
Setelah menghabiskan bekal makan siang milik Zoe, Allen Max dengan semangat berjalan menuju kelas 2-C.
Tidak seperti biasanya, murid di kelas itu tetap tidak duduk dengan tenang di bangkunya masing-masing.
"Pak guru! ada yang kemasukan!" seru salah satu siswa memberikan informasi kepada Allan Max.
"Sir Max," ralat Allen Max. Ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruang kelas itu. "Ya sudah semuanya sudah masuk ke dalam kelas, kita mulai pelajaran kita tentang magnet!" katanya sembari menulis Magnet di papan tulis.
Ia menunjukkan kompas kepada muridnya, "Ini adalah kompas, apa yang kalian ketahui tentang kompas?"
"Sir Max, ada yang kemasukan!" seru murid lainnya mengabaikan pertanyaan Allen Max.
Allen Max menggertakan giginya, "Siapa? siapa? apa yang masuk?!"
"Itu, Carolina," tunjuk Shopia Lorentz, ia menatap khawatir ke arah Carolina Crescentini.
Carolina Crescentini, salah satu siswi di kelas itu, terlihat duduk dengan tenang dibangkunya.
Allen Max melihat ke arah siswi yang dimaksudkan Shopia. "Hoi kau, jika kau kemasukan, pergilah ke ruang kesehatan sekolah!" perintah Allen.
mereka sepertinya sangat mengkhawatirkan temannya yang masuk angin. Sampai tidak peduli dengan pelajaran fisika hari ini. Batin Allen Max tidak terima sebenarnya.
"Sir, kerasukan. dia kerasukan hantu," bisik seorang siswi yang duduk di kursi paling depan.
__ADS_1
"Hantu?" tanya Allen Max menaikan sebelah alisnya. Dia yang tidak mempercayai hantu itu ada, harus menghadapi siswinya yang katanya kerasukan hantu.
"Benar, semalam mereka bermain Ouija di sekolah," bisik siswi lain yang juga duduk di barisan paling depan.
ouija? apalagi itu? tanya batin Allen Max. Ia melihat alat jammer yang ia letakkan di atas mejanya, haruskah Aku bertanya kepada layar hologram jelek dan pelit itu?
"Sudah semuanya kita lanjut pelajaran! Vittorio, bagikan kompas ini kepada tiap kelompok!" instruksi Allen Max.
"Sir, kasian dia," bisik siswanya lagi.
Mendengar ada lagi siswa yang mengabaikan pelajarannya, Allen Max menggertakan giginya dan menggenggam kompas di tangannya hingga rusak.
Vittorio yang hendak mengambil kompas itu, terkaget dan menelan ludah. ia segera mengambil kompas yang masih aman di atas meja Max, dan membagikannya kepada temannya sesuai perintah.
Carolina bergeming mengabaikan Allen Max.
"Pak guru, dia kerasukan hantu dari papan Ouija." bisik Shopia Lorentz yang duduk di depan Carolina.
Ia menunjukkan papan yang dimaksud kepada Allen Max.
Allen Menatap papan itu, "Hantu?" tunjuknya tidak percaya.
Shopia mengangguk, dan berkata, "semalam kami bermain ini dan hantunya muncul, tetapi tidak mau pulang," katanya kemudian.
__ADS_1
"Dengar Shopia! hantu itu tidak ada!" kata Allen meyakinkan muridnya.
"Pak guru belum pernah bermain ini? kayu kecil ini bisa bergerak dengan sendirinya," kilah Shopia.
Allen Max melihat tidak percaya. "Kalian membutuhkan psikolog, tidak, tidak segelas air comberan," katanya kemudian.
Tiba-tiba Carolina Crescentini menatap tajam ke arah Allen Max. "AAAaaakh!!!" teriaknya kuat.
"Tidak sopan berteriak di dalam kelas," balas Allen Max.
Ia menarik Carolina dan membawanya menuju ruang kesehatan sekolah. Karena kalah adu kekuatan, Carolina dengan pasrah di seret oleh Allen Max menuju ruang kesehatan sekolah.
agar dia bisa ditangani dengan baik oleh petugas kesehatan di ruangan itu.
______
🐼 Hai, hello, Thanks sudah baca sampai di sini.
jangan lupa dukungannya,
like dan komen
Favorite jika suka
__ADS_1
jika tidak suka, favorite biar dapat notif update