
- Tahun 2032,Indonesia -
Pagi itu adalah pagi yang cerah dan damai seperti sebelumnya.Saat aku hendak pergi bermain di taman setelah pulang sekolah,tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang menjerit.Aku segera berlari menuju kearah taman begitu mendengar suarajeritan itu.Setibanya disana,aku menemukan seorang gadis yang tersungkur ditanah ditengah taman.Gadis itu terlihat begitu ketakutan seperti habis dikejar anjing.Sambil menutup matanya,ia terus mencoba meminta pertolongan kepada orang-orang yang mungkin lewat disekitarnya.
“Kau tidak apa-apa?”
Tanyaku yang khawatir pada seorang gadis kecil yang sedang terluka dihadapanku.
“Ah... Iya.”
Gadis itu membuka matanya perlahan lalu menatap kearahku dengan tatapan bingung dan ketakutan.Aku yang masih bingung mengapa ia bisa tersungkur disana dan begitu ketakutan berusaha untuk menenangkannya dan menanyakan padanya apa yang terjadi.
“Axelle,minggir dari sana atau akan kubuat kau babak belur lagi!”
Tiba-tiba muncul seorang anak laki-laki dengan ekspresi penuh amarah dan dikawal 2 orang seumurannya.Itu adalah Ozora,teman pertama yang kutemui karena secara kebatulan orangtua kami saling mengenal satu sama lain.Namun sikap ozora sangat berbanding terbalik denganku,dia adalah orang yang sangat ambisius dan selalu ingin jadi pemenang dalam segala hal.
“Ozora? Sudah kuduga ternyata memang kau pelakunya.”
Tanyaku denagn ekspresi yang agak marah padanya.Ozora berteriak keras menjawab pertanyaanku dengan nada yang sombong.
“Haaahh!? Lalu apa urusanmu?”
“Sepertinya dia menantangmu bos.”
Tiba-tiba salah satu pengikut Ozora yang berada dibelakangnya berusaha menghasutnya dan membuatnya semakin panas.Ozora yang memang memiliki karakter liar dan suka bertarung karena memiliki kekuatan yang diwariskan dari kedua orangtuanya langsung menanggapi serius hasutan temannya.
“Hooooh? Tidak kusangka sekarang kau sudah punya nyali untuk menantangku Axelle!!”
Ozora memandangku dengan tatapan yang mengerikan dan senyuman jahat yang lebar diwajahnya.
“Ti-Tidak... Bukan begitu... Kalian sudah salah paham.Aku sama sekali tidak punya niat untuk menantangmu,sungguh.”
Jawabku gugup yang sudah begitu ketakutan setelah melihat wajah Ozora yang begitu menakutkan.Aku berusaha menenangkannya namun sepertinya usahaku sia-sia karena ozora sudah terlihat begitu panas dan sudah siap untuk menghajarku lagi.
”Kalau begitu minggir dari sana supaya aku bisa menghajar gadis yang tidak tahu diri itu! Bocah yang tidak punya kekuatan apapun sepertimu lebih baik pulang saja dan tidur siang sana!”
Ozora menjawabku dengan sebuah kalimat hinaan sambil tersenyum lebar dihadapanku.
“K-Kkh.....”
Kaki dan seluruh tubuhku bergetar hebat,namun disisi lain aku tidak bisa meninggalkan gadis ini begitu saja.Kulihat raut wajah yang begitu ketakutan pada gadis itu.Tapi jika aku nekat melawan ozora,mustehil juga aku bisa menang.Aku yang lemah ini sama sekali bukan tandingan bagi ozora yang sudah memiliki bakat bertarung alami sejak awal.
“Sudah bos,beri saja dia pelajaran seperti biasanya.”
Sekali lagi teman Ozora berusaha menghasutnya dari belakang dan membuatnya semakin memanas.
“Axelle... Kau akan menyesal karena baru saja menghalangi kesenanganku hari ini! Sekarang pilihlah,mana yang kau inginkan!? Datang sendiri kesini dan kuhempaskan dengan tangan kananku... Atau aku sendiri yang akan menarikmu paksa dengan tangan kiriku dan kuhempaskan dengan tangan kananku seperti biasanya.”
Terlihat pusaran angin kecil bertekanan tinggi sudah ada di Tangan kanannya dan sebuah bola hitam kecil ditangan kirinya.
“Tu-Tunggu,Ozora... Ini salah paham.Aku sama sekali tidak berniat untuk menantangmu atau semacamnya.Percayalah padaku.”
Tapi semuanya sudah terlambat,ozora yang sudah terlanjur panas berkat hasutan dari temannya langsung menarikku kearahnya dengan kekuatan bola hitan ditangan kirinya dan menghempaskanku kembali dengan kekuatan ditangan kanannya.
“Teima ini !!”
*Shuuuuuuutt*
“Ho-Hoaaaaaaahh!!”
Aku ditarik oleh gaya gravitasi yang kuat dari bola hitam ditangan kirinya dan dihempaskan ke belakang sekitar 10 meter dangan serangan dari kekuatan ditangan kanannya yang dihantamkan langsung kearah perutku.
*Duarrrrrrrr*
“Aaaaaaarggh!!”
Aku yang terhampas jauh kebelakang masih meringis kesakitan sambil memegang perutku yang terasa mual dan sakit setelah menerima serangan ozora.
“Itulah akibatnya jika orang yang tidak punya kekuatan tapi berlagak seperti seorang pahlawan yang seolah-olah mampu menyelamatkan seluruh dunia.Setidaknya aku sudah cukup puas karena sudah menghajarmu kali ini.Ayo pergi!”
Ozora dan teman-temannya kemudian pergi meninggalkanku dan gadis yang kuselamatkan setelah menghantamku dengan kuat.
“Uhuk... Hhak... A-Aaarrghhh.”
“Kau tidak apa-apa?”
Tanya gadis itu khawatir setelah melihatku terhempas begitu kuat karena serangan ozora.Ah,Tidak apa-apa,Tenang saja.Aku sudah sering diperlakukan seperti ini oleh ozora sejak kami pertama kali bertemu.Dia orangya memang seperti itu tapi sebenarnya dia itu orang yang baik.
Jawabku dengan senyuman yang sok kuat dibalik wajahku yang sudah babak belur.
“Terima kasih banyak karena sudah menyelamatkanku.Namaku Hirasawa Megumi.Aku berkunjung kesini sementara karena ayahku sedang ada urusan pekerjaan disini.”
Gadis itu memperkenalkan dirinya setelah berterima kasih padaku yang sudah menolongnya meskipun akan lebih tepat jika disebut akulah yang menggantikannya dan menjadi samsak tinju ozora seperti biasanya dan sudah babak belur.
“Ah,Namaku Axelle Arziki Otadan.”
“Zikki...”
“Zikki...?”
Aku agak sedikit bingung ketika dia mengucapkan kata zikki.Apakah itu kosa kata baru yang sedang populer atau dia juga sedang mencoba membuat kalimat ejekan untukku yang sudah babak belur ini.
Tapi gadis itu segera menjelaskan maksud dari kata zikki yang dia ucapkan barusan.Aku akan memanggilmu zikki.Karena ditempatku,memanggil nama seseorang yang baru dikenal dengan nama depannya adalah sesuatu yang tidak sopan.Satu hal yang langsung kusdari setelah mendengar penjelasanya mengenai kata zikki adalah dia bukan orang asli indonesia.Tapi aku tetap berusaha menghormatinya dan membiarkannya memanggilku dengan nama itu jika memang nama panggilan itu lebih nyaman disebutkan.
“Oh? Baiklah.Kalau begitu akan kupanggil kau dengan... Hmm bagusnya bagaimana ya...? Ah,bagaimana kalau—”
“Megumi.Megumi.Ayo kita pulang.”
Belum sempat aku menemukan nama panggilan yang cocok untuk gadis itu,tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil gadis itu.
“Ah,maaf aku pergi dulu ya.Terima kasih banyak karea sudah menyelamatkanku.Aku tidak akan pernah melupakanmu.”
Aku hanya bisa melongo dengan ekspresi wajah yang sudah tak berbentuk melihat gadis itu menjauh meninggalkanku.
“O-Ooh... Loh,sebentar.Tadi namanya siapa ya? Aaaaahh sialan aku malah lupa namanya.Bagaimana ini? Ya sudahlah,nanti kalau ketemu lagi akan kutanyakan lagi namanya."
Namun sejak saat itu,aku sudah tidak pernah melihatnya lagi.
- Tahun 2045,Boyolali,Indonesia -
“Aku berangkat.”
Aku segera berlari setelah menutup pintu rumah dan bergegas menuju ke sekolah.
Sejak kejadian itu,kuputuskan bahwa itu adalah terakhir kalinya aku dikalahkan oleh ketakutanku.Pagi ini tidak jauh berbeda dari pagi yang lainnya,tapi ada satu hal yang membuatku sangat bersemangat hari ini,itu karena hari ini adalah hari dimana aku akan lulus dari bangku sekolah SMA dan akan melanjutkan ke Asosiasi Pahlawan Dunia di Tokyo.
Namaku Axelle Arziki Otadan.Aku tinggal di kota Boyolali,Indonesia bersama kakak sepupu perempuanku Adoria Alisha yang bekerja sebagai pelayan disebuah restoran cepat saji di kota Solo.Kakakku berangkat bekerja saat pagi hari,dan pulang saat petang tiba.Kedua orangtuaku sudah meninggal karena serangan monster UIO saat aku masih berusia 2 tahun.Meskipun aku tidak begitu mengingat kejadiannya dengan jelas,tapi kakakku bilang mereka berdua meninggal karena dibunuh oleh UIO saat berusaha melindungiku.Dan sejak saat itu,aku memiliki impian untuk masuk ke Asosiasi Pahlawan Dunia suatu hari nanti,menjadi top hero seperti Pahlawan terhebat didunia yang sangat aku idam-idamkan Barnard Alison,dan mengalahkan semua monster UIO yang selalu berusaha membunuh umat manusia setiap kali mereka datang kebumi,agar umat manusia bisa hidup dengan damai tanpa perlu takut akan serangan UIO.
Sejak aku lahir,aku tidak memiliki kekuatan apapun seperti anak-anak lainnya.Dan itu membuatku menjadi bahan bullyan di sekolah dan di lingkunag sekitarku.Namun hal itu tidak mematahkan semangatku untuk mengejar impianku menjadi seorang pahlawan yang hebat.Karena menurutku,seorang pahlawan tidak disebut sebagai pahlawan hanya karena kekuatan mereka yang hebat saja,tapi juga dilihat dari keberanian mereka dalam menghadapi kejahatan dan menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.Aku menghabiskan waktuku saat diluar jam sekolah untuk bekerja paruh waktu demi mengumpulkan uang agar bisa berangkat ke Tokyo dan mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Dunia sambil mempelajari semua yang kubutukan untuk bisa kesana.Dan kini,semua kerja kerasku akan terbayarkan saat aku lulus dari bangku SMA hari ini.
“Jadi,sesuai dengan selebaran yang sudah bapak berikan pada kalian pagi tadi,kalian akan menulis kemana tujuan kalian setelah lulus dari sekolah ini.Tetapi,jika kita melihat perbandingan sejarah kebelakang dengan yang terjadi di zaman sekarang ini,dan setelah bapak baca sekilas selebaran kalian,bapak rasa bapak sudah tahu kemana kalian akan melanjutkan langkah kalian setelah keluar dari sini.”
Jelas pak guru yang menjadi wali kelasku saat mengumpulkan selebaran yang sudah diberikan kepada para murid pagi tadi.Tiba-tiba seisi kelas bersorak secara serempak.
“Asosiasi pahlawan!”
“Tapi tunggu sebentar.”
“..............”
Seketika seisi kelas menjadi hening setelah mendengar suara pak guru yang cukup keras dan menghentikan sorak-sorak dari para murid.
“Bapak memang tidak melarang kalian untuk melanjutkan ke Asosiasi Pahlawan,tapi saat membaca selebaran tadi,bapak melihat satu hal yang sangat mengejutkan.”
“.............”
Para murid bergemuruh satu sama lain,mengira-ngira apakah hal yang mengejutkan itu.Aku yang sejak tadi hanya diam ditempat dudukku dan memperhatikan mereka semua mulai merasakan kalau akan ada sesuatu yang terjadi padaku sebentar lagi.
“Axelle.”
“I-Iya pak.”
Dan benar saja.Pak guru tiba-tiba memanggil namaku padahal aku sama sekali tidak terlibat dalam insiden sorak sorai itu.Aku agak sedikit terkejut karena pak guru tiba-tiba memanggil namaku dengan nada suara yang cukup tegas.
“Apa kamu serius dengan yang kamu tulis di selebaranmu ini?”
“I-Iyaa... Tentu saja saya serius pak.”
Jawabku gugup setelah mendengar pertanyaan pak guru barusan.Aku rasa aku sudah tahu apa yang akan dikatakan pak guru berikutnya padaku.
“Kalau begitu tolong jelaskan pada bapak bagaimana caramu untuk bisa masuk ke Asosiasi Pahlawan Dunia di Tokyo?”
Pertanyaan itu langsung membuatku mati langkah.Aku yang sudah terlanjur gugup sejak awal sudah tidak bisa memikirkan jawaban apapun untuk menjawab pertanyaan pak guru.
“Hah? Axelle ingin mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Tokyo? Ahahahahahaha.Mana mungkin itu bisa terjadi?”
Tiba-tiba salah satu murid yang ada dikelas memotong pembicaraan dan memecahkan keheningan serta ketegangan yang kualami dengan menyindirku yang kemudian diikuti dengan tawa penuh kebahagiaan dari seisi penghuni kelas yang mentertawakanku karena ingin mendaftar ke Asosiasi Pahlawan padahal tidak punya kekuatan apapun.
“Hahahahahahahahahaha....”
“Hei,Axelle ingin mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Tokyo?”
“Yang benar saja? Mana mungkin itu bisa terjadi? Dia kan tidak punya kekuatan sama sekali.”
“Dasar tidak tahu diri.Harusnya dia sadar dengan batas kemampuannya sebelum membuat keputusan seperti itu.”
“Tidak punya kekuatan tapi mau mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Tokyo? Kukira otaknya sudah tidak waras.”
Aku hanya bisa tertunduk lesu sambil mengepalkan kedua tanganku diatas meja dan menahan air mataku yang hampir terjatuh ke mejaku karena mendengar ucapan mereka yang mentertawakan impianku.
“Axelle... Berhentilah membuat lelucon yang membuatku tertawa.”
Tiba-tiba terdengar suara ozora yang mencoba menyindirku.Aku sangat terkejut begitu suara ozora terdengar ditelingaku,dan kepalan tanganku yang sudah mulai mengeras sejak tadi pun langsung terlepas yang diiringi dengan emosiku yang mulai terbang menghilang.
“I-Itu... Itu sama sekali bukan lelucon.Aku sungguh-sungguh ingin mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Dunia di Tokyo.Itu,itu adalah impianku sejak kecil.Aku bahkan sudah mengumpulkan uang hasil kerja paruh waktuku selama bertahun-tahun untuk berangkat kesana.”
Aku langsung menjawab pernyataan itu secara spontan beberapa detik setelah ozora selesai mengucapkan kata-kata sindiranya padaku.
*Grack* [Suara kursi yang bergeser dari tempatnya]
Ozora berdiri dari bangkunya dan mulai menghampiriku yang duduk dibarisan tengah dengan ekspresi wajah yang sangat menakutkan serta kedua tangan yang sudah terbuka dan siap untuk menggunakan kekuatannya padaku.
“Hoooooh? Jadi itu sungguhan ya? Kalau begitu lupakan saja impian bodohmu itu karena itu tidak akan pernah terwujud.Kau tahu!“
Ozora menggebrak mejaku dengan tangan kanannya dan berteriak dengan suara keras didepan wajahku.Sadarlah Axelle,kau itu tidak memiliki kekuatan apapun.Bahkan menepis bola pinalti saat jam olahraga saja kau tidak bisa.Jadi sesuaikanlah impianmu itu dengan kemampuan dan kenyataan yang ada pada dirimu.Kau mengerti.
*Whooozz*
Ozora mengeluarkan kekuatan ditangan kanannya untuk menakut-nakutiku dan kemudian menarik bajuku dengan tangan kirinya menarikku dari tempat dudukku.
“Dengar baik-baik Axelle... Jangankan untuk diterima di Asosiasi Pahlawan Dunia,untuk bisa lolos tes masuk di Asosiasi Pahlawan Non Prosedural pun kau tidak akan mampu jika kau tidak memiliki kekuatan seperti ini AXELLE !!!”
*Duarrrrrrrrr*
Ozora menghantam kuat perutku dengan kekuatan dari tangan kanannya.Aku terpental sangat kuat kebelakang hingga terbentur tembok.
“Uhhaaaaaahhkk...!!”
*BRAKK*
“Uhuk-Uhuk-Hhak!! Huh,Huh....”
Ozora mendekat kearahku yang sudah lemah setelah menerima serangannya dan membisikkan sesuatu didepan wajahku.Sudahlah Axelle,berhentilah membual tentang impian konyolmu untuk mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.Memiliki kekuatan adalah syarat mutlak untuk bisa menjadi pahlawan.Dan hanya yang memiliki kekuatan istimewa seperti inilah yang akan diterima disana.Kau mengerti.
“I-Iya...”
“Ozora,Hentikan!”
Terdengar suara teriakan pak guru yang terlihat sudah cukup marah selagi menggebrak mejanya setelah melihat apa yang dilakukan ozora dan berusaha untuk menenangkannya. Ozora terdiam untuk beberapa saat sambil menahan amarahnya sebelum mendekatkan wajah seramnya kearahku dan bicara padaku dengan nada pelan.
“..............”
“Dengar Axelle,semua orang dikelas ini... Tidak,bahakan semua orang disekolah ini pun sudah tahu bahwa akulah siswa terbaik disini.Aku akan menndaftar ke Asosiasi Pahlawan Tokyo dan akan menjadi satu-satunya murid terbaik dari Indonesia yang bisa masuk kesana.Jadi jangan coba-coba untuk mendaftar kesana dan mengusik kepopuleranku.Kau mengerti!?”
__ADS_1
“Ba-Baik.”
Terdengar suara Bell berbunyi yang menendai berakhirnya kegiatan belajar hari ini.Aku berjalan pulang kerumah menyusuri jalanan kota dengan wajah yang penuh keputusasaan sambil membawa surat kelulusanku dengan perut yang masih terasa sakit dan mual akibat serangan Ozora tadi pagi.Diperjalanan,aku merenung sambil terus memikirkan kata-kata Ozora.
Memiliki kekuatan adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang pahlawan ya.Aku juga sempat berpikir demikian,tapi walaupun begitu,aku tetap bertekad untuk menjadi pahlawan yang hebat yang bisa melindungi kakakku serta orang-orang yang kusayangi.
Ditengah renunganku ditengah perjalanan menuju kerumah,tiba-tiba terdengar suara dengingan keras dari langit yang diikuti dengan kedipan cahaya putih yang terang. Aku memandang ke atas dan memastikan suara apa yang barusan kudengar.Dan kulihat kedipan cahaya yang cukup besar dan begitu terang langsung menyilaukan mataku.
*Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingg!!!*
“Suara apa itu!?”
“Kedipan cahaya apa itu? Apa mungkin itu meteor jatuh? Tapi,tidak ada pemberitahuan apapun di televisi tadi pagi jika akan ada meteor jatuh hari ini.”
Awalnya aku tidak begitu paham dan tidak begitu peduli dengan asal usul dari suara dengingan serta kedipan cahaya putih itu dan terus melanjutkan perjalananku pulang ke rumah.Namun setelah beeberapa saat aku mulai sadar dengan apa yang akan muncul setelah suara dengingan keras dan kedipan cahaya dari langit itu.
“Tu-Tunggu sebentar... Suara dengingan keras yang diikuti kedipan cahaya besar dari langit.... MUSTAHIL! ITU ADALAH...”
*Duarrrrrrrrrrrrrr*
Tiba-tiba sesuatu yang sangat besar jatuh sekitar 50 meter dihadapanku.Sebuah benda menyerupai kapsul raksasa berwarna hitam.Dan setelah beberapa saat,kapsul raksasa itu terbuka,dan ternyata dugaanku tepat.Itu adalah UIO dan ukurannya sangat besar dengan bentuk tubuhnya yang menjulang tinggi sekitar 25 meter.
Makhluk itu sudah menghancurkan sekitar 10 rumah disekitarnya hanya dengan jatuh ketanah.
“Mustahil... I-I-Ini mustahil.. Itu UIO...!! Besar sekali,apa yang harus kulakukan?!”
Sialan,badanku gemetar dan tidak mau bergerak karena ketakutan.Monster itu besar sekali dan tepat berada dihadapanku.Aku harus lari,aku harus pergi dari sini.Aku tidak punya kekuatan apapun untuk melawannya.Tapi kenapa badanku tidak mau bergerak.Seluruh badanku langsung kaku seketika begitu melihat UIO raksasa itu jatuh tepat dihadapanku.
Aku hanya bisa diam terpaku dengan tubuh gemetar dan mata yang terbuka lebar karena ketakutan.Kemudian monster besar itu menatap kearahku.Seketika aku semakin ketakutan dan badanku semakin bergetar hebat.
“Dia melihat kemari!? S-Sial.B-Bagaimana ini!? Tidak ada jalan lain,aku harus lari.Tapi kenapa kakiku tidak mau bergerak?! Sialan,jika begini terus aku akan mati terbunuh.”
Monster itu memutar badannya dan hendak melangkah kearahku.Pandanganku langsung memudar,jantungku berdegub cepat dan nafasku mulai tak beraturan.Aku mulai memikirkan hal-hal yang buruk.
“Hhuuh... Hhuuh...”
Sialan,tubuhku tidak mau bergerak.Apakah semuanya akan berakhir disini.Apakah aku akan mati disini sebelum bisa mewujudkan impianku menjadi pahlawan.Kakak,maafkan aku.Maafkan aku karena sudah banyak menyusahkanmu selama ini.Terima kasih karena sudah merawatku sampai saat ini.
Aku mulai bergumam sendiri melihat makhluk besar itu yang semakin mendekat kearahku.
“Sial,setidaknya biarkanlah aku melihat pahlawan idolaku sekali saja secara langsung di Asosiasi Pahlawan Tokyo sebelum aku mati.”
Monster besar itu semakin mendekat kearahku.Suara kakinya yang besar menggetarkan tanah dan membuat tubuhku semakin bergetar hebat.Tatapanku mulai kosong,kurasa sudah terlambat untuk melarikan diri.Kakiku mulai lemah dan akupun ambruk dengan hanya tinggal berdiri dengan lututku.Tetapi,disaat aku berpikir bahwa semuanya sudah berakhir,keajaiban yang hanya ada didalam film pun terjadi.
“Hoaaaaaaaaaaaaaah!”
Terdengar suara teriakan dari kejauhan.Aku bertanya-tanya apakah itu salah satu dari makhluk besar yang ada dihadapanku ini.Karena jika memang iya,maka situasi yang ku alami saat ini akan menjadi semakin buruk.
“S-Suara apa lagi itu?!”
“Beraninya kau menginjakkan kaki kotormu ditanah yang suci ini? Bertekuk lutut dan enyahlah dihadapan tinjuku ini.”
Terdengar suara seseorang berteriak kepada moster UIO itu.Yang sepertinya pernah kudengar sebelumnya tapi tidak tahu kapan dan dimana tempatnya.Satu-satunya yang bisa kuingat dari suara teriakan itu adalah itu merupakan suara teriakan yang selalu kudengar di televisi setiap kali ada berita serangan UIO di suatu tempat.
“Tunggu sebentar,entah kenapa rasanya aku tidak asing dengan suara itu.”
Kemudian terlihat sesuatu melesat dengan cepat kearah monser UIO itu dan diikuti dengan kilapan cahaya hijau keemasan,teriakan yang keras serta suara hantaman yang sangat kuat.
“Terima ini...!! SONIC PUUUUUNCH....!!”
*Duarrrrrrrrrrrrrrrrrrr*
Hantaman itu sangat kuat hingga menghempaskan dan menghancurkan monster itu hingga tak berbentuk.Aku yang berada seekitar 30 meter disamping hantaman keras itu pun ikut terpental cukup jauh karena hantaman itu.
*Whoooooozzz*
“Whoaaaah...!”
Monster besar itu tergeletak dengan setengah tubuh bagian bawahnya yang masih tersisa.Kepulan debu menutupi pandanganku yang sangat penasaran dengan siapakah orang dengan kekuatan hebat yang baru saja menolongku barusan.
Perlahan kepulan debu itu menghilang,dan terihatlah sesosok bayangan yang tinggi besar sedang berdiri disana.Entah mengapa aku sangat tidak asing saat melihat bayangan itu,dan setelah kepulan debu benar-benar menghilang,terlihatlah sosok asli dari bayangan sang penolongku tadi.Tubuh tinggi besar,senyuman lebar diwajahnya,rambut berwarna emas serta suara tawa yang khas yang selalu terdengar setiap kali dia selesai menjalankan tugasnya sebagai pahlawan.
Benar,hanya ada satu orang yang memiliki kekuatan sebesar itu dan sanggup menghancurkan monster UIO setinggi 25 meter dengan satu pukulan.Dia adalah sang pahlawan nomor satu, simbol perdamaian dunia Barnard Alison.Aku sangat terkejut sekaligus sangat senang setelah mengetahui bahwa aku baru saja diselamatkan oleh seseorang yang sudah menjadi idolaku sejak kecil.
“HAA-HA-HA-HA... Tenanglah,wahai para generasi penerus bumi.Karena aku sudah ada disini.Selama aku masih ada didunia ini,maka tidak akan kubiarkan segala bentuk kejahatan menyentuh kalian.”
Aku hanya bisa terdiam dengan mulut menganga dan ekspresi yang masih tidak percaya akan apa yang baru saja kulihat hari ini.Benarkah yang kulihat ini.Itu,itu adalah sang pahlawan nomor satu dunia,simbol perdamaian dunia Barnard Alison.
“Benar nak,kau tidak salah lihat.Tapi kata-kata pujianmu barusan sepertinya terlalu dibesar-besarkan.”
Barnard Alison menjawabku dengan ekspresi yang agak sedikit malu akan pujianku barusan.Aku teru memandanginya untuk beberapa saat dengan mulut terbuka dan senyuman lebar serta mata yang berkaca-kaca yang masih tidak percaya pahlawan yang menjadi panutanku selama ini sedang berdiri dihadapanku.
“Tidak.Sama sekali tidak dibesar-besarkan.Ini murni kuucapkan dari lubuk hatiku yang paling dalam.Tidak kusangka aku bisa bertemu dengan seorang legenda sekaligus pahlawan yang sangat kudambakan sejak kecil disini.Pukulanmu yang barusan itu sangat dahsyat.”
“Ahahaha ...Terima kasih atas pujianmu nak.Aku senang ternyata aku bisa mendapatkan tempat dihati semua kalangan mulai dari orang tua,hingga remaja dan anak-anak."
(“Anak ini,dia mengingatkanku pada saat itu.”)
Barnard Alison,aku sudah lama sekali mengidolakanmu.Bahkan sejak aku masih 2 tahun.Dan sekarang,aku sudah lulus dari bangku SMA dan akan ke Tokyo untuk mendaftar di Asosiasi Pahlawan Dunia.Ujarku dengan nada tegas sambil memandang wajahnya yang begitu tinggi sambil berjinjit-jinjit.
“Hoooooo? Bagus sekali nak,lanjutkan dan kejarlah cita-citamu.”
Aku mengangguk dengan senyuman bahagia diwajahku mengetahui idolaku seumur hidup adalah orang kedua setelah kakakku yang mendukungku untuk mengejar impianku menjadi pahlawan profesional.
Berjuanglah nak.Kejarlah cita-citamu yang mulia dan hancurkan setiap UIO yang datang ke bumi dengan kekuatanmu.Oh iya,ngomong-ngomong apa kekuatanmu nak.Barnard Alison mengakhiri dukungan simpatiknya padaku dengan sebuah pertanyaan yang lansgung sulit untuk bisa kujawab dengan terus terang sambil tersenyum lebar dan mengacungkan ibu jarinya kearahku.Seketika aku terdiam dan agak seikit gagap menanggapi pertanyaan itu.
“A-A-Anu... S-Sebenarnya,aku tidak punya...”
“..............”
“Apa?”
Barnard Alison terlihat agak terkejut dan menurunkan acungan ibu jarinya selagi menaikkan salah satu bibir atasnya dan menaikkan alisnya begitu mendengar jawabanku yang mungkin diluar dugaannya.
“Aku memang tidak punya kekuatan apapun.Tapi,walaupun begitu aku tetap bertekad untuk mendaftar ke Asosiasi pahlawan Dunia dan menjadi top Hero.Aku yakin aku bisa melakukanya,benar kan,Barnard Alison?”
Aku berusaha mencairkan suasana yang mulai menegang dengan menyemangati diriku sendiri atas kalimat yang baru saja kuucapkan.Namun sepertinya itu tidak berguna.Barnard Alison terdiam sejenak dan agak terbata-bata menanggapi perkataanku barusan setelah mengetahui kenyataan tentangku.
“A-Aaaaahh... Bagaimana ya? Uh... Nak,jujur saja aku tidak ingin mengatakan ini karena aku tidak mau menghancurkan perasaan dan impian penggemarku sendiri.Tapi,memiliki kekuatan adalah salah satu yarat mutlak untuk menjadi seorang pahlawan nak.Bahkan untuk Asosiasi Pahlawan Non Prosedural sekalipun.Karena tanpa punya kekuatan,jangankan menyelamatkan orang lain.Bahkan untuk menyelamatkan nyawamu sendiripun kau akan kesulitan.”
“Karena jika kau sudah menjadi anggota dari Asosiasi Pahlawan,baik Asosiasi pahlawan Dunia maupun Non Prosedural,kau akan lebih banyak dituntut untuk mengambil tindakan sendiri,dan ada kalanya kau akan dihadapkan pada situasi dimana kau harus menyelamatkan lebih dari satu nyawa seorang diri.Dan jika kau tidak memiliki kekuatan,kau tidak akn bisa menghadapi hal seperti itu.”
Seketika aku shock dan sekujur badanku mulai lemah dan mengeluarkan keringat dingin hingga tersujud didepan Barnard Alison setelah mendengar kalimat tersebut.
Tidak,tidak apa-apa.Aku juga sudah berulang kali mendengarkan kata-kata seperti itu.Bahkan seorang Barnard Alison yang sangat ku idolakan juga mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Ozora padaku.
Aku menjawabnya dengan nada pelan sambil menundukkan kepalaku menyesali apa yang sudah aku katakan barusan.Kesan pertamaku pada pahlawan yang sudah ku idolakan sejak kecil lagsung hancur berkat satu kalimat itu.Tapi disisi lain aku juga tetap memikirkannya.Bahkan seorang pahlawan nomor satu di dunia pun mengucapkan kata-kata yang sama dengan yang diucapkan ozora padaku.Apakah itu artinya aku memang tidak punya kesempatan untuk menjadi seorang pahlawan.
“Nak,maafkan aku.Aku tidak bermaksud untuk—“
“Sudah kuduga,ternyata memang tidak mungkin bagiku untuk menjadi seorang pahlawan.Dan aku malah membual selama bertahun-tahun didepan semua orang dengan impian koyolku yang ingin menjadi top hero sepertimu,padahal aku tidak punya kekuatan apapun.Aku ini memang bodoh.Aku tidak mungkin bisa masuk ke Asosiasi Pahlawan Tokyo karena aku tidak punya kekuatan dan memang tidak akan pernah memilikinya.Karena aku memang terlahir sebagai satu-satunya yang tidak punya kekuatan diantara teman-teman seusiaku.Bahkan untuk bisa masuk di Asosiasi Pahlawan Non Prosedural pun aku tidak akan sanggup karena aku tidak punya kekuatan dan tidak dilahirkan untuk menjadi pahlawan!”
Aku menangis dan berteriak dihadapannya sambil menyesali semua perjuangan yang telah kulakukan selama ini yang kuanggap ternyata selama ini aku hanya mengeajar sesuatu yang tidak mungkin bisa kudapatkan.
“Ah... Nak...”
Kau benar Barnard Alison,aku ini hanya orang bodoh yang berkhayal ingin jadi pahlawan,padahal aku tidak punya kekuatan apapun.Jangankan untuk melindungi kakakku dan orang-orang yang kusayangi,bahkan untuk melindungi diriku sendiri dari monster UIO barusan pun aku tidak mampu dan malah ketakutan seperti anak ayam yang melihat ular didepannya.Jawabku dengan suara yang terputus-putus sambil menahan tangisanku dan menghapus air mataku.
“Nak...”
“Aku hanya ingin melindungi orang-orang yang kusayangi,terlebih lagi kakak sepupuku.Karena hanya dialah satu-satunya keluarga yang kumiliki sekarang.Aku kehilangan kedua orangtuaku karena dibunuh oleh UIO saat aku masih berusia 2 tahun.Mereka rela mengorbankan nyawa mereka dan dimakan oleh UIO demi melindungiku.Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi didunia ini selain kakakku,karena itu,karena itu aku bertekad untuk jadi pahlawan hebat sepertimu agar aku bisa melindungi kakakku.Aku bahkan tidak punya keberanian untuk melindungi ayah dan ibuku,dan sekarang yang kupunya tinggal kakak sepupuku seorang.Aku tidak ingin kehilangan orang yang kusayangi lagi.Karena bagiku,seorang pahlawan tidak akan disebut pahlawan hanya karena dia memiliki kekuatan penghancur yang hebat,tapi juga karena keinginan yang kuat dari hatinya untuk melindungi orang-orang yang membutuhkan pertolongannya serta orang-orang yang menyayanginya.”
“.............”
Barnard Alison langsung terdiam seribu bahasa setelah mendengar ucapanku barusan.
Aku mengerti apa yang kau rasakan nak.Menjadi pahlawan adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia.Karena kau akan memikul semua beban dan rasa sakit dari orang-orang yang membutuhkan pertolonganmu.Dulu,pekerjaan sebagai pahlawan hanya ada didalam buku komik atau cerita fiksi saja.Tapi sekarang manusia sudah berevolusi sejak kedatangan para UIO,dan sekitar 80% manusia dibumi kini memiliki kekuatan.Mungkin kau tidak termasuk dari 80% itu nak,tapi menjadi pahlawan profesional bukanlah satu-satunya jalan untuk bisa menjadi pahlawan.Kau masih bisa menjadi Tentara Militer,Polisi,Pemadam Kebakaran,atau seorang Dokter yang juga selalu menyelamatkan mereka yang butuh pertolongan.Mungkin inilah jalan yang terbaik bagimu nak,jangan patah semangat dan teruslah kejar impianmu menjadi pahlawan meskipun kau tidak memiliki kekuatan ataupun tidak bisa masuk ke Asosiasi Pahlawan Dunia.Jelas Barnard Alison dengan nada yang mulai lembut kepadaku untuk menenangkanku dan memberiku motivasi agar tidak menyerah meski tidak bisa meraih impianku karena terlahir tanpa memiliki kekuatan.
“U-Uuh... Baik...”
Setelah merasa suasanya sudah kembali membaik dan sudah berhasil membuatku sedikit tenang,Barnard Alison berpamitan padaku karena katanya masih ada beberapa UIO lainnya disekitar sini.
“Kalau begitu aku permisi dulu ya.Jaga dirimu baik-baik.Segera lari dan berlindunglah ditempat yang aman jika kau bertemu dengan UIO lagi.Karena menurut laporan dari Asosiasi Pahlawan Tokyo,ada sekitar 20 UIO di kota ini dan ada 7 disekitar sini.Teman-temanku yang lainnya sedang mengurus didaerah lain.Aku sudah mengalahkan 5 diantaranya,jadi seharusnya tinggal 2 lagi.”
*Whooooozzzzz*
Barnard Alison memasang kuda-kuda dan melompat sangat jauh meninggalkanku.Setelah menengangkan diri beberapa saat,aku kembali melanjutkan perjalananku pulang kerumah dengan ekpresi wajah yang lebih menyedihkan dibandingkan sebelumnya.Aku mulai merenung memikirkan perkataan Barnard Alison dan memikirkan apa yang akan kulakukan jika aku memang tidak bisa menjadi pahlawan seprtinya.
“Apa yang harus aku lakukan? Jika memang aku tidak bisa masuk ke Asosiasi Pahlawan Tokyo,lalu kemana aku harus pergi setelah ini? Sejak awal yang kupikirkan hanyalah mempersiapkan diriku untuk bisa pergi ke Tokyo dan mendaftar ke Asosiasi Pahlawan.”
Tanyaku pada diriku sendiri dalam perjalanan pulang setelah mengetahui kenyataan bahwa palawan nomor satu di dunia pun tidak bisa menjamin satu persen pun tingkat keberhasilanku jika aku ingin mendaftarkan diri ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.Dan saat aku hampir sampai dirumah,tiba-tiba terdengar suara dengingan serta kedipan cahaya yang sama.
*Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingg*
Suara itu lagi.Kali ini aku harus lari dari sini.Karena tidak mungkin Barnard Alison Akan menyelamatkanku lagi kali ini.Barusan dia bilang masih ada 2 UIO lagi yang tersisa,jadi mungkin dia sedang melawan salah satunya sekarang.Tegasku yang agak panik tapi mulai sigap setalah mendengar suara dengingan itu untuk kedua kalinya.
Tetapi seketika aku sangat terkejut setelah melihat dimana monster besar itu jatuh.
*Duarrrrrrrrrrrr*
“...............”
”Hhuuh... Hhuuhh...? I-I-Itu kan? Mustahil... Itu... Itu rumahku...!!”
Aku berlari secepat mungkin menuju kerumah.Yang ada dipikiranku hanyalah bagaimana keadaan kakakku.Aku mulai panik dan memikirkan hal-hal yang aneh.
“Kak Alisha... Kak Alisha..!! Tidak... Tidak akan kubiarkan kejadian itu terulang lagi... Kakak..!!”
Terlambat.Setibanya aku dirumah,kakakku sudah berada di genggaman monster itu.Rumahku sudah hancur tak berbentuk,begitu juga dengan beberapa rumah disekitarnya.Ukuran makhluk itu 3 kali lebih besar dari sebuah helikopter dengan 6 kaki dan sepasang tangan dan sebuah ekor yang menjulang keatas terlihat seperti seekor kalajengking.Hanya saja yang ini cuma memiliki sebelah capit dan sebelah tangannya yang lain berbentuk seberti sebuah pedang besar.
“Hiyaaaaaaaaaah!!”
“Kak Alisha...!! Sialan kau monster keparat... Lepaskan kakakku...!!”
Monster itu membuka mulutnya dan mengangkat kakakku.Seketika seluruh tubuhku merinding dan teringat kembali dengan kedua orangtuaku.Tubuhku menggigil dan bahuku mulai lemas serta gigiku mulai bergemeretak melihat kakakku diangkat oleh monster itu mendekati mulutnya yang sudah terbuka lebar dengan gigi-gigi yang tajam yang berbaris mengelilinginya.
“H-Huh... T-Tidak... Dimakan lagi!? Tidak... Jangan!? Jangan lagi!? KAKAK....!!”
“HENTIKAAAAAANN..!!!”
Aku berlari secepat yang kubisa kearah monster itu.Entah kenapa kali ini tubuhku bergerak dengan sendirinya.Tidak ada hal lain dalam pikiranku saat ini selain menyelamatkan kakakku satu-satunya yang hendak dimakan UIO didepan mataku sendiri.
*Whooozz*
“Sialan! Lepaskan kakakku!”
Monster itu mengankat tangan pedangnya keatas dan berusaha menghantamku dari atas. Aku menghampiri wajah monster besar itu dan melempar tasku yang masih kubawa sejak pulang sekolah tadi ke arah matanya.
“Cih,kau lambat!”
“Terima ini!”
*Bruakk*
Makhluk itu terlihat menjerit kesakitan setelah tas yang kulempar sepertinya mengenai salah satu matanya.Tidak kusangka ternyata aku bisa melukai mata monster itu.Seketika aku sadar bahwa titik lemah monster ini ada di matanya.Aku berlari sekencang mungkin kearahnya dan memukul matanya sekuat tenaga
“Rasakan ini..!!”
*Gracckk!!*
Tidak kusangka,pukulanku berhasil melubangi sebelah matanya yang diikuti dengan suara dari sendi jariku yang bergeser karena pukulan itu.
*Grekk*
“Aaaarrgghh..!!”
Sialan,sepertinya sendi jariku bergeser karena pukulan barusan.Tapi sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu.Cengkraman monster itu jadi sedikit melemah setelah menerima pukulanku barusan,melihat kesempatan yang terbuka lebar untuk menyelamatkan kakakku,aku segerah mengalihkan fokusku pada kakakku dan mengulurkan tanganku untuk melepaskan kakakku dari cengkraman monster itu.
“Kak Alisha...!!”
“Axelle.”
Tetapi monster itu mengamuk saat aku berusaha memindahkan kakakku dari tangannya dan kami pun terhempas kuat ke tanah.Sepertinya aku baru saja membuatynya marah karena sudah melukai salah satu matanya.
*Whooozz*
*Bruak*
__ADS_1
“Aaaaaarghh!!”
“Kakak,kau tidak apa-apa?”
“Aku tidak apa-apa.Bagaimana denganmu?”
Sepertinya tulang jariku sedikit bergeser.Tapi sekarang bukan waktunya untuk mengkhawatirkan hal itu.Jawabku dengan gaya yang sok keren sambil menahan rasa sakit yang luar biasa dari tanganku.Dan tak lama kemudian,tiba-tiba terdengar suara teriakan keras dari kejauhan.
“Huaaaaaaaaaaaaah”
“Axelle,suara apa lagi itu?!”
Kakakku kembali panik setelah mendengar suara teriakan dari kejauhan.Tapi aku yang sudah mendengar suara teriakan itu untuk kedua kalinya sudah tidak begitu terkejut lagi dan hanya mengangkat salah satu bibir atas ku sambil menutup setengah kelopak mataku dan membuat ekspresi aneh yang belum pernah kubuat sebelumnya.
“Ah,Itu adalah...”
“Jangan-jangan itu suara UIO yang lainnya yang sedang menuju kemari?!”
Namun sepertinya kakakku tidak mendengarkanku dan terus kepanikan begitu mengetahui suara teriakan itu semakin mendekat kearah kami.Kakakku mulai semakin panik dan ketakutan setelah mendengar suara teriakan itu.Tapi sekali lagi aku berusaha menjelaskannya pada kakakku sambil memasang ekspresi yang sama dan kali ini aku agak seikit memalingkan wajahku kekanan.
“Tidak,bukan.Itu adalah—”
“Ultimate Drop Kick... SMASH..!!”
*DUARRRRRRR*
Dan sekali lagi,sesuatu melesat dengan cepat dari atas dan menghantam lengan pedang monster itu hingga patah.
HAA-HA-HA-HA.Tenanglah wahai para generasi penerus bumi.Sudah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.Karena aku ada disini.Selama aku masih ada disini tidak akan ada satupun bentuk kejahatan yang bisa menyentuh kalian.Barnard Alison muncul dari atas dan menghantam monster itu dengan kuat.
“Ah,syukurlah... Ternyata pahlawan yang datang untuk menyelamatkan kam—“
“Heeeeeeehh!? I-Itu Barnard Alison...?! Axelle lihat,itu Barnard Alison..!!”
Kakakku terlihat sangat lega dan bersyukur setelah mengetahui bahwa suara teriakan itu berasal dari seorang pahlawan yang sudah datang menolong kami.Akan tetapi rasa lega kakakku yang masih belum sempat terucapkan dengan sempurna itu langsung berubah seketika menjadi ekpresi kaget setengah mati begitu mengetahui bahwa pahlawan yang datang bukanlah pahlawan biasa melainkan pahlawan nomor satu sang simbol perdamaian dunia Barnard Alison.
Yah benar,kami baru saja bertemu beberapa waktu yang lalu saat monster UIO raksasa menyerangku saat pulang sekolah tadi.Jelasku pada kak Alisha yang masih berdiri kaku dengan mulut terbuka yang ditutupi kedua tangannya.
“Apa!? Jadi tadi kau juga diserang UIO saat pulang sekolah!?”
“I-Iyaaah... Tapi untungnya aku diselamatkan Barnard Alison saat monster itu hendak menghampiriku.”
“Hooooh? Kau bocah yang tadi kan? Kau baik-baik saja kan? Sepertinya kau punya daya tarik yang istimewa dikalangan para UIO ya?”
"Hah?"
Aku memasang ekspresi seperti orang bodoh karena tidak mengerti apa yang dimaksud Barnard Alison.Akan tetapi,montster itu masih bisa bergerak meski satu tangannya sudah dipatahkan Barnard Alison.
“Banrnard Alison awas dibelakangmu!”
“Hmmm?”
Monster itu berusaha menyerang Barnard Alison dengan satu tangannya yang masih tersisa,namun Barnard Alison berhasil menahan serangannya hanya dengan satu tangan kirinya.
*Whoooooozzzz*
*Duarrrrrrrrrrrrr*
“Ditahan hanya dengan satu tangan!?”
“Huh..!! Kau memang besar dan kuat,tapi tidak sekuat apa yang kupikirkan.”
Barnard Alison melesat dengan cepat menghampiri monster besar itu dari depan.
*Whuzzzzz*
Dengarlah wahai sang penghuni kegelapan,kejahatan dari segala kejahatan.Manusia memanglah makhluk yang renta dan lemah,tapi ada satu hal istimewa yang hanya dimiliki manusia.Barnard Alison mengerahkan kekuatannya pada tinju di tangan kanannya.Terlihat kilapan cahaya yang begitu terang serta hawa kekuatan yang dahsyat dari tangannya.
Mereka,manusia,selalu berubah disaat waktu yang tepat.Dan kini mereka telah melakukannya.Maka mulai hari ini dan seterusnya,kami akan selalu menghancurkan kalian setiap kali kalian menginjakan kaki di tanah ini.
“BOOST..!! DESTROYER... PUNCH...!!”
*DUARRRRRR*
Muncul ledakan yang begitu dahysat menjulang keatas dari pukulan Barnard Alison dan mengancurkan monster itu berkeping-keping.
*Whhoooooooozzzz*
“Kakak awas...!! Hoaaaaaahh!!”
Aku memeluk kakakku untuk melindunginya dari ledakan dahsyat itu.Ledakan kekuatannya sangat kuat hingga menggetarkan dan meretakkan tanah disekitanya.Bahkan suara dentuman keras itu bisa terdengar hingga 1 km dari sini.
“He-Hebat.”
Aku dan kakakku hanya bisa melongo dan terkejut akan kekuatan yang begitu luar biasa dari sang pahlawan nomor satu itu.Setelah mengalahkan UIO itu,Barnard Alison mendekat dan berbicara pada kami.
“Terima kasih banyak,Barnard Alison.”
Kakakku berterima kasih pada Barnard Alison setelah menyelamatkan kami dari UIO itu.Tidak masalah nona.Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab seorang pahlawan untuk melindungi para generasi penerusnya.Jawab Barnard Alison dengan penuh karisma.
“A-Aaaahhk!!”
Setelah hilang beberapa saat,tanganku kembali terasa sakit setelah memukul monster UIO tadi.
“Axelle kau tidak apa-apa?”
Tanya kakakku yang gelisah melihat aku yang memegangi jari-jari di tangan kananku.Tapi aku berusaha menenangkannya agar tidak panik dengan menjawab Ah,sendiku sedkit bergeser setelah memukul mata monster itu tadi tapi ini bukan apa-apa.Yang penting kakak sekarang sudah aman.
Oh,Jadi kau yang membuat luka di salah satu mata monster itu tadi.Tanya Barnard Alison dengan sedikit senyuman simpu yang diarahkan padaku.Aku yang sudah terlalu senang karena bisa bertemu dengan idolaku untuk kedua kalinya dalam sehari hanya bisa menjawabnya dengan sekali ucap dan membenarkannya.Dan setelah mendengar jawabanku,Barnard Alison menyanggah dagunya dengan tangannya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Ada apa.Tanyaku yang agak bingung dengan tingkah Barnard Alison yang menurutku agak aneh setelah aku membenarkan pertanyaannya.
Nak,ada satu hal yang ingin ku ubah setelah pertemuan pertama kita barusan.Dan setelah mengetahui bahwa kau masih berani maju menghadapi monster yang bahkan sulit untuk ditaklukan oleh pasukan militer,dan bahkan berhasil menemukan titik lemahnya dan melukainya,aku jadi semakin yakin untuk mengatakan ini.Ternyata sejak awal Barnard Alison sudah melihat aksi nekatku melawan monster UIO itu untuk menyelamatkan kakakku.
“A-Ah... Itu memang cukup mengejutkan buatku.Tidak kusangka ternyata UIO punya kelemahan.”
Aku hanya bisa menjawabnya dengan kalimat seadanya sambil agak terbata-bata karena gugup.Benar.Ini akan jadi penemuan baru sekaligus informasi yang sangat penting bagi Asosiasi Pahlawan karena akhirnya kita berhasil menemukan kelemahannya meskipun masih belum pasti.Jawab Barnard Alison dengan begitu bersemangat.
“Ah,Tapi itu sama sekali tidak seberapa jika dibandingkan dengan kekuatanmu yang begitu luar biasa.Jika kau tidak datang tadi,mungkin aku sudah terbunuh bersama kakakku.”
Jawabku selagi menundukkan kepalaku dihadapan Barnard Alison.
Hmmm,Itu memang tindakan yang nekat nak,tapi aku juga sangat menghargai tekad kuatmu untuk menyelamatkan kakakmu.Kau sudah melakukan hal yang benar dan berhasil menyelamatkan nyawa seseorang berkat tindakanmu.Sekali lagi Barnard Alison memujiku dengan begitu bersemangat.
Terima kasih.Maafkan aku Barnard Alison.Aku sudah melakukan tindakan yang bodoh.Aku nekat membahaykan nyawaku dan melawan monster UIO itu,padahal aku tahu aku akan mati jika melawannya.Tapi,walau bagaimanapun,aku tidak bisa melihat kakakku dimakan monster UIO didepan mataku sendiri.Melawan ataupun tidak aku tetap akan mati.Jadi aku,aku,Aku tidak ingin kehilangan keluargaku satu-satunya.Hanya kak Alisha yang kupunya sekarang,dan aku tidak ini kehilangan dia seperti kedua orang tuaku.Aku menangis dihadapan Barnard Alison sambil menyesali tindakan nekat yang sudah kulakukan.
“Axelle...”
“Kakak,maafkan aku.”
Tidak apa-apa Axelle,kau sudah melakukan hal yang benar.Dan kau sudah memulai langkah pertamamu untuk mewujudkan impianmu menjadi pahlawan.Bukankah setelah ini kau akan ke Tokyo untuk mendaftar di Asosiasi Pahlawa Dunia.Kak Alisha mencoba mengalihkan topik pembicaraan dan mencoba mengiburku.Tapi dengan berat hati ku utarakan niatku untuk membatalkan renccanaku berangkat ke Tokyo dan mendaftar ke Asosiasi Pahlawan Dunia.
“Tidak,aku tidak akan kesana.”
Heh.Tapi kenapa.Axelle,itu adalah cita-citamu sejak kau masih kecil bukan.Dan bahkan sekarang pahlawan yang sudah kau idam-idamkan sejak kau kecil sedang berdiri didepanmu.Kak Alisha terlihat begitu terkejut mendengar pernyataanku.
Aku tahu itu.Tapi setelah kupikir lagi,Benar yang dikatakan Ozora padaku.Dan bahkan Barnard Alison pun mengatakan hal yang sama juga.Memiliki kekuatan adalah syarat mutlak untuk menjadi pahlawan dan agar aku bisa diterima di Asosiasi Pahlawan Tokyo.Tapi kenyataannya,aku tidak memiliki kekuatan apapun.Jangankan untuk diterima di Asosiasi Pahlawan Tokyo,untuk bisa lolos tes masuk di Asosiasi Pahlawan Non Prosedural pun aku harus punya kekuatan untuk bisa lolos.
“Axelle... Tapi...”
Kakakku mulai terlihat sedih setelah mendengar ucapanku.Tidak apa-apa kak.Mulai sekarang,aku akan bekerja dan membantu kakak dirumah.Aku juga akan membersihkan rumah agar kakak bisa langsung istirahat saat kakak pulang bekerja.Aku juga akan membuatkan makan malam untuk kakak setiap hari.
“Axelle ...”
Kak Alisha yang sejak awal sudah berkaca-kaca pun meneteskan air matanya dan memelukku dengan erat.Kemudian Barnard Alison datang mendekati kami dengan tegap dan memotong pembicaraan lalu bicara padaku setelah memanggil namaku dengan nada tegas.
“Axelle! Axelle,benar itu namamu kan?”
Aku terkejut begitu Barnard Alison memanggil namaku dengan nada tegas.
“Be-Benar.”
Aku berpaling dari kakakku dan memandang Barnard Alison yang sudah berdiri tegak memasang wajah serius didepanku.Akan kuingat nama itu seumur hidupku.Nak,aku datang kesini,membasmi para UIO dan bertemu denganmu,serta semua hal yang terjadi diantara kita selama sehari ini,dan juga semua yang sudah kau katakan padaku.Aku datang kesini untuk menarik semua kata-kata yang sudah kuucapkan padamu waktu itu.Jelas Barnard Alison dengan ekspresi yang begitu serius dan menatapku dengan tatapan yang tajam.
“Aku melihatmu saat kau berjuang melawan UIO itu demi menyelamatkan kakakmu.Setelah melihatmu berlari dan mencoba melawan monster itu demi menyelamatkan kakakmu,bertarung sekuat tenaga dan mengerahkan semua yang kau punya demi melindungi orang yang kau sayangi,itu mengingatkanku pada satu hal yang akan selalu ada pada sosok seorang pahlawan sejati.”
Entah apapun yang terjadi,disaat kau berpikir orang-orang yang kau sayangi sedang berada dalam bahaya,kaki dan tubuhmu akan bergerak dengan sendirinya untuk menyelamatkan mereka.Dan satu hal dasar yang wajib dimiliki dan diketahui oleh seorang pahlawan adalah,Mereka selalu bisa membalikkan keadaan sesulit apapun dan menang dengan cara yang tidak terduga.
Nak,dengan ini aku menaarik kembali kata-kataku yang menyebut bahwa kau tidak bisa menjadi pahlawan.Axelle,kau bisa dan akan menjadi seorang pahlawan yang hebat.Bahkan yang terhebat yang pernah adaBarnard Alison mengakhiri dialognya dengan kalimat yang begitu keren seperti yang biasa diucapkan seorang pahlawan sejati yang kulihat di televisi saat aku masih kecil.Seketika air mataku mengalir deras setelah mendengar ucapan Barnard Alison barusan.
“Barnard Alison....”
“Setelah bertemu denganmu,aku juga belajar satu hal dari kata-kata yang kau ucapkan saat pertemuan pertama kita.”Bahwa seorang pahlawan tidak akan disebut sebagai pahlawan hanya karena memiliki kekuatan yang hebat.Tapi,seorang pahlawan akan disebut sebagai seorang pahlawan sejati jika mereka memiliki tekad yang kuat untuk melindungi mereka yang membutuhkan pertolongan didalam hatinya dan membuat seluruh tubuhnya bergerak dengan sendirinya tanpa pikir panjang demi melindungi sesuatu yang berharga baginya.Nak,kau akan menjadi seorang pahlawan yang hebat.Aku jamin itu.Pergilah ke Asosiasi Pahlawa Dunia dan wujudkanlah impianmu!”
Barnard Alison mengakhiri dengan senyuman yang begitu meyakinkan diwajahnya.
“Tapi,bagaimana dengan persyaratannya? Seperti yang kau ketahui,aku terlahir sebagai orang yang tidak memiliki kekuatan.Jadi tidak mungkin aku bisa masuk kesana jika tidak memiliki kekuatan apapun.”
Jawabku lagi dan sekali lagi aku membocorkan rahasia bahwa aku terlahir tanpa kekuatan pada orang ini.Namun Bardnard Alison hanya tertawa dengan tawa khasnya begitu mendengar jawabanku dan berkata maka dari itu aku datang menemuimu sekarang untuk memberimu hadiah terbaik atas keberanianmu menghajar monster UIO itu.
Hadiah terbaik.Aku semakin dibuat bingung dengan yang dikatakan Barnard Alison.Benar.Tindakanmu yang barusan itu mengingatkanku dengan diriku yang dulu sebelum menjadi pahlawan besar seperti sekarang.Nak,apa kau tahu apa kekuatan yang kumiliki sebagai pahlawan nomor satu ini.Tutup Barnard Alison dengan sebuah pertanyaan yang simpel namun jika dipikir-pikir sulit untuk dijawab.
“E-Eeeeehh... Sebuah kekuatan penghancur yang hebat yang dapat menghancurkan UIO raksasa hanya dengan satu pukulan?”
Jawabku seadanya dengan ekspresi malu sambil memegang kepalaku dan sedikit menunduk.
“Hmmm... Secara teknis kau benar.Tapi itu hanya 20% benar dari 100% jawaban benar.”
“Hah.”
Sekali lagi aku memasang ekpresi seperti orang bodoh karena tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Barnard Alison.
“Nak,akan kuberitahukan padamu kau rahasia dari kekuatanku yang sesungguhnya.Rahasia ini sudah terjaga selama bertahun-tahun dari generasi ke generasi.Kekuatan ini adalah setitik kekuatan Tuhan yang diturunkan kebumi demi melindungi masa depan umat manusia yang terancam musnah karena kehadian UIO.Kekuatan ini adalah kekuatan besar yang diwariskan secara turun temurun.Sebuah kekuatan besar yang hanya bisa dimiliki oleh mereka yang terpilih dan berhati mulia,serta memiliki tekad yang kuat untuk melindungi sesuatu yang mereka sayangi atas dasar keadilan.”
“Setitik kekuatan tuhan yang diturunkan kebumi dan sudah diwariskan secara turun temurun?”
Benar.Ini adalah rahasia yang besar dan kau serta kakakmu adalah satu-satunya orang luar selain dua orang dari Asosiasi pahlawan Dunia yang mengetahui rahasia ini.Jadi berjanjilah untuk menjaga rahasia ini dengan baik.Ok.Aku begitu terkejut sekalius sangat bangga dalam hati begitu mendengar bahwa aku satu-satunya orang luar yang mengetahui rahasia kekuatan Barnard Alison yang sebenarnya.
“B-Baik.”
“Sebenarnya,sejak beberapa waktu lalu aku memang sedang mencari seseorang yang pantas untuk mewariskan kekuatan ini.Tapi sampai sekarang belum ada satupun penghuni Asosiasi pahlawan Dunia yang dirasa cukup pantas untuk menerima tanggung jawab besar ini.Dan setelah bertemu denganmu,setalah melihat semua yang kau lakukan serta motivasimu yang kuat untuk menjadi seorang pahlawan yang dapat melindungi orang-orang yang kau sayangi,serta juga mereka yang membutuhkan perolonganmu,aku memutuskan untuk mempercayakan kekuatan ini padamu nak.”
“K-Kekuatan seorang Barnard Alison akan diwariskan padaku?! Lalu bagaimana denganmu jika kekuatanmu kau berikan padaku?”
Tanyaku yang khawatir akan apa yang akan erjadi jika kekuatan Barnard Alison diberikan kepadaku.Namun Barnard Alison haya tertawa dn berkata.Nak,kekuatan ini diibaratkan seperti sebuah tunas pohon pisang yang ditanam seseorang ditanah kosong yang sudah disiapkan.Saat tunas itu tumbuh,maka dia akan terus tumbuh untuk mewujudkan cita-citanya menghasilkan buah yang lezat untuk orang-orang.Walaupun pohon itu ditebang ribuan kali,dibakar,dan diberi perlakuan yang buruk berulang kali,pohon itu akan tetap tumbuh kembali demi mewujudkan impiannya.Sampai akhirnya pohon itu berhasil mewujudkan impiannya menghasilkan buah yang lezat,maka pohon itu dengan sendirinya akan menua dan mati dengan sendirinya.Namun,sebelum pohon itu mati,dia akan memberikan tunas baru untuk menghasilkan pohon baru yang akan terus melanjutkan impiannya menghasilkan buah yang lezat bagi orang-orang.Dan sekarang itu adalah giliranmu Axelle.Dan tenanglah,aku tidak akan kehilangan kekuatanku apalagi sampai mati jika kekuatanku kuwariskan padamu.Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Aku hanya bisa terdiam memandangnya dengan mata yang berkaca-kaca.Tapi sebelum itu,ada syarat yang harus kau penuhi terlebih dahulu agar kau bisa mewarisi kekuatanku.Tambah Barnard Alison melanjutkan.
“Syarat? Syarat apa itu?”
Kau harus berlatih dan membentuk kekuatan fisikmu.Karena salah satu syarat utama untuk bisa menggunakan kekuatan ini adalah memiliki fisik yang kuat untuk menampung kekuatan ini.Jika kau tidak melatih tubuhmu sesuai dengan kapasias kekuatan ini,maka tubuhmu akan hancur karena tidak bisa menahan kekuatan besar ini.
“Huwaaaaaaaaaaaaah..!! Mengerikan..!!”
“Tentunya itu tidak akan terjadi jika kau berlatih dengan sungguh-sungguh dan membentuk tubuhmu dengan baik.Aku percaya kau adalah orang yang tepat untuk menerima kekuatan ini Axelle.”
Aku sudah tidak bisa menjawab apapu lagi dan hanya mengiyakan perkataanya yang sudah memberikan kepercayannya kepadaku.
“Baiklah,kalau begitu latihan akan dimulai besok pukul 5 pagi.Aku akan memberitahumu tempat lokasi latiihanmu nanti.”
Loh,kita tidak langsung ke Tokyo.Tanyaku pada Barnard Alison.Berbeda dengan Asosiasi pahlawan lainnya,pendaftaran bagi anggota baru Asosiasi Pahlawan Tokyo baru akan dibuka 5 bulan lagi.Maka dari itu,kita akan menggunakan jeda waktu selama 5 bulan itu untuk berlatih keras dan membentuk tubuhmu menjadi lebih kuat agar bisa menerima kekuatan ini.Barnard Alison menjawab pertanyaanku sambil mengacungkan telunjukknya.
“Axelle.”
Kak Alisha yang sejak tadi berada didekatku mulai bersuara memanggilku dan memotong pembicaraan kami.
“Pergilah,kejarlah impianmu menjadi pahlawan dan lindungilah orang-orang.Ini adalah kesempatanmu untuk bisa mewujudkan impianmu.Dan mungkin akan jadi satu-satunya kesempatan bagimu untuk bisa masuk ke Asosiasi Pahlawan Tokyo.”
Kak Alisha.Tapi,bagaimana dengan kakak.Jawabku khawatir dengan keadaan kakakku jika aku benar-benar pergi meninggalkan orang yang sudah merawatku dan menyayangiku sejak lama.Namun Kak Alisha menunjukkan senyuman lembut yang begitu menenangkan hati kearahku dan berkata bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
“Tapi bagaimana jika ada UIO yang datang menyerang kakak lagi?”
Kemudian senyuman itu berubah menjadi senyuman yang terkesan datar namun serius dan bermakna sangat dalam.
“Aku yakin ketika saat itu tiba nanti,kau pasti akan datang untuk menyelamatkan kakakmu seperti tadi.”
“Kakak... Baiklah,aku akan pergi.Kak Alisha,berjanjilah bahwa kakak akan selalu menjaga diri selama aku tidak ada dirumah ya?”
“Tentu Axelle.Pasti.”
__ADS_1