
Di sebuah tempat ada banyak mayat prajurit yang menumpuk disana memperlihatkan 2 orang pria tua dan 1 orang pemuda,mereka tidak lain adalah kaisar Zhou,Situ Shan dan MC kita Xun Chen yang sedang marah di balik topengnya.
"Bajingan beraninya kau menyerang kediamanku!" Ucap Situ Shan marah kepada Xun Chen.
"Hahahaha,Kau marah karena di serang setelah kau membantu anjing Zhou ini menyerang kediamanku,sungguh hebat sangat hebat!" balas Xun Chen dengan keras sambil tertawa seram.
"Menyerang kediamanmu,oh kau Xun Chen itu kah,bagus akhirnya kau datang!" Kaisar Zhou mengambil tempat didalam pembicaraan.
"Diam kau anj*ng,nanti adalah giliranmu, sekarang adalah giliran bawahan seorang anjing!" Setelah mengatakan itu Xun Chen menghilang dari tempatnya dan dalam sekejap muncul didepan Situ Shan dengan tangan kanan memegang pedang.
Slaaash....
Kedua tangan Situ Shan terpotong dengan cepat,Situ Shan sama sekali tidak bisa menghindari itu karena reflek nya sangat lambat,Situ Shan masih terdiam beberapa saat lalu kembali sadar akan lengannya.
Aaaaarghhhh.....
Teriaknya merintih kesakitan karena tangannya terpotong, sedangkan orang yang memotong lengan itu sedang tersenyum di balik topengnya sambil memegang kedua lengan Situ Shan.
"Hahahaha,hebat teriakanmu sangat bagus,lebih merdu dari para sampah itu,selamat kau mendapatkan pujian ku,sebagai hadiahnya bagaimana jika aku cincang tangan ini?" Ucap Xun Chen dengan suara hang agak aneh.
Kaisar Zhou yang melihat itu cukup terkejut,dia menjadi paham kenapa adiknya bisa kalah dari seorang pemuda,setelah melihat kekuatanya langsung dia ternyata sangat kuat.
"K-kau iblis,kau sangat kejam!" Ucap Situ Shan yang menyadarkan.kaisar Zhou dari lamunannya,kaisar Zhou kemudian menyerang Xun Chen menggunakan pisau yang bisa terbang.
Wuuush...
2 Pisau kecil dengan cahaya Ungu mengelilingi pisau tersebut melesat kearah Xun Chen,Xun Chen dengan cepat melompat sangat tinggi keatas lalu melempar kedua tangan yang ia pegang ke pisau tersebut yang membuat pisau itu tertancap di tangan itu.
"Kau bisa mengimbangi kecepatan itu,kau sangat hebat nak, bagaimana jika lupakan saja apa yang terjadi dan bergabung denganku dengan begitu aku bisa menebaskan ibumu!" Ucapnya kepada Xun Chen.
Tetapi tanpa di ketahui dengan liciknya tangan kanan kaisar Zhou yang ada di belakang punggungnya menggerakan pisau terbang yang ada di belakang Xun Chen.
"Sayang sekali aku tidak tertarik anjing tua,setelah apa yang kau lakukan kepada ibuku kau harus membayarnya!" Sahut Xun Chen.
__ADS_1
"begitukah sayang sekali!" Ucapnya sambil mengendalikan pisau yang sudah terbebas dari tangan itu.
Pisau terbang itu melesat kembali dengan cepat menuju kearah Xun Chen,tetapi sayangnya yang dihadapinya ini Pemilik sebuah sistem jadi dia sangat tidak beruntung.
[Bahaya dari titik buta anda!]
Mendengar itu Xun Chen melompat kembali tetapi tidak terlalu tinggi,waktu seperti melambat bagi Xun Chen dengan kecepatannya dia meraih pisau terbang itu dan kemudian melemparnya kearah kaisar Zhou dengan 20% Tenaganya.
Swuush...
pisau itu melesat lebih cepat dari sebelumnya,kedua pisau itu sangat tepat mengarah kearah leher Kaisar Zhou tetapi tiba-tiba cahaya ungu yang menyelimuti pisau itu berubah menjadi cahaya berwarna emas dan denhan cepat berbelok yang hanya menyebabkan sedikit luka di leher Kaisar Zhou.
"Hampir saja,jika kau mati lebih awal nanti tidak akan seru lho!" Ucap Xun Chen kepada-nya.
Sedangkan kaisar Zhou tidak bisa bergerak karena terkejut,Pisau yang melesat itu membuat kaisar Zhou tidak bisa berekspresi,tetapi setelah beberapa saat kaisar Zhou kembali sadar dan langsung melompat kebelakang.
"Bajingan rasakan ini,TAPAK IBLIS UNGU!"
Sebuah telapak tangan tercipta di atas langit dengan dominasi berwarna ungu,sayangnya ranah kultivasi Xun Chen meningkatkan saat dia membunuh para prajurit itu yang membuat perbedaan kekuatan yang cukup besar diantara mereka.
Boooom....
Tapak tangan itu meledak di udara,hal itu di sebabkan oleh energi yang berbeda saling berbentrokan yang membuat itu menjadi ledakan,karena tekniknya berhasil di kalahkan akhirnya kaisar Zhou pun maju menyerang Xun Chen dengan bela diri.
Kaisar Zhou mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan dan mulai menyerang Xun Chen.
Triing...
Traang....
Ting.....
Seberapapun kecepatan yang di gunakan oleh kaisar Zhou Xun Chen selalu bisa mengimbanginya,semua serangan yang di berikan kaisar Zhou selalu ditangkisnya,bahkan tidak terlihat Xun Chen seperti kelelahan atau semacamnya.
__ADS_1
"Kau hanya bisa bertahan kah?,memang benar kau hanya berada di ranah Body Formation lapisan ketiga,sungguh konyol hahahahah!" Ucap kaisar Zhou senang mengira Xun Chen tidak bisa melakukan perlawanan.
Tepat setelah dia selesai mengatakan itu Xun Chen melakukan giliranya untuk menyerang dan dalam satu kali ayunan pedang biasa membuat tangan kaisar Zhou bergetar,tetapi dia menyembunyikan tangan nya itu karena masih memiliki harga diri.
"Sial aku tidak menyangka anak itu sekuat itu,padahal hanya ranah body Formation lapisan ketiga!" gumamnya didalam hatinya.
"kenapa,apa kau selalu berpikir kalau aku berada di ranah itu,apa kau tidak merasa janggal?" Ucap Xun Chen sambil berjalan mendekatinya.
Xun Chen mendekati kasiar Zhou sambil melepaskan penyembunyian kultivasinya per-ranah,setiap Xun Chen melepaskan satu lapisan kekuatan besar seperti menekan tempat itu.
Terus,terus,terus sampai memperlihatkan ranah kultivasinya yang asli,yang sekarang berada di Spirit Refinement lapisan Ke-sembilan sebelumnya hanya lapisan tujuh tapi setelah membunuh banyak prajurit itu dia langsung naik ke lapisan Ke-sembilan.
"Ku-kuat!" Ucap kaisar Zhou dalam hati.
"Bagaimana apakah kau sudah melihat perbedaan kita,masih ingin bertarung?" Ucap Xun Chen.
"Ti-tidak!"
Bam....
Kaisar Zhou terlempar kebelakang dengan sangat cepat,mau kaisar Zhou ataupun Situ Shan yang masih sadar tidak bisa melihat kapan dia diserang, tetapi terlihat jelas bahwa orang yang menyerangnya ada Xun Chen.
Xun Chen menghilang dari tempatnya berdiri lalu dengan cepat muncul di depan kasiar Zhou yang masih merasakan kesakitan.
"Oya aku lupa bilang aku jika kau sudah tidak mau bertarung bagaimana kalau kita 'bermain' sedikit?" Ucap Xun Chen sambil melepaskan topengnya.
"Ba-bajingan menjauh dari ku!" Teriak kaisar Zhou sambil mundur menyeret tubuhnya menjauh dari Xun Chen.
"Kalau aku menjauh darimu nanti tanganmu juga ikut menjauh lho!" Ucap Xun Chen dengan senyuman di wajahnya,tapi siapapun tahu itu bukanlah senyuman yang memiliki maksud baik.
"Baiklah mari mulai!"
~Thank's For Reading~
__ADS_1
(note:hehe maaf nih telat dikit tapi gol lah ya,yang penting aku udh up hehe!)