Gue Bukan Pocong

Gue Bukan Pocong
BAB 21


__ADS_3

“Kok, rame banget, Si. Pada mau kemana..,?”


“Oh, itu SP, Ka"


“Apaan tuh, Serikat Pekerja??”


“Bukan, tapi Serikat Pocong, mereka mau pergi demo, Ka. Ke DPS...,”


“DPS, apaan lagi tuh, Si..?”


“Dewan Perwakilan Setan, mereka ingin status Pocong Outsourcing di hapus dari Undang-Udang Setan(UUS)..”


“Hah Outsourcing, gak salah Si???”


“Loe belum tahu ya, rata-rata penghuni yang ada di Komplek Pocong itu Outsourcing semua, Ka...”

__ADS_1


“Maksudnya kontrak??”


“Iya, Ka. Kontrak, mereka menuntut sistem Outsourcing di hapus dan mereka pun ingin jadi Pocong tetap atau seutuhnya, gak kontrak lagi..”


“Berarti, Jadi Pocong ada tahap-tahapnya...?”


“Yaiyalah, tahap pertama kontrak ke satu, kalau bagus ke kontrak kedua dan kalau sempurna jadi deh Pocong tetap atau Pocong seutuhnya..”


“Oh, gue baru ngerti sekarang, berarti loe masih kontrak Si..”


“Kalau si GENGCONG sama Kakak loe statusnya apa..?”


“Kalau mereka sih, udah jadi Pocong tetap...”


“Terus, cara naik tahap demi tahapnya gimana Si?”

__ADS_1


“Ya kita harus pandai-pandai menakut-nakuti manusia, Ka. Sesuai dengan jadwal yang udah di tetapkan..,”


“Kalau gagal gimana, Si...?”


“Kalau yang gagal, di pindahin kekomplek yang lain, Ka. Misalnya pindah Komplek Genderuwo, Komplek Tuyul, dan lain-lain deh pokoknya di mulai dari nol lagi...,” Sumpah, saat itu gue benar-benar heran dan bingung, gue juga baru tahu ternyata sistem Outsourcing bukan berjamur di dunia aja. Tapi, di dunia setan juga udah mulai di minati, kalau seperti ini terus apa kata dunia.


Enam tahun setelah kepergian gue, entah kenapa gue merasa kangen banget sama pujaan hati gue yang tinggal di dunia sana. Sebenarnya, gue gak mau melihat keadaanya, gue gak tega kalau setiap waktu harus melihat keadaannya sedih terus. Tapi, karena rasa sayang gue begitu dalam, akhirnya tanpa bantuan si Poci, malam itu gue pun mutusin untuk pergi kerumah pujaan hati, sesampainya gue di sana, hampir beberapa langkah lagi gue sampai. Gue kaget banget, karena saat itu yang gue lihat dia baru aja turun dari dalam mobil berwarna merah, sumpah gue heran banget, hati gue pun bertanya-tanya.


Disaat gue lagi kebingungan, gue melihat ada cowok yang keluar dari dalam mobil itu dan langsung mencium kening pujaan hati gue. Sumpah, meskipun gue udah enam tahun lamanya pergi, gue masih sayang banget sama dia, jujur hati gue panas banget, rasanya gue ingin banget cekik cowok itu. Hati gue benar-benar hancur dan gue benar-benar gak nyangka, ternyata dia udah mempunyai kekasih baru. Saat itu gue bener-bener kecewa, rasanya gue ingin banget mati. Tapi sayang, gue udah mati, dengan rasa putus asa gue pun mencoba untuk bunuh diri.


Malam itu gue mutusin untuk lompat dari gedung lantai 200, dengan perasaan galau, kecewa, gue langsung lompat. Tapi sial buat gue, setelah gue membuka mata, ternyata gue masih hidup(Maksud gue mati), yang lebih sialnya lagi, muka gue kena kotoran bebek.


Dan keesokan malamnya, gue mencoba berdiam diri di tengah jalan tol. Tapi, gue heran banget gak biasanya jalan tol sepi, setelah gue menunggu lama akhirnya ada satu mobil juga yang lewat, dengan percaya diri gue langsung berdiri dan menutup mata, tapi lagi-lagi sial buat gue, setelah gue perhatiin lagi ternyata itu mobil SPPKS, sumpah gue kaget banget.


Dan keesokan malam nya, gue pun mencoba untuk melompat dari gedung yang lumayan lebih tinggi lagi. Baru aja gue mau lompat, tiba-tiba ada yang negor gue dari arah belakang, setelah gue menoleh ternyata itu si Posi.

__ADS_1


__ADS_2