Hah? Jadian

Hah? Jadian
Chapter 4


__ADS_3

"Hoy kalian berdua!"


Carla dan Dave pun terkejut, mendengar suara seseorang mengangetkan. Sial bukan. Mereka tidak jadi ciuman gara-gara siswa lain yang mengganggu dan Carla pun sekarang menghilang membawa komiknya entah kemana dia pergi.


***


Dave terus mencari dimana Carla bersembunyi, sampai akhirnya ia sampai di sebuah koridor yang sangat sepi. Samar samar dia mendengar ada suara tangisan di ruangan kosong.


"Masa iya itu setan?" Dave menerka nerka jika itu hantu mana mungkin ada di waktu siang bolong.


Dave terus mendekat, suara itu semakin terdengar dan jantung Dave sudah tidak karuan sedari tadi. Ia berniat mencari Carla malah di hadapkan dengan tangisan seorang gadis. Pelan-pelan dia membuka engsel pintu, Dave semakin mendekat.


"Carla!"


Dave berteriak dan lari memeluk Carla, dia terkejut gadis yang menangis sesegukan di dalam ruangan kosong itu adalah Carla.


"Jangan pergi!" ucap Carla yang menangis di pelukan Dave.


"Jangan pergi!"


"Iya iya gw gak pergi udah ya jangan nangis!" titah Dave seraya mengelus punggung Carla.


Dave sendiri kebingungan kenapa dengan Carla. Tiba-tiba menangis sesegukan dan berkata "jangan pergi" terus menerus. Namun sekarang Dave tak mendengar suara Carla. Namun betapa kagetnya Dave saat melihat Carla sudah jatuh pingsan di pelukannya.


Dave segera membawa Carla ke uks, Dave khawatir terhadap Carla. Carla sedang ditangani oleh dokter penjaga di uks saat itu. Lalu dokter itu pun memanggil Dave.


"Dia baik baik saja, hanya saja Autopobhia kambuh tadi," ucap dokter pada Dave.


"Autophobia?"


Dave bingung, Autophobia saja dia tidak tahu. Pacar macam apa Dave ini tidak tahu apa yang sedang di idap pacarnya sendiri.

__ADS_1


"Iya phobia yang dimana penderita akan merasa takut saat dia berada sendirian di tempat sepi, dia takut akan ditinggalkan, saya harap kamu menanyakan baik baik padanya agar bisa membuat dia lebih tenang lagi!" Perintah dokter tersebut.


Dokter yang sedang menjaga pun sudah pergi, sekarang Carla sudah terjaga dari pingsannya. Tapi dengan keadaan yang buruk, Carla kembali menangis seperti tadi. Ia tidak mau melepaskan pelukan nya pada Dave.


"Hey sayang, kamu kenapa hm? Ayo jujur sama aku kenapa kamu bisa nangis begini?" tanya Dave dengan penuh pengertian. Seraya menangkup wajah Carla yang sudah penuh dengan air mata.


Dave mulai mengubah cara bicara Lo-gw nya menjadi aku kamu. Mungkin sekarang Dave merasa dia harus menjaga Carla lebih baik.


"Jangan pergi!" Pinta Carla seraya memegang kedua tangan Dave yang berada di pipinya.


"Iya aku nggak bakal pergi, ayo cerita?"


"Aku mau pulang, aku gak mau cerita!"


Carla lari dan pulang dengan menangis. Dave ingin mengejar tapi dia dihentikan oleh guru yang terkenal killer di sekolah itu. Sial, kenapa disaat seperti ini guru tersebut harus muncul. Lalu Dave memutuskan untuk menanyakan apa yang terjadi pada Carla besok atau nanti malam saja. Ia akan mengajak Carla pergi ke taman lalu berbicara baik baik. Mungkin Carla tidak mau jujur sekarang.


***


"Kita mau kemana Dave?" tanya Carla pada Dave diatas motor seraya menyenderkan kepala pada pundak Dave.


"Mau ke taman La, mau kan?" tanya Dave kembali.


"Iya mau kok."


Dave senang memiliki Carla, dia adalah tipe wanita yang sederhana. Bukan wanita yang ingin setiap hari berbelanja, apa apa harus ke mall. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di taman.


"Oh iya Dave, kenapa ngajak ke taman?" tanya Carla seraya duduk di bangku taman.


"Emang salah aku ngajak pacar sendiri jalan jalan hm?"


"Hah aku? Sejak kapan jadi aku-kamu an?"

__ADS_1


Ya Carla masih bingung karena mungkin keadaan kemarin membuat dia agak setengah sadar, setelah dia pulang dari sekolah pun dia langsung tertidur. Mungkin karena terlalu lelah menangis


"La, mulai hari ini kita ubah cara bicara kita jadi aku-kamu ya dan aku pengen kamu ceritain semua masalah kamu ke aku," Dave duduk di samping Carla "Sekecil apapun masalahnya, kamu juga harus bisa berbagi sama aku, kalo kamu berjuang sendiri apa gunanya ada aku di samping kamu," lanjut Dave seraya menangkup pipi Carla.


"Kok gw eh aku maksudnya jadi agak canggung kalo gini Dave," ucap Carla yang duduk menjauhi Dave.


"Jadi kamu masih gak mau cerita sama aku," ucap Dave frustasi.


"Aku udah tau La, kamu mengidap Autofhobia kan, aku gak mau kamu kayak kemaren lagi dimana kamu histeris sendirian di ruangan kosong aku pengen jaga kamu La," terang Dave.


"Aku takut kalau aku cerita ini ke kamu, kamu juga bakal pergi Dave," lirih Carla.


"Aku gak bakal pergi La, aku janji sama kamu aku bakal jagain kamu dan siapa yang pergi maksud kamu itu?" tanya Dave yang sudah sedikit emosi tapi dia tahan.


"Dia Dave-"


.


.


.


.


.


.


See you next chapter


Vote and coment nya ya

__ADS_1


__ADS_2