God Beater ("My Hero Is God")

God Beater ("My Hero Is God")
Chapter 7 : "Harapan yang hampir hilang."


__ADS_3

Keesokan harinya,saat aku berjalan ke meja makan dengan lesu,pemilik penginapan datang menemuiku sambil memegang kotak kubus besi dengan sebuah tombol kecil diatasnya dan sebuah amplop berarna emas.



“Selamat pagi Arziki-san.”



“Ah,selamat pagi.”



“Ada apa? Wajahmu terlihat lusuh sekali.Bagaimana hasil ujiannya? Apa kau sudah lihat pengumumannya di televisi pagi ini?”



Tanya pemilik penginapan padaku yang terduduk lesu dimeja makan.Ah,iya.Tapi sepertinya namaku tidak ada dalam siaran itu.Jawabku lemas sambil terus menunduk tanpa memandangnya.



“Benarkah? Kenapa?”



“Aku gagal mencapai garis finish nya dan kehabisan waktu,jadi sudah bisa dipastikan aku gagal lulus ujian itu.”



“Begitu ya? Sayang sekali... Ah iya,barusan aku bertemu dengan petugas pos diluar dan mereka menitipkan ini padaku untukmu.”



Jawabnya pelan begitu mendengar jawabanku dan kemudian mengalihkan topik pemmbicaraan dengan memberikan kotak kubus misterius itu dan amplop emasnya.



“Hmm... Apa itu?”



“Aku juga tidak tahu.Tapi di amplopnya tertulis ini dari ketua Asosiasi Pahlawan Tokyo dan ini ditujukan untukmu.”



“Apa...?!”



Aku langsung terkejut bukan main setelah mendengar bahwa kiriman itu berasal dari Asosiasi Pahlawan Tokyo dan ditujukan untukku.Pemilik penginapan memberikan amplop dan kotak besi misterius itu kepadaku setelah menjelaskan dari mana asal dari benda itu.



“Terima kasih banyak sudah mengantarkannya kepadaku.Aku akan segera melihatnya.”



Aku segera berlari membawa kiriman itu ke kamarku.Kutaruh kotak kubus kecil misterius itu di meja kamarku dan membuka amplop emas yang sejak tadi sudah menarik perhatianku.Jantungku berdegup kencang dan perasaanku bercampur aduk memikirkan apa isi dari amplop emas dan kotak besi misterius ini.



“Kiriman langsung dari ketua Asosiasi Pahlawan Tokyo... Kira-kira apa ya isinya?”



Aku membuka segel amplop itu dengan perlahan sambil menahan nafasku.



“AXELLE ARZIKI OTADAN,ANDA DIUNDANG UNTUK HADIR DI ASOSIASI PAHLAWAN TOKYO MINGGU DEPAN. “



Minggu depan.Tapi kan aku tidak lulus dalam ujian ituLalu untuk apa aku diundang kesana.Aku berteriak agak keras begitu membaca isi dari amplop itu.Kemudaian aku melihat kembali surat itu sekali lagi dan terlihat sebuah pesan tambahan dengan huruf kecil di pojok bawah surat itu.Pesan selengkapnya ada di dalam kotak besi kecil yang dikirimkan bersamaan dengan surat ini.Silahkan tekan tombolnya untuk melihat pesan.

__ADS_1



“Hmmm...??”



Jujur saja aku tidak mengerti bagaimana caranya menggunakan kotak misterius itu.Kutaruh surat itu diatas meja dan beralih pada kotak besi kecil yang masih membuatku penasaran sejak tadi.Untuk sejenak aku terus memandangi kotak misterius itu sambil memegang daguku.



“Benda apa ini? Tadinya kukira ini sebuah bom atau sejenisnya...”



“Pesan selengkapnya ada didalam benda ini... Tekan tombolnya untuk melihat pesan.”



Aku menekan tombol kecil berwarna merah yang terselip dibagian atas kotak besi itu,kemudian kotak besi itu berubah bentuk seperti bunga teratai yang mekar dan mengeluarkan cahaya dari dalamnya yang memunculkan sebuah hologram yang berisi pesan dari ketua Asosiasi Pahlawan Tokyo Hiro Fujikawa disana.



“Hoaaahh...?!”



“Apa sudah dimulai...? Ah,sudah ya?”



“Ehem Ehem... Axelle Arziki Otadan.Aku sudah mengetahui namamu sebelumnya dari Barnard Alison ketika dia tiba disini sejak bertugas di Indonesia dan tidak kembali selama lima bulan.Dan dia bilang bahwa kau juga akan mengikuti ujian penerimaan anggota baru Asosiasi Pahlawan Tokyo.”



“Aku juga sudah tahu jika Barnard Alison sudah memilihmu sebagai pewaris kekuatannya,maka dari itu aku mengirim pesan ini agar bisa menyampaikan pesanku secara langsung kepadamu.”




“Aku tahu... Aku tahu itu... Tapi....”



Ujarku pelan sambil tertunduk dan mengingat kembali ujian itu ditengah rekaman yang terus berputar dari kotak besi itu.


Namun setelah kami melakukan beberapa pertimbangan,kami memutuskan untuk mengundangmu datang kesini minggu depan bersama para peserta lainnya yang lulus dalam ujian.Lanjut ketua Fujikawa dalam rekaman itu.Aku agak sedikit terkejut begitu mendengar lanjutan dari rekaman itu.



“Apa...?”



“Perlu diketahui bahwa kami mengadakan ujian seperti itu dengan tujuan agar para peserta bisa memahami bahwa tugas dari sesorang pahlawan bukan hanya untuk bertarung dengan para UIO,tapi juga agar para peserta bisa mengenali dan menganalisa kejadian yang terjadi disekitar mereka,serta bisa membuat keputusan yang tepat dalam waktu yang singkat disaat keadaan darurat.”



“Dan mereka yang lulus dalam ujian ini adalah mereka yang sudah bisa memahami hal itu dan bisa mencapai zona aman sebelum waktu yang ditentukan habis.Dan kebetulan aku dan juga Barnard Alison juga ikut memantau jalannya ujian pada hari itu.Dan kami sudah melihat semua yang kau lakukan pada ujian itu,serta alasan mengapa kau bisa gagal lulus meski kau sudah sangat dekat dengan zona aman.”



Setelah ujian selesai,aku menghampiri para peserta yang sudah dipastikan lulus ujian untuk memeberikan ucapan selamat kepada mereka.Namun saat aku tiba disana,aku melihat ada salah satu peserta perempuan yang menagis diantara peserta yang lainnya.Lanjut ketua Fujikawa sebelum rekaman itu menjadi hening untuk beberapa detik.



“Peserta perempuan? Mungkinkah...?”



Pikiranku langsung tertuju pada gadis yang waktu itu begitu mendengar ketua Fujikawa yang menyebutkan soal peserta perempuan.Dan setelah kami menghampirinya,dia langsung menghampiriku dan memohon kepada kami untuk membantu seseorang yang sudah membantunya lulus dalam ujian ini.Dan terlihat sebuah rekaman saat peserta telah selesai melaksanakan ujian.


__ADS_1


“Peserta yang rambutnya keriting... Ah,kau mengerti siapa yang kumaksud kan? Dia salah satu peserta juga.Dia sudah menyelamatkanku,dia rela mengorbankan dirinya dan menghancurkan tubuhnya sendiri hanya untuk menyelamatkanku dari robot raksasa itu dan agar aku bisa lulus ujian ini.Aku mohon Ketua Fujikawa,tolong izinkan dia untuk bergabung bersama peserta yang lainnya disini.Aku yakin dia datang kesini karena dia juga punya impian yang sama seperti peserta lainnya untuk menjadi seorang pahlawan yang dapat menyelamatkan banyak orang.Dan dia sudah melakukannya dengan menyelamatkanku.Karena itu,tolong loloskan dia.Aku tidak ingin pengorbanannya menjadi sia-sia dan kehilangan impiannya yang sudah didepan mata.”



Mataku mulai berkaca-kaca setelah melihat gadis yang kuselamatkan saat ujian benar-benar muncul dalam rekaman itu.



“Yah begitulah katanya... Sebenarnya aku juga sudah tahu bahwa kau membantu seorang peserta lain yang kesulitan dalam ujian itu karena aku juga ikut melihat jalannya ujian itu.Karena itu... Axelle Arziki Otadan,sekali lagi aku memintamu dengan segala hormatku,datanglah ke Asosiasi Pahlawan Tokyo dan bergabunglah bersama para peserta lainnya sebagai anggota resmi Asosiasi Pahlawan Tokyo.”



Kemudian muncul Barnard Alison yang menggantikan ketua Fujikawa berbicara dalam pesan hologram itu.



“Kau dengar itu nak? Kami memang mengharuskan para peserta mencapai garis finis sebelum waktunya habis dan membawa tabung bersimbol lingkaran yang menjadi persyaratan agar peserta bisa lulus dalam ujian ini.”



“Tapi kami juga tidak mungkin membiarkan seorang peserta yang sudah menyelamatkan nyawa peserta lainnya dan rela mengorbankan dirinya demi mewujudkan impian orang lain kehilangan impiannya sendiri.”



“Kemarilah nak,wujudkanlah impianmu... Asosiasi Pahlawan Tokyo yang sudah kau impikan sejak kecil kini membuka pintu yang selebar-lebarnya untukmu.”



Seketika air mataku yang sudah terbendung sejak lama mulai mengalir deras setelah mendengar pesan terakhir dari kotak besi kecil itu.Impianku sejak kecil untuk bisa menjadi pahlawan hebat yang bisa melindungi kakakku kini akan menjadi kenyataan.Terlebih lagi aku bisa bereada di Asosiasi Pahlawan yang sama dengan pahlawan idolaku Barnard Alison.



“Hiks-Hiks... Kakaaaaak....!!”



Pemilik penginapan yang terkejut dengan teriakan spontanku barusan mengetuk pintu kamarku untuk memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi.



“Arziki-san...?! Apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi disana?”



“Heh..?? A-Ah,tidak ada apa-apa... Aku baik-baik saja.Maaf sudah mengeluarkan suara gaduh.”



Aku langsung panik begitu pemilik penginapan mengetuk pintu kamarku dengan keras setelah mendengar teriakanku.



“Syukurlah,kukira terjadi sesuatu padamu.”



“Ah,maafkan aku.Aku baik-baik saja.”



“Syukurlah kalau begitu.Keluarlah jika kau sudah selesai membaca suratnya,sarapan paginya sudah siap.”



“Terima kasih.Aku akan segera kesana.”



Setelah berkali-kali mendapatkan pertolongan dari orang lain,Akhirnya kehidupanku sebagai anggota Asosiasi Pahlawan Tokyo akan segera dimulai.



__ADS_1


__ADS_2