
Sementara itu,aku juga sudah mulai memasuki gerbang zona B Setelah bersusah payah melewati para robot UIO kelas C di zona A.Aku masih berusaha untuk terus berlari demi menjaga waktu yang kupunya agar tetap cukup sambil menahan rasa sakit di tangan kananku yang masih berdenyut setelah menggunakan kekuatanku di zona A.
Terdengar suara bergemuruh dari kejauhan,aku yang sudah mulai menyadari batas penggunaan kekauatanku mulai lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakannya.
Suara apa itu.sepertinya Ozora dan si pengguna es itu sudah mulai menemukan gua nya dan sudah bertarung dengan robot UIO kelas B.Pikiranku langsung tertuju kepada kedua orang itu begitu mendengar suara gemuruh itu.Beberapa saat kemudian,Terlihat sesuatu yang terlihat seperti sebuah gua yang aku cari-cari dari kejauhan.
“Itu... Itu gua nya.”
Aku segera bergegas berlari menuju ke gua itu sambil terus memegangi tangan kananku yang masih terus berdenyut.
“Tinggal sedikit lagi... gua nya sudah ada didepan mataku.Sekarang tinggal mengambil tabungnya dan membawanya ke garis finish.Akhirnya,sekarang hanya tinggal mengambil tabungnya dan membawanya ke—“
Namun tiba-tiba tanah yang berada dibawahku bergetar hebat.
“Hoooaaa?! Ada apa ini?!”
Muncul beberapa kotak hitam besar dihadapanku dan keluarlah para robot UIO kelas B berbaris didepanku.Aku sangat terkejut karena yang ini ukurannya jauh lebih besar dari gambaranku setelah mendengarkan penjelasan ketua Asosiasi Pahlawan Hiro Fujikawa sesaat sebelum ujian dimulai.Ukurannya bahkan hampir sama dengan UIO yang menyerang kakakku waktu itu.
“Besar sekali...?! ukurannya bahkan hampir sama dengan UIO yang menyerang kak Alisha waktu itu.”
Robot besar itu mulai bergerak dengan cepat menghampiriku.Sebuah palu besar mulai berayun kearahku dari tangan robot-robot UIO itu.Aku berusaha menghindari palu besar yang dihantamkan robot itu padaku dengan susah payah karena ukurannya yang lebih besar namun tetap memiliki kecepatan serangan yang hebat.
“Hoaaaah...?! dia kesini...!!”
*Whuuzz*
*Duarrrrr*
Serangannya kuat sekali.Jika aku menggunakan kekuatanku lagi,mungkin efek yang kurasakan akan jauh lebih buruk daripada yang kurasakan saat ini.Gumamku dalam hati sambil terus mencoba menghidar dari serangan robot itu.Untuk sejenak aku mulai berpikir untuk menggunakan kekuatanku sekali lagi karena mustahil bagiku untuk terus menghindar seperti ini di sisa waktu ujian yang semakin sedikit.Dan tiba-tiba denyutan ditangan kananku mulai terasa kembali.
“Aaarrgghh...!!”
Sial,efeknya sama sekali tidak berkurang.Aku benar-benar harus memperhitungkan baik-baik kapan aku harus menggunakan kekuatanku agar bisa lulus ujian ini.Tapi yang ini jauh lebih besar dan lebih kuat dari yang di zona A.Robot UIO buatan kelas B,memiliki 4 kaki dan dapat bergerak cukup cepat.Senjatanya adalah sebuah palu besar di kedua tangannya.Jadi dengan kata lain dia adalah tipikal petarung jarak dekat.Tapi kalau tidak salah ketua Fujikawa juga bilang ada satu lagi senjata yang dimiliki robot yang ada di zona B,tapi apa ya.
Aku berusaha mengingat kembali penjelasan ketua dari Asosiasi Pahlawan Tokyo tentang jenis dan spesifikasi dari musuh yang akan dihadapi di masing masing zona.Namun belum sempat aku mengingatnya,robot besar itu terlihat mengangkat ekornya keatas dan terlihatlah selongsong machine gun diujung ekornya.
*Drrrrrrrrrr...... [“Suara tembakan machine gun”]
“Hiyaaaaaa...!?”
Aku sangat terkejut dan jantungku serasa hampir copot saat tembakan itu menyusur tanah dan hampir saja mengenai kakiku.Namun beruntung aku masih diberi keberuntungan dan berhasil berguling manghindari serangan itu di waktu yang tepat.
“Itu dia...!! Sialan,kenapa harus ada machine gun di ekor robot besar itu?!”
Aku sangat panik sambil berlari sekuat tenaga kesegala arah demi menghindari tembakan itu.Namun muncul satu kotak hitam besar lagi didepanku dan keluarlah satu lagi robot UIO kelas B yang semakin membuatku bingung dan panik,bagaimana caranya aku melewati mereka.
“Muncul satu lagi.....?!”
Aku semakin panik dan berlari tanpa arah kesana kemari.Yang kupikirkan hanyalah bagaimana caranya supaya aku tidak terkena tembakan machine gun itu ataupun tertimpa palu raksasa itu.
Ini bohong kan.Tanyaku pada diriku sendiri sambil mengangkat bibir atasku.Sial,jika begini terus aku tidak akan bisa mencpai gua itu dan mengambil tabungnya.Aku harus memikirkan cara agar aku bisa melewati mereka dan menuju ke gua itu.Tapi bagaimana caranya.Bagaimana caranya supaya bisa mengalahkan mereka tanpa menggunakan kekuatanku.Atau bagaimana caranya supaya aku bisa mengalihkan perhatian mereka agar tidak menyerangku.
Sambil terus berlari menghindari serangan kedua robot besar itu,aku terus memutar otak dan memikirkan cara supaya bisa melewati mereka dan menuju ke gua itu untuk mengambil tabungnya tanpa menggunakan kekuatanku dan membuat tanganku cidera.Namun selagi aku masih sibuk berurusan dengan kedua robot UIO kelas B yang mengejarku,aku melihat sesuatu bergerak sangat cepat memasuki gua.
“Apa itu?”
“................”
“Hoaaaaaaah...!?“
“Di-Di-Dia masuk kedalam gua nya...!!”
Teriakku panik begitu melihat seseorang memasuki gua yang kutemui tadi.Tak berselang lama,terlihat seseorang berambut pirang keluar dari gua itu dengan membawa 2 tabung yang sudah kuincar sejak tadi.
“Haaaaahh...!? itu... itu puyaku...!!”
“Hei...!! Tabung itu milikku,kebalikan ketempatnya semula!”
Aku berteriak pada orang itu yang masih berdiri di mulut gua.
“Uwwah....!? Sepertinya aku salah masuk?”
Orang itu menolehkan kepalanya kearahku dan memasang ekspresi wajah sedikit terkejut namun agak terlalu dilebih-lebihkan.Sepertinya waktu dia masuk ke gua itu dia tidak sadar kalau ada pertarungan antara aku dan dua robot UIO ini.
Ah,aku rasa orang itu sudah tidak waras.Bagaimana bisa aku mengembalikan benda ini ketempatnya semula.Ujian ini kan memang mengharuskan para pesertanya untuk berebut tabung ini dan membawanya ke garis finish sebelum waktunya habis.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi,cukup jahat jika aku mengambil tabungnya selagi dia bertarung dengan robot-robot itu.Tapi masa bodoh dengannya,yang penting aku bisa lulus ujian ini.Peserta itu bermonolog sebelum pergi meninggalkan gua itu dan membawa tabungnya.
“Dia kabur...?!”
Aku hanya bisa pasrah dan menyesal setelah barang yang kubutuhkan untu bisa lulus ujian ini direbut orang lain.Bodohnya aku.Untuk apa aku berteriak memintanya mengembalikan tabung itu.Ini kan ujian,dan syarat untuk bisa lulus ujian ini adalah membawa tabung itu ke garis finish sebelum waktu habis.
Selesai sudah.Jadi tidak ada gunanya aku berlari kesana kemari dan dikejar-kejar robot-robot ini karena barang yang ku inginkan sudah diambil orang lain.Keluhku menyesal setelah susah payah berlari menghindari serangan robot-robot ini namun benda yang kuincar sudah diambil orang lain.
Meski tabung itu sudah tidak lagi ditempatnya,tapi aku masih tetap harus berjuang melewati kedua robot besar ini.Kedua robot itu masih mengepungku dari kedua arah sambil menghantamkan palu besarnya kearahku.
*BOOMM*
*BOOMM*
“Sialan! kenapa aku bisa bernasib sial seperti ini...?!”
Disaat aku masih berlari sambil terus memikirkan caranya mengalahkan mereka,aku melihat terdapat 3 gua di tempat yang tak jauh dari tempatku yang sekarang.
“Ah...? ada... gua nya masih ada lagi... syukurlah,ternyata harapanku untuk lulus ujian ini masih ada.Sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya aku mengalahkan mereka berdua dan mengambil tabung itu sebelum ada orang lain lagi yang mengambilnya.”
Namun tak lama kemudian,lagi-lagi aku melihat seseorang yang mengenakan jubah dan penutup kepala berlari sangat cepat mendekati salah satu gua itu.
“Ada orang lain lagi...?! kali ini tidak akan kubiarkan tabung incaranku diambil orang lain lagi.”
Bagaikan kilat disiang hari,tanpa disangka-sangka aku mulai mendapatkan ide untuk bisa mengalahkan root-robot ini tanpa melukai tanganku.Aku mulai berhenti berlari dan berbalik arah dan menuju kearah salah satu robot itu sambil diikuti robot yang satunya dibelakangku.Saat sudah semakin dekat,robot UIO buatan didepanku mulai mengangkat tangan palunya dan menghantamkannya kebawah untuk menyerangku.
“Kh—“
Berkat pengalamanku saat melawan UIO yang menyerang kakakku,aku berhasil menghindari serangan itu dan melompat keatas tangannya kemudian berlari kearah kepala robot besar itu.Itu dia.Jika aku tidak bisa menggunakan kekuatanku,maka akan kubuat kedua robot ini saling menghancurkan satu sama lain.Dengan begitu aku bisa mengalahkan mereka tanpa harus menggunakan kekuatanku dan segera mengambil tabung itu.Ujarku pada diriku sendiri dengan penuh percaya diri begitu sudah mendapatkan ide untuk mengalahkan robot besar ini.
Kusempatkan untuk menoleh kebelakang saat berlari,dan sesuai dengan dugaanku robot yang mengejar dibelakangku sudah memasang ekornya dan bersiap menembakkan machine gun nya kearahku.Bagus,sesuai rencana dia akan menyerangku.
Selongsongnya mulai berputar cepat dan robot itu menembakkan machine gun nya kearahku.Dan sesuai dengan rencanaku,tembakannya yang menyusur tanah mengenai robot yang kunaiki tadi dan menghancurkannya.Aku melompat keatas menghindari tembakan itu dengan sedikit mengunakan kekuatanku pada kedua kakiku dan berbalik melompat kearah robot yang menembakiku tadi.
“Tinggal satu lagi.Jika yang dikatakan ketua Fujikawa memang benar,maka seharusnya tembakan itu tidak akan menghancurkannya begitu saja."
Dan benar saja,robot yang terkena tembakan machine gun itu masih bisa bergerak meski pergerakannya sudah mulai tak beraturan setelah terkena tembakan machine gun itu dan mengarahkan palu besarnya kearahku yang berdiri diatas robot yang satunya.
*Whuuzzz*
*BOOMM*
Sekali lagi aku melompat kearah yang berlawanan dan kembali lagi ke robot pertama yang sudah setengah rusak.Robot yang terkena hantaman palu itu sudah hampir hancur namun masih tetap mengangkat ltangan palunya kearahku.
“Baiklah,ini yang terakhir.Ayo kemari kau.”
Kedua robot UIO itu meledak setelah saling menyerang satu sama lain.Aku melompat kesamping dan menghindari serangan terakhir dari robot itu yang menghancurkan robot yang kunaiki.Dengan ini aku sudah berhasil mengalahkan kedua robot itu tanpa harus menggunakan kekuatanku.
“Berhasil...!! Dengan begini maka penghalangku sudah tidak ada lagi dan aku bisa pergi ke gua itu untuk mengambil tabungnya.”
Aku melihat kearah ketiga gua yang kulihat tadi.Dan terlihat orang yang mengenakan jubah dan penutup kepala itu sudah berlari menjauhi salah satu gua nya.Sepertinya dia sudah mendapatkan salah satunya.Kalau begitu tinggal tersisa dua gua lagi yang berisi tabung yang harus kubawa ke zona aman untuk bisa lulus ujian ini.Ujarku begitu melihat peserta itu mulai bergerak dengan cepat menjauhi salah satu gua.
“Baiklah,aku tidak akan buang-buang waktu lagi.Ayo pergi kesana dan ambil tabungnya lalu bawa ke garis finish di zona aman.”
Tanpa membuang waktu lagi aku segera berlari menuju ke dua gua yang tersisa untuk mengambil tabungnya.Sementara itu di menara pengawas,ketua Fujikawa sedang mengamati jakannya ujian bersama Barnard Alison dan beberapa sta lainnya dari Asosiasi Pahlawan.
“Apa dia anak yang kau temui di Indonesia Barnard Alison?”
Ketua Fujikawa bertanya pada Barnard Alison.
“Benar Ketua,dialah anak yang saya temui waktu saya bertugas di Indonesia beberapa waktu lalu.
“Axelle ya? Dia cukup cerdik,namun agak sedikit lambat dalam membuat keputusan.Dia sudah langsung kehilangan tabung itu dan direbut orang lain karena kecerobohannya sendiri yang gagal dalam mengamil keputusan yang tepat untuk mengalahkan para robot UIO kelas B.Beruntungnya dia masih bisa menemukan 3 gua disaat bersamaan saat dikejar oleh kedua robot UIO itu.”
__ADS_1
Barnard Alison hanya bisa menghela nafas sambil berkeringat setelah mendengar komentar pertama dari ketua Fujikawa.
Axelle,apa kau mengenal anak itu Barnard.Toshiaki Toshio yang mendengar percakapan mereka berdua terlihat agak bingung dan bertanya kepada Barnard Alison.
Ah,tidak,dia hanya seorang anak yang kuselamatkan saat aku bertugas ke Indonesia beberapa waktu yang lalu.Dan dia bilang dia ingin mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.Jawab Barnard Alison yang agak gugup karena terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba itu.
“Ah... Begitu ya?”
Tak lama kemudian,salah satu petugas pengawas ujian melapor kepada Toshiaki Toshio dan melaporkan bahwa sudah ada dua pesserta yang sudah mulai memasuki zona C.Sepertinya Ozora dan si pengguna es itu sudah mulai mendekati gerbang menuju ke zona C.
“Tuan Toshiaki Toshio,sepertinya sudah ada bebrapa peserta yang sudah memasuki gerbang menuju ke zona terakhir.”
“Benarkah?”
Toshiaki Toshio berjalan menghampiri petugas itu.Waktunya masih tersisa 60 menit,tapi sudah ada 2 peserta yang mendekati gerbang zona C,mereka lumayan juga ya.Toshiaki Toshio memuji mereka berdua sambil tersenyum kecil.
Di dunia yang sesungguhnya,kejahatan tidak akan menunggumu untuk siap menghadapi mereka.Mereka yang memiliki kemampuanlah yang akan mempu mengendalikan keadaan.
Dalam ujian ini,kemampuan mengatur strategi yang baik,kemampuan untuk tetap tenang dalam situasi apapun,kemampuan untuk mengendalikan situasi menjadi berpihak kepada kita,kemampuan bergerak dengan cepat yang selalu dibutuhkan disaat genting,serta skill bertarung murni,semua itu akan menjadi nilai tambah bagi para peserta untuk bisa lulus dalam ujian ini.
“Dalam area yang luas,jumlah musuh yang banyak,serta jumlah tabung yang terbatas membuat peserta harus mempersiapkan strategi yang baik untuk bisa mengambil keputsan yang tepat.”
“Bukankah angkatan kali ini cukup menjanjikan?”
Ujar Toshiaki Toshio dengan senyuman lebar diwajahnya.
“Tidak,kita belum tahu pasti.Karena ujian yang sesungguhnya adalah ketika mereka sudah lulus dari ujian ini.”
“Tapi ada yang membuatku sedikit bertanya-tanya...”
Ketua Fujikawa terlihat menopang dagunya dam memasang ekspresi yang curiga akan suatu hal.
“Kenapa dia tidak menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan kedua robot itu? bukankah akan jauh lebih mudah baginya jika langsung mengalahkannya dengan kekuatannya yang sudah kau wariskan padanya?”
“U-Uh... soal itu....”
Barnard Alison terlihat sedikit kebingungan menanggapi pertanyaan ketua Fujikawa.
“Apa jangan-jangan dia masih belum bisa mengendalikan kekuatannya?”
“I-Iya,itu mungkin saja,tapi kukira aku sudah cukup melatihnya selama 5 bulan saat berada di Indonesia.Seharusnya dia sudah bisa sedikit mengendalikannya.”
Sementara itu di arena ujian.Setelah mengalahkan kedua robot UIO kelas B yang menghadangku,aku segera berlari kearah salah satu dari tiga gua yang kulihat tadi untuk mengambil tabung nya dan membawanya ke garis finish.
“Hhuuhh... hhuuhh... hhuuhh... akhirnya aku sampai juga disini.”
Aku berjalan perlahan memasuki gua itu sambil mengatur nafas yang masih terengah-engah setelah dikejar-kejar robot-robot besar itu.Dan tak lama kemudian terlihat sebuah kotak hitam yang begitu mencolok didalam gua yang diterangi cahaya lampu itu.Kubuka kotak itu dan kulihat kedua tabung itu masih berada didalam sana yang menandakan bahwa berarti belum ada orang yang mengambilnya.
“Hhuuhh... syukurlah ternyata masih ada.”
Aku menghela nafas panjang begitu melihat kedua tabung itu masih ada ditempatnya.Dengan ini aku hanya tinggal membawanya ke garis finish di zona aman dan aku akan lulus ujian ini dan menjadi anggota resmi Asosiasi Pahlawan tokyo.Aku mengambil tabung itu dan menaruhnya di saku belakangku untuk berjaga-jaga jika ada orang lain yang ingin merebutnya atau jika ada robot UIO lagi yang muncul dan menyerangku.Namun saat aku hendak membalikkan badanku,aku melihat ada seorang gadis berambut putih setengah punggung yang sedang berdiri mengintipku dari mulut gua.
“U-Ugh... Sedang apa dia...?”
Tanyaku pada diriku sendiri sambil memasang ekspresi wajah datar.
“Mau apa kau...?! jika kau menginginkan tabung ini,maka kau arus melewatiku lebih dulu.”
Teriakku pada gadis itu.Namun gadis itu malah terkejut setelah mendengar teriakanku yang menggema dari dalam gua dan bicara terbata-bata sambil menunjuk kesegala arah.
“A-Ah...? A-Anu... Maafkan aku.Aku sama sekali tidak bermaksud mengganggumu... permisi!”
Gadis itu membungkuk dan meminta maaf padaku kemudian bergegas pergi.
“ Ee?”
Aku hanya bisa mengangkat bibir atasku spontan melihat tingkah gadis itu yang diluar dugaanku.
“O-Oi tunggu dulu.”
*Whooozz*
“Awas bahaya...!!”
Aku berlari dan melompat untuk menyelamatkan gadis itu.
Eh? Anu,terima kasih sudah menyelamatkanku.Gadis itu terbata-bata saat berterima kasih padaku yang sudah menolongnya sambil menatap wajahku dengan ekspresi ketautan yang sangat imut.Apa kau sudah gila.Kenapa kau hanya diam disana saat mereka hendak menyerangmu.Tanyaku dengan nada agak keras.
“Aku tidak bisa melawan mereka.
Jawab gadis itu sambil menundukkan kepalanya.
Memangnya kenapa.Tanyaku yang agak sedikit bingung dengan jawabannya.Namun yang kudapatkan hanyalah jawaban berulang yang diucapkan dengan sedikit teriakan dari gadis itu.
“Sudah kubilang aku tidak bisa melakukannya.”
“Kenapa tidak bisa?”
“Karena kekuatanku tidak bisa digunakan untuk bertarung.”
“..................”
“Hah....?”
Sekali lagi aku spontan mengangkat bibir atasku begitu mendengar jawabannya yang diluar dugaanku.Bagaimana bisa orang ini berkata tidak bisa melawan robot itu tapi malah mengikuti ujian ini.Kekuatanku bukan kekuatan untuk bertarung jadi aku tidak bisa menggunakannya pada mereka.Jawab gadis itu sambil menatap wajahku.
“Hhhh... Yang benar saja.”
Keluhku sambil menutupi wajahku dengan tanganku yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar.Belum selesai aku bicara pada gadis itu,para robot UIO yang sejak tadi mengepung kami sudah bersiap menyerang mengangkat tangan palunya.
“Ah sudahlah,soal itu dibahas nanti saja.Yang penting sekarang kita pergi dulu dari sini.”
Aku menarik tangan gadis itu dan segera membawanya lari menjauhi robot-robot itu.
Apa kau sudah dapat tabungnya.Tanyaku pada gadis itu sambil terus menarik tangannya.Belum.Apakah kau sudah memeriksa ketiga gua yang ada disekitar sini.Tanyaku lagi pada gadis itu yang langsung menyerobot begitu gadis itu mengatakan belum.
“Aku sudah memeriksa satu sebelumnya,tapi tabungnya sudah tidak ada disana.Dan saat aku pergi ke gua yang satunya...”
“Kau menemukanku disana...”
“Benar.”
Sahutku begitu gadis itu mulai menghantikan gerakan mulutnya saat menjawab pertanyaanku.
Hhuuhh.Yang benar saja.Sebenarnya masih ada satu gua lagi yang tersisa,tapi aku juga tidak tahu apakah gua itu sudah ditemukan peserta lain atau belum.Dan mustahil jika kita pergi kesana sekarang disaat kita sedang dikejar mereka.Ujarku pada gadis itu sambil mengehela nafas.Namun gadis ini justru mulai menyerahkan semua urusannya padaku.Lalu apa yang harus kita lakukan.Tanya gadis itu padaku dengan polosnya.Kenapa malah jadi aku yang memutuskannya?! Teriakku spontan saat menjawab pertanyaan tak terduga itu.
“Untuk sekarang setidaknya kita sembunyi dulu dari mereka sebelum pergi ke gua itu.Letaknya tidak begitu jauh dari gua tempat kau menemukanku tadi,jadi seharusnya kita masih bisa kesana.”
Aku menarik gadis itu dan bersembunyi dibalik bebatuan besar yang ada di arena ujian.
“Kesini.”
Para robot UIO kelas B yang mengejar kami tadi terlihat keilangan jejak kami dan mulai berpencar.Baiklah,ikuti sesuai aba-abaku.Kita akan menyelinap diantara mereka dan menuju ke gua itu lalu mengambil tabungnya dan membawanya ke garis finish.Baiklah,sahut gadis itu yang hanya mengiyakan rencanaku sambil menganggukkan kepalanya.Kemudian gadis itu terlihat menundukkan kepalanya.
“Ada apa?”
“Ah,tidak ada.Terima kasih karena kau sudah mau membantuku.Padahal kita sedang bersaing dalam ujian,tapi kau malah membantuku.”
“Sudahlah tidak perlu dipikirkan.Lagipula mana bisa aku meningalkan seorang gadis yang tidak bisa bertarung di tempat seperti ini?”
Jawabku dengan tegas.Namun sekali lagi gadis itu kembali menundukkan kepalanya dengan senyuman kecil diwajahnya.Benar.Sepertinya aku memang tidak bisa menjadi pahlawan jika tidak punya kekuatan untuk bertarung.Ujarnya bermonolog dengan nada pelan.
“Itu tidak benar...! Bagiku,seorang pahlawan tidak akan disebut sebagai pahlawan hanya karena mereka memiliki kekuatan penghancur yang hebat.Tapi juga dilihat dari keinginan hati mereka yang kuat untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.Dan lagipula kau sudah punya syarat utama untuk menjadi seorang palawan yaitu memiliki kekuatan.Setidaknya percayalah pada kekuatan yang kau miliki.”
Jawabku dengan nada tegas begitu mendengar gadis itu yang hampir menyerah dan mengingatkanku pada diriku yang dulu yang juga hampr menyerah sebelum datang kesini.
“Tapi kekuatanku bukanlah kekuatan untuk bertarung melainkan kekuatan untuk penyembuhan.”
“Benarkah? Kalau begitu malah bagus kan?”
__ADS_1
Gadis itu menoleh dan memandangku dengan tatapan serius yang sangat dalam.
Justru karena itulah kau pantas menjadi pahlawan.Karena dengan kekuatanmu itu,kau bisa menyembuhkan para pahlawan lainnya yang terluka saat bertugas membasmi para UIO diluar sana.Kekuatanmu itu berguna,jadi percayalah pada dirimu sendiri.Gadis itu menatapku dengan pandangan yang penuh makna kemudian tertunduk malu.
“Um... terima kasih.Kau adalah orang pertama yang berkata seperti itu.”
“Sama-sama.Kalau begitu ayo kita pergi ke gua itu lalu ambil tabungnya supaya kau bisa lulus ujian ini dan menjadi anggota resmi Asosiasi Palawan Tokyo.”
“Baik.”
Kami mulai mengendap-endap dan bergerak perlahan menuju ke satu gua yang masih tersisa untuk mengambil tabungnya sambil terus waspada jika salah satu robot itu menemukan kami.Aku hanya bisa menggunakan kekuatanku beberapa kali lagi.Aku harus menggunakannya sebaik mungkin agar bisa lulus ujian ini.Kami hanya tinggal menyelinap ke gua itu lalu mengambil tabungnya dan pergi ke zona berikutnya.Jika kami bisa melakukannya tanpa ketahuan salah satu dari robot itu,maka peluangku untuk lulus ujian ini akan semakin besar.Aku terus berpikir keras dibalik situasi sulit yang tengah kuhadapi sendiri selagi mencari jalan menuju ke gua itu demi membantu gadis ini mendapatkan tabungnya.
Dia masih sempat membantu peserta lain disaat dia sendiri masih harus berjuang untuk lulus ujian ini.Inilah yang membuatku yakin untuk memilihmu nak.Kau memiliki hati yang baik serta keinginan yang kuat untuk membantu orang lain meski dalam keadaan seburuk apapun yang sedang kau alami.Sementara itu Barnard Alison terus mengawasiku dan peserta lainnya disepan monitor di menara pengawas.
Kemudian terdengarlah suara langkah kaki yang besar dari para robot itu yang masih mencari kami.
“Tunggu sebentar...”
Kuputuskan untuk berhenti sejenak begitu mendengar suara langkah kaki itu yang mulai mendekat kearah kami dan mengintip dibalik batu besar tempat kami sembunyi.Kulihat ketiga robot UIO kelas B masih berputar-putar di sekitar area gua yang kami tuju.
Sial,mereka mengelilingi area di sekitar gua nya.Sepertinya mereka sudah tahu kalau kita akan kesana.Bagaimana ini.Tanya gadis itu kebingungan melihat robot-robot besar itu mengelilingi gua yang kami tuju.Tidak apa-apa.Kita akan menyelinap kesana disaat waktunya sudah tepat.
“Sekarang!”
Disaat aku merasa penjagaan para robot itu sedikit lengah,kami bergegas menyelinap dan masuk ke dalam gua.
“Hhuuhh... hita berhasil.”
Gadis itu menghela nafas panjang dan terlihat sangat senang setelah berhasil masuk ke gua itu.
“Baiklah,sekarang cepat ambil tabungnya lalu pergi dari sini.”
“Baik.”
Kami menyusuri lorong gua yang diterangi cahaya lampu itu dan terlihat sebuah kotak hitam yang masih tertutup di dalam gua itu.Sepertinya belum ada peserta lain yang datang kesini.
Ada.Sahutku spontan begitu melihat kotaknya masih terutup rapat.Syukurlah.Syukurlah ternyata belum ada peserta lain yang datang kesini.Tutur gadis itu sambil mengelus dadanya dan menghela nafas panjang.
“Baiklah,sekarang ayo kita pergi dari sini sebelum para robot itu menyadari keberadaan kita.”
“Baik.”
Tapi saat kami keluar dari gua itu,para robot UIO kelas B yang masih mencari kami sejak tadi sudah menunggu di mulut gua.
“Ugh... sial.Mereka menemukan kita.”
Salah satu robot itu sudah mengangkat tangan palu besarnya dan berusaha menyerang kami dari samping.
“Awas!”
Aku refleks dan langsung mendorong gadis itu kedalam gua,namun serangan robot itu terlalu cepat dan berhasil menghempaskanku hingga membuatku terpental cukup jauh.
“Aaaaaarrggh....!!”
Beruntungnya aku masih bisa berdiri setelah menerima serangan itu,dan kulihat kedua robot UIO kelas B yang lainnya sudah ikut berkumpul dan bersiap menyerangku.Robot-robot itu maju dengan cepat kearahku dan berusaha menyerangku lagi.
“Sial... kukira aku akan bisa melewati mereka tanpa ketahuan.Tapi ujung-ujungnya tetap harus bertarung juga ya?”
Salah satu robot itu sudah mengangkat tangan palunya dan berusaha menyerangku.
*Whuuzzz*
*DASH*
Tanpa kusadari,aku sudah menggunakan kekuatanku dan menahan serangannya dengan tangan kiriku.
“Kh—“
Bahkan setelah latihan keras yang kau jalani selam 5 bulan kau masih belum bisa mengendalikan kekuatan Compaq Power dengan sempurna.Aku sudah pernah bilang sebelumnya bahwa jika tubuhmu belum siap untuk menerima kekuatan itu maka kau harus bersiap untuk merasakan efek sampingnya.Dan kini saat itu sudah tiba.Sekarang semuanya tergantung pada kemampuan tubuhmu dalam menahan efek dari kekuatan itu nak.Aku meraih tangan robot itu dengan tangan kananku dan melemparnya cukup jauh dengan kedua tanganku.
“Hiyaaaaaaaahh....!!!”
*DUARRR*
“He-Hebat....”
Dan tak lama kemudian terasa denyutan yang sama kurasakan ditangan kiriku.
“Aaaarrgghh... tangan kiriku...!!”
Namun kedua robot yang masih tersisa tidak memberiku kesempatan untuk merasakan rasa sakit ditangan kiriku dan langsung menyerangku.
*Whuuuzzzz*
*DASH*
Sekali lagi aku menahan serangan robot itu dengan tangan kananku dan melemparnya kearah berlainan dengan kedua tanganku bertumpu pada tangan kiriku.
“Hooooaaaaaaahh....!!”
Tinggal satu lagi.Masa bodoh dengan rasa sakitnya.Jika aku tidak mengalahkan mereka sekarang juga,aku tidak akan bisa pergi dari sini.Kupusatkan kekuatanku pada kepalan tangan kiriku dan menyerang satu robot UIO kelas B yang tersisa sekuat tenaga.
“Seven Swell Gate One...!!”
“Sonic Punch...!!”
Seketika robot itu hancur berkeping-keping hingga tak berbentuk setelah menerima seranganku yang lagi-lagi membuat lubang besar yang memanjang sejauh seratus meter dari tempatku berdiri.Namun setelah menggunakan serangan terakhir dengan tangan kiriku barusan,rasa sakit yang tadinya kurasakan hanya sebuah denyutan seperti saat aku menggunakan kekuatanku di zona A berubah menjadi sebuah suara tulang yang retak yang bahkan bisa kudengar dengan jelas.
*Krrrrrrrkkkk*
“Aaaarrgghhh....”
Rasa sakit yang begitu hebat itu memaksaku terduduk lemah ditanah sambil meringis menahan rasa sakit yang begitu hebat dari tanga kiriku.Gadis yang bersamaku sejak tadi dan mengamati pertarunganku langsung berlari kearahku.
“Kau baik-baik saja?”
Tanya gadis itu cemas.Tangan kiriku.Sepertinya seluruh tulang pada tangan kiriku retak.Jawabku yang agak tertahan sambil berusaha menahan rasa sakit yang kini kuderita dikedua tanganku.Ini gawat.Baiklah,kalau begitu akan kusembuhkan kau segera.Dengan segera gadis itu duduk disebelahku dan berusaha menyembuhkan lukaku dengan kekuatannya.
“Tunggu...”
“Ada apa?”
Aku menunjuk keatas dengan tangan kananku yang sudah gemetar dan memperlihatkan waktu yang tersisa sampai ujian ini berakhir yang hanya tinggal menyisakan 45 menit lagi.
“Waktunya sudah semakin menipis,dan kita masih harus menuju ke zona C sebelum menuju ke garis finish di zona aman.Jika kita berlama-lama disini,waktunya akan semakin berkurang dan kita akan kehabisan waktu sebelum sampai ke garis finish.”
“Tapi bagaimana dengan tanganmu?”
Tanya gadis itu yang terlihat sangat khawatir dengan keadaanku.
“Aku masih bisa bergerak,jadi sekarang sebaiknya kita segera menuju ke zona C sebelum waktunya habis.Karena percuma saja kita mendapatkan tabungnya jika kita tidak bisa membawanya ke garis finish tepat waktu.”
Kemudian terlihat sesuatu diujung pandanganku yang tak lain adalah gerbang penghubung zona B dan zona C sufah terlihat didekatku.Gerbangnya sudah dekat.Sebaiknya kita pergi sekarang sebelum para robot yang seperti tadi muncul lagi.Baik.Aku dan gadis itu segera berlari menuju ke gerbang itu dan menuju ke zona C yang merupakan zona terakhir dalam arena ujian ini.Tangan kiriku yang sudah hancur parah hingga tak bisa digerakkan lagi membuatku tidak bisa berlari seperti biasanya.
Bahkan tangan kananku kini sudah terlihat sedikit menghitam dan membengkak setelah dua kali menggunakan kekuatanku.Gadis itu terus memperhatikanku sambil berlari didepanku dengan penuh rasa khawatir dan terus melihat kearah tanganku yang sudah hancur.
“Hey,apa tidak sebaiknya kita istirahat dulu sebentar dan menyembuhkan tanganmu?”
Tanya gadis itu yang terlihat masih khawatir sambil sesekali memandang kearah tanganku sambil berlari menuju zona C.
“Tidak perlu,aku baik-baik saja jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan.”
Kembali kuarahkan pandanganku keatas dan terlihat sebuah hologram raksasa yang menunjukkan sisa waktu bagi peserta untuk menyelesaikan ujian yang hanya tinggal tersisa 40 menit lagi.
“Tinggal 40 menit lagi.”
__ADS_1