
“Ramen nya sudah jadi!!” kata Teuchi.
Mereka menatap ramen di depan mereka.
“Wow,” Liam mengendus aroma ramennya dan tiba-tiba merasakan aromo yang enak ‘I – ini hanya aromanya!!!’ Dia mengambil sumpit dan siap siap untuk makan.
“Jadi ini ramen mu yang luar biasa,” kata Makabe
Teuchi mengangguk sambil tersenyum, “Resep ini hasil kerja keras nenek moyang ku sampai hari ini, silahkan dinikmati.”
Liam mengangguk dan dia mulai makan dengan semua orang, “Slurp!!!” Matanya terbuka lebar saat mencicipinya. kuahnya sangat bening tapi rasanya sangat enak. Dia bisa merasakan beberapa hal dari kaldu ini dan mienya terlalu kenyal. Kelembutan dan keseimbangan keras pada mie itu sempurna.
“Slurp! Slurp!”
Mereka tidak berbicara dan fokus mereka hanya pada ramen di depan mereka.
Teuchi tersenyum dan merasa puas. Dia berbalik dan berkata, “baguslah.”
“Aaaahhhh!!!”
Liam puas dengan ramen yang dia makan. Dia mencoba membuat daftar bahan-bahan di dalam kaldu ini tetapi dia tidak bisa karena itu terlalu banyak. Dia benar-benar menginginkan Ramen ini dia ingin pandai memasak agar ibunya bisa mencicipi masakan masakan yang enak.
“Sulit dipercaya,” Makabe menggelengkan kepalanya. Dia belum pernah mencicipi ramen selezat ini sebelumnya. Dia ingin meminta resepnya tetapi dia tahu itu akan sangat kasar kepada koki di depannya.
“Aku senang kamu menikmatinya,” kata Teuchi.
Liam ingin memintanya untuk mengajarinya cara membuat ramen, tetapi dia tahu bahwa prosesnya akan sangat lama. Dia menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk tidak memintanya. Dia harus membawa ibunya dan lily ke sini untuk mencicipi ramennya.
Mereka berbicara sebentar dan memutuskan untuk melanjutkan tur mereka. Mereka ingin mencoba barbeque yang terkenal dan mereka juga ingin makan sesuatu yang mengenyangkan setelah makan makanan asin.
Makabe sangat bersemangat dan berjalan di depan semua orang. Dia dulunya adalah kaki babi yang gemuk wajar dia memiliki selera makanan yang banyak tapi setelah di tolak oleh cinta pertama dia melakukan pengurangan berat barang dengan olahraga.
__ADS_1
“Aku ingin tahu kapan seseorang yang pandai memasak akan datang ke grup chat kita,” kata Makabe
Liam mengangguk, “Ya, akan menyenangkan memiliki seseorang yang pandai dalam hal dapur ”
“Yah, mungkin setelah quest ini, akan ada anggota baru,” kata Liam
Makabe memompa, “Baiklah, anggota baru!!”
Mereka telah tiba di depan toko barbeque
“Bibi, tolong beri kami daging yang banyak” kata makabe dan menambahkan, “ingat yang banyak”
Tsunade menatapnya dan berkata, “Kamu tidak boleh makan makanan sebanyak itu, kamu akan menjadi kaki babi lagi jika makanan kamu sebanyak itu”
“Tidak apa-apa, tidak apa-apa aku sekarang sering berolahraga setiap hari dan juga berlatih teknik pedang dan pernafasan jadi aku tidak akan gemuk lagi” kata Masamune makabe
Mereka tidak melihat banyak hal menarik hari ini. Mereka bisa melihat banyak ninja berjalan di sekitar jalan.
“Apakah itu patung hokage?” tanya Xiao wu saat melihat patung 4 wajah terukir besar di atas desa
" ahh... itu juga impian dari naruto kan" sahut Gon
"ohh aku ingat di masa depan kan ada satu wajah lagi akan di buat" Liam berkata dan menantap Tsunade
Tsunade mendengus mendengar apa yang di katakan liam dia tahu dia akan menjadi hokage ke lima tapi kenapa dia harus mengatakan itu seakan liam seperti menggoda nya
liam tahu bahwa Tsunade awalnya tidak akan menerima sebagai Hokage makanya dia mengatakan hal itu, tapi liam yakin bahwa Tsunade pasti menjadi hokage. selanjutnya dia akan belajar lebih keras untuk menjadi kuat liam tahu walaupun dunianya terlihat aman tapi apapun bisa berubah dan apapun yang terlihat aman itu siapa tahu yang paling berbahaya.Dia menggelengkan kepalanya dan berpikir lebih baik tidak terlalu banyak berpikir. Dia hanya ingin mengambil dagingnya dan.....itu hilang.
Liam menatap Makabe yang telah memakan semua jatah dagingnya dan menghela nafas. Liam tahu bahwa dia telah berjanji padanya tetapi dia tidak berharap dia memakannya dengan sangat cepat.
“Aku puas,” kata makabe sambil menepuk perutnya. Dia menginginkan lebih tetapi dia cukup malu untuk meminta sesuatu secara gratis dari wanita. Dia senang bahwa liam memberinya bagiannya sebagai gantinya mereka akan bertarung. Dia menatapnya dan berkata, “Baiklah, Liam-san, kamu harus siap nanti, samurai yang terkuat ini akan menjadi lawanmu” makabe ingin memakai kacamata dengan berpose keren saat dia mengatakan ini, tapi sayangnya disini tidak ada yang membawa hal seperti itu ke dunia ini, 'kita ke sini untuk menyelesaikan misi bukan untuk menjadi pajangan model' pasti ini yang akan di katakan mereka jika makabe meminta kacamata.
__ADS_1
"Liam kamu bisa memakan punyaku,” kata Shizune.
“Shizune-San….” Liam merasa telah melihat malaikat. Dia mengambil daginya dan berkata, “Terima kasih Shizune-San, seseorang yang menikahimu akan sangat beruntung memilikimu sebagai istrinya.” Dia mulai memakan dan mengunyah barbeque nya dan merasakan semburan rasa yang empuk dan rasa lembut pada saat yang bersamaan. Dia merasa bahwa makanan ini sangat enak.
Shizune tersenyum manis sementara ada sedikit kemerahan di pipinya. Dia senang Liam memujinya, “Kamu bisa makan lebih banyak jika kamu mau, aku sudah cukup kenyang”
“Tidak, kamu harus makan juga, aku senang kamu berbagi denganku,” kata Liam dan menggoda, “apa kamu mau aku menyuapi mu, Shizune-san?”
“Eh?” Shizune sedikit terkejut.
“Tidak apa-apa, aku juga terbiasa menyuapi ibu ku saat di rumah sakit,” Liam masih ingat ketika ibunya sakitan dan tidak mau makan jadi Liam menyupi ibunya kadang kadang ada Lily yang menyuapi ibunya.
“B-baiklah,” Shizune membuka mulutnya dan membiarkan Liam memberinya makan.
Xiao wu dan makabe melihat interaksi mereka dari samping.
“Serasa dunia ini milik mereka sendiri" kata Xiao menatap Shizune dengan iri
“Sialan Liam berapa beruntung nya menyuapi wanita cantik, apakah dia ingin menaklukkan semua gadis di dunia ini?” tanya makabe dengan wajah kesel saat melihat Liam yang jauh lebih tampan darinya.
Xiao wu memejamkan matanya, “makabe-Kun, keberadaan Liam sangat berbahaya bagi setiap wanita di dimensi atau di alam semesta, kita harus menjaga para wanita dan menghentikannya dari mengotori setiap gadis di dimensi dan dunia lain” sejujurnya Xiao wu sangat ingin di perhatikan oleh Liam tapi dia harus mencari alasan untuk ini.
Makabe mengangguk, “tuan putri, saya tidak salah tentang Anda.”
“Pertama, kita perlu menghentikan nya,” kata Xiao wu dan mengambil segelas teh. Dia berjalan ke arahnya dan bertindak seolah-olah dia telah terpeleset, “Eh ….” sejak kapan kelinci tulang lunak kepeleset.
liam tidak menyangka dia tiba-tiba tergelincir. liam menangkapnya tetapi teh di tangannya dituangkan ke celananya, “Apakah kamu baik-baik saja?” Dia tidak peduli celananya dan menatapnya dengan khawatir.
"A -ah, A-aku baik-baik saja…” Xiao wu menjawab dengan suara rendah sambil menyembunyikan rona merahnya dengan jelas.
" TUAN PUTRI!!!!” Makbe, yang berada di samping mereka, tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak, melihat Tuan putri nya ditaklukkan dalam sekejap. Dia menatapnya dengan ekspresi serius dan berkata, “apakah pesona mu melebihi dewa cinta”
__ADS_1
liam dengan jelas mendengar kalimat makabe dan mengeluh, “apa yang kau bicarakan”
(segini aja dulu...