
“Gue ngerti, memang hidup gue sama dia udah berbeda. Tapi, gue masih benar-benar sayang sama dia......”
“Tapi, gak gini caranya, loe malah nyiksa dia..”
“Gue, gak mau dia berpaling dari gue, Ci"
“Benar loe sayang sama dia, loe gak tahu kan keadaannya dia sekarang seperti apa?” Gue baru inget, kalau udah berbulan-bulan lebih gue ga pernah lihat pujaan hati gue lagi. Malam itu gue di ajak si Poci untuk mampir kerumah pujaan hati gue, sesampainya gue di sana, gue sedih banget saat melihat keadaan pujaan hati gue. Saat itu dia sedang termenung meneteskan air mata. Karena, semenjak gue memutuskan untuk meneror cowok yang deket dengan dia, gue udah lama banget gak pernah mengunjunginya lagi, gue memang benar-benar kejam.
“Loe lihat, Ka. Dia begitu kesepian, dia butuh pendamping hidup yang bisa menghibur nya.”
“Maafin gue ya, Mel. Gara-gara gue loe seperti ini”
“Loe ngerti kan, kenapa loe gue bawa kesini, hidup loe udah berbeda, sekarang loe udah jadi Pocong, sedangkan dia manusia yang harus menikmati hidupnya.”
__ADS_1
“Mungkin ini terakhir kalinya gue bisa melihat dia, gue gak mau dia seperti ini terus, gue merasa bersalah”
“Kalau loe memang sayang, biarkan dia mendapatkan kekasih baru, dia berhak untuk mendapatkan cinta yang baru, jangan biarkan dia terjebak masa lalu"
“Gue ngerti, Ci. Gue memang Pocong yang gak punya hati, gue akan menarik sumpah gue”
Seminggu telah berlalu, berkat nasihat si Poci kini gue sadar, manusia dan Pocong gak akan bisa bersama selama-lamanya. Tapi, gue benar-benar bingung, udah seminggu gue gak ngelihat si berandalan komplek”GENGCONG”
“Loe gak usah mikirin mereka, mereka lagi di hukum sama Raja Pocong. Sebenarnya, tugas Pocong itu menakut-nakuti manusia ada jadwalnya, sedangkan GENGCONG seenaknya jidat mereka dan dunia Pocong juga ada hanya untuk menjaga dunia kita dan dunia manusia tetap terhubung satu sama lain” Sekarang gue ngerti kenapa dua dunia itu harus ada, yang pasti untuk saling melengkapi.
“Gue ngerti Ci, dan berarti bangsa kita hanya boleh saling menyayangi sesama.?”
“Loe benar, Ka. Pocong dan manusia gak boleh saling jatuh cinta..”
__ADS_1
“Memang kenapa, Ci?”
“Kan, udah ada undang-undangnya yang tercantum dalam UUS”
“Kalau, Adik loe si Posi gimana kabarnya?”
“Kabarnya Baik, kok. Sekarang dia lagi gue kurung..”
Keesokan harinya, tanpa memakai baju kebesaran Pocong, gue pun mutusin melihat keadaan pujaan hati gue di dunia sana untuk yang terakhir kalinya, gue cuma mau ngucapin selamat tinggal. Sesampainya gue di rumahnya, keadaan rumahnya begitu sepi dan sunyi. Padahal baru jam lima sore. Gue benar-benar merasa heran banget dan gue bingung harus ngapain, pikiran kacau. Gue pun pergi ketempat favorit gue dahulu, tempat pertama kalinya gue nembak dia. Karena, di sana tempat yang cocok buat gue untuk menghilangkan rasa penat di dalam hidup gue.
Sesampainya gue di sana, gue benar-benar gak nyangka. Ternyata, pujaan hati gue udah berada di sana dengan keadaan air mata yang membasahi kedua pipinya, gue lihat dia sedang menggenggam kalung pemberian gue, sumpah gue sedih banget. Rasanya gue ingin banget nangis. Dengan perlahan-lahan gue pun menghampirinya.
”Kenapa ini harus terjadi, Gue tahu, Ka. Loe ada disini, tolong jawab gue, tolong jawab gue, kenapa jalan hidup gue seperti ini. Gue kangen sama Loe, Ka!"
__ADS_1