Gue Bukan Pocong

Gue Bukan Pocong
BAB 28


__ADS_3

Teror Ketiga


Lima minggu telah berlalu, malam itu gue gak bisa tidur, Gue pun mutusin untuk pergi kerumah pujaan hati gue untuk melihat keadaannya, kira-kira waktu itu udah menunjukan jam 23.00 Wib. Sesampainya gue di sana, gue bingung banget, karena gak seperti biasanya, Gue lihat di dalam rumahnya ada mobil mewah yang sedang terparkir di dalam garasi. Karena penasaran, gue pun mencoba untuk mengintip kedalam rumahnya, sesampainya gue di dalam rumah, gue melihat Pak Novri sedang berbincang dengan seseorang, setelah mendengar percakapan mereka, sumpah gue sok banget. Karena, Pak Novri sedang melakukan perjodohan, hati gue pun sempet ngedrop, pokoknya kecewa banget.


“Gimana Pak Novri, kapan kita menentukan tanggal dan harinya..”


“Itu sih, terserah anak-anak kita, mereka maunya kapan..” Tapi, gue heran yang mau di jodohin sama pujaan hati gue yang mana. Saat itu, gue sama sekali gak melihat ada anak muda di hadapan gue, gak lama gue menunggu, akhirnya ada satu cowok yang datang dari arah kamar mandi, setelah gue perhatiin lagi, ternyata itu cowok yang mau di jodohin dengan pujaan hati gue. Sumpah, cowoknya jelek banget, culun, berkacamata dan yang pasti krybo.


“Si Amel, mau aja sih di jodohin sama cowok cupu gini??” Malam itu gue pulang dengan perasaan gundah dan gelisah. Sesampainya gue di Komplek Pocong, gue sempet kepapasan sama si Posi.


“Loe kenapa, Ka??”


“Gue sedih, Si. Pujaan hati gue mau di jodohin..”

__ADS_1


“Yaudah, kalau gitu. Kita teror aja lagi cowok yang mau di jodohin itu..”


“Jangan sekarang deh, Si. Gue lagi gak nafsu banget..”


“Kenapa gak nafsu, Ka?"


“Gue lagi galau..!!!”


Dua hari dua malam telah berlalu, dengan rasa cemburu yang benar-benar panas. Malam itu gue pun mutusin untuk menerornya.


“Gimana Poxi, ada informasi apa..”


“Gue benar-bensr gak nyangka, ternyata semua itu hanya sandiwara..”

__ADS_1


“Sandiwara, maksudnya..?”


“Tadi gue habis neror Nyokap-Bokapnya cowok itu, ternyata dia bukan Nyokap-Bokap aslinya.”


“Loe serius?"


“Gue serius, ternyata Nyokap-Bokapnya itu sewaan dan mobil mewah yang tadi mereka pakai juga mobil rentalan, intinya mereka mau ngincer harta warisan Pak Novri”


“Anjir, demi mendapatkan harta warisan, mereka sampai melakukan sandiwara seperti itu, terlalu sadis” Dengan hati kesal, gue pun beraksi lagi. Sesampainya gue di dalam rumah cowok itu, gue heran banget.


“Kok, gak ada siapa-siapa,” Setalah gue cari sana-sini, ternyata dia lagi asyik di dalam kamar mandi. Tapi, gue semakin heran, mandi aja lama banget. Akhirnya, setelah berjam-jam gue nunggu, cowok itu pun keluar juga dari dalam kamar mandi. Sayangnya , dia gak bisa ngelihat gue dan langsung pergi gitu aja dengan santainya. Gue langsung ngikutin dia ke dalam kamarnya, Tapi sayang, pas gue ngikutin dia dari belakang menuju kamarnya, dia langsung nutup pintu. Lagi-lagi gue sial, kepala gue langsung kejertuk pintu.


“Bukannya bantuin gue, malah ketawain gue, sue"

__ADS_1


GENGCONG hanya tertawa melihat gue kesakitan.


__ADS_2