
Xun Chen akhirnya sadar kembali dari tadi dia hanya menunduk,dia berdiri kembali dan berjalan untuk mencari ayah dan ibunya,dia menghampiri rumah yang menjadi kamar orang tuanya,dia masuk tanpa mengetuk pintu.
Saat sudah didalam dia melihat sang ayah sudah tak sadarkan diri,beberapa prajurit mencoba untuk membangunkannya,Xun Chen berlari kearah ayahnya itu berniat menolong ayahnya.
Xun Chen membeli pil yang sama saat yang digunakan untuk ibunya dulu dan meminumkannya kepada ayahnya, sedangkan prajurit disana kaget melihat Xun Chen yang ada disana,mereka terlalu fokus kepada ayah Xun Chen sehingga tidak mendengar teriakkan Xun Chen sebelumnya.
"Tuan muda anda kembali!" ucap salah satu prajurit.
"Ya,dimana ibuku?" Katanya sambil memasukan pil itu kedalam mulut ayahnya
"Itu nyonya..." ucapan prajurit itu terhenti.
"Begitu ya,pasti terjadi sesuatu yang buruk terhadap ibuku katakan saja aku tidak masalah!" ucapnya dengan nada tenang.
"Nyonya di bawa oleh kaisar benua tengah!" Sahut prajurit itu kembali.
Xun Chen sangat marah mendengar itu tetapi dia masih bisa sedikit mengendalikan diri,di dalam pikirannya saat ini hanya ada ibunya dan cara untuk memberikan kaisar benua tengah 'hadiah' yang pantas.
"Begitu baiklah,jaga ayahku dan ini berikan kepada prajurit,pelayan,dan anggota keluarga yang masih selamat dan yang gugur kumpulkan dulu mereka kita akan memakamkan mereka nanti!" Ucapnya kepada prajurit itu sambil memberikan pil penyembuhan kepada prajurit itu.
"Baik tuan muda!" tanpa bertanya apa-apa prajurit itu berlutut dan memberikan hormat lalu menerima pil-pil itu dan memberikan kepada rekan lainnya.
Xun Chen kemudian mengeluarkan Sealed World miliknya dan langsung memanggil Niu Xing untuk keluar,tiba-tiba tubuh wanita muncul di depan Xun Chen dan kemudian langsung berlutut.
"Niu Xing Memberi salam kepada tuan!" Ucapnya sambil berlutut.
"Ning'er kamu bisa keluar sekarang!" Tubuh Xun Chen bercahaya dan kemudian mengeluarkan cahaya yang membentuk tubuh gadis kecil yang imut di sampingnya.
"Papa,hiks...hiks..apa itu!" Gadis itu langsung memeluk Xun Chen dia seperti itu karena melihat apa yang Xun Chen lihat, Xun Chen menenangkan lalu menyuruhnya untuk pergi kearah Niu Xing.
"Niu Xing bawa Ning'er dan bantu para prajurit yang terluka aku akan memberi kaisar benua tengah hadiah yang besar!" Ucapnya sambil mengambil topeng yang ada di inventori sistemnya.
"Baik tuan!" ucap Niu Xing yang kemudian berjalan keluar untuk membantu.
"Kau apa kau tahu dimana tempat kaisar benua tengah ini berada sekarang?" ucpanya sambil menunjuk salah satu prajurit.
__ADS_1
"me-mereka ada di kediaman keluarga Situ!" Ucap prajurit itu
"Kenapa keluarga Situ?" tanya Xun Chen.
"Karena Keluarga Situ selalu bertentangan dengan keluarga Xun Kita jadi mereka bekerja sama dengan kaisar benua tengah!" Sahut prajurit itu.
"Sudah cukup terima kasih" Ucap Xun Chen Yang kemudian berjalan keluar sambil memakai topengnya.
Dia kemudian terbang kearah dimana kediaman keluarga 'situ' berada sambil memainkan serulingnya yang seperti memberitahu kepada semua orang akan ada orang yang mati hari ini.
...----------------...
Kediaman keluarga situ....
Kaisar Zhou sedang berada di penjara bawah tanah di tangan kirinya sedang memegang sebuah cambuk,di tangan kanannya sedang memegang robekan pakaian yang terlihat itu milik wanita.
splash....
Suara cambuk yang sedang mencambuk seorang wanita,ya dia adalah ibu Xun Chen dan orang yang mencambuknya adalah kaisar Zhou itu sendiri,dia sedang mencari informasi tentang Xun Chen tapi tidak mendapatkannya jadi dia menggunakan cara siksaan.
"Wanita ****** cepat beritahu dimana anakmu itu!" ucapnya marah.
Xiu Ru Yan yang sebagai ibu Xun Chen tentu tidak mau memberi tahu dimana anaknya,malah dia berpikir bukanya mengambil orang lain tetapi malah dirinya yang sebagai ibu dari musuhnya,tentu saja tidak mungkin memberitahukanya.
Splash...
Splash...
Splash...
Lagi,lagi,lagi, dan lagi kaisar Zhou terus mencambuk lalu dia juga merobek pakaian ibu Xun Chen dan hampir membuatnya telanjang bulat tanpa busana,Sungguh kaisar yang kejam kalian juga berpikir yang sama bukan.
Tetapi tiba-tiba...
Dhuaaaaarrrrr......
__ADS_1
Suara ledakan terjadi diluar ruang, terdengar juga teriakan prajurit yang sepertinya mereka mati karena ledakan itu.
"Apa itu?,ayo pergi keluar dan kau kurung wanita ****** ini!" ucapnya kapada salah satu prajurit lalu pergi naik untuk memeriksa apa yang terjadi,dia bersama patriak keluarga situ yang bernama Situ Shan.
Sedangkan di sisi Xun Chen dia sedang membantai banyak prajurit yang ada di sana,tidak ada yang tersisa,bantai dan bantai Sekarang kata-kata itu terlukis di pikirannya,dengan pedang di tangan kanannya Xun Chen terus menyerang prajurit yang menghadangnya.
lalu Xun Chen menghilang dari pandangan mereka selama 3 detik dan kemudian muncul lagi, pedangnya sudah di penuhi darah yang menyebabkan pedang itu berubah menjadi merah.
"Pedang Senyap!"
Setelah itu banyak dari prajurit itu jatuh dengan kepala yang terpisah dengan badannya,Xun Chen kembali bergerak membantai prajurit prajurit yang ada disana Samapi tiba-tiba ada sebuah serangan dari arah lawannya.
dia melompat keatas lalu melihat kearah mana datangnya serangan itu Disana terlihat 2 orang pria tua dengan ekpresi marah,Xun Chen jatuh kembali ketanah dan lanjut membantai para prajurit.
Aaaahkh....
kaisar bantu kami,aaaaaghh...
Teriakan merdu terdengar dari para prajurit yang di bantai oleh Xun Chen,terus dan terus tidak ada yang berhasil lolos dari Xun Chen yang saat ini.
"Bajingan mati kau!" Terdengar suara dari arah 2 orang pria tua lalu muncul laser ungu yang melesat kearah Xun Chen,Xun Chen yang menyadarinya dengan cepat mengibaskan tangan kirinya dan serangan itu langsung hilang.
Pria tua yang menyerangnya kaget tetapi karena sudah marah pria itu langsung melesat kearah Xun Chen,pria tua itu adalah Situ Shan yang marah,Xun Chen menyadari itu langsung melompat kebelakang dan menghilang di udara dan dalam sekejap muncul di belakang mereka.
"Pedang Senyap" dan kemudian para prajurit yang tersisa mati semua dengan kepala terpenggal,lalu saat ini Xun Chen bisa melihat kedua orang itu dengan jelas.
~Thank's For Reading~
[Note:Jadwal novel ini up adalah:
Selasa
Kamis
Sabtu
__ADS_1
Dan selebihnya novelku yang lain]
(permintaan maaf:maaf sebesar-besarnya untuk Kesalahan ku yang terlalu lama up,di dunia nyata aku sedang bersujud sambil menulis ini jadi mohon maaf)