
Luisa Principi terlihat bingung mendengar pertanyaan Allen Max. “Apakah masalah Chad behubungan dengan itu?”
“Tentu saja, Ms. Principi,” jawab Allen cepat.
“Kehidupan kami di Kota Fluorescen sangat sulit, Jadi kami memutuskan untuk kembali ke desa ini.”
Setelah mendengar sedikit penjelasan dari Luisa, Allen Max harus ikhlas hanya menerima bayaran $52.5.
“Kalau begitu saya pergi,” Allen Max segera beranjak berdiri untuk meninggalkan kediaman Chad dan ibunya.
“Terima Kasih banyak Pak guru sudah memperhatikan Chad.”
Percakapan keduanya didengar oleh Chad Lucco dari balik dinding dapur rumahnya. Dia mengejar Allen Max yang sudah berada di depan rumahnya.
“Sir Max!” panggil Chad.
Allen Max menghentikan langkah kakinya dan balik badan, kerena mendengar Chad memanggil namanya.
“Bolehkah saya meminta bantuan Anda?” Chad berjalan mendekati Allen Max. “Sepertinya saya dalam bahaya,”
Allen Max menaikan sebelah alisnya, dia menuntut Chad menjelaskan lebih lanjut tentang bantuan apa yang diinginkannya.
“Saya dengar Anda sangat kuat. Saya ingin Anda menjadi pengawal saya.”
“Hoi Bocah! Tidak ada hal yang gratis,”
“Saya Akan membayar Anda, Sir Max.”
“Berapa banyak uang yang kau miliki?”
“Saya tidak memiliki uang, tetapi ibu saya memiliki uang yang banyak.”
Bingo! Ternyata memang bukan orang biasa, Batin Allen Max.
Dia melirik tersenyum mengejek ke arah Layar sistem pelit yang tak sabaran.
“Lalu, mengapa kau mengatakan dalam bahaya?” tanya Allen Max. Kebiasaan yang dia lakukan sebelum menerima pekerjaannya adalah harus tahu siapa musuh yang ia hadapi.
Chad memelihat ke sekelilingnya untuk memastikan tidak ada orang lain di sekitar mereka yang mungkin bisa mendengar percakapan mereka.
“seminggu yang lalu, saya dan teman saya sedang bermain di alun – alun desa seberang. Lalu seorang gangster yang mabuk mengganggu kami, secara tidak sengaja saya memukulnya hingga masuk ke dalam selokan. Saya pikir dia sedang mencoba membalas dendam kepada saya.”
“Hoi Bocah! Orang yang mengikutimu tadi siang, bukan orang yang Kau pukul seminggu yang lalu,”
Chad memandang Allen takjub, “Bagaimana Pak guru. Maksud saya Sir Max tahu saya sedang diikuti oleh seseorang?”
“Tentu Aku tahu, karena dia mengikutimu seperti orang bodoh!”
“Ya?” Chad tidak begitu jelas kata terakhir Allen Max.
“Aku tahu karena tidak sengaja melihat seseorang yang mencurigakan berdiri di gerbang sekolah, ternyata orang itu mengikutimu pulang sekolah,” kata Max memperhalus tata bahasanya dengan kalimat yang panjang lebar.
Allen Max menjentikan jarinya, mereka harus kembali ke topik pembicaaran penting, “Sampai ketemu besok di sekolah. Kau harus memastikan berapa banyak uang yang bisa kau miliki untuk membayar_” Kalimat Allen terhenti karena Layar sistem memukul kepalanya. “Cih Layar pelit sialan,” gumamnya.
__ADS_1
Chad menunduk hormat, “Terima Kasih, Sir Max.”
Allen Max berjalan pulang ke gudang sewaanya yang berjarak 2km dari kediaman Chad dengan tersenyum bahagia.
Ditengah perjalanan ia kembali bertemu dengan Matt Justin yang sedang mencari dompet dan ponselnya di tengah sawah.
“Mari kita memancing ikan besar,” gumam Allen Max sembari berjalan mendekati Matt Justin. Ia memutuskan untuk melindungi Chad dari seseorang yang menginginkan kematiannya.
[ Misi selesai
Anda mendapat 50 poin
Poin Anda : 52.5
Misi selanjutnya : sedang mencari….
(Belanja Item)]
“Hoi Layar jelek! Baik sekali kau menyatakan misiku selesai hanya dengan berniat saja?”
[Maintenance]
***
Keesokan paginya, Laptop curian Allen Max yang terhubungan dengan jaringan internet WiFi rumah tetangga, mendapat sebuah e-mail dari Baldoni.
{Baldoni : Mengapa Kau menghajar Eksekutor Chad? Aku tahu Kau di Desa Piedmone
Allen Max : Guardian
Allen Max : 01001000
01000101
01001000
01000001
01010011}
Memutuskan untuk menjadi pelindung Chad, juga harus mencari siapa orang yang menginginkan kematian Chad. Satu- satunya petunjuk yang dimiliki Max adalah klien Baldoni menginginkan kematian chad di sebabkan oleh kecelakaan tidak sengaja.
Dengan kata lain, kematian Chad tidak boleh tercium oleh media.
Sebagai agen penghubung, Baldoni juga tidak saling mengenal klien dan eksekutor. Para penjahat yang saling terorganisir.
Singkatnya tiga serangkai yang tidak saling mengenal.
Singkatnya lagi, agak sedikit sulit bagi Allen Max untuk mengetahui siapa orang yang menginginkan kematian Chad Lucco.
Untuk saat ini yang bisa dilakukan oleh Max adalah mengawasi Chad, dan mendapat bayarannya.
***
__ADS_1
Bel istirahat berbunyi, Allen Max buru- buru ke kantor guru. Hari ini lingkar bawah matanya tampak kusam karena bergadang semalaman untuk mempelajari buku yang baru saja diperolehnya. Dia bukan mendapat hidayah, itu karena Layar sistem yang juga ikut bergadang mengawasinya.
“Mr. Max!” seorang guru memanggil Allen Max.
Allen Max yang jiwanya hampir mau pergi main terpaksa masuk lagi, ia tidak jadi tertidur. “Ya?”
Orang ini minta dihajar? Batin Allen Max kesal.
“Anda harus memperhatikan Elio Ludovic, dia sudah banyak memiliki absen dan nilai harian Biologi Elio Ludovic juga di bawah standard. Dia harus rajin masuk sekolah jika ingin mengikuti ujian semester ini,” keluh Gassman, selaku guru biologi.
“Benar, nilainya juga tidak begitu baik di pelajaran kimia, dia seperti sudah tidak berniat untuk bersekolah,” Murray tiba- tiba datang menambahkan.
Fabio Binary, guru komputer sains yang tidak jauh dari ketiganya juga ikut nimbrung, “Elio Ludovic tidak pernah menyelesaikan tugas program simulasi,” katanya.
“Lalu?! Mengapa aku harus tahu?” teriak Allen kesal. Bentakkannya yang seperti akan menghajar orang itu membuat nyali Gassman dan Fabio menciut.
[Misi Anda: Empati]
“Apa lagi itu empati?” Allen Max hanya ingin menggunakan waktu istirahatnya untuk beristirahat. Tetapi mengapa semua mengganggunya?
“Mr. Max, Anda adalah wali kelas 2-E. Apa yang terjadi dengan siswa di kelas 2-E adalah tanggung jawab Anda, jika ada siswa yang sudah banyak memiliki absen Anda harus mencari tahu masalahnya,” kata Cesare Bocci guru pendidikan jasmani sekaligus wali kelas 1-A. Kata- katanya bernada bijak, namun ingin dilempar dari atas gedung sekolah oleh Allen Max.
Allen Max berdiri dari duduknya, empat guru yang tadi mencoba berbicara denganya segera menjaga jarak. Mereka takut Allen Max akan menggunakan kekerasan untuk menjawab desakan mereka.
Mereka sangat mengganggu, sebaiknya cari tempat lain untuk tidur saja! Batin Allen Max.
Dia berlalu meninggalkan ruang guru. Keempat guru kelas sains berpikir Allen Max mendengarkan laporan mereka.
Sementara itu, di ruangan kepala sekolah. Arthur Ergard sedang berhadapan dengan seorang anak yang terlihat dingin.
Sekolah mereka kedatangan siswa baru, Guido Alberti. Tatapannya tegas manatap lurus kedepan.
“Jadi siapa namamu?” tanya Arthur.
“Guido Alberti, Sir!” tegas Guido, membuat Arthur sedikit kaget mendengar hentakan suara Guido.
“Baiklah Alberti, silahkan menemui Mr. Cesare Bocci. Beliau akan menjadi wali kelasmu,” ucap Arthur.
“Baik Sir!”
Bentakan Guido Alberti sekali lagi membuat Arthur terkejut.
“Ayo ikut aku!” perintah Zoe Charlotte selaku pegawai administrasi.
Zoe Charlotte membawa Guido menemui Cesare Bocci, dan meninggalkan mereka berdua.
“Tunggu, Miss Charlotte!” Cesare menghentikan Zoe Charlotte. “Kelas saya hanya diisi oleh siswa siswa yang berprestasi, Anda tidak bisa sembarangan_” Kalimat Cesare terhenti karena Zoe yang selalu berperawakan lembat lembut berubah dingin menatapnya.
__________
Hello! Mohon dukungannya setelah membaca cerita ini 🐼🐼
like komen ✔️
__ADS_1
favorite jika suka
_______________