
"Tapi --," ucap Carla menggantung
***
Carla Pov
Gw makin bingung sama Dave, kenapa sekarang jadi serius. Dia bilang apa tadi? Sayang? Gw takut buat percaya itu. Tapi gw juga gak liat ada kebohongan di mata Dave. Apa gw terima aja???
Arghh tau ah gw bingung.
"Apalagi sih la?"
Lu pake nanya Dave, gw kan masih gak yakin sama hati gw. Setiap hari lu perlakuin gw kayak musuh, suka bully gw. Tapi sekarang tiba-tiba bilang Sayang terus ngajak pacaran.
"Kita kan gak pernah pdkt Dave, gw masih gak yakin sama perasaan gw dan gw takut Dave," ucap ku.
"Huft, Lu takut gw nyakitin lu? Carla percaya ya sama gw. Gw bakal janji bikin lu bahagia," ucap Dave yang tiba tiba menggenggam tanganku erat.
"Dan juga.."
Perkataan dia tadi, ngebuat gw sedikit yakin. Dan dia mau apalagi ini, hati gw udah deg-degan dari tadi.
"Gw gak bakal biarin mata cantik lu ngeluarin air mata," ucap Dave seraya mengelus pipiku dan tersenyum.
"Wuuu Dave astagah gw baper Dave, hiks Carla kenapa diem aja daritadi!" teriak salah satu fans Dave.
"Yaudah Dave gw terima," ucapku seraya tersenyum.
"Makasih makasih la!" teriaknya dan dia hampir memelukku.
"Dave tolong ini depan umum," bisikku yang menahan tawa daritadi.
"Maaf," ucap Dave yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
***
Di kelas
Pelajaran kimia sedang berlangsung. Bu Nia sedang asik menerangkan pelajaran. Tapi Dave sedari tadi terus menganggu Carla. Tapi Carla berusaha menghiraukan Dave dan berusaha fokus pada mata pelajaran hari ini . Ada ada saja dia, padahal sudah masuk jam pelajaran. Tapi tiba tiba dia memanggil bu Nia.
"Buk maaf!" ucap Dave yang sedikit di keraskan.
"Iya, Ada apa Dave? Ada yang ditanyakan?" tanya bu Nia.
Dave pun bertanya, "Hmm bukan, saya disini kurang jelas melihat yang ibu tulis jadi boleh gak saya tukar dengan Ria duduk dengan Carla?"
"Yasudah Ria silahkan kamu pindah ya!"
Carla sedari tadi hanya bisa menggelengkan kepala. Dave ini memang benar buram melihat tulisan di papan tulis ataukah hanya akal akalan dia ingin dekat dengan Carla.
"Hey pacar," bisik Dave pada telinga Carla.
"Ngapain disini Dave, ini jam pelajaran jangam ganggu gw ah!" balas Carla.
"Gw kangen," bisik Dave sekali lagi.
__ADS_1
"Heh padahal seharian bareng gw! Masa udah kangen?"
"CARLA DAVE! kalian sedang membicarakan apa? Jika ingin bicara kalian di luar saja! Kamu Dave bilangnya tadi susah melihat tulisan tapi malah bicara dari tadi!" bentak Bu nia.
"Maaf bu," ucap keduanya.
"Udah diem gw gak mau di hukum!"
Akhirnya mereka pun diam mendengarkan apa yang guru sampaikan dan selama jam pelajaran Dave berusaha diam, dia tidak mau Carla terkena hukuman karenanya.
Kringgggg
Bel istirahat berbunyi*
"Eh La ke kantin yuk!" ajak Alika.
"Enggak Carla bareng gw!" ucap Dave seraya melepaskan tangan Carla dari pegangan Alika.
"Bareng gw!"
"Carla sama gw!"
"Gw!"
"Gw Dave!"
Haduh rasanya pusing melihat mereka bertengkar, lebih baik Carla ke kantin sendiri saja. Dia sudah merasa lapar dan malas menunggu keduanya selesai berdebat.
Tapi di kantin, banyak sekali siswa siswi yang menatap Carla dengan sinis, dan tak jarang juga Carla mendengar hinaan dari mereka.
"Carla pake pelet apaan sih sampe bikin Dave suka??"
"Perasaan muka nya kagak cantik, cantikan juga gw."
"Eh tapi Carla cantik jadi cocok sih kalo sama Dave kata gw."
"Ish jijik gw liat muka Carla, penggoda dasar!"
Berbagai ucapan mereka membuat Carla menjadi bimbang lagi, apakah ia salah memutuskan untuk menerima Dave menjadi kekasihnya. Ia terus saja melamun dan tanpa menyadari jika ada orang di sebelahnya.
"Hey kenapa?" ucap seseorang itu seraya menepuk pundaknya.
"Loh Dave?"
Betul. Orang itu adalah Dave, entah dia punya kekuatan apa sehingga ia sudah berada di sini tiba-tiba.
"Kenapa hm?" tanya Dave sekali lagi seraya mengelus rambut Carla.
"Gw kok jadi gak yakin Dave," adunya.
"Kenapa lagi? Cerita coba?"
"Ucapan mereka bikin gw gak yakin, mereka gw penggoda lah, cabe lah, gw dibilang cabe lah huft," jelasnya pada Dave.
"La gini ya dengerin gw," ucap Dave seraya menggenggam tangan Carla.
__ADS_1
"Yang jalin hubungan itu kita, yang pacaran itu kita jadi jangan peduliin omongan omongan jelek mereka. Mereka gak ada hak ngatur-ngatur kita karena apa? Karena mereka sendiri belum bisa ngatur hidupnya buat gak ngurusin idup orang lain," ucapnya sekali lagi yang sekarang tengah mengelus tangan.
"Jadi? Masih ragu? Mau putus?" tanya Dave meyakinkan.
Carla kaget,"Hah? Kok putus"
"Cie ketauan gak mau putus dari gw, udah cinta ya," goda Dave menaik turunkan alisnya.
"Nggak ish apaan!"
"Tapi kok pipinya merah sih la," goda Dave sekali lagi
"Hah masa sih?!" ucapnya yang sontak menutupi pipinya.
"Tuh tuh bilangnya nggak tapi dibilang pipinya merah di tutupin cie cinta gw," godanya yang sambil menoel noel pundak Carla.
"Aaaa udah dong Dave jangan godain gw mulu!" teriaknya yang sekarang sedang menenggelamkan kepalanya.
"Haha yaudah yuk ke kelas aja!" ajak Dave.
"Gak mau!"
"Ayok udah iya Carla gak merah pipinya Carla cantik kok," bujuk Dave
"Gak mau gak mau!"
"Carla!"
"Gak mau!"
"Carla"
"Nggak!"
"Sayang!"
Carla yang mendengar panggilan sayang dari Dave pun sudah beranjak dari duduknya. Perasaannya tidak karuan sekarang.
"Kok gw jadi deg deg an sih deket Dave, gw salting mulu daritadi. Masa iya ini cinta? Eh ga deng kan masih baru pacaran maen cinta cinta ae, tapi gw deg deg serr dong huaaa mama!!!!" ucap Carla dalam hati. Yang mungkin akan berteriak sekarang juga apabila tidak ada orang.
.
.
.
.
.
.
Tbc!
Mohon untuk vote and comentnya ya.
__ADS_1
Ada saran? Silahkan coment aja.