
* Swoshh * Trinkk *
* Sding *
sebuah tubuh begerak dengan cepat dan mencapai tubuh lainnya keduanya saling berhadapan dengan pedang mereka saling bertabrakan.
di pagi harinya setelah mereka dari toko barbeque kemarin, sesuai dengan perjanjian antara liam dan makabe,bahwa hari ini adalah hari pertarungan mereka
mereka bertarung di dojo tempat kediaman Tsunade. Meskipun dia tidak punya uang, warisan dari keluarganya sangat banyak. Dia adalah cucu dari Hokage pertama dan dia memiliki cukup banyak tanah di Konohagakure.
"sepertinya makabe sudah bekerja keras untuk berlatih pedang" kata Xiao wu yang melihat pertarungan antara makabe dan liam
"Aku tidak mengerti tentang pedang, tapi Aku bisa melihat kalau liam-san tidak melakukan apapun kecuali menangkis dan menghindar" Gon juga menonton
"iyaa Aku juga berpikir begitu, tapi bukanya liam mempunyai kekuatan lain kenapa tidak menggunakan nya" ujar Xiao wu
"Bodoh, ini pertarungan pedang" Tsunade yang dari tadi diam memperhatikan pertarungan ikut berbicara
"Dan juga coba kalian lihat ada yang aneh dari liam" Tsunade memperhatikan ke anehan liam Dan menunjukkan kepada mereka.
"aneh? " Xiao wu Dan gon penuh tanda tanya
"iya, coba kalian perhatikan, dari awal pertarungan dia menghindar Dan menangkis terus tidak pernah menyerang apa kalian tahu alasannya?" tanya Tsunade
"alasannya? bukanya karena liam Dan tidak mengerti pedang kan? " jawab gon
"iyaa kupikir itu jawaban yang tepat, tapi... liat matanya Dan gerakannya, itu seperti sedang belajar Dan praktek sekaligus"
"Dengan kata lain liam ingin meniru teknik pedang makabe!" kata Tsunade agak terkejut
"apa! meniru" gon Dan Xiao wu terkejut
"iyaa itu pemikiran ku, Di konoha juga ada orang seperti itu dia di sebut ninja peniru, jadi mungkin saja Liam meniru gerakan makabe" ucap Tsunade Dan terus memperhatikan pertarungan
sementara analisis Tsunade, Liam Dan makabe masih fokus dengan pertarungan
Liam sangat percaya dengan fisiknya yang dia latih di dunianya jadi tidak masalah untuk membuang tenaga untuk menangkis Dan menghindar Dan terus memperhatikan gerakan makabe.
__ADS_1
Makabe mengangkat alisnya dengan kesel dan mengangkat tangannya sedikit untuk meluncurkan serangannya.
"(Teknik pernafasan konsentrasi penuh)"
Makabe menghirup oksigen dalam jumlah maksimum dan seketika kekuatan fisik dan mental nya meningkat.
"(Pernafasan Air Teknik Pertama: Irisan Permukaan Air) !!! "
Makabe melantunkan teknik pertamanya dan seketika dia mengayunkan pedangnya ke arah Liam yang dengan fokus penuh memperhatikan nya
Makabe menebas seperti mengiris air dan pedangnya mengeluarkan busur biru seperti air menyerang ke arah Liam
*BAMM!!!
'Sial itu bisa saja memotong tubuhku! apa anak ini ingin serius membunuh ku, ahh Fokuss Liam kau harus fokus' pikir Liam saat menghindar dan kembali fokus
Makabe melihat Liam menghindar tambah kesel bahwa serangan tidak mengenai lawanya
"Sialan! Heyy Liam apa kau niat untuk bertarung nya?! kenapa menghindar teruss! " teriak Makabe kesel
Makabe tidak bisa mengatakan apa apa bahkan dia lebih kesel kepada jawaban liam
Dia langsung dalam posisi teknik pernapasan konsentrasi penuh nya, memegang gagang pedang nya.
makabe melompat ke atas sekitar 6 meter
"(Pernafasan air Teknik kedua : Roda air)! "
makabe memutar di atas langit seperti bola air yang tajam dan menerja ke arah liam
liam yang melihat serangan makabe tetap fokus dan meniru (Teknik pernafasan konsentrasi penuh) dan bergumam:
"(Pernafasan Kekosongan Teknik pertama : Tebasan pertikel)! " Liam memegang gagang pedangnya dan melawan makabe yang sudah dekat dengan nya
tebasan kedua orang itu bertabrakan dan menyebabkan suara dan percikan percikan dari Teknik mereka
makabe yang berada di atas melihat bahwa sekali lagi serangan di tahan tambah kesel dia tidak menyangka Liam meniru Teknik yang dia latihan dan beli di toko dengan poin yang mahal malah di tiru dengan gratis oleh Liam, mulai sekarang dia tidak akan bertarung dengan dan menunjukkan Teknik kepadanya.
__ADS_1
Makabe terlempar ke tembok dojo menyebabkan tembok berbentuk jaring laba laba dengan dia di tenganya
"urgh" makabe batuk mengeluarkan seteguk darah
"Sialan! Liam Teknik apa yang kau gunakan? aku yakin itu bukan pernapasan dari demon slayer" ucap makabe tanpa bergerak dan masih terjebak di tembok
"setelah melihat gerakan dan Teknikmu aku memahami semua manusia memiliki pernafasan nya masing masing"
"aku membuat teknik pernafasan ku sendiri dengan mengosongkan tubuh ku di saat mengosongkan tubuh ku, paru paruku dapat menerima elemen apapun yang aku kenali dan mengubah nya menjadi teknik pernafasan"
"seperti barusan aku memasukkan kekuatan ruang dari buah iblisku ke dalam paru paruku dengan ke adaan tubuh kekosongan dan menyalurkan ke dalam pernapasan ku otomatis tebasan ku akan memiliki kekuatan ruang dan itu yang menyebabkan mu terlempar karena tubuhmu tidak memiliki kekuatan ruang" jelas Liam
makabe keluar dari tembok dan bertanya "apa itu tubuh kekosongan? bagaimana kau memilikinya? "
"Oh ini, aku menemukan setelah memakan buah iblisku jadi aku menamakanya tubuh kekosongan, dan juga buah iblisku ini tidak di ketahuan tipe apa" jawab Liam
"Sialan kau harus memberikan daging malam ini kau meniru Teknik ku, tidak ada yang gratis di dunia ini!" ucap makabe dengan tertatih-tatih
"kau tahu aku membeli Teknik ini dengan semua poin ku di toko, dan juga usahaku saat berlatih kau membuat latihan ku seperti sia sia hiks aku selalu kalah dengan mu brengs*k" air mata makabe keluar seakan meminta Liam untuk memberikan dagingnya malam nanti.
Liam yang melihat ini mengedutkan bibirnya dan menatap Tsunade dan yang lainya yang sedang menonton pertarungan mereka
Dia berpikir di dunia ini dia menyusahkan Tsunade, Tsunade? lebih tepatnya Shizune, yang benar saja dia datang ke dunia ini tidak membawa apa apa bahkan uang 500 perak tidak dia bawa walapun di bawa apa di dunia ini itu berarti
Liam berpikir gimana caranya untuk mendapatkan uang ke depannya soalnya mereka agak lama berada di dunia ini di lihat dari waktu ini bahkan belum saat nya ujian menjadi ninja saat naruto mengambil Teknik terlarang kira kira beberapa minggu kemudian tidak sampai sebulan.
Tsunade dan Xiao wu melihat pertempuran nya terkejut dia bukan hanya meniru tapi juga membuat teknik yang lebih kuat dari yang dia tiru.
"Apa barusan dia membuat Jutsu" ucap Tsunade
"sepertinya, seperti itu" ucap Xiao wu
"Liam-san selamat atas kemenangannya" teriak Gon
"Dan untuk makabe-san jangan berkecil hati kamu harus bekerja lebihh keras lagi untuk berlatih" terik gok kepada makabe saat melihat makabe menangis seperti bayi yang meminta asi kepada ibunya.
(Segini aja dulu..... (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
__ADS_1