
✨✨✨✨
Setelah memilih beberapa buku yang dibutuhkan,mereka menuju sebuah restoran cepat saji. Tampak Airah dan Bianca duduk dengan santainya sambil menunggu Arlan yang sedang ke toilet tak lama datang seorang pelayan dan menanyakan pesanan mereka.
{Arlan}
" Aku dah di pesenin toh mbak,,,?"
Tanya Arlan pada Airah sambil merangkul bahu Airah,itu di lakukannya karena ada beberapa mata laki² yang menatap Airah penuh minat.
{Airah}
" Udah,,, yang biasakan???"
{Bianca}
" Kalau diperhatikan Arlan lebih cocok jadi abangnya daripada adiknya kak Airah,,😊😊😊"
{Arlan}
" Maksud Lo,, gue kelihatan lebih tua gitu dari mbak Airah,, 😤😤😤??"
__ADS_1
Tanya Arlan dengan tatapan tidak suka pada Bianca,,,
{Bianca}
" Eh,,, bukan gitu,,,🙂🙂 maksudnya kelakuan Lo itu lebih pantas jadi abangnya ketimbang adiknya,,😌😌😌😌"
Arlan hanya mendengus mendengar penjelasan Bianca,sementara Airah hanya tersenyum bahagia melihat adiknya yang sedang kesal.
Jarang² ada orang yang bisa buat dia kesal apalagi seorang gadis.
Akhirnya pesanan mereka datang dan mereka makan dengan lahapnya sambil ngobrol yang gak jelas arahnya kemana,bahkan Bianca dengan santainya berfhoto ria dengan Airah dan juga Arlan.
Bahkan Arlan tidak ambil pusing saat dia di fhoto sambil disuapi oleh Airah. Mereka terus saja ngobrol dan bercanda ringan sambil menghabiskan makanan mereka.
Didalam mobil Bianca memilih beberapa fhotonya bersama Airah juga Arlan dan mengirim kepada Ibra,dia juga memposting beberapa fhoto mereka di sosial media milik Bianca dengan caption " sang penolongku".
✨✨✨✨✨
Ditempat lain tepatnya disebuah hotel nampak seorang pria yang baru saja selesai mandi dan hanya memakai celana jeans selutut dan tanpa atasan,di hadapannya sudah terhidang makan malam yang sebetulnya sudah terlalu terlambat.
Sambil melahap makanannya dia mengecek semua email dari asisten pribadinya dan juga beberapa email dari rekan kerjanya,dia juga mengecek beberapa pesan WhatsApp yang ada di ponselnya.
__ADS_1
Satu persatu pesan itu di bacanya sampai pada pesan Mamanya lalu adiknya, terlihat pesan Bianca yang mengirimkan fhoto dengan wajah bosan dan dikelilingi para ibu² sosialita,lalu ke fhoto Bianca yang sudah terbebas dari kerumunan para ibu² itu.
Sampai pada fhoto Bianca bersama Airah lalu fhotonya dengan Airah dan Arlan dan juga fhoto Airah yang menyuapi Arlan,,, karena emosi Ibra tak lagi membaca pesan dibawah fhoto tersebut,dia langsung melakukan panggilan pada sang adik tapi sayang,,,, sungguh sayang sang adik sudah tertidur lelap.
Ya,,, Bianca langsung tidur setelah selesai makan malam, mungkin karena terlalu lelah.
Ibra tak putus asa,dia langsung menghubungi orang kepercayaannya yang ditugaskan untuk terus mengawasi gadis incarannya,, tapi nasib baik tidak berpihak padanya karena sang orang kepercayaannya justru mematikan ponselnya.
Bagaimana tidak dimatikan,, mereka binggung harus menjelaskan apa karena memang mereka tidak tau siapa Arlan, karena selama 2 Minggu mengikuti Airah mereka tidak pernah melihat Arlan.
Arlan yang sedang sibuk dalam menghadapi pertandingan basket selalu saja pulang malam, dan saat Arlan pulang sang pengintai sudah meninggalkan rumah Airah, dan saat pagi Arlan pergi lebih cepat daripada Airah karena jarak sekolahnya yang jauh dari rumah, Arlan harus lebih cepat pergi kalau tak ingin sekolah sampai pagar saja.
Para pengintai binggung sendiri saat Airah justru mengenal Bianca yang notabennya adik dari sang bos,, mereka tak mungkin melapor sebelum menyelidiki keterkaitan diantara mereka bertiga,, mereka tak mau ambil resiko dihajar bos mereka jika melapor tanpa adanya penjelasan apapun.
✨✨✨✨✨
😆😆😆😆😆 rasain,,, emang enak kalau lagi penasaran tapi tak mendapat kejelasan,,.
{Author}
" Makane Ojo seneng complain sama author,, tak gawe penasaran kan,,,"
__ADS_1
🤣🤣🤣🤣🤣