
Setelah memalui berbagai rintangan yang nyaris merenggut nyawaku di zona A dan Zona B,dan berkat sederet keberuntungan yang kudapatkan sejak awal ujian dimulai hingga sekarang,akhirnya aku berhasil mencapai gerbang penghubung antara zona B dan zona C.
Ketika kulangkahkan kakiku melewati gerbang yang menjadi pembatas antara zona B dan zona C,suasana hening dan tenang yang kurasakan sejak mengalahkan para robot UIO di zona B tadi seketika berubah menjadi kegaduhan yang dipenuhi suara dentuman keras dari berbagai penjuru.Dimana para peserta lainnya yang tertinggal diawal ujian kini sudah berjuang untuk melewati penghalang terakhir di zona terakhir dan mencapai garis finish.
Terpaan angin dan debu yang menghampiriku mengantarkan suara keributan yang terjadi di zona C dan menyapu keheningan yang ada.Disatu sisi,kulihat seorang gadis berkulit gelap mengeluarkan dua buah meteor besar dari tangannya.
“Ugh...”
“Rasakan ini....!!!”
Namun setalah terhantam dua meteor berukuran besar itu,robot raksasa yang berada didepannya masih utuh berdiri kokoh tanpa lecet sedikitpun.
“Mustahil...!! ini pertama kalinya serangan meteorku tidak mempan.Bahkan tubuhnya tidak tergores sedikitpun.”
Teriak gadis itu spontan setelah tahu serangannya tidak mempan melawan robot raksasa didepannya.Disisi lain,terlihat seorang gadis mengeluarkan sebuah palu raksasa dari sebuah lingkaran raksasa yang menyerupai lingkaran sihir.Namun lagi-lagi serangannya tidak mampu menumbangkan robot raksasa didepannya meski sudah memukulnya sekuat tenaga hingga membuat suara dentuman yang bisa kudengar dari sini.
“Creation...!! GIANT HAMMER”
“Mustahil...!! Seranganku tidak mempan..?!”
Gadis itu terpental keras ketanah setelah tersambar lengan besar dari robot raksasa didepannya.
Aku yang melihat mereka dari depan gerbang zona C hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.Sekujur tubuhku merinding setelah mengetahui bahwa kekuatan para peserta lain yang kupikir jauh lebih hebat dariku pun tidak mampu membuat tubuh mereka tergores.
“Aaaaarrggghh...!!”
“Apa-apaan itu...!? mereka bahkan tidak tergores setelah terkena hantaman dua buah meteor dan sebuah palu raksasa!?”
Tingkat kekebalan mereka bahkan nyaris sama dengan UIO yang asli.Sementara itu beberapa peserta lainnya sudah berhasil menemukan cara untuk melewati hadangan robot raksasa itu dan menuju ke zona aman.
“Kuro kage...!!”
“Aye-aye kapten...!!”
Sebuah bayangan menjalar ditanah dan mengikat bayangan robot raksasa itu sehingga tidak bisa bergerak.Peserta itu berlari dengan tenang melewati robot raksasa itu dengan mudah dan menuju ke zona aman.
“Bagus..!! Tetap tahan dia disana sampai aku sudah bisa menjauh 30 meter darinya."
“Aye-aye kapten..!!”
Disisi lain,terlihat seorang peserta yang mengenakan jubah coklat dan penutup kepala menjadi peserta pertama yang kulihat berhasil memotong satu tangan dan kaki robot raksasa itu dan mengalahkannya.
Dia bergerak dengan kecepatan dan teknik akrobat yang terlihat sudah sangat terlatih dan menghindari tembakan meriam plasma dari robot raksasa itu kemudian memotong satu tangan dan kakinya dengan sepasang pisau belati hitam ditangannya.
*Whoozzz*
*Slash.... Slash.....*
*Krack*
Robot raksasa itu terjatuh dan tak mampu lagi bergerak setelah kehilangan salah satu tangan dan kakinya.Peserta itu berhasil mengalahkan robot UIO kelas A dengan mudah dan berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke zona aman.
“Dia berhasil memotong robot itu...!? Senjata apa yang dia gunakan?”
Gumamku setelah melihat atraksi akrobatik yang begitu memukau namun mematikan yang ditunjukkan peserta itu.Sementara itu terdengar suara teriakan seseorang yang sangat keras dari kejauhan yang nampaknya sudah mulai mendekati zona aman.
“Berhenti disana kau tukang es sialan...!! aku ingin buat perhitungan padamu...!!”
“Maaf,aku sedang tidak punya waktu untuk bicara pada orang lain sekarang.”
Dan dia terus meluncur dengan cepat sambil menaiki es besar yang dikendalikannya menuju ke tengah zona.
“Apa kau bilang...?! akan kuhajar kau tukang es keparat..!!”
“Ah... sepertinya aku sudah sangat familiar dengan suara itu.”
Desahku kecil yang mulai menyadari asal usul suara itu.Kelihatannya Ozora dan si pengguna es itu masih memimpin didepan dan akan segera mencapai garis finishnya.Jika Ozora aku sudah tidak meragukannya lagi.Dia memang punya bakat alami sebagai seorang pemenang dan seorang petarung sejati dengan kekuatannya yang luar biasa.Tapi aku terkejut ternyata si pengguna es itu bisa mengimbangi Ozora dan membuatnya merasa begitu kesal karena ada orang yang akhirnya bisa menyaingi kemampuannya.Dia memang orang berbakat sesuai dugaanku.
Bagaimana ini,mereka terlihat jauh lebih kuat dari yang sebelumnya.Tanya gadis yang bersamaku sejak di zona B tadi bertanya padaku dan membuatku sadar kembali setelah melamun beberapa saat.
“Uh... Baiklah ini dia rencananya,kita akan memanfaatkan kekacauan yang ada dan menyelinap melewati peserta lainnya kemudian menuju ke garis finish.Tanganku sudah terluka parah dan sepertinya aku sudah tidak bisa menggunakan kekuatanku lagi disini.Ditambah lagi waktunya yang semakin sedikit.”
Jawabku sambil terus menahan rasa sakit di kedua tanganku yang sudah menghitam dan gemetaran sejak di zona B tadi.
“Baiklah,rencananya hanya satu.Kita akan berlari lurus kedepan secepat mungkin dan melewati mereka semua dalam hitungan ketiga.”
Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya dan mengiyakan usulanku tanpa berkata panjang lebar sambil memasang ekspresi wajah serius memandangku.
“Baik.”
“Kesempatan kita hanya satu kali.Jika seandainya kita juga bertemu dengan robot raksasa itu ditengah jalan,segeralah berlari dan bersembunyi dibalik bebatuan besar itu dan menyelinaplah melewati mereka.”
Seketika wajah gadis itu mulai berubah pucat ketika mendengar kalimat terakhirku.Aku tersenyum padanya untuk menenangkannya bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Gadis itu terdiam sejanak setelah melihat senyumanku.
“Tenanglah... aku akan selalu mengawasimu dibelakang.Jika kita benar-benar bertemu dengan robot raksasa itu,aku akan menjadi umpan agar kau bisa lari duluan ke zona aman.”
“Tidak—”
“Tidak apa-apa... kita akan berhasil sampai kesana,percayalah padaku.Selama kau bersamaku,tidak akan kubiarkan robot-robot itu menyerangmu.”
Gadis itu memandangku sejenak kemudian menurunkan alisnya dan terlihat ekspresi yang penuh keyakinan dari wajahnya.Sepertinya dia sudah mulai bisa percaya padaku.
“Baik...!!”
Ditengah kegaduhan yang terjadi di zona C,kami mengambil ancang-ancang dan bersiap untuk berlari menuju ke zona aman.Ku tegak kan tubuhku yang sudah lemah dan terluka parah ditengah medan pertempuran yang sudah tidak berbentuk ini dan meneguhkan hatiku akan alasan mengapa aku datang kesini.Inilah akhirnya,jalan terakhir menuju gerbang pertama demi mewujudkan impianku.Aku sudah diberikan keercayaan oleh pahlawan terkuat didunia serta kakakku satu-satunya.Kuteguhkan hatiku bahwa aku tidak akan pernah menyerah sebelum aku berhasil menginjakkan kakiku di zona terakhir.
“Baiklah,kita lakukan dalam hitungan ketiga.”
“Satu... dua... tiga..!!"
“Sekarang...!!”
*Tap.... Tap.... Tap....
Dengan satu hentakan yang meyakinkan,kami berlari lurus secepat mungkin melewati para peserta lainnya yang masih bertarung dengan para robot UIO kelas A.
Pasti bisa,tinggal sedikit lagi.T inggal satu zona terakhir dan aku akan lulus ujian ini.Kakak,aku akan melewatinya,aku pasti bisa melewatinya.Aku akan lulus ujian ini dan menjadi seorang pahlawan yang hebat agar bisa melindungimu.Aku terus berjanji pada kakakku dalam setiap langkah yang ku hentakkan di zona terakhir menuju ke garis finish tempat zona aman berada.
Ditengah arena zona C yang bergemuruh,kuteguhkan hatiku akan alasan mengapa aku datang kesini dan terus melangkah maju dengan penuh keyakinan menuju ke garis finish di sisa waktu yang ada.
“Barnard Alison,Tunggu aku.Aku pasti bisa melewati ujian ini dan menjadi anggota Asosiasi Pahlawan Tokyo.”
Sementara itu,Barnard Alison bersama ketua Fujikawa dan Toshiaki Toshio masih melihatku dari depan monitor di menara pengawas dengan penuh kekhawatiran.
Axelle,berjuanglah nak,jangan menyerah dan teruslah berlari menuju ke garis finish.Tinggal satu zona lagi.Berjuanglah nak.Ini adalah ujian pertama yang harus kau lewati untuk bisa menggapai impianmu menjadi seorang pahlawan sejati.
Ucap Barnard Alison dalam hati yang terus mengawasiku dari menara pengawas tanpa mengedipkan matanya dengan penuh ketegangan sambil membusungkan dadanya.
Kami terus berlari tanpa memperdulikan apapun yang ada disekitar kami,dan akhirnya kami berhasil berlari hingga ketengah zona C tanpa bertemu dengan robot UIO kelas A.
“Berhasil... Sejauh ini rencanaku masih berjalan lancar.Sedikit lagi... Tinggal setengah jalan lagi aku akan mencapai ke garis finishnya...!!”
Ujarku dalam hati dengan penuh keyakinan yang terus meyakinkan diriku aku pasti bisa melewati ujian ini dan menjadi anggota Asosiasi Pahlawan Tokyo.Kemudian sebuah bangunan berbentuk setengah bola mulai muncul diujung pandanganku.
“Itu...”
“Berhasil... Itu zona amannya...!! Garis finishnya ada disana.”
Teriakku spontan begitu melihat bangunan berbentuk setengah bola itu.Gadis itu memandang kebelakang dengan senyuman dan tawa bahagia diwajahnya.Aku memandangnya dengan senyuman penuh syukur karena akhirnya aku bisa melewati ujian ini dan menjadi anggota resmi Asosiasi Pahlawan Tokyo.Untuk sesaat kupikir ini adalah pertama kalinya aku begitu bahagia setelah mengalami begitu banyak rintangan untuk bisa sampai kesini.Bahkan sampai harus mengorbankan kedua tanganku.
“Kita berhasil.Akhirnya kita bisa sampai ke garis finishnya.”
Ujar gadis itu yang terlihat sangat bahagia.Namun disaat harapan sudah terlihat didepan mata,semua itu langsung lenyap seketika ketika sebuah tembakan plasma yang sangat besar terlihat mendekat dari arah samping menuju kearah kami dengan kecepatan tinggi.Seketika senyuman diwajahku langsung hilang dan tergantikan oleh perasaan takut dan merinding yang tiba-tiba merasuki dan menggetarkan seluruh tubuhku.Aku yang menyadari serangan itu langsung terkejut karena sebelumnya aku sama sekali tidak mereasakan kemunculan robot besar itu.
“Ugh...!?”
Dengan sigap kupercepat langkah kakiku dan mendorong gadis itu agar terhindar dari tembakan plasma itu.
“Awas...!!!”
*DUARRRR*
__ADS_1
“A-Aarggh....”
“Huh...!? Ti-Tidak... Mungkin...”
Gadis itu sangat terkejut ketika mengetahui robot UIO kelas A sudah berada didekatnya.Matannya terbelalak dan badanya menggigil karena ketakutan.Sial,padahal tinggal setengah jalan lagi,tapi kini semua harapanku untuk lulus ujian ini dengan mulus sudah sirna dengan munculnya robot raksasa setinggi 15 meter dihadapan kami dengan kondoso kedua tanganku yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk melawannya.
“Sial...!! Padahal tinggal sedikit lagi....”
Aku masih terdiam dengan seluruh tubuhku yang masih bergetar setelah serangan kejutan yang hampir saja mengenaiku dan gadis itu barusan.Kami berada di situasi yang sudah terpojok dimana tangan kiriku sudah tidak bisa digerakkan lagi setelah mengalahkan 3 robot UIO kelas B di zona sebelumnya,dan tangan kananku yang sudah mulai menghitam dan hampir tidak bisa bergerak setelah dua kali kugunakan untuk menghajar para robot UIO di zona A dan zona B.
“Bagaimana ini...? Aku sudah tidak mungkin menggunakan kekuatanku lagi.”
Tangan kiriku sudah terluka parah dan sudah tidak bisa bergerak lagi.Yang tersisa hanya tinggal tangan kananku saja yang masih bisa sedikit kugerakkan meski sudah tersasa begitu sakit sejak tadi.Tapi jika aku memaksakan tangan kananku dan menggunakan kekuatanku untuk mengalahkan robot ini,itu tidak akan menjamin bahwa kami tidak akan bertemu dengan robot UIO kelas A lainnya jika kami sudah lebih dekat dengan garis finishnya.
Apa yang harus kulakukan.Setidaknya kesempatanku untuk menggunakan kekuatanku tinggal satu kali lagi,dan aku tidak tahu dampak seperti apa lagi yang akan muncul jika aku menggunakan kekuatanku untuk ketiga kalinya dengan tangan kananku yang sudah terluka parah ini.Aku terus bergumam dalam hati selagi memandang robot raksasa yang sudah berdiri tegak diahadapanku dengan kedua lengannya yang merupakan meriam plasma yang sudah bercahaya dan siap ditembakkan.
Sementara itu gadis yang bersamaku terlihat begitu ketakutan sambil memandang kearah robot besar itu.Untuk sesaat aku menarik nafas dalam dan mengambil satu keputusan yang mungkin akan merugikanku namun bisa menyelamatkan gadis ini.
“Pergilah duluan....”
“Huh...?”
Gadis itu mengalihkan pandangannya yang masih terbelalak setelah melihat robot raksasa itu kearahku.
“Pergilah duluan ke garis finishnya.Aku akan menjadi umpan bagimu agar kau bisa pergi dari sini.
“Tidak... Lalu bagaimana denganmu...? Tangamu sudah terluka parah,bagaimana caramu menghadapinya dengan luka seperti itu?!”
Tanya gadis itu panik begitu mendengar usulanku.
“Aku tidak akan meninggalkanmu disini...”
“Tidak apa-apa... Selama kau bersamaku,tidak akan kubiarkan robot-robot ini menyentuhmu.Bukankah aku sudah bilang diawal tadi...?”
Ujarku dengan penuh keyakinan sambil terus mengarahkan pandanganku kearah robot raksasa itu.Dan kemudian kutolehkan kepalaku kebelakang dan bicara pada gadis itu dengan senyuman lebar diwajahku untuk menenangkannya.
“Tidak... Aku tidak akan meninggalkanmu... Kau sudah membantuku sampai sejauh ini,dan aku ingin kita mencapai ke garis finish bersama-sama.”
Namun disaat aku masih belum bisa memikirkan cara untuk bisa menghadapi robot raksasa didepanku ini,terdengar suara langkah kaki besar yang mendekat kearah kami.Gadis itu melihat perlahan kebelakang dan semakin terbelalak ketakutan setelah melihat ada robot UIO kelas A lainnya yang sudah berada dibelakang kami.
“Hh-huhh...!?”
Aku yang juga mendengar suara langkah kaki besar itu pun semakin merinding dan mulai memikirkan hal yang buruk.Kutolehkan kepalaku perlahan kebelakang dan dugaanku tepat,kini kami sudah dikepung oleh dua robot UIO kelas A sekaligus.Seketika tubuhku semakin bergetar karena gadis ini masih ada bersamaku disaat kami sudah terkepung oleh robot UIO terkuat dalam ujian ini.
“Ada lagi..!?”
“Sial... Bagaimana ini?! Satu saja sudah hampir mustahil bagiku untuk mengalahkannya setelah melihat peserta lainnya dengan kekuatan yang besar pun tidak mampu mengalahkan mereka.Dan sekarang aku harus menghadapi dua sekaligus..!?”
Gumamku dalam hati.Disaat pikiranku sudah mulai buntu,tiba-tiba aku teringat kembali dengan kata-kata Barnard Alison saat pertama kali bertemu denganku.
Karena jika kau sudah menjadi anggota dari Asosiasi Pahlawan,baik Asosiasi pahlawan Dunia maupun Non Prosedural kau akan lebih banyak dituntut untuk mengambil tindakan sendiri,dan ada kalanya kau akan dihadapkan pada situasi dimana kau harus menyelamatkan lebih dari satu nyawa seorang diri.Dan jika kau tidak memiliki kekuatan kau tidak akan bisa menghadapi hal seperti itu.
Benar,inilah keadaan yang dimaksud oleh Barnard Alison padaku waktu itu.Robot ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang kuhadapi di zona A dan zona B.Dan sekarang aku sedang bersama dengan seseorang yang tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk bertarung.Jadi dengan kata lain dia sama halnya dengan para penduduk diluar sana yang tidak bisa bertarung dengan para UIO.
Sekarang aku berada pada situasi dimana aku harus menyelamatkan nyawa gadis ini dan juga nyawaku sendiri dari kedua robot rakasasa ini dengan hanya tinggal satu kesempatan lagi bagiku untuk menggunakan kekuatanku.
“Berpikir... Bagaimana caranya mengalahkan keduanya sekaligus hanya dengan satu pukulan.”
Aku terus memutar otak dan berusaha mencari cara agar aku bisa mengalahkan mereka berdua sekaligus dengan hanya menggunakan sedikitnya satu serangan dari tangan kananku dan menyelamatan gadis ini pada waktu yang sama.
“Pergilah dari sini...”
“Heh...?”
Gadis itu kaget begitu mendengar kalimat yang tiba-tiba keluar dari mulutku.
“Perglah duluan... Aku akan mengalahkan mereka berdua disini...”
“Tidak... Aku sudah bilang aku tidak akan meninggalkan—“
“Pergilah...!!”
“Tidak apa-apa... Selama aku ada disini,tidak akan kubiarkan para robot ini menyentuhmu.”
Ujarku padanya degan senyuman yang begitu meyakinkan diwajahku menirukan si bocah rubah yang kulihat di anime favoriku.Dengan berat hati,gadis itu pergi meninggalkanku dan berlari menuju ke garis finish.Dan kini hanya tinggal tersisa aku yang masih terkepung oleh dua robot UIO kelas A di depan dan di belakangku.Sekali lagi kutarik nafas dalam dan bersiap menghajar kedua robot raksasa ini.
“Hhhhhh....... Hhuuuuhhh....”
Kuyakinkan hatiku dan kupusatkan kekuatanku untuk ketiga kalinya pada tangan kananku.Sekali lagi terasa senasi yang bergejolak menjalar dari Compaq Power yang berada ditubuhku menuju keseluruh tubuh dan berpusat ke tangan kananku.
“Aku tidak bisa memikirkan cara apapun untuk bisa mengalahkan mereka berdua sekaligus dengan satu serangan.Bahkan aku sendiri tidak tahu apakah seranganku kali ini akan berhasil menghancurkan mereka seperti halnya para robot UIO di zona A dan zona B.”
“Tapi setidaknya sekarang gadis itu sudah pergi dari sini.Aku sudah berhasil menyelamatkan seseorang dengan kekuatanku sendiri.”
*Whuuzzz*
*Tap.... Tap.... Tap....*
Kulangkahkan kakiku kedepan dengan yakin dan berlari menuju kearah robot UIO kelas A didepanku dengan kecepatan penuh.Dan disaat aku hendak memulai taruhan yang penuh resiko dengan menyerang robot itu,aku teringat kembali dengan salah satu teknik yang digunakan Barnard Alison saat menyelamatkanku.
“Itu dia... Baiklah,akan kucoba teknik itu...”
Selagi berlari kearah robot raksasa setinggi 15 meter didepanku,ku kerahkan kekuatanku dan kupusatkan pada kakai kiriku sebagai tumpuan melompat kearah robot itu.
*Tap*
*WHOOOZZZ*
“Benar nak... Salah satu syarat yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi seorang pahlawan adalah...”
“.................”
“Semangat untuk mengorbankan nyawa demi melindungi orang lain.”
Aku melesat dengan cepat melompat kearah robot itu.Seketika langsung terasa denyutan yang hebat pada kaki kiriku setelah melakukan lompatan itu.
*Grrrrrttt*
“Gghhk...!!”
Namun aku tetap mencoba menahan rasa sakit yang luar biasa yang sudah kurasakan hampir di semua bagian tubuhku dan menyerang monster itu sekuat tenaga.Kupusatkan kekuatanku pada kaki kananki dan menyerang robot itu sekuat tenaga.
“SEVEN SWELL GATE ONE....!!”
“Ultimate Drop Kick...”
*DASH*
Dengan sedikit teknik memutar diudara,aku menendang kepala robot besar itu sekuat tenaga dan membantingnya ketanah dengan kekuatan penuh pada kaki kananku.
“SMASH....!!”
*DUARRRRRRR*
Seketika robot raksasa didepanku terpelanting dan terpental keras ketanah hingga menghancurkan tanah dibawahnya.Para peserta lain yang masih berjuang melewati zona C tersentak dan mengarahkan perhatian mereka pada suara dentuman keras dari seranganku.
“Hoaaaaahh...?”
“He-Hebat...”
“Apa-apaan itu...?!”
“Ke-Kekuatan macam apa itu...?!”
Namun sekali lagi terdengar suara tulang yang reatak setelah aku menggunakan kekuatan penuh pada kaki kananku untuk menyerang robot besar itu.
“Berhasil...!!”
__ADS_1
*Krrrrrkkk*
“Aaaaaaarrgghh....!!!”
Selagi masih melayang diudara dan masih merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa pada kakiku,aku masih mengumpulkan kekuatan pada tangan kananku yang sudah menghitam untuk menghajar robot UIO kelas A yang satunya.Terlihat kilapan cahaya dari tujuh warna berbeda pada kepalan tanganku.
“Satu lagi...!!”
“SEVEN SWELL GATE ONE.....”
“SONIC PUNCH....!!”
*WHOOOZZZ*
*BOOOMMM*
Kuhantamkan pukulan tangan kananku sekuat tenaga kearah robot UIO kelas A yang satunya.Seketika setengah bagian tubuh dari robot raksasa itu langsung hancur menjadi abu hingga tak berbekas.Tanpa kusadari dua serangan terakhir yang kubuat ternyata membuat efek yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan yang kulepaskan saat melawan robot UIO kelas A dan B.Kekuatan yang kulepaskan begitu besar hingga membuat bekas yang besar dan memanjang jauh ditanah sekitar 300 meter.
Gadis yang kuselamatkan tadi berhenti dan melihat kearah belakang setelah mendengan dua dentuman keras dari arah belakang.
“Zikki...? Zikki...!!”
Gadis itu berbalik dan kembali menuju kearah suara dentuman itu karena khawatir setelah meninggalkanku sendirian bersama kedua robot UIO kelas A.Setelah menggunakan kekuatanku untuk kesekian kalinya,kini seluruh tulang di kedua tangan dan kakiku sudah remuk dan sudah tidak bisa digerakkan lagi.Aku terjatuh dengan tubuh yang sudah melemah dari ketinggian sekitar 15 meter.
“Oi oi...!? Apa yang kau lakukan...?! Kau bisa mati jika terjatuh dari ketinggian seperti itu dengan posisi kepala dibawah..!!”
Teriak salah satu peserta laki-laki dengan ukiran sarang laba-laba kedua pipinya yang melihat seranganku dari tempat yang tak begitu jauh.Disaat kukira aku akan mati setelah menghancurkan tubuhku sendiri,datang seseorang yang berayun dari pepohonan besar disekitar dan melompat menangkapku.
“Oi... Ada apa denganmu..?! Tubuhmu hancur total.Apa yang terjadi padamu?”
“U-Ugh...”
Peserta itu membaringkan tubuhku yang sudah terlihat hancur parah dengan perlahan selagi memasang ekspresi wajah yang begitu terkejut sekaligus penasaran.
“Zikki... Zikki...”
Gadis yang kuselamatkan tadi datang kembali dan menghampiriku yang sudah tergolek lemah ditanah.
“Dasar payah... Kenapa kau malah kembali kesini?”
“Tubuhmu... Kau melakukannya sampai sejauh itu hanya untuk menyelamatkanku?”
Tanya gadis itu mengabaikan ucapanku yang terlihat begitu panik setelah melihat keadaanku yang sudah lumpuh total setelah menghancurkan kedua robot raksasa itu.
“Bukankah sudah kubilang,selama kau masih bersamaku tidak akan kubiarkan para robot itu menyentuhmu.Dan kini aku sudah menepati ucapanku.”
Ujarku pelan yang sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang begitu luar biasa disekujur tubuhku.Kemudian terdengar suara seperti sebuah sirine yang berasal dari hologram raksasa yang berada diatas arena ujian.
Waktunya.Maafkan aku,aku tidak bermaksud meninggalkanmu disini,tapi waktunya sudah hampir habis.Aku harus pergi sekarang atau aku akan gagal di ujian ini.Ujar peserta laki-laki yang sudah menyelamatkanku setelah mendengar suara sirine itu.
Tidak apa-apa.Terima kasih karena sudah menyelamatkanku.Peserta itu melompat sangat tinggi dan berayun menggunakan tali yang keluar dari tangannya dari pepohonan besar disekitar arena ujian menuju ke garis finish.
“Kau juga... Pergilah.”
Ujarku pada gadis itu yang kembali setelah mendengar suara dentuman keras itu.Tapi bagaimana denganmu.Tinggalkan aku dan pergilah sebelum waktunya habis.Tidak,aku tidak akan meninggalkanmu lagi.Biar kusembuhkan lukamu dan kita pergi ke garis finish bersama-sama.Namun aku menolak tawarannya dengan lembut dan memintanya untuk segera pergi ke garis finish sebelum waktunya habis.
“Tidak ada waktu lagi... Jika kau menyembuhkanku sekarang kau akan kehabisan waktu sebelum kau berhasil pergi menuju ke zona aman.”
Gadis itu mulai menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.
“Tidak apa-apa... Pergilah... Aku baik-baik saja.”
Ujarku pelan pada gadis itu.Perlahan,gadis itu mulai bergerak dari tempatnya dan pergi meninggalkanku menuju ke zona aman sambil menahan air matanya.
“Ma-Maafkan aku...”
Berakhir sudah.Sia-sia,semua yang sudah diberikan Barnard Alison,semuanya sia-sia.Padahal tinggal sedikit lagi.Impianku yang sudah didepan mata.Setelah 5 bulan latihan keras yang kulalui bersama Barnard Alison,dan setelah aku berjuang mati-matian untuk bisa lulus ujian ini,pada akhirnya aku harus menerima kenyataan bahwa aku gagal lulus dalam ujian ini dengan keadaan seluruh tubuhku yang sudah hancur karena tidak bisa mengendalikan kekuatan yang diberikan Barnard Alison.
“Maafkan aku Barnard Alison.Aku gagal lulus di ujian ini.Tapi setidaknya aku sudah berhasil menyelamatkan nyawa seeorang dengan kekuatanku sendiri.”
Aku terus menyesali kegagalanku yang tidak bisa mengendalikan kekuatan yang sudah dipercayakan Barnard Alison kepadaku.Dan setelah beberapa saat,sepertinya aku kehilangan kesadaran setelah tak kuat menahan rasa sakit di seluruh tubuhku dan terbangun di sebuah ruangan bersama seorang wanita cantik yang sudah berdiri disebelah kasur tempatku berbaring.
“U-Uhh.... Dimana aku?”
“Ah,kau sudah sadar? Sekarang kau ada di pusat rehabilitasi Asosiasi Pahlawan Tokyo.”
Saat aku tersadar dan bicara pada wanita itu,aku langsung sadar jika luka pada tangan dan kakiku sudah sembuh.
“Lukaku sembuh?”
“Akulah yang menyembuhkanmu.Aku Kawakami Hinata,aku yang bertugas untuk mengobati para pahlawan yang terluka setelah bertugas.”
Jadi anda yang sudah menyembuhkan luka saya.Terima kasih banyak.Aku beangkit dari tempat tidurku dan terduduk kemudian berterima kasih pada wanita cantik didepanku.Sama-sama.Sudah jadi tugasku untuk menangani para peserta ujian yang terluka dalam ujian ini.Tapi pada ujian kali ini,hanya kau satu-satunya peserta yang terluka dan terlebih lagi lukamu sangat parah.Bahkan aku hampir tidak bisa menyembuhkanmu.
“U-Uh....”
Tadinya aku juga berpikir demikian.Apakah tangan dan kakiku bisa kembali lagi seperti semula setelah semua suara retakan tulang yang kudengar sepanjang ujian tadi.Wanita itu terlihat agak lumayan berkeringat,mungkin karena terlalu banyak dia menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan lukaku sehingga tenaganya hampir habis.Tapi dia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi bahwa ia kelelahan atau kehabisan tenaga didepanku.Benar-benar seorang profesional yang totalitas dalam menjalankan tugasnya.
Dan jujur saja,dengan kondisinya yang sedang berkeringat itu justru malah semakin memancarkan aura seksi dari tubuhnya yang memang sudah lumayan berisi.Ditambah lagi dengan wajahnya yang cantik dan sebuah kacamata yang semakin menambah aura kecantikannya yang bagaikan dokter cantik yang biasa kulihat di film-film korea atau di beberapa anime jepang.
Apalagi dia hanya mengenakan sebuah kaus tank top dan celana panjang yang dibalut dengan jubah putih yang biasa dipakai para dokter.Tapi sayangnya sekarang aku tidak bisa mengkhayalkan itu.Karena yang lebih aku khawatirkan sekarang adalah bagaimana dengan hasil ujiannya.Karena terakhir kali yang kuingat adalah aku menghajar dua robot UIO kelas A demi melindungi gadis berambut putih itu dan terjatuh dari ketinggian 15 meter kemudian tidak sadarkan diri.Dari situ saja sudah bisa dipastikan bahwa aku sudah gagal dalam ujian ini.
“Seluruh tulang di tangan dan kakimu hancur hingga tak berbentuk.Butuh waktu hingga 2 jam lebih bagiku untuk bisa menyembuhkanmu bahkan dengan kekuatanku sekalipun.Ini pertama kalinya aku hampir kehabisan tenaga hanya untuk menyembuhkan satu orang.”
“Maafkan aku.”
“Seharusnya kami hanya diperbolehkan untuk menyembuhkan pasien yang terluka dengan peralatan yang sudah disediakan oleh Asosisasi Pahlawan Tokyo.Kami hanya diperbolehkan untuk menyembuhkan pasien yang terluka dengan kekuatan hanya jika lukanya benar-benar parah atau jika nyawanya sudah sangat terancam.Dan kau baru saja berada dalam keadaan yang sama dengan penjelasan yang kedua barusan..”
“Maafkan aku.”
Aku hanya bisa terus meminta maaf selagi dia menjelaskan kronologis yang terjadi saat dia berusaha menyembuhkan setiap luka ditubihku.Aku sendiri sangat terkejut setelah melihat keadaanmu.Ini pertama kalinya aku melihat efek yang sangat mengerikan dari seseorang yang baru saja menggunakan kekuatannya.
“Normalnya,seseorang akan mengalami efek samping setelah menggunakan kekuatannya hingga sampai batas maksimum pemakaiannya,tapi itu pun tidak akan sampai separah ini.Apakah mungkin kau masih belum bisa memperkirakan batas maksimum penggunaan kekuatanmu?”
Aku agak terkejut begitu mendengar pertanyaan dari wanita itu.
“U-Uh... Mungkin bisa dibilang begitu?”
“Ini memang kurang logis,tapi apa mungkin kau baru saja mendapatkan kekuatanmu dalam waktu dekat ini?”
Aku semakin gugup ketika wanita itu terus mengajukan pertanyaan yang menyudutkanku.Entah memang kebetulan atau dia memang tahu kalau aku baru mendapatkan kekuatan ini beberapa waktu yang lalu.
“A-Ah.... Soal itu....
Benar.Aku mendapatkan kekuatanku dari Barnard Alison beberapa bulan yang lalu.Aku memang sudah melatih tubuhku siang dan malam agar aku bisa mengendalikannya,tapi sepertinya waktu lima bulan masih belum cukup bagiku untuk bisa mengendalikannya.Mana mungkin aku bilang begitu padanya.Aku bergumam tak jelas dalam hati memikirkan jawaban macam apa yang harus kuberikan pada wanita yang sudah menyelamatkanku ini.
“Yah,yang jelas aku hanya mau bilang bahwa kau harus lebih berhati-hati dalam menggunakan kekuatanmu.Aku memang sudah mengembalikan tulang-tulangmu yang hancur,tapi itu masih belum sepenuhnya sembuh.Jadi untuk sementara waktu kau tidak boleh menggunakan kekuatanmu.Mungkin akan butuh waktu 1 sampai 2 minggu sampai tulang-tulangmu kembali seperti sempurna.”
“Baik.”
“Kau boleh pulang sekarang.Ah,iya.Tentang hasil ujiannya,hasilnya akan diumumkan lewat siaran langsung di televisi besok pukul 8 pagi."
“Baik.Terimakasih.”
Aku segera bangun dari tempat tidurku dan pergi meninggalkan ruangan itu setelah mendapatkan perawatan dari wanita itu.
“Permisi...”
Aku berjalan kembali ke penginapan dengan kedua kaki dan tanganku yang dipenuhi balutan perban.Aku masih belum bisa melupakan kenyataan bahwa aku baru saja gagal mewujudkan impian yang sudah berada didepan mataku.
Perasaan sedih dan bersalah terus menyelimutiku disepanjang perjalananku menuju ke penginapan.Aku masih belum bisa menyiapkan kata-kata yang tepat untuk meminta maaf kepada kak Alisha dan Barnard Alsion karena aku sudah gagal memenuhi harapan mereka.
[*Suara pintu terbuka]
“Aku pulang...”
Setibanya di penginapan,aku langsung duduk diatas kasurku dengan tertunduk lesu sambil menyesali apa yang baru saja terjadi padaku hari ini.
“Bagaimana caraku bilang pada kak Alisha? Aku gagal menjawab kepercayaan orang-orang yang sudah mendukungku.Apa yang harus kukatakan pada Barnard Alison
Apa yang akan kulakukan dengan kekuatan yang diberikan Barnard Alison jika aku gagal masuk ke Asosiasi Pahlawan Tokyo?”
Kekuatan ini sudah dipercayakan kepadaku,tapi aku malah gagal memenuhi harapan Barnard Alison dan gagal lulus ujian masuk Asosiasi Pahlawan Tokyo.Barnard Alison,maafkan aku karena tidak bisa memanfaatkan potensi yang kau berikan dengan sempurna.Tapi,aku hanya melakukan hal yang menurutku benar.
__ADS_1