
Ibra melangkahkan kakinya menuju kamarnya dilantai atas sambil tersenyum sendiri,dia tak habis pikir dengan kelakuannya yang mengikuti gadis incarannya hingga sampai rumah gadis itu.
Bahkan Bianca yang sedari tadi menatapnya dari sofa ruang tamu tak sama sekali diliriknya,membuat Bianca bagai orang tolol yang terus memandangi kelakuan ajaib abangnya,,
"Itu orang kenapa lagi,,,senyum² sendiri.
Apa jangan² Kesambet mbak Kunti yang katanya suka nangkring di pohon jengkol samping pos satpam depan kompleks ya,,,🤔🤔🤔.
Iiiih serem deh kalau beneran iya,,,"
Sambil mengangkat kedua bahunya dan langsung berlari keruang makan tempat mama nya yang sedang menyiapkan makan malam.
✨✨✨✨
Sementara di tempat lain tepatnya dirumah Airah,dia baru saja selesai membersihkan dirinya dan langsung turun kelantai bawah untuk membantu ibunya menyiapkan makan malam.
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di kursinya masing²,sambil menanti sang ibu menata semua hidangan,tampak Arlan masih pokus dengan ponselnya dan sang Ayah dengan koran tadi pagi miliknya.
{Ibu Shinta}
"Ayo makan dulu,,,Arlan matikan ponselmu"
{Arlan}
__ADS_1
"Baik Kanjeng ibu,,😊😊"
Mereka makan dengan hening,karena Ayah memang mengajarkan untuk tidak melakukan kegiatan apapun disaat sedang makan.
Selesai makan Airah dan Ibu langsung membersihkan seluruh meja sementara Ayah dan Arlan berpindah keruang keluarga,menonton tv sambil menanti Airah dan Ibu.
{Ayah Ibnu}
"Motormu dah selesai toh mbak?,,"
{Airah}
"Iya yah,,,tadi saat masih mengajar Pak Ari telp mbak,ngabari kalau motornya dah selesai.Jadi sebelum ke kampus mbak ambil dulu ke bengkel."
{Arlan}
{Ibu Shinta}
"Kalau adek mau dapet uang ojol ya,,daftar aja jadi supir ojol kan lumayan tuk tambahan uang bensin"
{Arlan}
"Emang boleh Bu??"
__ADS_1
{Ibu Shinta}
"Selama kamu bisa atur waktu dan tetap sekolah di nomer satukan dan nilai akademis mu tidak menurun,,,
ibu tidak masalah tuh,,,"
{Arlan}
"Wah asik nih bisa dapat duit tambahan,,,,
gimana yah diijinkan gak nih???"
Sang Ayah hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju,dan Airah hanya mengajunggi jempolnya tanda memberi semangat.
Keluarga Aranda bukanlah keluarga yang miskin,mereka keluarga yang berkecukupan namun sejak kecil kedua orang tua mereka selalu mengajarkan hidup sederhana dan mandiri,karena harta hanya titipan dari Allah suatu saat jika sang pemilik memintanya kita tidak dapat menolak karena itu kita harus siap dalan segala keadaan.
Walau bukan perusahaan yang besar namun perusahaan tekstil milik Ayah cukup stabil dan juga butik milik ibu bisa dikatakan cukup maju,baju muslim andalan yang di jual ibu yang merupakan hasil karyanya sendiri cukup disukai oleh pelanggan ibu.
Bahkan kalau seandainya Airah tidak mengajar dan hanya kuliah orang tua mereka masih sanggup memenuhi kebutuhannya,namun Airah sudah terbiasa dengan hidup sederhana dan mandirinya jadi dia tidak pernah merasa keberatan dengan mengajar apalagi dia sangat menyukai anak².
Keluarga mereka tidak pernah berperilaku berlebihan dalam kehidupan sehari²,merrka sangat menghargai setiap hal dalam hidup.
Bahkan Airah dan Arlan selalu diajarkan untuk menghormati orang lain baik yang tua atau yang lebih muda dari mereka.
__ADS_1
Cerminan keluarga harmonis yang selalu di dambakan setiap keluarga ada pada keluarga Aranda,mereka lebih memilih tinggal dilingkungan yang dekat dengan tetangga daripada tinggal di kompleks perumahan yang terkadang jarang mengenal tetangga sebelah rumah.