Group Chat Miliaran Dimensi

Group Chat Miliaran Dimensi
Ep12. DOSEN


__ADS_3

Di gedung hokage atau lebih tepatnya di kantor hokage


Sarutobi Hiruzen sedang duduk di kursi hokage nya dengan rokok di mulutnya sambil berhadapan dengan berkas berkasnya


Tiba tiba bayangan anbu muncul di benaknya dan muncul di depannya


Anbu itu berlutut dengan satu lutut di lantai memakai topeng kucing dan pedang di punggunya


"Hokage-sama" Anbu


"Bagaimana? Apakah kau sudah mengawasi mereka? " tanya Sarutobi


"Iya hokage-sama" Jawab Anbu dengan dengan topeng kucing


"Jelaskan" Titahnya


"Saya mengintai di kediaman Tsunade-sama seperti yang Anda perintahkan"


"Sepertinya mereka bertarung" lanjut Anbu


"Bertarung? Bagaimana pertarungan nya? " Sarutobi bingung dan bertanya


"Mereka bertarung menggunakan pedang selayaknya Samurai" Anbu


"Samurai? Oh apakah bocah yang mengaku sebagai samurai itu" kata Sarutobi


"Benar hokage-sama" Anbu membenarkan dengan stay berlutut


"Dengan siapa dia bertarung? " Sarutobi


"Dengan anak yang berambut perak hokage-sama" Jawab Anbu


"Oh, anak yang mengaku sebagai pekerja paruh waktu itu, tidak kusangka dia akan bertarung"


"Bagaimana pertarungan mereka?" kata Sarutobi berlanjut bertanya


Anbu menjelaskan seluruh pertandingan antara Liam dan makabe, selama pertandingan itu Anbu mengintai seperti yang di katakan Sarutobi, Liam dan makabe sepertinya tidak sadar akan keberadaan Anbu mungkin karena mereka fokus pertarungan atau mereka memang tidak tahu tapi Tsunade berbeda, mana mungkin ninja level Anbu bisa lolos dari pengamatan seorang yang di sebut legenda sennin, tentu dana Tsunade tahu keberadaannya tapi Tsunade tidak melakukan apa apa hanya diam dan melanjutkan menonton.


"Hmm Seperti samurai ya" kata Sarutobi setelah mendengar ceritanya dari Anbu


"Iya hokage-sama, Mereka bertarung dengan pedang panjang seperti samurai akan tetapi berbeda, Mereka bisa memotong dengan air atau bisa mengeluarkan tebasan air " Jelas Anbu


"Oh, Seperti nya itu jutsu yang menarik" kata Sarutobi dengan tatap tajam

__ADS_1


"Kalau tidak salah, dia menyebut teknikNya yaitu pernapasan" Anbu


"Pernapasan? " tanda tanya sekali lagi yang ada di atas kepala Sarutobi


"Aku tidak tahu lebih jelasnya hokage-sama, tapi Aku mendengar penjelasan singkat dari anak yang berambut perak" Anbu langsung menjawab dengan cepat


"Awalnya saat pertarungan mereka aku berpikir anak yang berambut perak itu akan kalah karena dia menghindari serangan lawan nya selama pertarungan, Tapi di akhir pertarungan itu dialah pemenangnya" jelass Anbu


Sarutobi diam mendengarkan perkataan Anbu


"Tapi, bukan itu yang membuat saya terkejut, Selama pertarungan dia selalu menghindari serangan dan bahkan dia tidak memberi serangan, Itu karena dia mengamati lawanya dan mempelajari Jutsu lawannya bahkan dia membuat Jutsu yang lebih baik dari lawanya" kata Anbu yang membuat Sarutobi terkejut dan mengkerutkan keningnya


"Itu sama saja dengan meniru,Dan untuk membuat Jutsu lebih baik dari Jutsu lawan yang dia tiru itu, kemungkinan dia bisa melihat titik titik lemahnya Jutsu itu dan memperbaiki nya" kata Sarutobi menebak


"Sungguh menarik, Anak anak yang di bawa oleh Tsunade hehh" Sarutobi menghembuskan asap rokok


"Terus pantau mereka dan laporkan kalau terjadi apa apa!"


"Bagaimana dengan yang lainnya? " tanya Sarutobi sebelum menyuruh Anbu pergii


"Yang lainya aku belum tahu Hokage-sama" kata Anbu itu


Mendengar ketidak tahuan Anbu tersebut, Sarutobi melambai-lambai kan tangan nya mengisyaratkan untuk Anbu itu pergi.


Di kediamannya Klan Senju atau kediaman Tsunade


Makabe, Xiao wu dan Gon berlatih chakra dalam bimbingan Tsunade


Sekarang Tsunade berlagak seperti dosen di dunia modern, dengan kacamata dan pakaian seperti layaknya dosen wanita yang di dambakan oleh seisi kampus.


"Baiklah, Selama 3 hari sebelum kalian masuk akademi aku akan melatih kalian mengontrol chakra"


"Chakra adalah sesuatu yang penting bahkan teknik yang paling dasar itu di sebut adalah hasil dari energi fisik (Shintai enerugī) hadir dalam setiap sel tubuh dan energi spiritual (seishin enerugī) yang diperoleh dari pikiran. Setelah dibentuk, dapat disalurkan melalui sistem peredaran cakra, yaitu cakra sebagai sistem peredaran reguler adalah darah, ke salah satu dari 361 poin cakra (disebut tenketsu) dalam tubuh. Melalui berbagai metode, yang paling umum digunakan adalah segel tangan, cakra kemudian dapat dikontrol dan dimanipulasi untuk menciptakan efek tidak masuk akal, seperti berjalan di atas air, Hembusan Napas Api atau menciptakan ilusi.


Dengan rasio yang berbeda dari dua energi, warna baru dan jenis yang lebih kuat dari cakra dapat dibentuk. Kebanyakan Ninja memiliki afinitas alami untuk satu jenis cakra, tetapi mereka memiliki kapasitas untuk menciptakan cakra unsur terlepas dari afinitas mereka sendiri. Ada lima tipe dasar, masing-masing kuat dan lemah akan yang lain, namun hubungan mereka, kelemahan, dan kekuatan satu sama lain semuanya dieksplorasi. Ada juga jenis dari Yin dan Yang dan keseimbangan energi mental dan fisik. Selain lima elemen ini, beberapa Kekkei genkai bisa mencampur unsur cakra untuk membentuk sifat baru, misalnya adalah mungkin untuk mencampur Air dan Angin menjadi Es.Sementara banyak ninja yang dapat menggunakan lebih dari satu jenis cakra, sangat sedikit yang mampu menggunakannya secara bersamaan" Tsunade menjelaskan apa itu chakra secara umum dengan panjang lebar kepada ketiga orang itu tapi tidak untuk salah satunya


Xiao wu dan Gon dengan seriuss mendengarkan penjelasan Tsunade berharap mengerti, sedangkan untuk Makabe dari awal dia hanya bergelayut dengan pikirannya dan menatap lurus ke depan


'Ugrhh,Seperti yang di harapkan dari salah satu legenda Sennin, Sialan bung jangan berdiri kau tidak lihat kemarin tulang ku hampir patah olehnya, kumohon kau sebagai adik kecil ku jangan membuat masalah untukku!' Makabe bergelayut dalam pemikiran dan sedang bertempur dengan adik kecilnya


'Kenapa juga dia Memakai Kacamata dosen dan kenapa kau mengenakan baju yang ketat seperti itu sialan! kau ingin menguji orang yang masa masa puber seperti ku' Makabe ingin berteriak seperti ini tapi takut akan tinju malapetaka


'Persetan! Bukan cuman aku pasti Liam juga.... ' Makabe menatap ke arah Liam yang duduk agak jauh dari mereka yang sedah melihat mereka

__ADS_1


Tidak lebih tepatnya ke arah sesosok yang berdiri mengajar dia memandang nya dengan wajah menjijikkan dan air liur yang mau jatuh Liam memandang Tsunade


'Brengs*kkk! anak itu....ku kira dia Malaikat ternyata dia iblis sejati yang menyamar!' pikir Makabe saat memandang Liam yang sedang memandang Tsunade dengan pakaian dosen dan kacamata


Makabe memutuskan untuk tetap teguh dalam mendengar penjelasan, tapi tidak semudah yang di pikirkan, matanya terus memandang sosok yang menjelaskan di depanya, tak terasa sebuah cairan berwarna merah keluar dari hidungnya.


Tsunade melihat darah tiba-tiba keluar dari hidung Makabe dia awalnya mengira itu tidak apa apa tapi sesaat dia mengerti setelah melihat wajah Makabe, amarahnya melonjak


"MAKABE!! " Tsunade penuh penekenan


Makabe yang mendengar namanya di teriaki langsung sadar dan buru buru menghapus darah di hidungnya dengan tangannya


"I -iya, A-da apa" kata Makabe tergagap-gagap


"KAU! " palang merah keluar dari dahi Tsunade


“T-tunggu kau salah paham ini hanya mimisan biasa" jawab Makabe sambil mengangkat kedua tangannya ke depan dengan panik


"I-ini mungkin akibat pertarungan ku dengan Liam kemarin... " Kata Makabe membuat alasan


'Sialan semoga dia percaya, tunggu.... Liam, benar anak itu juga tadi.... 'pikir Makabe dia ingat Liam juga memandang Seperti itu tadi kalau dia ketahuan dia memutuskan menarik Liam bersamanya walapun di ikut kena


Tapi saat dia memandang ke arah Liam amarah nya langsung meledak


'Baji*gan ini!!'


Makabe melihat Liam memalingkan mukanya dan bersiul seolah hari ini cerah dan damai berbeda dengan tadi saat Makabe melihat dia memandang Tsunade


"Aku tidak tahan lagi dengan sikapnya it--" Makabe ingin berteriak dan memukul Liam saat ini tapi itu berhenti dengan pukulan mendarat di pipinya


*BOOOOM!!! *


Makabe terbang beberapa meter mendarat setelah meruntuhkan beberapa pohon


"Su-a-tu sa-at a-ku pa-stii a-kan mem-beri-mu pe-laja-rann" itulah ucapan Makabe sebelum pingsan.


Liam disisi lain bergidik melihat Makabe terbang


'Syukurlah, Aku melihat ke arah lain di waktu yang tepat' pikir Liam dan mengusap dadanya.


(jangan lupa like, kasih dukungan atau favorit ya˙˚ʚ(´◡`)ɞ˚˙


komen juga≧﹏≦

__ADS_1


__ADS_2