
Setelah Liam dan Tsunade berbicara mereka berdua memutuskan untuk melihat makabe
mereka tahu pasti makabe sedang kesel saat ini makanya mereka datang untuk meringankan kekesalan makabe
Tapi apa yang dia denger saat hendak membuka pintu membuat mereka mengekspresikan wajah jijik ke arah tertentu
Mereka membuka pintu tanpa sepengetahuan makabe
"Dasar menjijikkan, kaki babi menjijikkan!" umpat Tsunade saat mendengar apa yang di katakan makabe
Liam hanya diam dan memandang makabe duduk di tempat tidur
Makabe terkejut, kapan mereka membuka pintu, apakah mereka mendengar apa yang aku katakan barusan
faktanya Liam dan Tsunade hanya mendengar yang terakhir tidak dengan do'a do'a nya
"Se-Sejak kapan kalian membuka pintu? " tanya nya
"Setidaknya, kalau kalian mau memasuki kamar seseorang ketuk lah pintu" ucap makabe tanpa daya
"Kau ini, mengalihkan pembicaraan" ucap Liam
makabe memandang nya dengan tatapan kosong
'Aku bertanya tanya, apakah pernah anak ini membantu sekali saja?' pikir makabe
"Dasar manusia tak tahu malu, aku tahu kalau wanita di dunia ku cukup cepat berkembang soal cinta, tapi itu bukan tempat kau melampiaskan lolicon mu" ucap Tsunade memandang makabe dengan sinis
"Ohh, gempa barusan itu di sebabkan apa yaa? " tanya makabe sambil membuang mukanya
"sudah aku bilang jangan mengalihkan perhatian! " ucap Liam hendak memukul nya
"Hei hei hei, kalem, selow selow, aku ini hanya penasaran saja emang tidak boleh menarik perhatian lawan jenis? " kata makabe buru buru takut kena pukulan Liam
'sudah cukup aku kena pukulan hari ini'
"Dan juga aku bukan lolicon!! " teriak makabe
"Cih" Tsunade hanya berdecak lidah
"Sudah lah, aku hanya kesini untuk mengatakan kalau kau harus sembuh besok jangan banyak bergerak istirahat saat malam besok kau akan latihan selama 3 hari,sudah aku pergi" ucap Tsunade dan pergi
"Hey kau mau kemana? " ini Liam yang tanya
"Aku ingin melihat Gon, kau ingin ikut" ajaknya
"Ohh okee aku ikutt" kata Liam
Liam mengikuti Tsunade sedangkan makabe
"...."
"Apa kalian semua tidak punya hati, kalau menjenguk orang sakit bawa buah kek apa kek, ini kek jelangkung datang tak di undang dan pergi tanpa salam" ucap makabe tak berdaya
"Apa nasibku sangat buruk dari lahir, aku hanya ingin bawah dendam dengan orang yang menolak ku dulu, tapi kenapa aku terbawa ke dunia fantasi ini, hikss sungguh nasib yang mengerikan" kata makabe dengan air mata
sekali lagi di sini makabe berdoa dengan sungguh sungguh kali ini dia berdoa tentang nasibnya yang buruk
sungguh aneh melihat orang yang tidak percaya adanya Tuhan atau dewa berdoa kepada apa yang tidak di percayai nya.
__ADS_1
Bukan kah itu omong kosong namanya.
ini namanya seperti kalian bersumpah demi tahun kalau kalian itu adalah seorang ateis.
Sementara itu di kamar tempat hon di rawat
Kini Shizune sudah selesai menyembuhkan Gon, luka memar di wajahnya sudah tidak ada dan tubuhnya sudah mendingan
"Fuihhh" Shizune menyeka keringatnya
"kamu sudah berkerja keras Shizune-san" ucap xiao wu
"Yahh lukanya cukup parah tadi, terutama di bagian lengan tangan kanannya dan bagian tulang rusuk, tapi itu sudah baik baik, kupikir Tsunade-sama agak berlebihan kali ini" ucap Shizune
Tentu saja dia mengikuti Tsunade bukan hanya mengikuti jadi babunya, tapi dia juga belajar dan di ajari oleh Tsunade teknik penyembuhan walapun tidak sehebat Tsunade tapi itu masih bisa menyembuhkan luka yang cukup parah
*Krittttt
Suara orang membuka pintu terdengar di telinga Shizune dan Xiao Wu
Liam dan Tsunade masuk dan berjalan ke arah mereka
"Bagaimana ke adaan Gon? " tanya Liam
"Fiuhhhh, aku sudah menyembuhkan nya,Tsunade-sama kamu agak terlalu berlebihan bukan, tulang tangan dan rusuknya hampir saja patah"
"Dia masih berusia 12 tahun" kata Shizune
"Heyy, itu keinginan anak ini, dia yang meminta nya dan juga tubuh fisiknya lumayan kuat untuk anak seumuran nya"
"Jadi aku memukul nya dengan senang hati toh juga aku bisa menyembuhkan nya, bukan begitu Liam? " katanya dan menatap Liam
"Iya lakukan sesuka mu asalkan jangan lakukan apapun terhadap ku" kata Liam tanpa daya
"Tidak Terima kasih aku sudah cukup bersemangat untuk hidup" ucap Liam sambil mendorong salah satu tangannya ke arah Tsunade
"Ughhh"
Sebelum Tsunade ingan berbicara lagi mereka mendengar suara Gon yang hendak terbangun
Mereka memandang ker arah Gon yang di atas kasur
Gon membuka matanya dan hanya melihat atap atap kamar
Dia bukan hanya terluka tapi juga kehabisan energi tubuhnya setelah menggunakan Kamehameha dan Jajanken nya sekaligus itu menghabiskan terlalu banyak tenaganya dan juga pukulan Tsunade itu terutama adalah penyebab pingsannya
"Ughhh, aku di mana? " katanya dan melihat sekeliling dan menemukan bahwa semuanya ada di sini kecuali Makabe.
"kalian? " Gon
"Kau sudah bangun? " Xiao Wu yang lama tidak berbicara berkata sambil tersenyum
"Kamu pingsan saat bertanding dengan Tsunade" lanjutnya
"Ohh, iyaa" katanya dan memandang Tsunade
"Tsunade-san kau sungguh kuat" kata Gon dengan bintang di matanya
"Umph, kau juga cukup kuat bocah kau berhasil membuat aku mundur 1 langkah, selamat" dengan kedua tangan di dada dia memujin
__ADS_1
"Kau memuji seperti tidak memuji" ungkap Liam
"Diam kau, kau 3 hari ini adalah budak ku" ucap Tsunade saat mengalihkan pandangan ke arah Liam
Liam hanya diam dan cuman berani berbicara di benaknya
'Hanya tiga hari toh tidak ada apa apa tapi tolong jangan sebut itu budak aku bukan budak mu!' pikir Liam
*Kreuuggggggggggg
terdengar suara perut keroncongan di ruangan tersebut
Seketika semuanya sunyi diam dan memandang ke arah siapa yang membuat suara tersebut
"Maaf sepertinya setelah pertarungan perut ku kelaparan" ucap Gon cengengesan sambil menggaruk kepada belakangnya yang tidak gatal
"Fuhhh, apa boleh buat, ayokk kita makan daging bakar hari ini" ucap Tsunade
"Siappp!!! " kata mereka semangat karena dari tadi mereka semua belum makan inilah yang mereka tunggu.
setelah itu mereka membawa Gon ke halaman belakang tempat mereka memabakar daging
"Huwoooo, dagingnya banyak!!! " seru Gon dan Liam dengan air liur yang hampir tumpah
Shizune di belakang Gon yang mendorong kan kursi roda untuk Gon sedangkan Xiao Wu dia yang membakar daging bersama Tsunade dan Liam hanya menonton dengan air liur.
"Wihh sudah hampir matang, ayoo melingkar, ini juga hampir malam pasti suasana matahari tenggelam enak di sajikan dengan daging bakar" ucap Liam dan semua nya melingkari daging yang di bakar
Ada banyak yang meraja bakar ada rusa, kambing, babi, tidak ada kelinci karena salah satu dari mereka adalah kelinci
Liam menggigit daging iga babi "huwaa, enakk, akhirnya aku bisa makan setalah seharian penuh" ucapnya dengan mulut kembung
"Hmm, enakk Xiao Wu - san dan Tsunade - San pandai membakar daging" kata Gon dengan semangat
"Tidak, aku hanya mengikuti perintah Xiao Wu" ucap Tsunade
"Wahh Xiao Wu kamu pandai memasak? " kata Shizune
"Tidak tidak tidak"Xiao Wu langsung menyangkal nya
" Di hutan star dou ada teman ku seekor beruang jadi aku sering melihat nya membakar daging, sebenarnya aku lebih suka wortel tapi aku juga suka daging kecuali daging kelinci" ucap Xiao Wu
mereka mengangguk mendengar penjelasan Xiao Wu
"Ngomong Ngomong apa kalian tidak melupakan sesuatu?" tanya Xiao Wu kepada mereka
"Aku, tidak" jawab Tsunade dan terus makan daging
"Tidak ada" Gon juga tidak
"Mungkin tidak" kata Shizune
truss mereka memandang Liam
"aku, aku juga tidak ada yang aku lupakan mungkin"Liam
"Ahh, abaikan saja mungkin itu sesuatu yang tidak perlu" kata Liam
mereka melanjutkan makan mereka sambil melihat matahari terbenam
__ADS_1
Setidaknya kalau ada Makabe mungkin dia tahu apa yang di lupakan itu .....
(Segini dulu.... kalau kalian suka jangan lupa like, dukungan, vote dan komen yaa jangan lupa ˙˚ʚ(´◡`)ɞ˚˙