
Sepanjang perjalan si kembar sableng selalu saja ngibah dan sesekali mengomentari apapun yang menjadi objek penglihatannya. Tidak ada kata jaim sedikitpun bagi mereka,bahkan saat mereka bertemu dengan Tante Irma.
Tante Irma bahkan tidak bisa diam karena banyolan di kembar sableng,ada saja yang mereka bahas,Airah yang aslinya sedikit pendiam jadi ikutan terpapar virus sableng kakak sepupu kembarnya.
Tapi si kembar justru senang melihat Airah seperti itu,setidaknya Airah selalu bisa beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan dimana dia berada.
Saat dia bersama anak didiknya dia akan menempatkan posisinya sebagai guru, jika dengan teman kuliahnya dia akan menjadi seorang mahasiswi kebanyakan, jika dengan keluarga dia akan menjadi anak yang menghormati orang tuanya juga seperti saat ini saat sedang bersama kakak sepupunya dia menjadi adik yang manja pada kedua kakaknya.
Akhirnya setelah berjalan² dan membeli beberapa kebutuhan,mereka memutuskan untuk mengisi perut karena saat ini para cacing diperut mereka sudah berdemo dan membakar beberapa ban mobil seperti mahasiswa yang berdemo di jalanan.
Selesai mengisi perut Airah,Rena dan Rina memutuskan untuk pulang karena hari semakin sore,seperti saat berangkat keadaan di dalam mobil mereka masih tetap sama. Suara cempreng sikembar lebih mendominasi daripada suara musik yang mereka setel.
Saat ia dijalan yang agak sepi dari kejauhan mereka melihat sebuah mobil dan seorang gadis yang sedang berdebat dengan 2 orang laki². Semakin diperhatikan terlihat salah satu laki² itu mengancam gadis itu dengan senjata tajam.
Sontak Rena langsung menghentikan laju mobil mereka dan langsung keluar di ikuti ke dua adiknya.
{Rena}
" Hei,,,banci Lo,,, beraninya sama perempuan yang lemah."
Teriakan Rena langsung membuat fokus kedua laki² itu beralih pada mereka bertiga.
{Rena}
" Airah ,,,, jatah Lo itu buat mereka babak belur kalau perlu buat mereka kehilangan barang pusaka nya."
" Rin,, Lo telp polisi sekarang."
{Rina}
" Terus Lo nya ngapain???"
__ADS_1
Tanya Rina yang masih binggung dengan pembagian tugas mereka.
{Laki² pertama}
" Ada mangsa tambahan nih bro,,, lumayan tambahan buat bonus"
{Laki² kedua}
" Iya,,, memang kalau dah rezeki kagak kemana,,,😆😆😆."
" Ini kali ya yang namanya rezeki anak Sholeh"
{Airah}
" Anak Sholeh kepala Lo peyang,,, mana ada anak Sholeh yang ngerampok,,,😤😤😤"
{Rena}
" Udah rah,,, gak usah kebanyakan nasehat,itu bukan anak didik Lo, hajar sampe rata sama aspal,,,"
Tanpa di perintah dua kali oleh sang kakak Airah langsung menghajar kedua laki² yang ternyata begal yang meresahkan banyak orang. Walau tidak mudah tapi itu juga bukan hal yang sulit untuk Airah yang sudah memiliki ban hitam.
Tak lama setelah ke dua begal itu terkapar beberapa polisi datang ketempat kejadian karena laporan si Rina.
{Rena}
" Udah tenang dek,,, gak usah takut lagi dah ada kita² kok. Tuh pakpol juga dah datang kok,,,."
{Rina}
" Gak ada yang luka kan dek???"
__ADS_1
Tanya Rina setelah membolak-balik badan gadis yang menangis itu.
{korban/Bianca}
" Makasih mbak,,,, aku gak tau apa jadinya kalau gak ada mbak yang nolongin aku."
Ucap Bianca yang langsung memeluk Airah yang baru saja selesai mengajar 2 begal yang sekarang di urus oleh para polisi.
{Rena}
" Eh busyeeet,,, gue dicuekin padahal gue yang nenangin 🙄🙄🙄"
Sementara Rina sudah tertawa terpingkal² sambil memegang perutnya,dia gak habis pikir dengan kelakuan si gadis korban yang malah memeluk Airah,,mungkin karena masih syok jadi dia tidak melihat kehadiran Rena yang merasa bagai Pahlawan yang kesiangan,atau mungkin si gadis korban tau siapa yang menolong dan siapa yang cari nama.
{Polisi 1}
" Kalian tidak apa-apa kan?"
{Rina}
" Tenang pak,kami tidak apa-apa kok,korbannya si adek ini kita cuma nolongin doang kok,, saya yang tadi telp bapak,,,😊😊"
{Polisi 1}
" Baguslah kalau tidak apa-apa,, tapi adeknya ikut kekantor ya untuk buat laporan dan untuk mbak² yang nolongin juga ikutan ya biar buat kesaksian."
" Adek bisakan telp keluarganya untuk datang ke kantor,biar ada yang mendampingi."
Bianca hanya manggut² didalam pelukan Airah,masih sambil menanggis dia mencoba menelp mamanya. Lalu Airah membawa Bianca ke mobil Bianca dan mengikuti mobil polisi untuk kekantor sedangkan Rena dan Rina mengikuti dibelakangnya.
✨✨✨✨✨✨
__ADS_1
Hai, friends,,,, komen nya dong.
Maklum masih penulis amatiran 🤣🤣🤣