Group Chat Miliaran Dimensi

Group Chat Miliaran Dimensi
Ep3. LILY YUHA DAN LIAM HAYATE


__ADS_3

* pagi harinya *


hari ini Liam berencana untuk kerumah sakit menjenguk ibunya yang sakit, dirumah sakit ibunya di jaga oleh sahabat ibunya dari Jepang


ibu Liam berasal dari Jepang bernama yui hayate, Liam memakai marga ibunya sedangkan ayahnya yang berasal dari indo tidak memiliki marga


Liam tidak pernah bertemu keluarga dari ibunya itu membuat nya penasaran untuk keluarga dari ayahnya kakek dan nenek nya beberapa tahun meniggal untuk kerabat nya liam kurang tahu


Liam memutuskan untuk olahraga terlebih dahulu sebelum pergi menjenguk sang ibu


dia sangat ingin melatih fisiknya itu perlu untuknya jika ingin menggunakan kekuatan buah iblis sekarang Liam hanya bisa mengontrol waktu selias 2 meter dan hanya bisa bertahan 1 menit


setelah olahraga Liam melatih kemampuan ruang dan waktu nya sampai benar benar kehabisan tenaga


Liam pulang dengan ekspresi lelah dan memutuskan untuk mandi karena sudah waktunya untuk menjenguk ibunya


"haa~~~ lelah sekali, ini pertama kalinya aku merasakan selelah ini" Liam menghela nafas di bak mandi


"ngomong ngomong di group sekarang sedang apa yaa? ah nanti aja setelah dari bengkel aku buka"


________________________________________________________________________________


* sedang di group chat *


Tsunade : kalian tahu hari ini aku kalah lagi😭


masamune makabe : @Tsunade hahahaha kamu benar benar domba gemuk


Xiao Wu : @Tsunade berhenti lah ini sudah ke berapa kalinya kamu curhat tentang kekalahan mu itu


Tsunade :@Masamune Makabe ingat ini kedua kalinya kau menertawakan ku kaki bagong


Masamune Makabe : @Tsunade ayolah jangan marah marah dan berhenti panggil kaki bangong!


Tsunade : apa! kau memang kaki bagong kan kaki babi yang di tolak oleh teman masa kecilnya😏


Masamune Makabe : ku mohon jangan mengingatkan aku tentang itu sekarang aku bukan kaki babi lagi(malu)


Xiao Wu : hahaha @Masamune Makabe kau bisa malu juga, biasanya narsis


Gon : kakak Xiao Wu, kakak sekarang sedang apa dan apa kah kalian membeli sesuatu di toko GCMD?

__ADS_1


Xiao Wu : oh adik Gon sekarang aku lagi perjalanan ke Wilayah manusia dan untuk toko aku berterima kasih untuk ini aku bisa membeli wortel dengan mudah dah harganya hanya 1 GCMD😁


Tsunade : aku membeli wine ini harganya cukup murah dan ini menyegarkan


Masamune Makabe : aku ingin membeli buah iblis tapi POIN GCMD ku masih kurang, ngomong ngomong hayate-san dimana?


Xiao Wu : gak tahu nanti juga on dia


_____________________________________________________________________


Liam sekarang berada di rumah sakit dan memandang ibunya yang wajahnya pucat dan bibir kering


"ibu, ibu sudah makan" tanya Liam


"udh tadi di beliin sama tante lily" ujar sang ibu


"ibu apa kita tidak ngerepotin tante lil- " ucapan Liam terhenti oleh suara seorang wanita cantik dengan body milf


"sudah ku katakan benerapa kali liam, aku tidak apa membantu kalian, itu bukan seberapa untuk dan juga ibumu sahabat ku" kata lily wanita cantik dengan body milf


"ha~~ aku menyerah jika bibi sudah bicara " Liam menghela napas


dia sekarang sudah berusia 40 tahunan tapi belum menikah dia lebih memilih melanjutkan perusahaan keluarganya dari pada menikah dan mengurus anak yang jelas Lily masih lajang.


"yaudh ibu istirahat dulu yaa aku mau kedepan dulu" kata Liam kepada ibunya dengan senyumannya


ibu Liam yui hanya tersenyum dan mengangguk


Liam pun keluar membiarkan ibunya istirahat dan Lily yang melihat Liam keluar memutuskan untuk keluar


* Di luar *


"sekali lagi Terima kasih bibi telah menjaga ibuku" kata Liam dengan rasa terimakasih


"sudah ku bilang itu bukan apa, dan sekarang bagaimana kabar mu" Lily


"aku baik baik saja bi, mungkin setelah ini aku akan ke bengkel" Liam


"kenapa kamu kerja di bengkel, kan udah aku tawarin kerja di perusahaan ku, disana gajinya juga bagus" kata Lily


"ha~~bibi aku dan ibu selalu merepotkan mu gk enak apalagi aku laki laki aku harus tahu apa yang namanya pahit dan manisnya kehidupan"

__ADS_1


"dan juga bibi jangan terlalu kecapean kerjaanya apalagi bibi jagain ibu, lebih baik bibi menikah saja" Liam


"apa! kau sudah besar ya sudah main ngerus ngurus bibi" Lily


"Dan juga kau juga sudah dewasa kenapa belum punya pacar, padahal wajahmu tampan apa para gadis sekarang lebih memilih yang berduit daripada wajah" kata Lily


"aku tidak begitu" jawab Liam dengan gagap


"kenapa gagap, oh aku tahu nih, kamu naksir sama cewek kan" kata Lily sambil tersenyum main main kearah Liam


jantung Liam berdetak lebih kencang ketika Lily mengatakan ini


yang di katakan Lily memang benar Liam memiliki seorang yang dia suka tapi jika Lily tahu bahwa orang yang Liam suka adalah dirinya gimana reaksi nya


wajar Liam jatuh cinta kepadanya dia cantik, setiap keluarga nya kesusahan selalu Lily yang membantu dan apalagi Liam masa puber melihat body seorang Lily pasti ada gairahkan


Tapi Liam tidak berani mengaku bukan karena umur Lily lebih tua itu sama sekali bukan masalah bagi Liam tapi ini soal cocok dan tidak cocok nya, Liam hanya seorang yang putus sekolah dan ekonomi kekurangan dan juga ibunya lagi sakit sedangkan Lily seorang CEO dari perusahaan terkenal itu seperti bagaikan langit dan bumi untuk Liam.


"ah h tidak ada apa apa bibi aku pamit dulu tolong jaga ibu ya" kata Liam berlalu dengan wajah memerahnya


'sial! bibi semakin hari semakin menggoda' pikir liam


'sadar Liam sadar! jangan mikir yang enggak engak' pikir Liam sambil menepuk pipinya


"tapi benar, aku sudah gila jatuh cinta sama wanita yang jauh lebih tua apalagi kami seperti langit dan bumi" kata Liam


"hu~ memang mustahil bisa mendapatkan hati bibi Lily dia kan anti cowok dan sahabat ibu juga" ujar Liam


Liam entah kapan dia mulai memiliki persaan kepada Lily sejak kecil Liam sering bertemu dengan Lily awalnya dia anggap biasa biasa saja tapi semakin besarnya Liam semakin dia merasa ada yang berbeda mungkin saat itu perasaan nya tumbuh


apalagi Lily orang Jepang ini mungkin bonus yang di anggap Liam walaupun dia juga keturunan orang Jepang tapi ingat dia lahir di Indonesia yang para pemudanya suka nonton JAV tanpa terkecuali Liam


tapi Liam tidak terlalu sih dia lebih menghabiskan dengan baca novel nonton anime, palingan dia membayang Lily di kamar mandi.


"sial apa sih yang kau pikirkan Liam, ingat kata ayah kau lelaki sejadi" kata Liam dan bayangan Lily terlihat di benaknya


"haa~~benar benar deh huhh~ nyolo lagi " kata Liam beranjak ke kamar mandi


"setelah ini pergi ke bengkel kasihan bang kopra sendiri an nanti di marahin sama pak jungkir "


(segini dulu..

__ADS_1


__ADS_2