
Pagi ini senyuman manis terpampang di wajah seorang remaja yang sedang duduk di jok motornya. Ya benar Dave orangnya.
Dia rela pagi pagi bangun hanya karena ia tidak ingin terlambat menjemput Carla padahal jam masih menunjukan 06.15 tapi dia sudah siap sedia di depan rumah Carla.
"Hey cantik kok cemberut aja sih?" tanya Dave menggoda Carla.
"Kamu mah ganggu orang tidur Dave ini tuh masih pagi kenapa udah di jemput!" keluh Carla memanyunkan bibirnya.
"Hehehe kan biar gak terlambat La gemesin banget sih, udah ayo naik!" Perintah Dave yang tangannya mengacak rambut Carla layaknya seperti anak kecil.
Di perjalanan Dave tiba tiba memegang tangan Carla dan dia membawa tangan Carla agar memeluk pinggangnya. Karena sedari tadi Carla hanya memegang pundak Dave. (Ojek kali ya)
Dave tersenyum Carla tidak melawan dan sekarang sedang menenggelamkan wajahnya pada punggung Dave. Entah kenapa Dave semakin sayang pada gadis ini. Sifatnya yang apa adanya namun petakilan membuatnya semakin merasa gemas.
Setelah sampai di sekolah Carla masih saja belum melepaskan pegangan tangannya dari perut Dave.
"Laa udah sampe," ucap Dave melepaskan helm full face nya.
"Laaaa!" panggil Dave sekali lagi ternyata Carla masih tidak mendengar panggilan Dave.
"Carlaaa udah sampe!" panggilan terakhirpun mampu membuat Carla tersentak.
"Huh astagah Dave bentar!"
Carla pun turun dari motor Dave, dan Dave merasa kebingungan kenapa Carla nafasnya tersenggal-senggal seperti baru saja di kejar anjing dan kehabisan nafas.
Dave sedikit khawatir kenapa Carla seperti ini apakah dia sakit? Tapi jika sakit kenapa dia memaksa masuk sekolah. Tapi yang Dave rasa dari Carla badannya tidak panas.
__ADS_1
"La kamu kenapa?" tanya Dave memastikan, "kamu gak kenapa-napa kan?" lanjutnya.
"Dave bentar aku tadi gak bisa napas pas meluk kamu, aku pegangnya erat banget Dave. Huhhh huhh abisnya Dave or-ang tadi huhh ngebuat aku malu," terangnya
"Gak kuat ya allah, minum mana minummm!"
Sekarang Carla malah meninggalkan Dave begitu saja, senyuman kecil tercetak di bibir Dave. Padahal Dave kira Carla nyaman memeluk tubuhnya, ternyata hanya karena malu dilihat orang-orang makanya dia menyembunyikan wajahnya.
Dave sendiri bingung kenapa dia bisa jatuh cinta pada gadis ceroboh, petakilan dan kadang seperti anak anak ini. Tapi dibalik sifatnya yang seperti itu Dave tau Carla adalah orang yang kuat. Meskipun kadang-kadang dia sedih tapi sebisa mungkin Carla menutupi kesedihannya itu dengan tingkah konyolnya. Entah dorongan dari siapa Dave seakan akan ingin menjaga senyuman itu tidak luntur dari wajah Carla. Senyuman yang tadinya palsu akan terganti senyum kebahagian.
***
Siswa-siwi sudah berhamburan ke kantin untuk mengisi perut mereka, tapi beda dengan Carla. Dia lebih memilih untuk membaca komik daripada ke kantin. Sampai akhirnya Dave menegur Carla untuk pergi ke kantin bersama sama.
"La ke kantin yuk!" Ajak Dave yang sudah berdiri di depan bangku Carla.
Mendengar ucapan Carla tadi. Dave tiba-tiba pergi meninggalkan Carla. Jika Carla sudah membaca komik ataupun novel dia akan lupa dengan sekitarnya. Lupa waktu dan lainnya lagi.
Selang beberapa menit kemudian terdengar suara aneh. Iya aneh, karena itu adalah suara perut Carla sendiri.
"Aduh kok gw jadi laper sih, loh Dave mana?"
Carla kebingungan saat melihat Dave sudah tidak ada di dalam kelas. Carla sedikit kesal karena Dave begitu saja meninggalkan Carla yang sedang kelaparan di dalam kelas sendirian.
"Tau ah kesel sama Dave, masa pacar sendiri di tinggalin!" Carla mendengus kesal menghempaskan buku komiknya ke meja dengan keras.
Jika perasaan kesal dan rasa lapar sudah menjadi satu dalam diri Carla. Maka apapun yang ada di dekatnya akan dia lempar, jika itu manusia maka dia akan jadi sasaran kemarahannya.
__ADS_1
Tapi dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya. Senyuman sedikit terukir di wajah seseorang itu.
Dia berdiri di depan pintu kelas dan melihat gadis yang sedang kesal karena kelaparan. Ya dia adalah Dave.
Dave pun menghampiri Carla.
Carla yang melihat Dave berjalan menuju ke dirinya pun mengalihkan pandangannya. Carla masih kesal karena bisa-bisanya saja dia meninggalkan di dalam kelas tanpa makanan. Pacar macam apa Dave.
"Kenapa sih? Cemberut terus," tanya Dave seraya mengacak rambut Carla dengan lembut.
"Gak tau pikir sendiri!" ketus Carla.
"Laper hm?" tanya Dave sekali lagi.
"Kamu tuh gak peka ya, aku tuh laper udah istirahat malah di tinggal. Pacar kurang ajar! Aaaa kesel sama Dave mah!" ucap Carla memasang muka cemberut.
"hm Carla hey, maaf ya aku ninggalin kamu ke kantin sendirian padahal aku udah ajak kamu tadi," terang Dave pada Carla "Tapi kamu bilang nggak, padahal aku tahu kamu itu laper jadinya aku ke kantin dulu buat beliin ini buat kamu," terusnya.
Seketika senyuman mengembang di pipi Carla dan perasaan malu menjadi satu. Dia malu sudah mengatai Dave pacar yang tidak peduli tapi ternyata Dave sengaja pergi hanya untuk membelikan makanan untuknya. Beruntunglah Carla memiliki Dave. Carla juga tidak menyangka yang dibeli Dave itu kesukaan Carla.
"Ah makasih pacar! Jadi sayang deh," ucap Carla
"Iya sama-sama di makan ya! Nanti pulang sekolah tunggu aku di parkiran," Dave mengelus rambut Carla.
"Khee ma na?" tanya Carla yang mulutnya penuh dengan makanan.
"Kalo makan itu jangan ngomong dulu sayang, pokoknya kamu itu aku tempat dimana hanya orang terperting aja yang aku ajak kesitu,"
__ADS_1
Tbc