
setelah liam pulang keluar dari pulau itu sesosok orang keluar dari persembunyian nya dan datang ke tempat liam latihan tadi
sosok ini adalah seorang dengan wajah muda tapi tidak muda lagi dengan rambut coklat kemerahan, kulit putih seputih susu, jas hitam dan kemeja putih celana hitam dan sepatu hitam, memegang payung merah yang mencolok.
sesosok itu membuka payung merahnya dan tiba tiba awan yang cerah menjadi mendung, hujan deras terjadi jelas orang ini mengendalikan nya
" menarik, tidak sia sia aku datang ke negara ini " ugak sesosok yang berpayung merah
"selama lebih dari 1 ribu tahun aku hidup baru kali ini aku melihat seorang yang bisa mengendalikan ruang dan waktu apalagi orang itu adalah remaja " seringai muncul di bibirnya yang merah
" hahaha menarik, aku harus bertanya kepada nenek, tapi jelas bahwa dia hanya seorang manusia? "
setelah dia selesai tertawa sesosok itu tiba tiba menghilang dari tempatnya dan tidak di ketahui kemana perginya.
Kembali ke Mc.
setelah liam mandi dan bersih bersih dan hari sudah malam liam memutuskan untuk tidur untuk mengumpulkan tenaganya untuk misi besoknya.
Di pagi hari.
Liam membuka grup chat sebab sekarang dia sudah siap melintasi dunia lain
Liam hayate: “Apakah kalian siap?”
Masamune makabe: “Ooh.”
Gon: “Ya.”
Xiao wu: “Tentu saja, aku telah membawa banyak wortel.”
Tsunade: “Ayo.”
Liam melihat chat grup dan menekan tombol teleportasi pada notifikasi Quest. Tiba-tiba sebuah cahaya menyelimutinya dan dunia berhenti menunggunya untuk kembali.
___________________
___________________
Liam merasa pusing dan dia membuka matanya perlahan. Dia melihat sekeliling dan memperhatikan lima orang di sekitarnya. Dia mengenal mereka tetapi tidak tahu di mana mereka berada, “Di mana ini?”
“Ini rumahku,” kata Tsunade. Dia menatap semua orang dengan ekspresi penasaran.
“Ugh, kepala ku pusing😵,” kata Masamune makabe sambil memegang kepalanya.
“Hooo, ini dunia ninja, menarik sekali,” kata Xiao wu sambil melihat sekeliling.
__ADS_1
“Kepalaku! Kepalaku!” Gon berkata dia merasa sangat pusing setelah teleportasi itu.
Liam datang kepada nya dan menangkap tubuhnya untuk menstabilkannya
"ngomong ngomong Liam seperti nya kamu memiliki cukup banyak cakra" kata Tsunade saat melihat cakra di dalam tubuh Liam
" ha? benar kah mungkin ini karena tubuhku, akhir akhir ini aku banyak makan hehe " Liam
" dan juga terimakasih untuk panduan cakra yang kau berikan aku belajar sedikit dari itu" kata Liam sambil menatap Tsunade
Xiao wu yang melihat sekeliling berhenti ketika mendengar suara Liam dan dia menoleh ke arah mereka
" wooo jadi ini kaliann aku benar benar pergi ke dunia lain" kata Xiao wu berjalan ke arah mereka
"oh.. nona manis, pangeran berkuda mu sudah datang menghampiri mu" Masamune makabe yang sudah stabil langsung dengan sifat nya yang narsis
Xiao wu, Tsunade, Suzune : ....
" ada apa apakah kalian terpesona oleh ketampanan sang pangeran berkuda putih ini" kata makabe sambil menyisir rambutnya ke belakang
"apakah dia gila" Gon
"dia memang narsis" Liam
"kaki bagong" Tsunade
sedangkan suzune dia hanya bengong menatap semua orang yang ada di depannya
dia pikir bahwa Tsunade hanya bercanda kalau akan ada tamu atau temannya akan datang dari dunia lain
dan dia sering melihat Tsunade bermain dengan batangan kotak persegi panjang yang mereka dapat dengan memenangkan judi
suzune pikir dia itu hanya main main tapi sekarang dia tahu itu bukan main main
mata suzune beralih ke arah seoarang anak dengan rambut perak panjang dengan wajah seperti pahatan 'sial apakah dia malaikat' pikir suzune ketika melihat Liam
" yahh aku tahu kau tampan tapi berhentilah memainkan rambutmu dan bibir mu" Liam menegur makabe
makabe yang mendengar suara Liam teralih dan menatap ke arah Liam
"siall apa kau ini Liam?!! " kata makabe melihat Liam dan berjalan cepat ke arahnya
"katanya kau itu adalah anak otaku kenapa bisa tampan begini haa? " kata makabe dia berpikir dia yang paling tampan di kelompok ini tapi....
"haa... aku memang otaku dan wajahku emang gini dari aku lahir? apa ada masalah? " kata Liam polos
__ADS_1
"masalah bangettt!!! "
"kau kau akan menjadi penghalang ku untuk menaklukkan para wanita terutama Tsunade" ucap makabe keceplosan
makabe sontak menutup mulutnya tahu bahwa yang dia katakan itu tidak baik untuknya terutama dia pernah menyinggung Tsunade tanpa sengaja.
Xiao wu dan Tsunade memandangnya secara bersamaan. Keduanya bersumpah bahwa mereka akan memukulnya ketika dia mengatakan sepatah kata pun.
“A-Aku tidak bermaksud seperti itu!! J-jangan salah paham! Tsunade-San, kau sangat cantik! Bagaimana kalau kita minum dulu? Ayo kita berkeliling Konohagakure, dan kita juga harus tahu waktu kita dimana saat inj?” Makabe menatap Tsunade.
Tsunade mendengus, “Apakah kamu punya uang?”
Makabe terlihat sangat bangga, “Tentu saja.” walaupun begitu di dunianya orang tuanya terlihat memeliki sedikit banyak uang
“Uang dari duniamu dan dunia ini berbeda, tahu?” kata Liam
“Aku lupa tentang itu,” Makabe menghela nafas dan menatap Tsunade.
Tsunade tahu tatapan macam apa ini dan menghela nafas, “Kamu harus menunggu sebelum kamu bisa berkeliling desa, aku telah mengirim Shizune untuk melaporkan kedatanganmu ke guruku.”
Mereka mengangguk karena mereka tahu bahwa desanya memiliki keamanan yang sangat ketat.
“Apakah kamu memberitahunya tentang asal usul kita?” tanya Liam. Liam tahu gurunya adalah Hokage ketiga dan pendapatnya tentang orang itu adalah orang tua yang sangat licik. Dia tahu bahwa Hokage ketiga sangat pintar karena nama panggilannya adalah profesor.
Tsunade menggelengkan kepalanya, “aku pikir, lebih baik untuk merahasiakan keberadaan chat grup di antara kita, aku telah mengatakan kepadanya bahwa kalian akan menjadi murid di Akademi ninja dan aku akan menjadi pengasuh kalian sekarang karena ini akan menjadi identitas kalian di dunia ini,dan aku mengatakan kepadanya bahwa aku menemukan kalian dalam perjalananku di luar desa.”
"bagus" Liam mengangguk
"tidak masalah kalau kita tinggal di tempat Tsunade-san, lagipula kita tidak ada tempat kan di dunia ini" kata Xiao wu
Semua nya penasaran dan ingin melihat dunia ‘Naruto’ karena ini akan menjadi pertama kalinya mereka datang ke dunia ini. Mereka ingin melihat ninja yang bersembunyi di kegelapan, melempar shuriken, atau berdiri di air.
Tapi tiga orang dalam kelompok itu melihat ke arah Tsunade. Ini akan menjadi pertama kalinya mereka melihatnya dalam kenyataan. Mereka adalah laki-laki dan mereka tidak bisa membohongi keinginan mereka.
“Sial, besar and bigg” tiba-tiba makabe berkata, tapi dia dibanting oleh pukulannya.
BOOMMMMM!!!
Liam dan Gon menelan ludah dan melihat ke dinding yang hancur di belakang mereka, ‘Makabe!!!!’ Mereka menoleh dan menatapnya dengan ekspresi ketakutan.
“Hmph,” Tsunade mendengus.
“Bagus, sangat kuat! Tsunade, bisakah kamu mengajariku chakra?” Xiao wu bertanya
(segini aja duluuu
__ADS_1