
Pelangi itu indah, tapi setelah itu memudar lalu hilang. Layaknya kamu:)
***
"Dia siapa yang kamu maksud, masa lalu kamu?" Dave semakin bertanya-tanya siapakah yang dimaksud Carla.
"Dia gak bakal jadi masa lalu Dave, Dia tetep bakal jadi orang yang aku sayang," lirih Carla yang tak sadar meneteskan air matanya.
Tangan kekar Dave yang sekarang sudah pindah ke bahu Carla. Ia berusaha menguatkan Carla, meskipun ia sendiri bingung siapa yang dimaksud Carla. Jika memang itu masa lalunya, Dave akan berusaha menerima dan memperjuangkan Carla.
"Dulu aku punya abang, apa-apa aku selalu sama dia pas papa mama sibuk sama pekerjaan yang selalu jadi teman aku di rumah itu abang," ucap Carla yang sudah bersender di bahu kekar milik Dave.
"Dia bisa jadi sahabat, teman curhat layaknya pacar dan juga abang yang selalu jagain adek kecilnya dulu dia pernah bilang sejauh apapun gw pergi, gw bakal tetep jagain lu dek lu bakal selalu jadi adek kecil gw," ucapnya tersenyum miris.
"Dia itu tempat aku cerita, tempat aku aduin keluh kesah aku dia selalu bisa buat aku senyum, tapi tapi-" suara Carla terhenti karena tangisannya semakin menjadi.
"Hey sayang, jangan nangis inget kamu masih punya aku mulai sekarang aku yang bakal ngerubah kesedihan kamu jadi senyuman jadi sekarang kamu senyum ya buat abang kamu dan juga aku, " ucap Dave yang sudah mengacak rambut Carla.
"Makasih Dave," ucap Carla memeluk Dave.
"Nggak nggak gw gak boleh kayak gini, Carla itu orang yang kuat mana Carla yang cerita Carla itu gak lemah," ucapnya menyemangati diri seraya mengusap air matanya sendiri.
Dave kagum pada Carla. Karena dia tidak mau menunjukan dirinya lemah, ya memang benar seseorang yang terlihat sangat bahagia belum tentu dia benar benar bahagia layaknya Carla. Dia tidak ingin membagi kesedihannya.
Beda dengan wanita lain yang sengaja menangis di depan Dave hanya karena ingin di kasihani. Tapi dibalik sisi Carla yang sok kuat Dave tau hati Carla sangat rapuh. Dia berjanji akan menjaga Carla sebaik mungkin.
"Udah ya udah anak manis gak boleh cengeng," ucap Dave menyeka air mata Carla sambil terkekeh.
__ADS_1
"Hehehe, iya" suara Carla sedikit berubah mungkin karena habis menangis.
"Tapi-"
"Tapi apa hm?" tanya Dave pada Carla yang mungkin jarak antara dia dan Carla hanya berkisar 1cm saja.
"Aku tuh gak cengeng ya dasar!" Dave pun sedikit bergaduh karena perutnya kali ini sudah di cubit keras oleh Carla.
Kini mereka bersenang bersama-sama. Berlari kesana kemari. Melupakan masalah itu sejenak. Tangisan Carla pun sudah berubah menjadi senyuman mungkin juga canda tawa.
***
Dirumah
Carla sedang tiduran di kamarnya. Namun tak sengaja ia melihat foto kenangan dia dengan sang kakak. Ingatan dan kenangan lama mulai kembali. Memang tadi ia sudah melupakan masalah itu sejenak tapi tidak menghilangkan rasa rindunya pada sang kakak.
"Abang gak suka kan kalo Carla nangis kayak gini."
"Maaf Carla selalu nakal, karena Carla selalu nangis. Mana janji abang yang bakal selalu jagain Carla,"
"Carla kesepian bang di sini."
Flashback on
"*Hey dek kenapa sedih?"
"Lu di lukain sama cowok lagi? Siapa? Vino?" tanya Kenan pada Carla.
__ADS_1
Kenan kebingungan kenapa adik kecilnya ini menangis setelah pulang dari sekolah. Ia tidak suka melihat Carla seperti ini apalagi gara-gara cowok.
"Vino ngapain lu dek?!"
"Vino-"
"Vino kenapa?! Jujur dek!" suara Kenan sedikit mengeras.
"Vino selingkuh bang sama cewek lain, ini alasan dia menjauh akhir-akhir ini," Carla menangis di dekapan Kenan.
"Vino bangs*t!" ucap Kenan mengepalkan kedua tangannya
"Hey dek, jangan nangis lagi ya abang gak suka Carlanya abang ini nangis lu itu penguat gw dek lu sumber kebahagiaan gw kalo lu sedih gw ikut sedih" dekapan Kenan yang hangat membuat Carla merasa nyaman.
"Dan untuk Vino biar abang yang kasih pelajaran sama dia, dan buat kamu inget ya dek cowok di disini gak cuma Vino aja!"
"Tapi dia cinta pertama Carla bang, Carla sayang sama dia," ucap Carla seraya mendongakan kepalanya.
"Udah cukup dek air mata lu kebuang sia sia karena dia, lu boleh sayang tapi jangan kek gini. Kalo Vino sayang sama lu kenapa dia pergi sama yang lain, kalo emang dia bosen kenapa gak bilang baik-baik bukan dengan cara mencari pelampiasan dengan wanita lain. Inget masa depan lu masih panjang, suatu saat nanti bakal ada cowok yang bakal jagain lu cowok yang bakal sayang sama lu melebihi abang sayang sama Carla," Kenan mengelus kepala Carla.
"Dan sejauh manapun abang pergi, abang pasti bakal tetep jagain Carla, adek kecil abang. Abang bakal selalu ada di samping Carla*."
Flashback off
***
Thanks you for reading
__ADS_1
Aku mau minta dukungannya, 1 vote and coment kalian itu berharga banget. Kritik sarannya juga ya😊