Gue Bukan Pocong

Gue Bukan Pocong
BAB 26


__ADS_3

“Anjir" ujar gue kesal. Gue pun langsung memejamkan mata untuk keempat kalinya, setelah gue membuka mata, kali ini gue beruntung, karena gue udah berada di dalam kamarnya pujaan hati gue. Saat itu gue heran, karena gue sama sekali gak ngelihat dia di dalam kamarnya. Setelah gue menunggu lama, dia pun datang juga dalam keadaan lelah, gue gak tahu dia habis dari mana.


Dengan hati sabar gue tetap optimis kalau nama gue masih ada di dalam hatinya, dengan perlahan-lahan gue pun menghampirinya.


“Loe habis dari mana, Mel????”


***


Malam pun semakin larut dan pujaan hati gue pun udah tertidur pulas. Malam itu yang bisa gue lakuin hanya terdiam memandanginya.


“Mel, gimana kabar loe, gue kangen??” Andai dia dengar perkataan gue, gue pasti senang banget, sekarang gue cuma khayalan aja di dalam hidupnya, karena gue udah mati. Gue langsung mencium keningnya. Tapi, sial buat gue, baru aja gue mau mencium keningnya, tiba-tiba dia langsung terbangun dari tidurnya karena mimpi buruk. Anjir, bibir gue sakit banget kejetruk keningnya, dengan menahan rasa sakit gue pun langsung pergi ninggalin dia, meskipun hati kecil gue sebenarnya masih ingin di sampingnya.


“Maafin gue ya, Mel..”

__ADS_1


Dan keesokan harinya, tepat jam 12 malam, gue pun memulai aksi gue. Sebenarnya gue ingin banget ngurungin niat gue. Tapi, ketika gue mau mampir ke rumahnya lagi, gue ngelihat dia sama cowok yang sama, hati gue benar-benar semakin panas. Dengan penuh emosi, gue pun berniat melaksanakan sumpah gue.


“Yakin loe, Ka??”


“100% ampuh, maksud gue 100% yakin..!!”


Teror Pertama


Malam itu terasa hening dan dingin, dengan penuh emosi, gue menunggu cowok itu di dalam mobil miliknya, gak lama menunggu, dia pun datang dan langsung tancap gas tanpa menyadari kehadiran gue yang lagi duduk di sampingnya.


Menit demi menit pun berlalu, sesampainya gue di rumah cowok itu, sepertinya dia ketakutan banget. Gue dan GENGCONG pun langsung muncul di hadapannya dengan ekspresi yang menakutkan Waktu pertama kali gue lihat ekspresi cowok itu, rasanya gue ingin banget ketawa, habis mukanya bikin perut gue geli. Ternyata seperti ini rasanya nakut-nakutin manusia. Seru banget.


“Kalian siapa, kenapa ganggu gue, salah gue apa?”

__ADS_1


“Jangan loe deketin dia lagi, kalau loe ga mau ketemu sama gue setiap hari..!!!”


“Dia siapa?”


“Amel...”


“Memang kenapa, gue salah apa..?”


“Gue ingin loe putusin dia, kalau gak mau. Loe gue bunuh, mayat loe gue rebus, terus daging loe gue makan.!”


Gue dan GENGCONG langsung ngelilingin dia yang sedang ketakutan di atas ranjang tidur miliknya.


“Sekarang, Loe telepon dia, dan putusin hubungan Loe sama dia. Kalau, gak. Loe gue cekik"

__ADS_1


Mungkin, karena panik, cowok itu pun langsung nelepon pujaan hati gue dengan penuh rasa gugup. Padahal, kalau dia mikir jernih, gimana gue bisa nyekiknya, tangan gue aja kebungkus.


“Hallo, Mel. Mulai detik ini kita putus..!!” Cowok itu pun langsung pingsan seketika dan gak sadarkan diri dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.


__ADS_2