Hah? Jadian

Hah? Jadian
Chapter 10


__ADS_3

Di rumah


"Udah pulang kamu? Kenapa nangis?" tanya mama Carla kaget saat melihat Carla menangis, Ia khawatir terhadap anaknya.


"Memangnya anda peduli hah?!" jawab Carla setengah membentak pada ibunya.


"Kamu kok ngomong gitu, buka pintunya Carla!" mohonnya saat Carla menangis semakin menjadi.


Carla membuka pintu, "Pergi!"


"Saya bilang pergi dari kamar saya, dan urusan saya menangis apa itu penting buat anda hah! Saya benci anda, pergi dari sini!" Carla mengusir mamanya dari kamar. Ia kesal sangat kesal hari ini.


Saat mendengar anaknya sendiri membenci ibunya. Meskipun hubungan ia sendiri dan anaknya tidak baik, ibu mana yang tidak khawatir saat melihat anak gadisnya pulang dari sekolah dengan menangis.


🌹🌹🌹


Entah sudah berapa lama Carla berdiam diri didalam kamarnya sambil menangis. Bahkan sudah ke 7 kali mamanya memanggil Carla untuk makan tapi Carla masih enggan membuka pintunya.


Bahkan Carla pun belum makan dari tadi pagi. Hati mama Carla tidak tenang. Ia khawatir, ia gelisah tapi ia tidak bisa melakukan apapun. Bahkan untuk melihat wajahnya saja Carla enggan. Setiap malam mama Carla selalu melihat foto keluarga mereka. Dan menangis seraya berkata, "Kapan keluarga kita bisa sebahagia ini lagi."


Siapa yang tidak ingin bahagia bersama keluarga? Disaat keharmonisan keluarga sudah hilang, anak sendiri membenci dirinya. Yang Anita (Mama Carla) lakukan hanya bisa menangis dan memohon pada tuhan.  Anita kaget saat mendengar suara benda jatuh dari dalam kamar Carla.


Segera ia bergegas menuju kamar Carla, "Carla nak, buka pintunya mama khawatir."


"Carla," ia mengetuk pintunya sekali lagi.


Tidak ada sahutan dari dalam. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari kunci cadangan. Setelah membuka kamar Carla betapa terkejutnya Anita melihat anak gadisnya pingsan dan wajahnya sangat pucat sekali.


Rumah sakit


Anita panik dan gelisah menunggu anaknya di rumah sakit. Saat dokter keluar dari ruangan segera ia menghampiri. Dan berharap tidak terjadi apa-apa terhadap anaknya


"Dok anak saya kenapa?" tanyanya pada dokter, dengan penuh kegelisahan.

__ADS_1


"Anak ibu tidak apa-apa, karena kekurangan asupan dia jadi lemah dan pingsan. Saat ini pasien sudah membaik," tutur dokternya.


Anita pun menghela napas lega, " sudah boleh saya melihat kondisinya dok?" tanyanya sekali lagi.


"Sudah silahkan, kalo seperti itu saya kembali." jawab dokter.


"Terima kasih dok."


Disinilah Carla sekarang. Tertidur lemah dengan infusan ditangannya, penampilan yang kacau karena menangis seharian. Hati Anita sakit melihatnya.


Di sisi lain teman Carla kebingungan saat Carla tidak masuk sekolah, dan terkejut saat mengetahui Carla masuk rumah sakit tadi malam. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjenguk Carla selepas pulang sekolah.


"Carla ya ampun lu kenapa bisa masuk RS, dan ini mata lu sembab?" tanya Nindira yang terkejut melihat kondisi Carla saat ini.


"Iya La, kenapa bisa sakit?" tanya Alika sekali lagi.


"Gak papa kok," jawab Carla seadanya.


"Gak papa gak papa, lu sakit gimana bilang gak papa!" Potong Ayla dengan penuh emosi.


"Oh iya Dave mana? Dia tau gak lu di RS?" tanya Alika pada Carla. Karena sedari tadi di sekolah ia juga tak melihat Dave sama sekali, jadi ia fikir Dave menemani Carla tapi saat di rumah sakit ia tidak melihat Dave juga disini.


Flashback


"Apa la? Gw? Kenapa jadi lu gw?" tanya Dave saat ia Carla tiba-tiba mengubah cara bicaranya.


"Kamu kenapa sih? Ada masalah?" tanya Dave sekali lagi.


Saat ditanya seperti itu, Carla hanya diam dan menoleh ke arah lain. Ia mau bilang apa? Masalah? Bahkan hidupnya penuh dengan masalah setiap harinya.


"La jawab aku?"


"Ada masalah sama mama kamu?" tanya Dave memegang tangan Carla.

__ADS_1


"Mama? Apa masih pantas aku sebut dia mama?" jawab Carla penuh emosi saat mendengar mama nya disebut oleh Dave.


Entah sejak pagi tadi ia jengah mendengar kalimat tersebut dari semua orang. Dimulai dari temannya dan saat ini Dave.


"Kamu gak seharusnya kayak gitu La, dia mama kamu. Orang yang udah ngelahirin kamu, apa pantes anak benci sama orang tuanya kayak gini?" jawab Dave dengan nada yang lembut, meskipun ia sendiri sudah emosi tapi ia tahan.


"Dave dia gak pantes di sebut mama, dia gak sayang aku!" jawab Carla penuh emosi.


"La aku emang gak tau apa masalah kamu sama mama kamu, tapi gak seharusnya kamu kayak gini? Aku yang punya keluarga cuma mama doang sebisa mungkin buat bahagiain dia." tutur Dave yang emosinya sudah memuncak.


"Punya keluarga cuma mama doang? Iya aku tahu Dave aku gak punya keluarga. Aku tahu mama papa aku masih ada tapi mereka gak ada yang peduli sama aku. Iya memang cuma kamu doang yang punya keluarga!" Hati Carla panas saat mendengar kata keluarga.


"Bukan gitu maksud aku La," Dave menyadari ia salah bicara.


"Iya gw tahu, lu mau bilang gw anak gak tahu di untung kan?"


"Nggak la, gak sama sekali. Kamu dengerin aku dulu," Dave berusaha membujuk Carla seraya menahan tangan Carla agar tidak pergi.


"Dave aku mohon, jangan ganggu aku. Lebih baik kita udahan aja sampai sini,"


Kenapa semua memihak pada orang lain. Saat ini Dave adalah orang yang paling ia percaya juga tidak memihak padanya. Dan sekarang hubungan dia dan Dave sudah putus. Sekarang ia hanya punya siapa?


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2