
Ibra berjalan dengan santai menuruni anak tangga,sambil bersenandung tujuannya adalah ruang makan.
Jelas saja kelakuannya yang tak biasa mengundang perhatian semua penghuni ruang makan termasuk para asisten rumah tangga.
{Bianca}
"Benerkan ma,,dah pasti deh itu kesambet mbak Kunti pohon jengkol di pos satpam depan kompleks"
Ucap Bianca yang berdiri dibelakang mama nya.
{Mama Della}
" Jadi gimana dong,,,mama jadi takut nih. Papa mana lagi dari tadi gak turun²."
Bisik Mama pada Bianca yang berdiri diseberang meja makan.
{Ibra}
"Pada kenapa sih,,,kok bisik² gitu ngomongnya?"
{Bianca}
"Mas itu yang kenapa???,,, Jangan nakut-nakutin orang napa!!!,,"
{Ibra}
" Emang Mas kenapa???"
{Papa Sandi}
" Ada apa nih,,,?"
{Bianca}
" Mas Ibra itu Pa,,, kesambet mbak Kunti pohon jengkol samping pos satpam depan kompleks,,,,"
{Mama Della}
" Papa jangan deket² ntar Papa ikutan kesambet"
Mama menarik sang Papa agar tidak dekat² dengan Ibra.
Ibra hanya benggong menatap tingkah Mama dan Adiknya,dia hanya menunjuk dirinya sambil melotot kearah seluruh orang yang ada diruang makan.
{Ibra}
" Aku,,,?
Kesambet,,,?
Ada² aja,,, ya gak lah 😤😤😤"
{Bianca}
" Trus Mas kenapa kok senyum² sendiri tadi waktu pulang kerja,,trus tadi pake acara nyanyi² pas turun tangga?"
__ADS_1
{Ibra}
" Oh,,, itu 😄😄😄
Lagi seneng aj,,,,"
{Mama Della}
" Mas menang proyek besar??"
{Ibra}
" Lebih dari itu Ma,,,, ini kebahagian tak terhingga 😊😊😊"
{Papa Sandi}
" Apa,, Papa jadi penasaran,,,?"
{Ibra}
" Tadi Ibra ketemu bidadari di kafe,,😍😍"
Sontak ucapan Ibra membuat seluruh anggota keluarga merapat kemeja makan dan duduk di kursi masing² sambil menatap tajam ke arah Ibra,seakan² Ibra adalah tersangka.
Mereka masih menatap Ibra untuk meminta kelanjutan cerita yang baru saja mereka dengar.
{Bianca}
" Trus Mas,,,, sapa namanya??"
{Ibra}
{Bianca}
" Ya ampun Mas,,,,, Mas gak ngajak kenalan?"
Dengan polos Ibra menggelengkan kepalanya,,
{ Ibra}
" Mas cuma liatin aj dari tempat duduk Mas,,, trus pas dia pulang Mas ikutin sampe rumahnya 🤗🤗🤗"
Refleks Bianca menepuk jidatnya mendengar ucapan Abang semata wayangnya.
{Bianca}
" Ya Allah,,,, Mas. Mas hidup di zaman apa sih,,, seharusnya Mas datangin trus ajakin kenalan tanya namanya,minta nomer WA nya,baru tanya alamatnya bukannya malah ngikutin sampe rumahnya,,,itu berarti Mas dah kayak Mbak Kunti yang kerjaannya ngikutin orang. 😤😤😤 malu²in aja,,"
{Ibra}
" Mas malu 🙄🙄🙄"
Bianca langsung menepuk jidatnya sekali lagi,sementara Mama dan Papa nya hanya tertawa mendengar jawaban polos putra semata wayangnya.
{Bianca}
__ADS_1
" Kok bisanya jadi CEO ,,,"
Cibir Bianca pada Abangnya yang sangat buta masalah wanita.
{Mama Della}
" Cantik Mas,,?"
Jiwa kepo Mama mulai berkobar,karena ini pertama kalinya sang putra membicarakan seorang wanita.
{Ibra}
" Cantik dooong Ma 😊😊😊"
Ibra membanggakan dirinya.
{Bianca}
" Sama Mbak Diah???"
{Ibra}
"Kalah,,,🙄🙄"
{ Mama Della}
" Laras Mas,,,?"
{Ibra}
" Kelaut Ma,,,🤔🤔🤔"
{Papa Sandi}
" Anggun,,,?"
{Ibra}
" Kalah jauh Pa,,,😏😏😏"
{Mama Della}
" Jadi penasaran sama calon mantu,,, jangan lama² deh Mas buruan dibawa pulang,,,"
{Bianca}
" gimana mau di bawa pulang,,, namanya aja gak tau,nomer WA gak tau,gimana kalau tuh si mbak dah ada yang punya,suami mungkin,atau tunangan,,atau pacar,apa mau jadi pebinor??
{Mama Della}
" Ussh amit²,,, ya jangan dong ya Mas, kalau dah ada yang punya ya harus ikhlas,,,."
Ibra tertegun dengan ucapan adiknya,jujur dia sama sekali tidak kepikiran sampe kesana.
Apa dia sanggup menerima patah hati ini bahkan sebelum memulai apa².
__ADS_1
Hai,,,,maaf ya kalau banyak kata² yang masih keseleo,maklum ini novel pertama saya. Semoga bisa diterima dan mohon komen nya 😊😊😊😊