kau pergi ke Indonesia dan tidak kembali lagi selama 5 bulan tanpa pemberitahuan apapun ke asosiasi,Hana-chan selalu gelisah dan memikirkanmu sepanjang hari disini.”
Ketua Fujikawa mencoba menggoda wanita cantik yang sejak tadi berdiri disebelah mereka berdua mendengarkan percakapan.
Apa.I-Itu sama sekali tidak benar.Aku sama sekali tidak gelisah ataupun memikirkanmu seperti yang kau bayangkan.Aku hanya takut jika terjadi sesuatu yang buruk padamu,makanya aku mencoba menghubungimu berulang kali tapi kau tidak menjawabnya.I-Itu saja,tidak ada maksud lain dariku.Wanita itu langsung tersentak dengan wajah yang memerah begitu ketua Fujikawa menggodanya.Wanita itu membantah perkataan Ketua Fujikawa dengan wajah yang memerah dan terkesan sedikit malu-malu.
“Ahahahah... Kalau begitu aku minta maaf karena sudah membuatmu khawatir ya,Hana-chan.”
Barnard Alison langsung spontan meminta maaf kepada wanita itu dengan polosnya dengan senyuman konyol sambil menggaruk kepalanya.Seketika wajah wanita itu semakin merah terbakar melihat Barnard Alison yang tiba-tiba meminta maaf padanya.
“Ap—?! Sudah kubilang aku sama seklai tidak mengkhawatirkanmu! Humph.”
Wanita itu langsung terkejut setelah mendengar permintaan maaf Barnard Alison dan berbalik dengan ekspresi wajah yang marah namun penasaran dan wajah yang memerah.
“Tsun-tsun-dere,tsundere-tsundere.Tsun-tsun-dere-tsun-dere-tsundere-tsundere—“
“Ketua...!!”
“Ahahahahahah... Maaf-maaf,aku cuma bercanda.”
Ketua Fujikawa kembali mencoba menggodanya dengan menyayikan lagu aneh sambil menggelengkan kepala dengan riag gembira.
“Kembali ke topik utama.Jadi,boleh aku tahu siapa nama anak itu?”
Ketua Fujikawa kembali serius dan kembali menanyakan informasi lebih lanjut kepada Barnard Alison.
“Namanya Axelle.Dia juga akan ikut dalam ujian penerimaan anggota baru Asosiasi Pahlawan Tokyo kali ini.”
“Axelle.Baiklah,jadi anak itu juga akan mendaftar kesini ya? Ini cukup menarik,akan kulihat secara langsung seperti apa dia.”
Keesokan Harinya,pagi hari tiba.Ini adalah untuk pertama kalinya aku sangat bersemangat karena hari ini aku akan berangkat ke Tokyo dari Jakarta untuk mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Dunia.Kakakku sejak pagi tidak henti-hentinya menasihatiku agar selalu menjaga diri saat sudah sampai disana nanti.
“Axelle,jaga dirimu baik-baik disana ya.Jangan lupa makan yang teratur dan jangan tidur terlalu malam.Itu tidak baik untuk kesehatanmu.”
__ADS_1
“Baik kak.Setelah sampai nanti aku akan langsung mencari tempat tinggal dan membeli perlengkapan yang kubutuhkan.Aku juga akan mengabarimu jika sudah sampai disana nanti.”
“Belilah hanya barang yang benar-benar kau perlukan ya? Bukan barang-barang yang tidak perlu.”
Kakakku ini memang orang yang sangat penyayang.Dia lah yang sudah merawatku sejak aku berusia 2 tahun.Padahal waktu itu umurnya masih 8 tahun,namun sifat penyayangnya sudah sangat jelas terlihat dan dia berhasil merawat dan membesarkanku hingga sekarang.Mungkin karena kami memang sudah tidak punya keluarga lainnya sejak serangan UIO waktu itu sehingga mau tidak mau kakakku harus menjadi orang dewasa lebih cepat dibandingkan anak seusianya.
Tenang saja kak,aku akan menggunakan uangku dengan bijak.Jawabku tenang sambil tersenyum lebar.Dan yang paling penting dari semuanya,jauhi Akihabara.Aku tahu kau sangat suka dengan anime,jadi aku sangat khawatir kau akan hilang kendali seperti orang kesurupan ketika sudah sampai disana nanti.Kakakku mulai agak terlihat mengerutkan dahinya ketika membahas tentang hobiku yang kebetulan berasal dari negara yang akan kutuju nanti.
“E-Eheheheheheh.”
“Ingat Axelle,jangan membeli barang yang akan membuat pengeluaranmu membengkak.”
“Baik kak.”
Kak Alisha kemudian tersenyum lembut padaku dan bicara dengan suara lembut.Berjuanglah Axelle.Gapailah impianmu.Aku sempat terdiam untuk beberapa saat begitu mendengar ucapannya yang terdengar begitu masuk jauh kedalam hatiku.Tentu saja.Tenang saja kak,aku tidak akan mengecewakanmu.Jaga dirimu baik-baik disini ya kak.Jawabku seadanya sambil tersenyum lebar untuk menghibur hatinya yang terlihat begitu kesepian melihat aku akan meninggalkannya.
Kau ini,sebenarnya yang jadi kakaknya itu aku atau kau sih.Tanya kakakku spontan dengan sedikit tawa diwajahnya yang juga kujawab dengan sedikit tawa lepas.Ahahahaaha.Tentu saja kak Alisha.Tidak akan ada orang lain yang bisa menjadi kakakku selain kak Alisha.
“Dasar kau ini.”
Terdengar suara pemberitahuan dari bandara bahwa pesawat yang akan membawaku ke Tokyo akan segera berangkat.
“Ah... Sudah waktunya.Kakak aku berangkat ya.Jaga diri kakak baik-baik.”
“Tentu Axelle.Jaga dirimu juga disana.Waspadalah terhadap orang mencurigakan disekitarmu.”
“Baik kak.Aku akan menghubungimu saat sudah sampai disana.”
Sekali lagi kak Alisha tersenyum lembut padaku.Pesawat lepas landas,dan aku pun akan memulai langkah pertamaku untuk mewujudkan impianku menjadi seorang pahlawan.
Kak Alisha,aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.Aku akan menjadi anggota Asosiasi Pahlawan Duina dan menjadi pahlawan yang hebat yang bisa melindungi kakak dan semua orang.Aku berjanji dalam hatiku dengan segenap kesungguhanku untuk berjuang sekuat tenaga demi menjawab kepercayaan kakakku serta Barnard Alison yang sudah memilihku sebagai penerusnya.Dan setelah sekitar 7 jam perjalanan dengan pesawat,akhirnya aku bisa menginjakkan kakiku di Kota yang sudah aku impi-impikan selama ini.
“Huwaaaaaaahh... Jadi ini Tokyo yang asli? Hebat,kota ini besar sekali.Jalanannya juga sangat ramai.Ada banyak sekali orang disini.”
Aku melihat ke sekeliling mengagumi begitu besar dan ramainya salah satu kota tersibuk di jepang ini.Dan pandanganku langsung terhenti begitu melihat gambar Barnard Alison di sebuah layar televisi raksasa ditengah kota.
Hoaaaaahaaaaahh itu gambar Barnard Alison! Dia terlihat gagah sekali.Namun setelah beberapa saat aku mulai terdiam karena teringat akan suatu hal yang penting.
“..............”
Oooh Benar,Aku tidak boleh terlalu terlena dengan semua keindahan disini.Aku harus segera mencari tempat untuk tinggal selama aku disini karena hari pendaftaran Asosiasi Pahlawan Dunia baru akan dibuka 12 hari lagi.Ujarku sambil menepuk kepalan tangan kananku ke telapak tangan kiriku menirukan gaya si anak rubah di sakah satu serial anime favoritku.Tapi pemandangan disini benar-benar luar biasa.Berbeda sekali dengan di Boyolali.
Aku berjalan mengelilingi kota Tokyo untuk mencari tempat untuk tinggal yang baru selagi melihat-lihat pemandangan sekitar yang benar-benar mengagumkan dan sangat berbeda dengan di tempat asalku.Disini lebih banyak gedung-gedung yang tinggi dan modern.Juga banyak sekali orang sibuk yang hendak berangkat dan pulang kerja ataupun yang sekedar jalan-jalan.Dan setelah sekitar 2 jam berkeliling,aku menemukan tempat untuk bernaung sementara selagi menunggu hari pendaftaran Asosiasi Pahlawan Tokyo tiba.
“Terima kasih sudah menerima saya disini.”
Aku berterima kasih pada seorang wanita berusia sekitar 30 tahunan dihadapanku yang merupakan pemilik penginapan ini dan sudah mengizinkanku tinggal ditempanya.
“Sama-sama.Ngomong-ngomong,apa kamu berasal dari luar negeri?”
“Benar,saya dari Indonesia.Dan tujuan saya kesini adalah untuk mendaftarkan diri ke Asosiasi pahlawan Tokyo.”
Asoasiasi Pahlawan Tokyo ya.Akhir-akhir ini memang banyak sekali orang yang akan masuk kesana.Mengingat kemunculan UIO juga sudah semakin sering belakangan ini.Minggu lalu juga ada 1 UIO berukuran raksasa yang muncul di Distrik Shibuya.Makhluk itu sangat besar dan mengerikan.Dia menyapu bersih 15 gedung di Shibuya dengan senjata meriam besar yang ada di tangannya.Sekitar 300 orang tewas dan 100 orang luka parah.Monster itu sangat kuat hingga para pahlawan pun kesulitan mengalahkannya.Tapi syukurlah Akhirnya monster itu bisa dikalahkan oleh Kaminari.Wanita itu menceritakan insiden penyerangan UIO yang terjadi beberapa waktu yang lalu sebelum aku datang kesini begitu mendengar tujuanku yang ingin mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.
“Kaminari?! Maksudmu Kaminaro si pahlawan petir itu?”
Aku langsung tersentak dan agak sedikit bersemangat begitu wanita itu menyebutkan nama kaminari akihiko.Benar.Tapi bahkan seorang Kaminari pun butuh waktu cukup lama untuk mengalahkan makhluk besar itu sekaligus melindungi warga dan para pahlawan yang sudah terluka.Sepertinya kau tahu banyak tentang para pahlawan pro ya.Tanya wanita itu sambil tersenyum menopang dagunya.
“Tentu.Kaminari adalah salah satu pahlawan profesional yang sangat kuat dan pahlawan peringkat ke 2 setelah Barnard Alison.Dia dapat bergerak secepat kilat serta memiliki pukulan yang tak kalah kuatnya dengan Barnard Alison.Kekuatan petirnya benar-benar sangat luar biasa.”
“Kalau begitu berjuanglah saat ujian nanti ya.Sekarang mandilah dulu dan istirahat karena kamu pasti lelah setelah melewati perjalanan jauh kan? Aku akan menyiapkan makan malam untukmu.”
Setelah berjuang bekerja paruh waktu selama bertahun-tahun,mengumpulkan sedikit-demi sedikit uang dan semua keperluan yang kubutuhkan untuk bisa ke Tokyo.Setelah sekian banyak cibiran dan hinaan yang kuterima dari teman-teman di sekolah,setelah semua rasa keputusasaan yang kualami selama ini,serta setelah aku mengalami keajaiban dengan bertemu Barnard Alison,mendapatkan pelatihan khusus darinya,dan menerima kekuatan besar yang diamanahkan kepadaku dari para leluhur yang sudah menggunakannya hingga Barnard Alison,akhirnya aku bisa sampai ke Tokyo dan akan memulai langkah pertamaku menuju Asosiasi Pahlawan Dunia Tokyo.
Selama dipenginapan,sambil menunggu hari pembukaan penerimaan anggota baru Asosiasi Pahlawan Dunia,aku memanfaatkannya dengan melatih fisik tubuhku agar aku benar-benar siap saat ujian masuk nanti.Hingga saat 2 hari sebelum hari ujian penerimaan anggota baru Asosiasi Pahlawan Dunia tiba,aku melihat sebuah peristiwa yang tidak akan pernah kulupakan.
- [*H-2 Ujian Penerimaan Anggota Baru Asosiasi Pahlawan Dunia] –
Saat itu,aku keluar dari sebuah supermarket di Tokyo untuk membeli minuman dingin dan membeli bahan-bahan untuk membuat makan malam setelah lelah berkeliling untuk sedikit menenangkan diri karena sebentar lagi ujian penerimaan anggota baru Asosiasi Pahlawan Dunia akan segera tiba.Dan setelah beberapa saat,aku ditabrak oleh seorang pria yang berlari sangat kencang kearahku.
*DUG*
“Aduh!!”
“Minggir kau dasar bocah tengik!”
Pria misterius itu berteriak memarahiku dan pergi meninggalkanku dengan tergesa-gesa seperti sedang dikejar sesuatu.Ada apa dengannya.Tingkahnya seperti seseorang yang habis mencuri saja.Lagipula yang seharusnya marah itu aku karena disini akulah yang jadi korban tabrak lari.Keluhku sambil memungut kantung plastik ku yang jatuh setelah ditabrak pria itu.Tak lama kemudian,terlihat seorang polisi yang sedang bertugas yang juga berlari kearahku dengan terengah-engah sambil berteriak.
“Hhuuh... Hhuuhh... Oi,berhenti kau pencuri!”
“Huwaaa!? Jadi yang barusan itu benar-benar pencuri ya?!”
Polisi itu tetap berlari mengejar si pencuri meski sudah terlihat kehabisan nafas.Untuk sesaat aku berpikir mungkin ini saatnya aku mencoba kekuatan yang diberikan Barnard Alison padaku,karena sejak awal aku menerima kekuatannya aku belum pernah mencobanya sama sekali.Benar juga,sejak awal aku menerima kekuatan Barnard Alison,aku belum pernah mencobanya seklaipun.Baiklah ayo kita lihat sejauh mana aku bisa menggunakan kekuatan ini.
Aku berlari melewati polisi itu dan mengejar pencuri itu dengan mengambil jalan pintas agar bisa memotong jalan dan mencegatnya dari depan.
“Tenang saja pak polisi,akan kukejar pencuri itu untukmu.”
“Ah,baiklah.Tolong ya."
“Serahkan padaku.”
Aku berhasil mendahului pencuri itu dan mencegatnya dari depan.Tanpa pikir panjang,aku langsung memasang kuda-kudaku sambil mengingat kembali perkataan Barnard Alison.
Ingat nak,syarat utama untuk bisa menggunakan kekuatan Seven Swell adalah fisik yang kuat,dan keinginan yang kuat dalam hatimu untuk melindungi sesuatu yang kau sayangi atas dasar keadilan.Pasang kuda-kudamu lalu cobalah teriakan kalimat ini saat hendak menggunakan kekuatan itu.
“Yosh... Ini dia.Akan kugunakan sekarang atau tidak sama sekali.Seven Swell Gate One....!!”
Sensasi bergejolak yang hebat terasa dari Compaq Power yang berada didadaku dan mengalir deras keseluruh tubuhku.Namun saat hendak melepaskan kekuatanku,muncul Es yang merambat cepat dari tanah dan membekukan pencuri itu seketika.
“Hoooaaaahh!! Sonic Puuuuunc—“
*Brrrrrrzzzzzzzzzzzz*
“Howaaaaaaaa...!?”
Aaaarrgh Kenapa ini.Tubuhku membeku.Siapa yang berani melakukan ini padaku.Pencuri itu merintih setelah setengah tubuhnya tertutup es.Seenaknya merampas harta orang lain yang sudah didapatkan dengan susah payah tanpa mau bekerja keras,kau menginginkan uang tapi kau sendiri tidak mau berusaha demi mendapatkannya dan malah merebut milik orang lain secara paksa.Dasar sampah tidak berguna.
Muncul seorang laki-laki yang terlihat seumuran denganku dari sebuah toko roti yang tak jauh dari tempatku berdiri.Penampilannya sangat keren dan terlihat seperti orang yang sangat kuat dengan tatapan matanya yang tajam serta rambut putih dan sedikit bercorak biru yang menambah kesan keren dari orang itu.Namun disaat yang bersamaan,aku juga merasakan hawa yang mengerikan darinya.
“Kau... Siapa kau!? Beraninya kau ikut campur urusan orang lain..!!”
“Aku tidak perlu dan tidak akan berkenan memperkenalkan identitasku pada makhluk rendahan yang sudah mencuri hak milik orang lain."
“Apa katamu?!”
Dia mengangkat lengan dan jarinya.Seketika es yang membekukan setengah tubuhnya menjalar keatas dan hampir membekukan seluruh tubuhnya.
“Huhh...”
Terlihat hawa dingin yang keluar dari mulutnya.
“A-Aaaaarrggghhh! C-Cukup,hentikan.Kau bisa membunuhku.”
Itu tidak masalah buatku.Karena dengan begitu,sampah rendahan sepertimu akan berkurang satu dari dunia ini.Bersyukurlah karena kau akan mati ditanganku.Sadarkah kalian bahwa alasan dunia ini tak kunjung damai dan jumlah umat manusia semakin berkurang setiap tahunnya adalah karena kalian yang terlalu lemah.Hanya karena kalian dilahirkan tanpa kekuatan,lalu kalian hanya berlindung dibalik sosok pahlawan yang sebenarnya juga hanya manusia biasa yang bisa tewas sewaktu-waktu.Baik karena dibunuh UIO maupun karena kehabisan tenaga karena terlalu banyak menggunakan kekuatannya demi melindungi para generasi penerus yang lemah seperti kalian hingga tubuh mereka hancur karena kekuatan mereka sendiri.Si pengguna es itu mendekat perlahan kearah pencuri itu dengan tatapan dan hawa yang menakutkan.
*Tap... Tap... Tap...
“Ti-Tidak,Jangan! Aku mohon ampuni aku.Aku menyerah,ambil kembali tas itu tapi tolong jangan bunuh aku...!!”
Aku hanya bisa terdiam dan terkagum dari kejauhan setelah melihat secara langsung kekuatannya yang begitu hebat.Aku menghampiri orang itu untuk melihatnya secara langsung.
“Wah,yang barusan itu hebat sekali.Aku sangat terkesan dengan kekuatanmu yang hebat itu.Kemampuanmu dalam mengendalikan es itu sehingga tidak merambat ke segala arah,dan hanya membekukan target yang kau inginkan,itu sangat mengagumkan.”
“Baguslah kalau kau sadar.Tapi tidak akan ada gunanya kau memujiku karena itu sama sekali tidak akan membuatku simpatik padamu.”
Uwwaah,orang ini sombong sekali.Kata-katanya memang tidak sama,tapi secara tidak langsung dia mengingatkanku pada Ozora.Huh,Apakah semua orang yang terlahir dengan kekuatan luar biasa memang memiliki sifat bawaan yang seperti ini.Aku berargumen dalam hati setelah mendengar kata-kata sombong yang baru saja dia ikrarkan didepanku.
“Maafkan aku,tapi aku sangat tidak setuju dengan kata-katamu barusan yang menyabutkan bahwa mereka yang dilahirkan tanpa kekuatan adalah orang yang lemah dan hanya bisa berlindung dibalik punggung para pahlawan saja.
“Lalu apa urusanmu dengan hal itu?”
Dia menoleh kearahku dengan tatapan yang tajam dan aura menakutkan yang terpancar dari matanya.
“Uh?”
“Aku mau bilang bahwa tidak semua orang yang dilahirkan tanpa memiliki kekuatan adalah orang lemah yang tidak bisa apa-apa.Karena walaupun mereka dilahirkan tanpa kekuatan,mereka masih bisa membantu para pahlawan dengan menjadi anggota militer untuk membantu para pahlawan melawan UIO,atau juga menjadi seorang dokter yang dapat menyelamatkan nyawa para korban serangan–.”
Mereka semua tidak berguna! Dengan sigap dia langsung membantah kata-kataku.Jujur saja aku sangat marah setelah mendengar kata-katanya.Apa kau bilang?! Seseorang yang dilahirkan dengan kekuatan,apalagi mereka yang dilahirkan dengan kekuatan yang istimewa sepertimu itu adalah seseorang yang sudah diberikan tanggung jawab untuk melindungi mereka yang tidak memilikinya.Dan ucapanmu barusan bukanlah ucapan yang seharusnya keluar dari mulut seseorang pahlawan ataupun orang yang akan menjadi seorang pahlawan.Namun sekali lagi dia menatapku dengan tatapan yang tajam begitu mendengar jawabanku.
“Kau... Berniat untuk ikut ujian itu juga ya?”
“Ujian...? Oh,Ya,benar.Aku akan mengikuti ujian di Asosiasi Pahlawan Dunia dan menjadi pahlawan yang hebat yang bisa melindungi kakakku serta orang-orang yang membutuhkan pertolonganku.Aku juga akan memusnahkan para UIO sehingga umat manusia tidak perlu lagi hidup dalam ketakuan,dan mereka yang memiliki kekuatan nantinya bisa menggunakannya untuk membantu sesama manusia demi mewujudkan dunia yan damai tanpa adanya pertarungan dan pertumpahan darah lagi.”
“Membuat dunia tanpa UIO ya? Hahahah... Impiamu itu terlalu indah untuk diwujudkan meski oleh tuhan sekalipun.”
Orang itu tertawa setelah mendengar tujuanku masuk ke Asosiasi Pahlawan Dunia.
“Apanya yang lucu?”
“Tidak ada.Urusanku disini sudah selesai jadi enyahlah dari hadapanku.”
Dia berbalik dan berjalan meninggalkanku dengan penuh gaya sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya.
“Loh? Eh? Kau mau pergi begitu saja? Lalu bagaimana dengan tasnya? Selain itu pencurinya?”
“Ah,aku lupa.”
Dia melempar sebuah paku berukuran cukup besar yang dialiri listrik kearah tubuh pencuri yang sudah 90% tertutup es itu dan menghancurkan es yang menutupi tubuhnya.
Selesai.Sekarang dia bisa bergerak.Tapi aku sengaja membiarkan kakinya tetap membeku agar polisi itu bisa membawanya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.Tandasnya singat dan segera membalikkan badannya.Tak lama kemudian polisi yang kutemui tadi tiba dengan keadaan yang masih terengah-engah.
“Huh... huh... huh... Kau berhasil menangkapnya? Terima kasih banyak ya.”
“A-Aaahahahah iya sama-sama... Tapi sebenarnya bukan aku yang menangkapnya,tapi ada orang lain yang tiba-tiba muncul barusan dan membekukan pencurinya... Loh? Kemana dia?”.
Aku melihat ke sekeliling dan kulihat si pengguna es itu sudah berjalan cukup jauh meninggalkanku dan kemudian menghilang ditengah keramaian.
“Ah... Sepertinya dia sudah pergi.”
“Benarkah? Tapi tidak apa-apa,yang penting orang ini sudah tertangkap dan tasnya juga aman dan bisa dikembalikan ke pemiliknya.Sekali lagi terima kasih ya anak muda.”
“Ahahahah... I-Iya sama-sama.”
Setelah itu,aku langsung pulang ke penginapan karena hari sudah sore dan besok lusa adalah hari dimana ujian penerimaan anggota baru Asosiasi Pahlawan Dunia dimulai.
“Huwaaaaaaaaahh... Hari yang cukup melelahkan.”
Tidak kusangka aku akan bertemu dengan orang seperti dia tadi.Kekuatannya sangat hebat,tapi entah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang dia sembunyikan dari semua orang,seperti sebuah rasa sakit yang sudah sangat lama terpendam dan sepertinya itu berkaitan dengan kekuatannya.Lalu dia menyalahkan para pahlawan dan seluruh dunia atas rasa sakit yang dialaminya.Aku masih terus memikirkan si pengguna es yang kutemui hingga perjalanan ke penginapanku.Kekuatannya begitu hebat,tapi kenapa sikapnya seperti itu.
“Yah,terserah lah.Yang penting sekarang aku harus pulang dan istirahat,karena waktu luangku tinggal besok sebelum ujian dimulai.”
__ADS_1