Hah? Jadian

Hah? Jadian
Chapter 8


__ADS_3

"Aku gak tau mau bawa Rey kemana La," ucap Dave frustasi.


Karena ia sendiri juga kebingungan. Ingin membawa Rey ke rumahnya tapi di rumah tidak ada siapa-siapa. Bunda nya sering pergi keluar kota untuk alasan pekerjaan.


"Yaudah Rey sama aku aja," jawab Carla se kena nya.


Meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa kecuali pembantu. Setidaknya Reynand ada tempat tinggal. Kasian anak kecil seperti dia harus keluyuran di jalanan.


***


Rumah Carla


"Aku pulang dulu ya La, Rey kamu baik baik ya sama kak Carla jangan nakal," ucap Dave seraya mengelus kepala Reynand lalu tersenyum pada Carla.


Ketika Carla memasuki rumahnya. Ia terkejut disana ada ibu nya yang sedang duduk di sofa. Entah Carla harus bahagia apa sedih ibunya pulang.


"Carla nak kamu udah pulang?" tanya ibu nya pada Carla.


"Ngapain anda disini?!"


"Carla! Ga seharusnya kamu ngomong begitu sama mama! Mama baru pulang!" Kini emosi ibu Carla juga memuncak.


Ia terkejut melihat perlakuan Carla yang masih tidak berubah jika dia pulang. Padahal dulu gadis itu sangat pendiam.


"Oh anda masih ingat rumah?" ucap Carla seraya menaiki tangga meninggalkan mamanya di bawah sendirian.


Dulu Carla memang sangat menyayangi ibu nya tapi semenjak kejadian dimana Carla penyakit asma nya kambuh yang mengharuskan Carla di bawa ke rumah sakit. Mama dan papanya tidak ada di sampingnya. Padahal jika terlambat membawa Carla ke Rumah sakit maka akan fatal. Ingatan Carla akan hilang atau mungkin gadis itu tidak dapat hidup lagi.


Mungkin jia ia di beri satu permintaan oleh tuhan, dia akan meminta agar Kenan berada disini. Hanya Kenan yang bisa jadi tempat dia berteduh. Cuma Kenan yang memberikan kehangatan keluarga padanya.


Sejak saat itu dia selalu merasa tidak punya orang tua. Dia selalu sendiri, tidak ada yang memperdulikan dia. Yang dia sayang hanyalah kakak lelaki nya. Yang sekarang entah kemana.


"Kak? Kita mau kemana?" tanya Rey pelan karena ia takut bertanya pada Carla yang sedang menangis saat ini


"Kakak gak tau Rey harus kemana, ini rumah kakak tapi kakak gak pernah ngerasain kalo ini rumah," lirih Carla mengusap air matanya.

__ADS_1


"Kak kakak jangan sedih ya, kata mama Rey kita harus kuat gak boleh sedih," ucap Rey polos menenangkan Carla.


Carla tersenyum. Carla senang sekarang dia memiliki Reynand. Dengan Rey dia tidak kesepian di rumah. Rumah nya besar, hidupnya berkecukupan. Tapi kasih sayang? Mungkin sangat kurang dia rasanya.


Drrrrtt


Getaran ponsel Carla mengalihkan pandangannya. Tertera nama Dave♡ disana. Ia bingung disaat seperti ini. Ia tidak mau terlihat lemah di depan orang lain. Tapi jika dia mengabaikan Dave ia takut jika nanti Dave khawatir. Dengan segera ia mengusap air matanya, menetralkan nafasnya agar terlihat se normal mungkin. Agar tidak seperti orang yang baru saja menangis.


"Halo Dave," ucapnya.


"Halo La nanti malem bunda ngajakin makan malem, kamu mau apa nggak?"


"Bunda? Tapi aku malu Dave," Jawabnya


"Ngapain malu, orang bunda aku nanti juga bakal jadi bunda kamu haha,"


Lelucon Dave mampu membuat Carla tersenyum. Ya dia merasa mungkin tumpuannya sekarang tinggal Dave. Dave bisa membuat dia bahagia, dan juga nyaman. Definisi bucin menurutku.


"Yaudah nanti siap-siap jam 7 malem aku jemput bawa Rey juga ya bye sayang,"


***


Jam sudah menunjukan pukul 18.30 itu artinya 30 menit lagi Dave akan menjemput Carla untuk makan malam. Tapi saat ini Carla malah sibuk memilah milah baju mana yang bagus untuk di gunakan. Ia takut terlihat tidak sopan di depan bunda Dave.


Setelah lemari berantakan akhirnya ia memilih menggunakan dress selutut berwarna putih. Cukup sederhana dan tidak berlebihan namun tetap terlihat sopan. Ya anggap saja Carla berlebihan, tapi semua akan dilakukan sebaik mungkin kan jika bertemu dengan ibu pacar kalian. Tidak mungkin kalian akan merusak image kalian di depan ibu ataupun ayah pacar kalian. Itu sangat sangat konyol.


Setelah itu dia dan Rey turun ke bawah setelah ia mendengar suara mobil berhenti di rumahnya. Ia tau bahwa mobil tersebut adalah mobil Dave. Dan Rey malah kesusahan membawa mainan yang baru saja Carla belikan tadi sore. Dasar anak kecil. Di bawah ia melihat Dave tengah asik berbicara dengan mama nya.


"Carla nak kamu udah siap?" tanya mama Carla setelah mengetahui anaknya begitu cantik malam ini.


"Ayok Dave kita pergi," ucap Carla sinis. Menarik tangan Dave. Ia malas melihat wajah mama nya saat ini. Ia malas berdebat malam ini karena sekarang ada Dave di depannya.


"Tan aku pergi dulu ya assalamualaikum," pamit nya pada ibu Carla.


"Waalaikumsalam Dave."

__ADS_1


Dimobil


"Kamu kenapa kayak gitu tadi sama mama kamu?" tanya Dave penasaran seraya melihat Carla.


"Aku males bahas topik ini Dave," jawab Carla mengalihkan pandangannya.


"La dia mama kamu, gak seharusnya kamu kayak gitu. Itu gak sopan La!" ucap Dave sedikit meninggikan suaranya. Tapi bagi Carla itu bentakan pertama yang ia drngar dari Dave.


Reynand yang mendengar ucapan keras Dave pun merasa takut. Ia memilih diam saat ini, ia takut jika ia berbicara maka Dave juga akan membentaknya juga seperti Carla.


"Kamu gak pernah ngerti aku Dave, aku hampir mati dan mereka gak pernah peduli!"


"Sekarang aku minta turunin aku disini!" Perintah Carla.


Dave terkejut respon Carla diluar pemikirannya. Gadis yang ia sayang sekarang menangis. Dave menepikan mobilnya di pinggir jalan. Dan langsung memeluk Carla. Tangisan Carla semakin menjadi disaat kehangatan yang ia rasakan dari pelukan Dave saat ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continue. Jangan lupa vote and coment. Satu dukungan kalian ngebuat aku lebih semangat nerusin cerita.

__ADS_1


__ADS_2